Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 31: Aura seorang Warrior


__ADS_3

Regal saat ini berhadapan langsung dengan leluhur para Orc. Blood Mane Orc Grisha...


"Ada perlu apa seorang manusia menemuiku?" Grisha bertanya kepada Regal,pemuda itu maju dan berlutut dihadapan Grisha. "Aku ingin mengambil pengetahuan yang terkubur bersamamu,membuat jiwamu bisa terbang ke Ether dan meninggalkan makam ini." Grisha yang mendengarnya seketika bergumam.


"Jadi kau tau bahwa jiwaku belum bisa pergi ke alam lainnya?" Grisha bertanya namun Regal menjawabnya dengan senyuman. "Yah... Undead tingkat tinggi berbeda dari Undead rendahan yang tubuhnya bergerak karena jiwanya sudah terkena kegelapan yang dibawa oleh sihir.


Aku tahu itu setelah bertarung dengan banyak Undead,itu sebabnya aku tahu jiwamu masih bersemayam didalam tubuhmu. Kalau aku perkirakan,pasti bukan karena kau menjaga rahasia ataupun ditolak di surga dan neraka kan?"


Grisha tersenyum mendengar perkataan Regal. "Memang aku menjaga makam ini,namun ada alasan lain mengapa aku telah berdiam diri disini selama lebih 5000 tahun. Suku Orc telah menjadi busuk,mereka memang seorang Warrior tangguh,namun sikap dengki dan juga kebencian mereka benar-benar membuatku yakin kalau aku tak bisa mempercayakan mereka dengan kekuatan dari Aura yang kupunya.


Bahkan karena keserakahan mereka,sekarang ini suku Orc terbelah menjadi dua yang padahal tugas mereka adalah melindungi hutan Jura ini bersama..." Regal melihat Grisha bersedih,namun ini sudah masuk dalam rencananya.


"Kalau begitu bagaimana kalau kita mengajukan kontrak?" Grisha langsung kaget dan bertanya. "Kontrak? Memangnya apa yang bisa kau lakukan manusia? Merapalkan sihir sucimu agar aku bisa mati dengan tenang?"


Regal menggelengkan kepalanya. "Aku Iblis,namun aku seorang yang menepati janjiku. Kau berikan aku pengetahuan dan apapun itu yang kau jaga selama ribuan tahun kepadaku,dan sebagai gantinya aku akan mempersatukan ras Orc. Mereka yang berada di selatan dan utara akan hidup dengan damai kembali,rakyat yang kau dulu tidak percaya itu akan ku persatukan dan melakukan kewajiban mereka."


Grisha jelas tertarik,Regal yang melihat wajah Grisha yang berpikir itu jelas senang,lantaran ia telah membuat kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.


"Mengapa kau ingin rahasiaku sampai sejauh itu?" Regal tersenyum dan menjawab. "Tentu saja kekuatan... Segala kemalangan yang kualami itu semua karena aku lemah. Maka dari itu aku akan membuat diriku kuat,tidak peduli seberapa tidak sukanya aku dalam mencari kekuatan..."


Regal kemudian memejamkan matanya,disana dia melihat siluet putih dari rambut seorang wanita. Dia membuka matanya kembali.


"... Bagaimanapun aku akan menjadi seorang suami. Aku tidak akan bisa melindungi keluargaku dengan kekuatan setengah-setengah." Regal kemudian melihat tangannya,dan tanpa dia sadari Grisha tersenyum puas mendengar jawaban itu.

__ADS_1


"Itu adalah jawaban yang ingin kudengar... Melindungi bukan menyakiti,merampas namun tak menaklukkan namun tak menghancurkan. Itulah prinsip kami para Orc jaman dahulu! Anak muda sebutkan nama ayahmu...!" Regal jelas menggelengkan kepalanya dan menjawab.


"Aku tidak punya ayah... Aku tidak pernah melihat ataupun mengetahui nama ayah dan ibuku sejak lahir..." Grisha kemudian mengeluarkan Aura besar miliknya,Aura yang bahkan dapat menghancurkan lingkungan sekitar itu mulai merusak makamnya.


"Apa yang kau bicarakan?! Kau itu punya satu!!" Setelah mendengar perkataan Grisha,akhirnya Regal tersadar dan akhirnya dia berlutut sembari melakukan sumpahnya.


"Aku Regal... Putra dari Adrian Teloch bersumpah atas namaku. Akan kulakukan kontrak ini bahkan saat seluruh dunia melawanku." Grisha meletakkan telapak tangannya di kepala Regal dan menjawab. "Itulah yang ingin kudengar..." Perlahan-lahan jiwa Grisha retak dan berubah menjadi abu secara perlahan,sementara itu tubuh Regal mengalami perubahan. Sirkuit sihir Regal memanas dan membuat darahnya mendidih.


Rasa dari otot-otot yang robek dan membuat ulang otot yang baru serta otot-otot yang padat itu mulai meremas tulang-tulangnya hingga patah. Regal dapat merasakannya hanya dengan mempelajari Aura yang sudah hilang itu. Tubuhnya seperti dibentuk ulang oleh sirkuit sihirnya. Ini seperti Aura dalam tubuh Regal tidak hanya menguatkan tubuhnya saat melakukan Aura,namun juga menguatkan tubuhnya bahkan saat dia berhenti mengalirkan sihir.


Namun pemuda itu tidak bergeming sama sekali,meskipun banyak otot dan organ dalamnya yang rusak namun dia menahan itu semua dengan semangatnya. Tubuhnya tak bisa menggunakan Vis untuk melakukan penyembuhan,namun baginya ini bukanlah suatu masalah...


"Gunakanlah dengan baik. Putra Teloch..." Perlahan-lahan abu Grisha menghilang dan terbang keatas. "Kita tak pernah bertemu namun aku harap kau menerimanya diatas sana." Dan dengan itu Regal akhirnya berjalan keluar dari makam. Akan tetapi saat dia didekat pintu masuk yang tadi disegel,dia melihat Kurdan yang saat ini terluka parah dan kehilangan mata kiri dan tangan kanannya.


"Apakah kau menang?" Regal mengangguk kepada Kurdan. "Mari kita kubur tempat ini..." Dan setelah melakukan pertolongan pertama,mereka berdua keluar dari makam sembari menebarkan bubuk hitam di seluruh makam.


"Orc utara selalu menghormati keputusan para leluhur untuk tetap melindungi rahasia Grisha dari orang-orang luar dan Orc selatan. Namun pada akhirnya kami gagal melindunginya..." Kurdan membakar lengannya untuk menghentikan pendarahan. Dia tidak berteriak akan rasa sakitnya dan hanya bertanya. "Apa yang akan kau lakukan setelah ini?"


Regal terus menatap kobaran api itu dan berkata.


"Aku akan menyatukan kedua suku. Grisha sudah membayarku jadi tidak perlu khawatir akan biayanya. Bagaimanapun aku bersumpah akan menyatukan kedua suku..." Mendengar perkataan tersebut Kurdan tersenyum,dan dengan Regal yang membantu Kurdan berjalan,merekapun pergi sebagai pemenang...


———

__ADS_1


Itu adalah perang yang sangat besar. Bila Agronak tidak terburu-buru dan membunuh Kurdan di tempat maka suku utara akan kalah. Namun karena dirinya yang sejak awal mengincar rahasia makam akhirnya dia meninggalkan Kurdan yang diyakininya akan mati kehabisan darah.


Perang itu juga merupakan sebuah harga yang mahal,dimulai dari matinya salah satu Komandan dan banyaknya Orc yang mati. Bila bukan karena Regal yang mengambil setengah pasukan pos ke-2 dan seperempat pasukan di pos ke-3 agar fokus pada pos pertama agar bisa menghabisi musuhnya lebih cepat agar bisa membantu pos lainnya,maka dapat dipastikan suku utara kalah.


Dan yang paling penting... Jika bukan karena Regal,maka suku selatan akan menang dengan Agronak yang keluar sebagai pemenang. Semua rencana dan semua kemenangan itu memiliki harga yang mahal,namun mereka tak mempermasalahkannya,bagi mereka rencana dan prestasi Regal benar-benar luar biasa.


Nama Regal benar-benar tersebar dengan cepat ke seluruh benua. Namun meskipun dia menikmati kejayaan dan ketenarannya,dia masih memegang teguh janjinya...


Ribuan Orc utara dan selatan berkumpul di sebuah lembah,mereka berdua berhadapan satu sama lain,lengkap dengan senjata dan pendirian mereka,mereka berdua akan bertarung habis-habisan. Kurdan yang memimpin para pasukan Orc yang sudah diajari oleh Regal metode Aura kuno namun bukan Aura yang dia gunakan saat ini. Aura mereka memungkinkan mereka mengeluarkan potensi maksimal mereka diiringi dengan Aura yang memperkuatnya dan membuat mereka melepas batasan mereka tanpa membuat para Orc utara gila,namun dilain sisi ada pertarungan lainnya...


———


Saat ini di suku selatan. Ada 4 Orc besar yang menjaga istana yang ada disana,mereka berempat melihat seorang manusia dengan jubah hitam mendekati pintu masuk istana. Ketika dua orang dari mereka mencoba untuk menghentikannya,dalam sekejap tubuh dan senjata mereka terbelah dua.


Dua orang lagi mencoba untuk memperingati yang lainnya,namun dengan cepat sebuah pedang menusuk mereka berdua. Didalam istana,para tetua dan juga Chief baru dari selatan yaitu Gugnar sedang melakukan rapat di suatu ruangan.


Ruangan itu benar-benar ribut oleh suara dari banyak orang yang semuanya berbeda pendapat,Gugnar yang mana saudara dari Agronak langsung membanting pedang besarnya dan membelah meja.


"Kalian semua diamlah!!" Suara dari Gugnar menenangkan perdebatan itu. Saat semuanya tenang Gugnar akhirnya berbicara. "Kakakku sudah mati. Tabu bagi Orc bila mereka ingin membalaskan dendam,namun sebagai seorang saudara aku tak bisa menerima ini...


Setelah kita mengalahkan pasukan utama mereka! Kita akan menghancurkan para Orc utara hingga mereka punah dan hanya menyisakan kita! Kita adalah perampas,tujuan kita yaitu makam Grisha sudah hancur,aku yakin tak akan ada alasan lain bagi kita untuk melakukan pembantaian walaupun akan ada banyak pasukan kita yang berjatuhan..."


Saat mereka mendengar perkataan Gugnar,tiba-tiba saja mereka dapat melihat pintu ruang rapat mereka terbuka. Pintu yang sangat berat hingga kau memerlukan 4 Orc untuk membukanya,kini perlahan terbuka oleh seorang manusia.

__ADS_1


"Seperti yang kuduga. Kalian memanglah sampah..."


...***...


__ADS_2