Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 54: Ratu Merah Boudica


__ADS_3

Perang terus berlanjut,para pasukan Eceni beserta Ratu mereka menerjang dan menghabisi para pasukan yang berada di sayap kanan,sementara Regal dan Gram menahan sayap kiri. Regal dan Gram benar-benar bertarung dengan sangat hebat hingga para Templar itu tidak bisa mengatasi dua orang saja. Saat mereka tengah berperang,Kallen yang baru saja terbangun diatas kapal,melihat ada dua kapal besar yang masing-masing mengangkut seribu pasukan. Melihat hal itu,Kallen menggerakkan tangan kanannya dan mengendalikan arus laut.


Kapal itu saling menabrak dan para prajurit itu semuanya tenggelam karena zirah mereka yang berat. Melihat Kallen telah memblokir bala bantuan musuh,Regal dan para pasukan Eceni akhirnya menerjang dengan kekuatan penuh dan pada akhirnya peperangan itu dimenangkan oleh suku Eceni. Regal dan Kallen akhirnya bertemu dengan Ratu para pasukan Eceni yaitu Boudica. Seorang perempuan cantik dengan rambut pirang merah yang menyala,dia bertemu Regal dan menundukkan kepalanya.


"Terimakasih sudah menerima permintaanku King of Warriors,kita tidak akan bisa bertahan tanpamu." Regal menyimpan Balmung dan menyapa Ratu Boudica. "Tidak masalah Ratu,bisa dibilang aku juga punya masalah dengan Kerajaan Suci." Boudica pun menjawab. "Panggil Boudica saja Tuan Regal,kalau begitu mari,kita ke kemah." Akhirnya semua orang mabuk-mabukan setelah perang itu selesai,pesta diadakan dan dimeriahkan oleh para prajurit sementara Regal dan Kallen sedang mengobrol dengan Boudica.


"Beritahu aku Boudica... Mengapa kau tidak meminta bantuan para suku yang lain?" Mendengar pertanyaan Regal,Boudica pun menjawab. "Kita sudah meminta bantuan,namun mereka tak ingin membantu sama sekali lantaran Kerajaan Suci menjanjikan bahwa bila kami membayar upeti maka mereka tak akan macam-macam dengan kami,para suku mempercayai hal itu dan berpikir bahwa itu ide bagus untuk tidak memancing emosi negara besar seperti Kerajaan Suci." Seperti apa yang Regal duga,Kerajaan Suci tidak yakin dengan invasi ini dan hanya mengancam menggunakan ultimatum. Yah kalau dipikir-pikir invasi ini hanya akan berlangsung sebentar lantaran Kerajaan Suci kesulitan mengirim pasukan mereka lewat lautan yang tentu saja lama dan beresiko tinggi.


Seorang wanita menuangkan minuman kepada Regal dan Kallen,itu adalah anak-anak dari Boudica,mereka hampir mirip dengan ibu mereka dan mereka tampaknya tidak suka dengan kedatangan Regal dan Kallen. Ketidaksukaan itu memuncak ketika salah satu dari mereka menentang ibu mereka. "Ibu! Apakah kita bisa mempercayai seorang Mercenary? Kita para Eceni selalu berjuang melawan segala hal seorang diri,ayah juga selalu menghadapi segalanya seorang diri,lalu mengapa kita harus memberikan harta kita untuk para Mercenary ini?!" Boudica langsung marah dan membentaknya. "Heanua! Hormati tamu kita...!" Gadis muda itu langsung tertegun diam setelah mendengar ibunya membentak. Boudica melihat Regal dan tersenyum. "Maafkan anakku,kita sudah mengalami banyak hal hingga mereka tak bisa berpikiran jernih..."

__ADS_1


Regal menggelengkan kepalanya dan menjawab. "Tidak masalah,namun kita tak bisa bertarung sendirian. Kalian membutuhkan pasukan,dan jujur saja pasukan Eceni yang jumlahnya hanya 24.000 orang ini jelas tak mungkin mengalahkan pasukan milik Kerajaan Suci. Kalian akan kalah bahkan dengan adanya kami berdua...


Eceni memiliki kekayaan dan kekuatan tempur yang luar biasa aku akui,namun menurut rumor yang beredar kalian tak ingin membayar upeti agar Kerajaan Suci tidak macam-macam. Seluruh suku membayar upetinya Boudica,jadi mengapa kau tidak? Mengapa kau mau bertarung saat semua orang pergi membayar upetinya untuk bisa aman dari penjajahan ini?" Boudica jelas tertekan dengan perkataan Regal,anaknya ingin membentak Regal namun Boudica berdiri dan menjawab kepada Regal.


"Tanah ini... Suamiku telah berjuang selama bertahun-tahun,melawan suku dan juga menjaga perdamaian dengan Victoria. Aku tidak menyerahkan upeti karena kami tahu kami sedang lemah. Saat mereka berhasil menundukkan Victoria,apa kau pikir mereka akan tetap melindungi kami? Menjaga janji mereka? Tidak... Bahkan saat kami menolak untuk membayar,mereka mengancam akan mencambuk dan melecehkan diriku dan anak-anakku,itu semua terjadi saat mereka belum berkuasa,apa perlu aku jelaskan apa yang akan terjadi saat mereka sudah mulai berkuasa di pulau ini?"


Mendengar jawaban itu,Regal tersenyum dan tertawa sedikit. "Hmm~ Aku awalnya berpikiran kalau kau hanya menyewa kami karena putus asa,dan pada kenyataannya kau memang putus asa. Namun mata itu,kau memiliki mata seorang Warrior yang tau mana yang benar dan mana yang tidak,itu mata seorang Penguasa. Baiklah,kalau begitu akan kubantu kalian dalam peperangan ini..." Mendengar jawaban itu Boudica akhirnya menangis,ini seperti dia mendapatkan secercah harapan setelah selama ini berjuang sendirian.


———

__ADS_1


Kallen dan Regal pergi menggunakan kuda mereka untuk sampai ke sebuah suku yang ada di selatan,yaitu suku Trinovantes. Disana Regal mulai dengan negosiasi,dan ternyata itu semua berjalan lancar dan Trinovantes ingin bergabung.


"Semua orang sudah berkumpul?" Para pemimpin suku memulai rapat dengan Regal sebagai ketuanya. "Dalam pertempuran,kita selalu kekurangan orang dan peralatan kita juga tidak sanggup mengungguli para Templar itu. Namun ada satu hal yang bisa hancurkan saat ini juga,yaitu moral... Di selatan terdapat sebuah benteng yang dibangun oleh para Templar. Benteng itu dibuat untuk mengatur administrasi dan mereka juga membangun bangunan yang mirip dengan bangunan di Kerajaan Suci sebagai tanda kekuasaan mereka. Namun tempat itu sangat rentan dengan tidak adanya dinding. Akan tetapi kita harus melakukannya secara perlahan..."


Seperti yang direncanakan,Regal dan pasukan dari Eceni dan Trinovantes menyerang dan menggulingkan kekuasaan Kerajaan Suci disana,namun mereka melakukannya dengan sedikit pasukan saja. Kabar itu menyebar bagaikan badai ke telinga pasukan Kerajaan Suci yang membangun benteng dekat dengan benteng yang ditaklukkan itu. Roland yang mana memimpin kampanye Kerajaan Suci mendengar berita itu. "Para Barbarian itu berhasil meratakan benteng kita di timur?" Roland bertanya kepada seorang prajurit yang mengantarkan pesan. "Yah Tuan Roland. Setelah Eceni mengalahkan pasukan yang dikirim,mereka melakukan invasi sebelum matahari terbit." Roland jelas khawatir dengan kalahnya pasukan yang diutusnya untuk menaklukkan Eceni. Namun mendengar hanya ada sedikit pasukan yang menyerang,membuat Roland berpikir bahwa Eceni menang namun dengan jumlah korban yang sangat banyak,dan dia meremehkan pasukan yang menyerang benteng itu. Roland pun hanya memberikan bantuan dengan mengirim pasukan budak sebanyak 2.000 orang dengan 500 orang pasukan Templar.


Mereka semua beranjak pergi ke benteng itu dengan semangat,lantaran mereka tau kalau benteng itu tak memiliki dinding yang melindungi sekitarnya. Semua orang bersemangat begitu melihat pasukan Eceni dan Trinovantes tidak sadar akan kedatangan mereka dan mereka lari terbirit-birit dari benteng itu. Namun kembali lagi,itu semua merupakan rencana dari Regal...


Boudica dan pasukannya menyergap dari hutan,membunuh bala bantuan yang dikirim tanpa ada satupun Templar yang diampuni,sementara para budak lari ketakutan. Kabar ini jelas membuat telinga Roland panas,dari semua pertempuran yang dia lakukan di pulau itu,semua suku selalu bertarung secara terbuka atau menggunakan teknik gerilya,membuat Roland meremehkan mereka dan pada akhirnya seseorang tau kalau Roland meremehkan para Barbarian itu dan orang itu memanfaatkannya. Dia mengambil kesempatan dan membuat Kerajaan Suci kalah 2 kali berturut-turut dari Eceni untuk membuat Kerajaan Suci mempertanyakan moral mereka. Roland jelas kesal lantaran kekalahan mereka mulai membuat para suku yang membayar upeti bimbang dan akhirnya bergabung dengan Boudica. Namun untung saja tidak ada yang tahu kalau Regal telah bergabung dengan para Eceni,itu membuat Roland mulai meremehkan taktik bertarung dan juga kekuatan Eceni. Mereka berpikiran bahwa taktik mereka bisa mengalahkan orang-orang barbar yang hanya mengandalkan serangan langsung ataupun serangan diam-diam.

__ADS_1


Namun saat ini Regal di atas tumpukan mayat para Templar kini sedang memakan apel,dia kini sedang memikirkan tentang peperangan ini,Regal berkata kepada dirinya sendiri bahwa ini semua baru pembukaan...


__ADS_2