
Wandermere bertarung dengan sengit selama 15 hari,itu semua terjadi karena Roland yang datang membantu penyerangan di Wandermere setelah dia mundur dari Braedon. Mereka berhasil melewati jembatan milik Wandermere dan akhirnya mereka berhasil mendudukinya. Hal itu membuat Raja Victoria yang baru naik takhta yaitu Malek Darek kesal. Namun dia tetap menjaga emosinya bahkan saat dia sedang melakukan rapat dengan para komandan yang mana adalah para bangsawan di ibukota mereka yaitu Avalon.
"Wandermere adalah titik penting bagi kita,kita harus menyerangnya sebelum mereka berhasil memulihkan diri!" Pernyataan dari salah satu komandan itu dibantah oleh komandan lainnya. "Tidak! Dengan jatuhnya Braedon kini jatuh ke tangan para Barbarian,kita harus fokus menyerang disana!" Keributan terus terjadi dan membuat Raja mereka bimbang. Namun keributan itu terhenti sesaat setelah pintu ruangan terbuka dengan sangat keras dan menarik perhatian semua orang. Seorang pemuda masuk ke ruangan itu bersama seorang gadis yang dikenal oleh Raja Victoria dan para komandan yang ada disana. Pemuda itu adalah Regal,dia berjalan tak memperdulikan siapa-siapa dan pergi ke hadapan mereka semua.
"Selamat pagi tuan-tuan. Bagaimana kabar kalian?" Raja Victoria yaitu Malek berdiri dan bertanya balik. "King of Warriors dan Putri Naga... Apa yang kalian lakukan di Victoria?" Mendengar pertanyaan itu,Regal menjawab. "Victoria? Setelah negaramu hampir hancur kau masih menyebut tanah ini Victoria? Kau percaya diri sekali bisa mempertahankan tempat ini Raja Malek..."
Mendengar perkataan Regal,satu orang komandan berdiri dan menjawab. "Jaga mulutmu orang rendahan!" Namun Raja Malek menghentikannya dan menyuruhnya kembali duduk,diapun bertanya kepada Regal. "Apa yang kalian inginkan?" Regal tersenyum dan menjawabnya. "Kalian tampaknya kesulitan dengan Wandermere dan Braedon. Braedon kini berada di tangan para suku,kami memenangkannya dengan adil. Namun tampaknya kalian orang-orang Victoria tak suka bila monyet seperti para Barbarian kini menduduki piring emas kalian sembari memakan pisang. Karena dari itu aku kesini untuk menawarkan perjanjian kepada kalian..."
Malek mulai mendengarkan dan bertanya. "Apa perjanjiannya?" Regal pun menjawab. "Victoria adalah negara yang hebat. Namun alasan utama kenapa Kerajaan Suci berani menyerang bukan karena kekuatan militer kalian. Kerajaan Suci takut akan eksistensi Barbarian yang menjaga pulau ini dari penjajah. Salah satunya adalah klienku yaitu suku Eceni yang kuat.
Namun aku melihat ini tidak seperti keuntungan yang sangat baik bagiku. Kalian bersembunyi di tengah benua,bertani dan beternak dengan nyaman sementara para Barbarian tidak memiliki akses perdagangan dan pendidikan yang layak,itu membuat para Barbarian kesal aku lihat. Jadi kami para suku melakukan rapat dan kami berakhir dengan suatu keputusan... Mereka ingin menukar Braedon dengan hak,mereka ingin menjadi bagian dari Victoria,bukan sebagai budak namun sebagai sekutu."
__ADS_1
Mendengar hal itu para komandan akhirnya ribut dan menentang.
"Merekrut para Barbarian sebagai sekutu? Jangan bercanda!!"
"Kalau mereka tak dijadikan budak,yang ada mereka akan melakukan kudeta!"
Saat semua orang ribut,hanya Malek yang terus berpikir dengan tenang di ruangan,diapun menyuruh semua orang untuk diam dan akhirnya Malek bertanya kepada Regal. "Mengapa kalian berpikir kalau kami akan menerima para suku?" Regal tersenyum dan menjawab.
Namun sekarang berbeda,mereka kini tahu mengapa mereka bisa kalah. Mereka terbelakang,mereka tak bisa menyaingi invasi jauh lebih lama lagi sendirian. Awalnya para Barbarian setuju untuk membuat negara baru dengan para suku yang ada. Namun aku berhasil meyakinkan mereka bahwa membuat negara baru di pulau ini hanya akan menambah lebih banyak perang di kemudian hari... Jadi aku membujuk mereka untuk mengikuti ideologi kalian,dan pada akhirnya mereka setuju,karena mereka sadar inilah yang terbaik. Dan sekarang aku sedang membujuk kalian... Militer dan ekonomi kalian akan sangat melemah bahkan setelah kalian memenangkan perang,kalian tidak bisa merebut sandang pangan yang Kerajaan Suci ambil,dan kalian juga tidak akan bisa mengembalikan nyawa para prajurit yang berkorban untuk negara kalian.
Oleh sebab itu aku menawarkan kalian kerjasama ini. Setelah perang ini kedua belah pihak akan melakukan pemulihan besar-besaran,perang akan terjadi lagi di pulau ini. Para suku setuju untuk menjadi bagian dari Victoria agar bisa pulih kembali,seputus asa itulah mereka... Dan kalian telah kehilangan 2 kota besar yaitu Braedon dan Wandermere,seputus asa itulah kalian sekarang..."
__ADS_1
Mendengar perjanjian itu Malek pun bertanya kepada Regal. "Lalu bagaimana dengan pemberontakan yang akan terjadi? Bagaimana kalau para suku menjadi musuh setelah mereka pulih dan menyerang kami?" Regal pun menjawab. "Itulah bagian tersulitnya Yang Mulia... Dari semua selir yang anda miliki,apakah anda mempunyai permaisuri?" Malek pun kebingungan dengan pertanyaan itu. Namun tetap dia menjawab sembari menggelengkan kepalanya. "Tidak ada..."
———
Setelah perdebatan itu,Regal akhirnya kembali ke Braedon,tempat semua suku di pulau itu berkumpul. Dia masuk ke ruang pertemuan dan akhirnya membawa kabar untuk semua orang. "Perjanjiannya disetujui oleh Raja Malek,para suku akan berafiliasi dengan Victoria." Mendengar pernyataan itu,semua orang akhirnya bergembira dan merayakannya.
Mereka akhirnya bisa bergabung dengan Victoria,membuat kehidupan mereka menjadi lebih baik. Sewaktu Regal datang dan mendengar bahwa para suku membayar upeti agar tidak diganggu oleh Kerajaan Suci,Regal sudah memikirkan rencana ini. Mereka harus bersatu kalau tidak suku mereka akan musnah,entah sekarang atau sesaat setelah perang selesai. Namun dari semua orang,Regal melihat hanya Boudica dan putri pertamanya saja yang tidak merayakan. Regal tahu alasannya namun dia tidak ingin ikut campur dalam urusan keluarga.
Kallen menghampiri Regal dan bertanya. "Pasti sulit menikahi orang demi kepentingan banyak orang. Benar kan?" Regal menjawab. "Yah... Bayangkan saja perasaan seorang ibu yang harus melihat anaknya menikah dengan orang tak dikenal secara paksa. Itu pasti menyakitkan bagi mereka,namun anak itu yang memintanya..." Mendengar omongan Regal,Kallen jadi teringat tentang ibunya... "Pasti ibu juga sedih setelah aku menyatakan cintaku padamu. Dia tak kenal siapa dirimu,dan dia juga terpaksa menuruti diriku karena tradisi kami." Melihat Kallen yang sedih membuat Regal tidak enak hati,dia mengambil sebotol anggur dan menawarinya kepada Kallen. "Kau itu terlalu banyak berpikir,ibumu pasti senang kalau kau juga senang,malam ini kita ada pesta,ayo minumlah!" Melihat Regal yang mencoba menghiburnya membuat Kallen senang.
Mereka pun bersenang-senang bersamaan dengan para suku. Semua orang riang dan tertawa,pesta ini sangatlah penting untuk pertarungan selanjutnya. Dengan ini moral pasukan mereka naik,itu bagus karena dalam beberapa hari lagi mereka semua harus bersiap untuk perang penentuan...
__ADS_1
...***...