Abyss Ataraxia

Abyss Ataraxia
Chapter 18: Avenger


__ADS_3

Regal dan Red Viper ditinggalkan oleh klien dan rekan mereka. Saat ini mereka sedang berhadapan dengan 8 ekor Ogre,monster besar dengan fisik yang memiliki ketahanan kuat terhadap senjata dan sihir.


"Gawat makhluk seperti Ogre itu adalah Rank B. Kita tak bisa menghadapinya dengan kondisi seperti ini."


"Meskipun kita menang berapa banyak kita akan kehilangan?"


Semua orang mulai pesimis,namun Regal masih tenang. Sudah tak ada pilihan lain lagi baginya,orang-orang di Red Viper itu bukanlah orang-orang yang pantas mati hanya karena keegoisan dari orang yang membenci mereka.


Saat semua orang mulai siaga,mereka dapat mendengar suara siulan. Siulan itu berasal dari Regal,dengan Adamas dan Gram di tangannya dia memasang kuda-kuda.


Lalu dalam sekejap dirinya menerjang 8 Ogre itu. Dia melakukan beberapa tebasan yang memotong tendon dan beberapa organ penting lainnya milik para Ogre lalu mendarat di tengah-tengah formasi mereka,membuat para Ogre terlempar.


Semua orang awalnya hanya melihat Regal yang berwujud manusia,namun kini dirinya telah masuk ke mode Foul Legacy sesaat setelah dirinya mendarat. Regal menebas dan menusuk para Ogre itu satu persatu,membuat mereka mati dengan kepala terpenggal atau jantung yang tertusuk pedang.


"Regal..." Anne yang melihat itu langsung terkejut melihat wujud iblis dari Regal,Regal kemudian melemparkan pedangnya ke dada seorang Ogre,Ogre itu terlempar hingga menabrak temannya,dan saat mereka berdua saling mendorong Regal datang dan memukul pedang itu hingga menembus keduanya.


Dirinya kemudian mendarat di depan Anne,tubuhnya kembali ke wujud manusia. Anne dan Finnley menangkap Regal yang terjatuh.


"Aku terlalu memaksakan diriku..." Regal akhirnya tertidur setelah menggunakan Foul Legacy,meskipun sudah terbiasa namun teknik itu benar-benar memakan banyak sekali tenaga.


———


Di malam harinya,Regal terbangun di kereta kuda Red Viper,Anne duduk disebelahnya dan membalut luka di tubuhnya.


"Kau sudah bangun yah?" Anne dengan wajah khawatir menanyai Regal,Regal melihat salep yang ditempelkan oleh Anne,salep hijau berbau busuk itu telah menyembuhkan kerusakan pada tubuhnya setelah penggunaan Foul Legacy.


"Yah,terimakasih sudah merawatku." Regal berdiri dan duduk,Anne kemudian memberikan sup daging yang masih hangat kepadanya.


"Karena bukan kau yang memasak,mohon maaf bila tidak enak..." Regal tersenyum melihat Anne yang meminta maaf itu. Mereka berdua pun mengobrol sembari makan.


"Jadi kau adalah setengah iblis?" Anne bertanya dengan wajah datarnya. "Yah,itulah alasan aku dibenci dan diasingkan." Jawab Regal sembari makan.


"Apakah kau menyesal?" Regal bertanya kepada Anne,Anne menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Tidak,aku hanya kaget. Kau membantu kami walaupun kau mengungkapkan identitasmu,kami berhutang padamu kau tau?"

__ADS_1


Regal tersenyum melihat Anne,meskipun mereka terlihat baru masuk umur 20,namun Anne dan Finnley tidak berpikir bahwa Regal adalah anak terkutuk. Bahkan para Red Viper juga tidak ada yang berpikir seperti itu.


Namun perjalanan mereka berhenti ketika mereka mendengar adanya suara pertempuran.


"Regal?" Anne bertanya kepada Regal,saat Regal mencoba merasakan dengan Vis miliknya,dia bisa merasakan para Ogre bertarung dengan Black Cliff.


"Black Cliff,mereka bertarung dengan Ogre." Para Red Viper yang mendengar itu mulai tersenyum.


"Karma tak bisa dihindari ya kan?"


"Kau benar,mereka akhirnya merasakan akibat dari tindakan mereka sendiri."


Regal memanglah senang mereka telah mendapatkan balasannya,akan tetapi dia tetap tidak bisa membatalkan kontrak.


"Kita Mercenary,aku tak peduli dengan Black Cliff,namun aku belum mendapatkan bayaranku."


Regal dengan Adamas akhirnya pergi melesat untuk ikut bertempur. Tidak peduli bagaimanapun,kontrak adalah sesuatu yang tidak bisa di langgar.


———


"Hayes lakukan sihirmu!"


"Sabarlah! Aku sedang menyembuhkan seseorang disini!" Hayes dan Brooks terus bertarung melawan 30 Ogre yang datang menyerang mereka.


Pasukan Black Cliff berjumlah 20 orang,dan saat ini hanya 9 dari mereka yang tersisa,saat Brooks dan Hayes sedang berjuang,tiba-tiba saja 4 orang dari mereka terpental dan mati.


Itu adalah bos para Ogre,dia berdiri setinggi 3 meter dengan pedang besar di tangannya,Brooks dan Hayes yang melihat itu jelas terkejut,namun mau bagaimanapun mereka harus bertarung.


Pedang Brooks dan Ogre itu seimbang,dilain sisi Hayes terus mengurangi jumlah Ogre yang mendekat. Pasukan dari kedua sisi akhirnya habis. Tidak ada lagi Ogre ataupun anggota Black Cliff yang tersisa selain pemimpin mereka.


Hayes dengan sihirnya terus menembakkan sihir namun kulit dari Ogre itu sangatlah keras,bahkan pedang Brooks tidak bisa menembus kulitnya itu. Hayes kemudian memberikan buff kepada Brooks namun itu masih belum berpengaruh.


Mereka berdua adu pedang hingga akhirnya pedang Brooks patah,tanpa pedangnya Brooks melihat Ogre yang berdiri dihadapannya itu,dia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan menjatuhkannya ke bawah,mengakhiri hidup Brooks dalam sekejap mata.

__ADS_1


Hayes yang menyaksikan itu,mulai jatuh karena hilang keseimbangan. Dia kemudian merasakan seseorang menarik lengan bajunya,itu adalah Kaiman yang saat ini terhimpun mayat kuda.


"Tuan Hayes! Kau bilang kau bisa melindungi kami? Kau bilang kalau aku akan membayar lebih sedikit bila meninggalkan Red Viper dibelakang..."


Hayes langsung menendang Kaiman hingga tak sadarkan diri,sementara itu Ogre besar itu berada di hadapannya,Hayes mengeluarkan sihir pertahanannya untuk melindungi dirinya.


Akan tetapi ketika Ogre itu mengayunkan pedangnya,pertahanan Hayes dirobek bagaikan kertas. Tubuhnya terbelah dua oleh pedang besar yang berlumuran darah teman-temannya itu. Dan dalam sekejap mata Hayes telah mati...


Ogre yang melihat Kaiman masih hidup itupun akhirnya mengambilnya dari bawah bangkai kuda. Ogre itu mencoba untuk memasukkan Kaiman kedalam mulutnya,namun dengan cepat,tebasan pedang memutuskan tangan Ogre tersebut.


Ogre itu kemudian melihat kebelakang,seorang pria dengan zirah hitam yang menyatu dengan malam sedang berdiri dihadapannya. Melihat pria itu,Ogre itu marah dan menumbuhkan tangannya kembali dengan kekuatan regenerasinya.


Regal memasang kuda-kudanya,saat Ogre itu menyerang Regal menepis serangannya dengan sangat cepat dan mengambil mata Ogre itu dengan satu tebasan.


Ogre itu kesakitan,membuat Regal mendapatkan celah dan dia gunakan kesempatan itu untuk melakukan tebasan vertikal,akan tetapi Ogre itu dengan cepat menghindar ke samping dan membuat tebasan Regal meleset.


Saat Ogre itu ingin melakukan serangan balik,Regal tak bisa melakukan serangan balasan karena pedangnya masih terjatuh ke tanah,akan tetapi Regal sudah pernah melihat ini.


Ini adalah teknik yang dia gunakan saat mengalahkan Mavis,saat itu pedangnya jatuh ke tanah dan membuat dia tidak bisa melakukan apa-apa,bagi orang-orang itu adalah sebuah kemenangan namun bagi Regal itu adalah sebuah pembelajaran,apa yang harus dia lakukan ketika dia berada di situasi Mavis?


Regal terus menerus berlatih,dia melatih otot dan Vis miliknya untuk teknik ini. Dan hasil latihan itu terbayarkan,dirinya dapat menarik pedang yang terjatuh dengan kecepatan 500 km/jam itu mengubah serangan dari atas ke bawah menjadi serangan dari bawah ke atas.


Sebuah teknik dimana dia tidak kehilangan momentum dan kekuatannya. Sebuah serangan balasan sempurna...


"Avenger" Tebasan dari atas ke bawah dengan kekuatan luar biasa itu kini berbalik dengan kekuatan hampir dua kali lipatnya. Dan dengan kekuatan dan kecepatan dua kali lipat itu. Sang Ogre terbelah menjadi dua bagian.


Red Viper yang baru datang melihat semua kejadian itu,Regal yang menghentikan pedangnya di udara yang harusnya tidak mungkin,dan juga Regal yang baru saja mengalahkan monster berperingkat A dengan satu serangan.


Semuanya dapat dilihat oleh mereka. Dan setelah Regal menebas Ogre itu,dia melihat Kaiman yang tak sadarkan diri. Pedangnya masih dia pegang,hasrat membunuhnya masih belum hilang. Regal melihat orang itu sembari berkata.


"Akan ada banyak hal yang harus kita bicarakan..."


...***...

__ADS_1


__ADS_2