Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Flashback#Part 3


__ADS_3

Rey pun segera melajukan motornya, membelah jalanan kota di sore hari yang sangat ramai tersebut.


Raut wajah Acha terlihat sangat senang. Bagaimana tidak, ini adalah pertama kalinya Acha naik motor. Selama ini dia tidak diperbolehkan oleh Papanya untuk belajar naik motor, dengan alasan nggak aman kalo naik motor.


Bahkan naik ojol pun Acha belum pernah. Kalo ini memang Acha yang nggak mau naik ojol, karena dia punya dendam pribadi sama salah satu ojol. (Panjang deh ceritanya, jadi kapan-kapan aja nyeritainnya ya).


Setelah beberapa menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Acha. Acha pun segera turun dari motor Rey.


"Kak Rey makasih ya udah anterin Acha sampe rumah, dan maaf karena ngerepotin kakak,"ucap Acha selepas turun dari motor.


"Iya sama-sama, santai aja lagian kan gue yang mau nganterin lo." balas Rey santai. "Ya udah kalo gitu gue pulang dulu ya.." sambung Rey mulai menyalakan motornya.


"Kak Rey nggak mau mampir dulu?" ajak Acha.


"Kapan-kapan aja, lagian sekarang juga udah sore," tolak Rey halus.


"Kalo gitu hati-hati ya Kak!" seru Acha dan diangguki oleh Rey. Rey pun segera melaju meninggalkan rumah Acha.


--Rumah Acha--


"Acha pulang!!" seru Acha ketika memasuki rumahnya itu.


"Cie cie... yang baru dianter gebetan..," seru seseorang di ruang tamu dengan tawa cekikikan.


"OMG!! Ada suara tapi kok nggak ada orangnya?!! Sore-sore gini kok setannya udah pada keluar sih😱" seru Acha setengah berteriak dengan wajah ketakutan yang dibuat-buat olehnya.


"Enak aja setan!! Setan bapak kau!! Mana ada setan wajahnya ganteng kek gini😠" sungut orang itu berteriak. Siapa lagi kalau bukan Rega, kakak Acha.

__ADS_1


"Udah udah.. kalian berdua kenapa sih, ributtt terus?!" seru Papa mereka yang baru datang, menengahi adu mulut antara kakak beradik tersebut.


"Lagian Kak Rega nyebelin sih, Pah😒." oceh Acha pada Papanya.


"Ihh..kok jadi kakak sih,, kakak kan cuma ngomongin FAKTA😤" balas Rega tak terima.


"Udah udah. Kalian ini sama aja. Nggak ada yang mau ngalah!" seru Papa mereka. "Emang kalian ini ributin masalah apa sih?!" tanya Papanya.


"Papa tau nggak sih..tadi kan Pa, Acha pulang nya naik apa coba??" tanya Rega.


"Naik angkot kan Cha? Atau taxi?" tanya sang Papa pada Acha. Belum sempat Acha menjawab, tetapi Rega langsung mendahuluinya.


"Ya bukan lah, Pa." seru Rega. "Tadi itu..Acha..pulangnya naik motor, dibonceng sama cowok pula!" sambung Rega dengan heboh dan langsung berlari masuk ke dalam kamarnya yang ada di lantai dua.


"Apa?!" teriak Papanya, langsung menatap Acha. Matanya menangkap perban yang membalut lutut dan siku Acha.


Namun bukannya Acha merasa takut dengan omelan Papanya, ia justru tersenyum. Karena disaat Papanya mengomel, Papanya terlihat seperti mendiang Mamanya. Namun tak lama senyuman itu pun berubah menjadi raut wajah kesedihan. Ya.. karena kini Acha merindukan Mamanya.


"Hiks.. hiks.." suara isak tangis Acha mulai terdengar.


Tentu saja Papanya terkejut melihat Acha yang tiba-tiba menangis. "Acha, nak, kenapa nangis?Maafin Papa ya karena marahin Acha." ucap Papanya dan langsung memeluk Acha.


"Acha.. Acha kangen sama Mama.." lirih Acha masih dengan isakannya. Dan tentu Papanya mendengar ucapan Acha. Membuatnya juga merasa sedih karena merindukan mendiang istrinya tersebut. Sebulir air bening pun keluar dari ujung matanya.


"Kita doakan saja semoga Mama bahagia disana. Kita harus ikhlas ya nak," ucap Papanya mencoba menenangkan Acha.


"Ya udah kalo gitu kamu mandi dulu gih, udah sore, bau lagi.. huek🤢" ledek Papanya, berharap Acha merasa terhibur dan melupakan kesedihannya.

__ADS_1


Acha yang merasa diejek pun langsung memasang wajah kesalnya dan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Sesampainya di dalam kamar, Acha langsung melepas sepatu serta seragam sekolahnya, dan segera mandi.


Jam sekarang menunjukkan pukul 5 sore. Acha kini tengah rebahan di atas kasurnya sambil membaca novel.


'Tok tok tok..' suara pintu kamar Acha diketuk. "Kak ayo makan!" teriak seseorang dibalik pintu kamar. Dia adalah Vina, adik Acha.


"Iya bentar!" balas Acha. Beberapa saat kemudian Acha pun keluar.


--Di ruang makan--


"Kak Acha kok lama banget sih!!" omel Alvin, kembaran Vina, setelah melihat yang ditunggu dari tadi baru muncul.


"Iya, maap, ya udah yuk makan," balas Acha dan segera duduk di samping Vina.


Acara makan pun berlangsung dengan tenang. Tak ada yang berbicara ketika makan. Hanya ada suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring.


"Oh iya, Acha.. itu tadi lutut sama siku kamu kenapa?" tanya Edwin (Papa Acha) setelah selesai makan.


"Loh sejak kapan lutut sama siku kamu diperban??" sambar Rega yang baru menyadarinya.


Acha pun mulai menceritakan semua kejadian kecelakaan tadi kepada keluarganya.


'Kira-kira tadi Kak Rey kenapa-kenapa nggak ya pas kecelakaan??" batin Acha memikirkan Rey.


Flashback Off

__ADS_1


Hola readers!! Udah bosan kah sama kisahnya Acha?? Jangan dulu lah yaa.. Dan maaf ya kalo masih banyak kesalahan🙏 Dan makasih buat kalian yang terus mendukung author.. Jangan lupa like, komen, serta sarannya buat author😉 Kalo gitu Sayonaraaaa😘


__ADS_2