Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Ke Kafe


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah Acha, motor Darren pun berhenti. Dari kejauhan, Darren melihat Papa Edwin yang tengah duduk di teras sambil membaca koran.


"Cha.." panggil Darren saat Acha tengah membuka helm nya.


"Hmm,," balas Acha, sibuk melepas helm. Setelah lepas ia pun memberikannya kepada Darren.


"Titip salam ya.." ucap Darren sambil menyalakan motornya.


"Buat??" Acha menatap bingung Darren yang tampak mencurigakan itu.


"Calon mertua!! Haha!!" kekeh Darren dan langsung melajukan motornya sebelum Acha marah..


Brumm...


"Dasar Darren!!" teriak Acha cemberut kesal. Namun rasa kesal itu tak berlangsung lama. Lagi-lagi Acha dibuat senyum-senyum sendiri karena ulah Darren.


Setalah tak lagi melihat Darren, Acha pun langsung bergegas untuk masuk ke rumahnya. Saat ia sampai di teras, Papa Edwin langsung menginterogasinya.


"Siapa tadi, Cha??" tanya Papa Edwin menatap curiga.


"Ohh.. itu tadi Darren," jawab Acha santai.


"Tadi Papa kok kayak dengar ada yang bilang mertua-mertua gitu?? Jangan bilang kamu pacaran sama tuh anak??" Papa Edwin lagi-lagi menaruh curiga pada Acha.


"Papa salah dengar kali.. Udah ah! Papa jadi dibikinin kopi nggak?? Kalo enggak mending Acha masuk aja,, dari pada kelamaan di sini! Lama-lama telinga Acha bisa budeg dengerin omelan Papa!" sungut Acha merajuk.


"Eh eh! Jangan ngambek dong anak Papa yang palinggg cantik! Bikinin Papa kopi ya, sayang.. hmm??" mohon Papa Edwin dengan tampang memelasnya.


Acha memutar matanya malas. Ia pun bergegas ke dapur untuk membuatkan kopi Papa nya itu. Selang beberapa menit, Acha kembali dengan secangkir kopi di tangannya.


"Monggo di unjuk Rama.." ujar Acha penuh penekanan. Membuat Papa Edwin terkekeh mendengarnya.


"Matur suwun, nduk.." balas Papa Edwin menahan tawa.


Keduanya menahan tawa. "Bwahahaha!!!" tawa keduanya menggelegar hingga sebulir air keluar dari mata Acha. Ia pun mengusap ujung matanya.


"Hadeuhh.. sakit perut Acha,, pfftt!!" kekeh Acha. "Udah ah,, Acha mau masuk aja..!" Acha pun masuk, meninggalkan Papa Edwin yang kembali membaca koran sambil meminum kopinya.


.


.


Acha masuk ke dalam kamarnya. Ia duduk di meja belajarnya. Bukan untuk belajar, melainkan memandang sebuah foto.


"Cio.. Mama.. Gimana kabar kalian di sana?? Kabar kita semua sehat,, Acha kangen sama kalian.. Acha pengen banget ketemu kalian, walau cuma dalam mimpi.." Acha mengusap sebuah foto. Foto yang diambil sebelum Mama nya pergi meninggalkan mereka. Acha mengusap air yang mengalir di pipinya.


"Acha nggak boleh sedih! Mama sama Cio pasti juga akan sedih kalo liat Acha sedih.." Acha menguatkan dirinya sendiri.


Acha pun memilih untuk mengisi waktu luangnya dengan membaca novel, hingga akhirnya ia tertidur.


......................


Jam menunjukkan pukul 1 siang. Acha langsung terbangun dari tidurnya. Setelah itu ia pun mencuci wajahnya agar kembali segar. Ia kembali duduk di meja belajarnya. Namun kali ini ia fokus untuk mengerjakan tugas sekolahnya yang amat banyak itu.


Waktu terus berjalan. Hingga tanpa Acha sadari sudah satu setengah jam ia berkutat dengan buku-buku tugasnya.


"Fyuuhh,, kurang matematika sama kimia.. Semangat Acha!!" Acha menepuk-nepuk kedua pipinya, menyemangati dirinya sendiri. Ia pun langsung meraih buku matematika nya, dan mulai mengerjakan soal-soal yang tersedia.


Hanya butuh waktu setengah jam bagi Acha untuk mengerjakan soal-soal matematika yang terbilang sulit itu. "Oke,, selesai!!" Acha melirik jam, pukul tiga sore ternyata.


Ia pun memilih untuk mengistirahatkan otak dan tubuhnya dulu. Memilih untuk menonton variety show kesukaannya di laptop. Apalagi kalau bukan Running Man!


"Pfftt,, bwahahahaa!!!!"


Gelak tawa Acha terus memenuhi kamarnya. Menonton tingkah kocak plus konyol dari para member Running Man.. Terlebih lagi tingkah Kwang Soo dan Jae Suk.. Membuat Acha terbahak-bahak tiap kali menonton aksi mereka.

__ADS_1


Acha berhenti tertawa saat mendengar HP nya terus berbunyi, tanda ada pesan chat masuk. Ia pun menjeda tontonannya, meraih HP yang ada di atas nakas.


Acha membaca pesan-pesan yang masuk itu.


Sorry, Cha kalo


gue ganggu lo..


Gue mau tanya,


lo udah ngerjain


tugas matematika??


Gue pusing nih


ngerjainnya, nggak


paham gue😣..


^^^Nggak ganggu kok!^^^


^^^Acha udah ngerjain tadi..^^^


^^^Kalo kamu mau,^^^


^^^Acha bisa ajarin..^^^


Beneran Cha??


Mau dong Cha🥺


Oke,, kita ketemuan


di kafe xx jam 4 bisa??


^^^Acha nggak tau..^^^


Gampang,, nanti


gue shareloc👇


Oke Cha👌


^^^Oke bos👌👌^^^


^^^Oh ya, nanti sekalian^^^


^^^ngerjain kimia bareng ya..^^^


Mantapp👍


.


Acha langsung melihat jam, pukul setengah empat. Ia pun bergegas mandi dan segera bersiap-siap. Setelah siap dengan pakaian kasualnya, tak lupa ia memasukkan buku-buku tugasnya ke dalam ransel mini nya.


Ia menuruni anak tangga dengan gembira. Senandung-senandung kecil terdengar dari bibir cerry nya. Mood nya sedang baik kali ini.


"Stop! Mau kemana kamu, Cha??" Rega menghentikan langkah Acha di depan tangga.


"Ke-po!!" Acha menjulurkan lidahnya, mengejek kakaknya itu. Acha pun menghampiri Papa Edwin yang sedang duduk menonton TV.


"Pa.."


"Hmm," Papa Edwin menatap putrinya itu.

__ADS_1


"Acha minta uang dong,, tiga puluh aja cukup kok!" pinta Acha memelas.


"Mau buat apa??" tanya Papa Edwin, membuka dompetnya.


"Buat ke kafe-"


"Jangan kasih, Pa! Paling juga mau jalan sama si Darren!!" cibir Rega jengah.


Papa Edwin langsung menatap Acha penuh tanya. Dompet yang semula sudah terbuka pun ia tutup lagi.


"Eh.. Enggak!! Kakak nggak liat apa Acha bawa tas gini!! Acha itu mau ngerjain tugas bareng temen Acha!! Boleh ya, Pa??" Acha memohon.


"Halah.. Bohong kan, kamu!!" Rega langsung mendekati Acha. Membuka tas yang masih dipunggung Acha. Dilihatnya buku-buku yang ada di dalam tas Acha.


"Tuh, liat kan!! Acha itu nggak bohongg!!" sungut Acha melipat kedua tangannya di depan dada.


"Iya iya,, maap sih! Nggak udah ngambek juga kali, Cha.." ucap Rega membujuk Acha. Namun Acha malah memalingkan wajahnya, masih merajuk.


Rega pun mengeluarkan dompetnya. Memamerkan nya pada Acha. Acha tentu saja langsung tergiur melihat dompet yang tampak tebal itu. Rega terkekeh melihat Acha.


Dibukanya dompet miliknya itu. Tampak didalamnya terdapat beberapa lembar uang, dari yang hijau sampai yang merah.


Kedua mata Acha terus memperhatikan jemari Rega yang sibuk menghitung lembaran uang berwarna biru dan merah tersebut.


'Satu dua tiga empatt!! Lima! Enam! Tu-'


Wajah Acha langsung masam. Bukan uang warna merah maupun biru yang ia dapat, melainkan yang warna hijau,, atau dua puluh ribu.


"Cuma segini?? Ini mah buat bayar taxi juga langsung habis!!" oceh Acha.


"Bersyukur ya udah kakak kasih! Kalo nggak mau, sini balikin!" Rega hendak merebut uang yang ada di tangan Acha itu.


Namun dengan secepat kilat Acha langsung memasukkannya ke dalam kantong bajunya. "Pa.." kini Acha menatap Papa Edwin. Berharap akan diberi uang saku.


Papa Edwin menghela napasnya. Ia pun kali membuka dompetnya, dan mengeluarkan selembar uang lima puluh ribu. "Segini cukup, kan??".


Acha langsung mengangguk girang, menerima uang tersebut. Ia pun langsung menyalami Papa Edwin. "Acha berangkat dulu.." Acha berlari kecil keluar rumah.


"Eh, Cha!! Temen kamu cewek apa cowok?!!" teriak Rega bertanya.


"Cewek!!" balas Acha yang sudan ada diluar.


...----------------...


Acha sudah di dalam taxi, menuju ke alamat yang tadi telah ia terima melalui pesan WA. Tatapan Acha tak lepas untuk memandang keramaian jalanan dan keindahan langit senja.


Beberapa menit kemudian, taxi berhenti. Acha pun segera keluar dari taxi setelah membayar ongkos. "Terima kasih ya, Pak!" Acha tersenyum ramah.


Supir taxi itu mengangguk ramah dan kembali melajukan taxi nya.


Acha menatap sekeliling. Sepi. Kafe nya pun tampak tutup, atau malah belum buka? Yang jelas hanya ada dirinya di sana.


Ia pun memutuskan untuk menghubungi seseorang.


Tuttt... tutt..


Bunyi tersebut terdengar dari belakang Acha. Acha sontak menoleh.


Bughh!!


Seketika Acha tak sadarkan diri. Tubuhnya terkulai di tanah.


...…***…...


Halo guysss... Maaf yah baru up,, Karena kemarin aku lagi fokus bikin cerpen😅 Maaf juga ya kalo masih ada typo atau kesalahan lain🙏 Terima kasih buat kalian yang udah selalu dukung author.. Sekedar info aja,, kalo sebentar lagi cerita Acha LOVE Story bakal tamat.. Jadi kuharap, kalian bakal mengikuti ceritanya sampai tamat yahh🤠🙏

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen n saran, dan klik fav bagi yang belum🤗 Oh ya, mampir juga ke cerpen" ku yahh.. Kutunggu kedatangan dan dukungan kalian semua di cerpen aku🤗🤓


See You🥰🥰


__ADS_2