
Yeayy.. Akhirnya author udah selesai ujiannya🤓🥳 Jadi author bisa up lagi deh, hehe.. Sebelum itu, makasih ya buat doa dan dukungan kalian... Dan maaf ya kalo nanti ada typo atau kesalahan yang lain, mohon dikoreksi ya🙏🙏
Oke,, langsung aja kita baca!! Happy Reading all..
......................
Beberapa menit kemudian, Acha telah sampai di depan gerbang rumahnya.
"Terima kasih, Kak. Maaf udah ngerepotin.." Acha pun hendak masuk ke dalam rumahnya. Namun sebelum itu, cowok yang tadi sudah mengantarnya pulang pun angkat bicara.
"Woi!! Enak aja cuma bilang makasih!" cibir cowok itu, masih di atas motornya.
Acha langsung berbalik. Ia pun langsung mengangguk paham, merogoh saku pada bajunya. "Eh iya, maaf, Kak! Ini buat ganti bensin!" ujarnya sembari menyodorkan selembar uang dua puluh ribu.
"Cih! Lo kira gue miskin apa?! Itu pom bensin, gue beli juga bisa!" sombong cowok itu.
Acha menaikkan sebelah alisnya, dahinya pun berkerut. "Kalo uang aja nggak mau, terus mau Kakak apa ya??" bingung Acha, kembali memasukkan selembar uang tadi ke dalam sakunya.
"HP lo," ujar cowok itu santai sembari mengulurkan tangan kanannya, meminta HP milik Acha.
Mendengar perkataan cowok itu, kedua mata Acha langsung membola. "Em.. Maaf Kak.. Masa cuma nganterin pulang minta imbalannya HP?? Apa nggak terlalu berlebihan??" tanya Acha ragu-ragu.
"Hadeuh!!" cowok itu menepuk dahinya. "Maksud gue mana HP lo, gue pinjem bentar!!" kesal cowok itu geregetan.
"Oowhh.." Acha mengeluarkan HP nya dari dalam tas. "Tapi buat apa ya, Kak??" tanya Acha curiga, enggan untuk memberikan HP nya.
"Banyak tanya, lo!!" cowok itu langsung merebut HP tersebut dari tangan Acha. Membuat Acha tak bisa berkutik karena gerakan nya begitu cepat.
Cowok itu tampak mengetikkan sesuatu di HP Acha. Beberapa saat kemudian, cowok itu tersenyum tipis. Dahi Acha kembali berkerut kala melihat tingkah cowok itu. 'Nih orang ngapain sih?? Senyum-senyum sendiri lagi!' batin Acha bingung.
"Nih! Thanks!" ujar cowok itu mengembalikan HP Acha.
"Sama-" belum selesai Acha bicara, cowok itu langsung saja menge-gas motornya, meninggalkan kediaman Raharja.
"Ih! Dasar!!" gumam Acha. Ia pun memilih untuk segera masuk ke dalam rumahnya.
.
.
.
Tut tutt..
Tut tutt..
__ADS_1
Acha terbangun dari mimpinya. Kedua matanya berulang kali mengerjap. Tangannya meraba nakas, mencari HP nya yang sedari tadi berbunyi itu.
"Siapa sih yang nelpon malem-malem begini??" gumamnya dan langsung mengangkat telpon tersebut.
"Halo.. siapa ya?" ujarnya dengan suara khas bangun tidur. Kedua matanya terpejam karena masih mengantuk.
"Ini gue.." jawab seseorang dari ujung telpon.
Acha mengenal suara tersebut. Ia pun menatap layar HP nya sekilas. "Owh.. Karin yah.. Kenapa nelpon malem-malem begini??" tanya Acha dengan masih mengantuk.
"Cha, gue mau cerita nih!" jawab Karin dengan suara yang terdengar sedang kesal.
"Besok aja yah.. Kamu nggak liat apa ini jam berapa?? Udah jam setengah dua belas, Karin... Ya kali kamu bangunin orang tidur tengah malem begini buat dengerin cerita kamu.. Jadi besok aja yah, Acha masih ngantuk, nih!" ujar Acha panjang kali lebar.
"Em.. Ya udah deh, besok aja gue ceritanya. Sorry ya udah ganggu.. Night Acha!.." balas Karin pada akhirnya.
"Hmm.." Acha langsung merebahkan tubuhnya, kembali ke dalam alam mimpinya.
...----------------...
Sementara di lain tempat, di dalam sebuah kamar, tampak seorang gadis yang sedang uring-uringan.
Gadis itu tak lain adalah Karin yang sedang menggerutu kesal dengan kejadian beberapa menit lalu.
Flashback On
Ting..
Ting..
Ting..
Ting..
HP Karin terus berdering, tanda ada pesan WA masuk. Dengan terpaksa, Karin pun bangun dari mimpi indahnya, mengucek kedua matanya.
"Nomer siapa nih?? Gue nggak kenal sama ini nomer tuh!" gumamnya saat melihat beberapa pesan masuk dari nomer tidak dikenal.
Ia pun tak ambil pusing dengan gangguan tersebut, dan memilih untuk melanjutkan tidurnya. Namun baru saja memejamkan kedua matanya, HP nya kembali berbunyi tanda ada telpon masuk.
"Hishh!! Siapa sih?!" kesalnya dan langsung mendudukkan tubuhnya. Ia pun meraih HP nya dan langsung mengangkat telpon dari nomer tak dikenal tersebut.
"Haloo!!?" ujar Karin. Tak ada balasan dari si penelpon. Merasa dirinya sedang diisengi, membuat Karin seketika naik pitam.
Tanpa pikir panjang, Karin langsung mematikan telpon tersebut. Dua detik kemudian, HP Karin kembali berbunyi.
__ADS_1
"Lo siapa sih?!! Berani banget ya lo isengin orang malem-malem gini!! Kalo lo masih nggak mau ngomong, gue matiin lagi telponnya! Kalo perlu gue blokir nomer lo!!" ancam Karin dengan emosi yang sudah meledak-ledak.
Saat Karin hendak mematikan telpon tersebut, akhirnya si penelpon pun membuka suara. "Eitss! Lo berani matiin telponnya?? Dan apa? Mau blokir nomer gue?? Pftt!!" ucap si penelpon yang ternyata cowok.
Karin terdiam mendengar suara cowok tersebut. Terdengar sangat familiar di kedua telinganya. Namun ia masih saja tak ingat siapa pemilik suara tersebut.
"Siapa lo, hah?!! Berani-beraninya gangguin gue tidur! Siapa lo, jawab hah?!!" geram Karin.
Cowok itu kembali terkekeh. "Pftt... Bisa-bisanya lo lupa sama gue! Apa mau gue cium pipi lo lagi biar lo nggak lupa sama gue??" ledek cowok tersebut.
Kedua bola mata Karin membulat lebar. "Dasar setan!! Ngapain lo nelpon gue?!! Dapet nomer gue darimana, hah!!?" seru Karin teringat kejadian tadi di sekolah, saat pipi mulusnya ternodai.
"Weh.. weh.. Santai dikit napa! Nggak usah pake bawa-bawa setan segala dong.. Nanti lo di datengin mampus lo!!" ujar cowok itu kembali meledek Karin.
"T*hi lo!! Ngapain lo nelpon gue, hah?!!" seru Karin masih emosi.
"Calm down.. Tenang.. Gue nggak bakal aneh-aneh kok. Nggak papa sih, cuma iseng aja nelpon lo, haha!!" tawa cowok itu terdengar.
"Dasar orang gila!!" ejek Karin, sebelum pada akhirnya ia pun langsung mematikan sambungan telpon.
Flashback Off
"Haishh!! Dasar cowok nyebelinn!! Btw, dia dapet nomer gue darimana coba?? Apa mungkin dari Acha?? Ah masa iya sih Acha mau ngasih nomer gue ke itu setan!!" oceh Karin tanpa jeda.
"Tau ah! Mending gue tidur lagi aja!!" sambungnya. Ia pun memlih untuk melanjutkan tidur cantiknya.
...----------------...
Paginya, seperti biasa Acha berangkat ke sekolahnya dengan diantar oleh Kak Rega. Sesampainya di sekolah, rupanya kedatangannya sudah ditunggu oleh sahabat terbaiknya, yaitu Karin.
"Lama banget sih, Cha! Katanya mau dengerin cerita gue semalem!!" sungut Karin berkacak pinggang.
"Hehe.. Maaf.. Maaf.. Lagian ini juga baru jam setengah tujuh kok! Masih lama kali masuknya.." Acha terkekeh, membela dirinya sendiri.
"Humphh!!" Karin kembali merajuk dengan kedua tangannya masih di pinggang.
Melihat sahabatnya merajuk, Acha pun langsung membujuk Karin. "Jadi cerita nggak nih?? Mumpung belum masuk loh... Kalo nggak jadi ya udah," balas Acha mengalihkan perhatiannya.
"Ya jadi lahh!!" balas Karin cepat.
...…***…...
Jangan lupa buat like, komen, dan saran yah teman"😃
See you😘😘
__ADS_1