
Kringggggg.....
Bel tanda pembelajaran telah berakhir pun berbunyi. Para guru maupun siswa segera keluar dari dalam kelas.
"Kita ke ruang OSIS sekarang?" tanya Karin pada ketiga sahabatnya.
"Ya iyalah,, masa besok!" ketus Zain jengah.
"Ayokk!" sela Darren mencegah timbulnya perdebatan.
Mereka berempat pun segera menuju ke ruang OSIS. Tak butuh waktu lama, mereka kini telah sampai di ruang OSIS yang letaknya cukup dekat dengan kelas mereka.
Darren pun langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok tok tok, namun tak ada jawaban.
Tok tok tok tok,, masih sama, tidak ada yang menjawab ataupun membukakan pintu.
"Nggak ada orangnya tuh!" ujar Darren yang akhirnya mengintip pada jendela ruang tersebut.
Acha, Karin, dan Zain pun ikutan mengintip, dan benar saja, ruangannya kosong.
Saat mereka masih asik mengintip isi ruang OSIS itu, tiba-tiba terdengar sebuah deheman yang mengagetkan mereka berempat.
"Ekhemm!!"
Sontak mereka berempat langsung menoleh ke belakang.
Tampak Hana dan Vano yang sudah berdiri dibelakang mereka dengan sorot mata tajam.
"Ngapain kalian kesini?!" Hana mencoba mengintimidasi.
"Mau ketemu kakak lah!!" jawab Acha tanpa ada rasa takut, Kan dia sepupuku, kalo sampai berani marah-marah tinggal aku aduin ke mami, hehe.
Sedangkan ketiga temannya hanya diam. Walaupun mereka sudah tahu kalau Hana adalah sepupu Acha, tetap saja mereka tak akan berani melawan sang ketua OSIS.
"Ck! Kamu sekarang udah berani ya," ujar Hana tersenyum sinis.
"Ya iyalah! Masa Acha harus takut gitu?!" balas Acha ikutan sinis.
Keduanya saling melempar tatapan sinis. Akibatnya suasana disana langsung berubah canggung.
"Hei,, sudah-sudah.. Kalian ngapain malah ribut sih??" lerai Vano, dan langsung merangkul Hana.
Seketika Hana langsung menatap Vano tajam. "Sing-ki-rin!!" ucapnya penuh penekanan, melotot tajam pada Vano.
__ADS_1
"Hehe,, sorry sorry.." Vano langsung melepaskan rangkulannya.
"Ya udah, yuk masuk dulu!" sambung Vano dan langsung masuk ke ruang OSIS. Yang lainnya pun segera mengikuti Vano masuk.
"Duduk!" perintah Hana yang sudah duduk di kursinya.
Sekejap Acha dan ketiga temannya pun duduk di kursi yang susah disediakan.
"Maaf Kak ganggu, kita mau ngumpulin video yang waktu itu." ujar Zain membuka percakapan.
"Video yang mana??" tanya Hana pura-pura lupa. Vano yang tahu kalau Hana berakting pun hanya geleng-geleng kepala.
Pasalnya, ini sudah yang ketiga kalinya Hana melakukan hal itu. Pertama, tadi pagi saat kelompok 7 hendak mengumpulkan video. Kedua, tadi saat jam istirahat kedua, saat kelompok 18 juga hendak mengumpulkan video.
"Video itu lho kak. Yang buat hukuman saat MOS itu.." kini Darren mencoba menjelaskan.
"Masa Kak Hana lupa?? Cantik-cantik tapi sayangnya pelupa." sambung nya agak mengejek.
Hal itu membuat Hana ingin sekali memangsa Darren hidup-hidup. Ia pun menghela napas panjang.
"Siapa bilang gue lupa?? Ya kali gue lupa ama ucapan sendiri!!" kesal Hana.
"Ya udah, mana?!" sambungnya menyodorkan tangannya.
Karin yang selaku pemegang flashdisk berisi video itupun memberikannya kepada Hana.
"Bentar! Jangan pulang dulu! Siapa tahu nanti ini ada yang salah. Kita tonton videonya dulu," Hana pun segera mengambil laptopnya.
Saat tengah menonton video itu, tiba-tiba muncul dua orang yang kini sudah ada di depan pintu. Tanpa mengetuk, mereka memilih langsung duduk di bangku yang ada. Mereka berdua tak lain adalah Rey dan Dion.
Acha yang melihat Rey tiba-tiba muncul di hadapannya, jantungnya serasa mau copot saking terkejutnya.
Acha pun langsung bungkam, wajahnya menunduk. Darren yang mengetahui perubahan sikap Acha pun langsung menggenggam jemari Acha kembali. Tentu saja tanpa sepengatahuan yang lainnya.
Sekilas Rey melirik Acha yang masih tertunduk.
Tiba-tiba HP Acha berbunyi. Menandakan sebuah panggilan masuk. Dengan segera Acha membuka HP nya. Darren dapat melihat nama 'Kak Rega' tercantum di layar HP nya.
"Ya, halo kak," Acha menempelkan HP nya di telinganya.
"...." suara Rega dipanggilan tersebut.
"Maaf Acha lupa,, Oke Kak, Acha kesana sekarang," ucapnya dan segera mengakhiri panggilan tersebut.
"Kak Rega??" tanya Hana pada Acha.
__ADS_1
"Iya, Acha boleh pulang duluan nggak? Ada acara keluarga soalnya," Acha meminta izin, raut wajahnya tiba-tiba berubah sedih.
Hana tampak diam, mengingat sesuatu. Ia pun melirik kalender. "Oke, hati-hati dijalan," raut wajah Hana berubah tak segarang tadi.
Setelah mendapat izin Acha segera bangkit dari duduknya.
"Mau gue anterin pulangnya??" Darren langsung memegangi tangan Acha.
"Nggak usah, Acha udah dijemput kok," ucap Acha dengan senyum yang tampak dipaksakan. Ia pun segera berjalan hendak keluar.
"Salam buat tante Renata... dan Cio," ujar Hana masih duduk menatap Acha.
Seketika Acha menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap Hana. "Pasti," balas Acha tersenyum getir. Ia pun segera meninggalkan ruangan tersebut.
Sedangkan yang lainnya masih tak mengerti dengan apa yang Hana dan Acha bicarakan.
Zain pun melempar tatapan penuh tanya pada Karin. Seolah mengerti dengan maksud Zain, Karin pun membalas dengan mengedikkan bahunya.
'Acha kok tiba-tiba murung gitu, ya?? Dan siapa Cio??' batin Darren bergelut dengan pikirannya.
'Cio?? Siapa dia??' pikir Rey bingung.
Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Karin memilih untuk bertanya pada Hana. "Kak, kalo boleh tau, Cio itu siapanya Acha??" tanya nya.
"Cih,, kalian kan temannya,, tanya sendiri lah!" balas Hana ketus.
Mendengar balasan Hana, membuat Karin dan yang lainnya menelan kekecewaan.
Mereka berempat memang sudah menjadi sahabat, namun mereka masih belum mengetahui hal pribadi dan masa lalu Acha.
"Ya udah, mendingan sekarang kalian pulang aja," ujar Vano dan disetujui oleh mereka semua.
...----------------...
Acha berjalan menuju ke gerbang depan sekolahnya. Tampak mobil milik Rega sudah ada disana. Acha pun segera menghampiri, dan masuk ke dalam mobil.
"Lama banget, sih! Kasian mama sama Cio nungguin kita lama!" kesal Rega dan segera melajukan mobilnya.
"Maaf," sesal Acha menunduk.
'Mama.. Cio.. Acha kangen sama kalian..'
...…***…...
Halo readerss,, makasih buat kalian yang masih stay🤗 maaf ya kalo ada typo atau kesalahan lain..
__ADS_1
jangan lupa like, komen, saran, and klik favorit biar kalian nggak ketinggalan kisahnya Acha😊
Sayonaraa..