Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Over Pikun


__ADS_3

Sesampainya dikantin, mereka berempat pun segera mencari bangku yang kosong. Mata Acha mencari bangku untuk mereka duduki.


Namun, bukannya menemukan bangku yang kosong untuk mereka, ia malah melihat pemandangan yang lagi-lagi membuat hatinya merasa panas.


'Kok rasanya sakit yah' batinnya. Ia meremas kuat roknya, namun tiba-tiba sebuah tangan meraih tangan kiri Acha. Menggenggam jemari Acha dengan senyuman terukir di wajahnya. Sebuah senyuman yang bisa Acha rasakan ketulusannya.


'Lo pasti bisa' seolah kalimat inilah yang tersirat dari senyuman tulus Darren.


Acha menatap wajah Darren yang saat ini masih menggenggam erat jemarinya. Sebuah senyuman terbit di wajah cantik Acha. 'Makasih' Itulah makna dari senyuman Acha.


"Ehh,, sebelah sana kosong tuh!!" seru Karin tiba-tiba menunjuk sebuah meja kosong yang ternyata ada didekat meja Rey dkk.


Karin langsung saja menarik tangan kanan Acha. Acha yang terkejut tentu saja terseret. Sedangkan Darren yang masih menggenggam jemari Acha juga ikutan terseret. Sialnya, Zain yang ada di sebelah Darren ikutan terseret karena Darren langsung menarik bajunya.


Hampir saja mereka bertiga jatuh karena ulah Karin. Tapi untung saja dewi fortuna masih berpihak pada mereka, jadi mereka tidak terjatuh. Kan malu-maluin kalau sampai mereka jatuh, mana kantinnya ramai bingitz lagi.


Mereka berempat pun duduk di tempat tadi. Sedangkan di meja dekat mereka terdapat Rey, Vano, Dion, Hana, dan satu yang paling membuat Acha merasa risih, ya dia tak lain adalah Safa.


"Kalian mau pesan apa? Biar kita yang beli," ucap Zain berdiri diikuti Darren.


"Wih,, mau nraktir kita nih?!" balas Karin berbinar.


"Ya enggaklahh!!" tolak Zain. "Tapi sans, kan ada yang nge-bossin.." sambungnya melirik Darren.


Namun yang dilirik tak merespon, tatapannya tampak menuju ke Acha yang dari tadi hanya diam saja.


"Ekhemm! Jadi yang baru jadian nggak ada niatan buat ntraktir, nih.. awas lho, nanti hubungannya bisa nggak lancar," sindir Karin dengan lantangnya. Sontak mereka langsung menjadi pusat perhatian siswa lain.


Darren menghela napasnya panjang. "Oke oke.. karena gue sekarang lagi baik, kalian bakal gue traktir deh!" ucapnya setengah hati.


"Yeess!! Maacih Darren yang paaliingg gantengg,," ucap Karin lebay.


"Hilih, nggak usah lebay juga kali! Kalo masalah makan aja cepet!" sinis Zain memincingkan matanya.


"Biarinlah,, suka-suka gue!!" balas Karin nge-gas.


"Shutt! Kalian bisa nggak sih nggak usah ribut! Tadi aja kompak ngejek gue sama Acha!" lerai Darren sebelum debat antara Karin dan Zain makin berlanjut.


"Lama-lama gue comblangin juga kalian!!" ancam Darren menggoda mereka berdua.


"Huwekk.. gue? sama dia? NEVER!!" ucap Karin seolah mau muntah.


"Gue juga ogah kali sama lo!!" balas Zain sinis pada Karin.


Mereka berdua pun membuang muka masing-masing seolah tak saling kenal.

__ADS_1


Darren yang melihat tingkah duo sejoli ini pun hanya geleng-geleng kepala, berdecak tak percaya.


"Lo mau pesan apa, Cha?!" tanya Darren menyadarkan Acha.


"Eh, iya.. emm.. Acha mau batagor sama es teh aja," jawab Acha dengan tersenyum.


"Kalo gue bakso ya, minumnya es jeruk!" sambar Karin meringis.


"Ya udah,, bentar," Darren dan Zain pun segera melenggang membeli pesanan mereka.


Selang beberapa menit, mereka berdua pun kembali dengan membawa nampan yang berisi pesanan mereka.


"Wihh,, tengcu babang Dayyen!!" seru Karin seperti anak kecil. Dengan secepat kilat ia langsung mengambil makanannya dari nampan yang dibawa oleh Zain.


"Dasar cewek rakuss!!" nyinyir Zain. Karin tak menghiraukan ejekan Zain, ia pun langsung melahap baksonya dengan nikmat.


"Nih, Cha." Darren menyodorkan seporsi batagor dan juga es teh didepan Acha.


"Makasih" balas Acha tersenyum manis.


Darren dan Zain pun segera kembali duduk dan menyantap makanan mereka.


Lain dengan Acha. Bukannya menyantap makanannya, ia malah hanya mengaduk-aduk batagor di atas piringnya itu. Matanya saat ini tengah menatap Rey dan Safa yang tampak makin akrab.


Setelah selesai makan, Rey dkk pun bangkit hendak kembali ke kelas mereka masing-masing. Namun mata Acha masih terus menatap Rey dan Safa yang mulai menghilang dari pandangannya.


"Dimakan, Cha.. kasihan tuh, batagornya,, nungguin dimakan sama lo!" ujar Darren masih mengunyah makanannya, mencoba untuk menghibur Acha yang sedang terbakar api cemburu.


Mendengar ucapan Darren, Acha pun langsung tersadar. "Hehe, iya.. ini baru mau dimakan," balas Acha memasukkan sesuap batagor ke mulutnya.


.


.


"Oh, ya,, btw ngumpulin videonya hari ini, kan?" tanya Karin yang kini telah menghabiskan baksonya. Ia pun segera meminum es jeruknya.


"Video apa?" tanya Acha dengan wajah polosnya.


"Ya ampunn, Cha?! Kamu lupa?? Hukuman dari Kak Hana dkk?!" heboh Karin tak percaya.


Acha pun terdiam, mencoba mengingat-ingat hal yang dimaksud oleh Karin. Tiba-tiba matanya melebar.


"Astagaa.. iya,, Acha lupa!! Kita kan belum buat videonya!!" kini gantian Acha yang heboh saat mengingat hal itu. "Terus gimana nihh?!" Acha seketika panik.


"Bwahahahaaa.." Karin, Darren, dan Zain yang melihat Acha panik langsung tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


Zain mengusap sudut matanya yang berair. "Lo pikun ya, Cha?! Hahaha!!" ucap Zain diiringi tawanya.


"Gimana sih, kamu, Cha. Kan waktu itu kamu sendiri yang bilang ada urusan, jadi kamu nggak bisa ikut buat videonya," jelas Karin menahan tawanya.


"Ha?? Kapan??" Acha kembali bingung, ia pun mencoba memutar ingatannya.


Flashback On


Beberapa hari yang lalu..


"Cha, jadi buat videonya, kan?" tanya Karin sambil memasukkan buku-bukunya ke dalam tas.


"Haduhh,, maaf banget nih, kalo sekarang Acha nggak bisa, soalnya Acha mau jenguk nenek." ucap Acha yang tampak terburu-buru memasukkan bukunya.


"Nenek lo sakit?" tanya Zain yang sudah menggendong tasnya dan Darren yang berada disebelahnya.


"Iya nih, maaf banget ya. Atau kita buatnya lain kali aja?" usul Acha.


"Nggak usah. Lo jenguk aja nenek lo, biar kita aja yang buat, ya nggak?" ucap Darren menatap Karin dan Zain bergantian.


"Iya, biar kita aja yang buat. Dan semoga nenek kamu cepat sembuh ya.." ujar Karin tulus.


"Beneran nih?? Emm.. makasih yaa.." Acha langsung memeluk Karin erat-erat.


"Cha, Cha.. nggak bisa napas nih!" ucap Karin yang merasa sesak dengan pelukan Acha.


"Eh iya,, saking senangnya, sih, hehe!" Acha pun melepaskan pelukannya. "Ya udah kalo gitu Acha duluan ya!! Makasihh jadi sayang dehh!!" serunya memberikan simbol hati dengan kedua tangannya.


"Dahh~ Hati-hati!!" seru Karin melambaikan tangannya. Acha pun melambaikan tangannya dan segera pulang.


"Ya udah, yuk buat videonya!" ajak Zain dan langsung diangguki oleh Karin juga Darren.


Flashback Off


Acha yang sudah ingat pun tertawa kikuk. "Hehe,, kok Acha sekarang jadi agak pelupa ya," ucapnya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bukan cuma agak pelupa, Cha," ucap Darren.


"Tapi over pikunn!! Hahaha!!" sambung Karin dan Zain terbahak-bahak. Begitupun dengan Darren.


Acha yang merasa malu pun hanya bisa menahannya saja dengan wajah yang agak memerah.


...…***…...


Dear readers tersayang.. Makasih buat kalian yang slalu dukung author,, Dan maaf ya kalo masih banyak kesalahan dalam penulisan.. Jangan lupa untuk like, komen, kasih saran, dan juga klik favorit bagi yang pengen tahu kelanjutan kisahnya Acha,,

__ADS_1


Salam hangat dari author..


__ADS_2