Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Bimbang


__ADS_3

Makan malam berlangsung dengan tenang. Setelah selesai makan, tanpa mengucapkan sepatah kata pun Rega langsung kembali ke kamarnya.


'Kak Rega kok jadi aneh gitu ya?' pikir Acha melihat perubahan sikap Rega semenjak bertemu dengan kurir tadi.


"Itu Rega kenapa, Cha??" tanya Papa Edwin bingung dengan sikap Rega.


"Acha juga nggak tau, Pa. Tadi habis ketemu kurir jadi kayak gitu!" jelas Acha juga tak tahu.


Rey melirik jam di tangan kirinya. Jam kini menunjukkan pukul 19.28. "Kalau gitu, Om, saya pamit pulang dulu." ujar Rey bangkit dari duduknya. Ia pun segera menghampiri Papa Edwin dan mencium tangan beliau.


"Ya, hati-hati. Jangan ngebut, yang penting selamat sampai tujuan." Papa Edwin mengingatkan.


Rey tersenyum senang. 'Andai aja sikap papi kayak Om Edwin, pasti gue sama mami bisa hidup bahagia tiap hari..' batin Rey sendu. Wajahnya tampak sedikit murung.


"Lho, kok malah diem? Nggak jadi pulang? Apa mau nginep di sini??" ledek Papa Edwin, disambut anggukan dari Alvin dan Vina. "Iya, Kak. Nginep sini aja!! Boleh kan, Kak?" Vina meminta persetujuan Acha.


Sontak Acha langsung melirik tajam pada kedua adiknya itu. Membuat Vina langsung bungkam.


"Enggak, Om! Ini mau pulang, hehe!" ucap Rey tertawa kikuk.


"Kalo gitu, pamit dulu, Om, Al, Vin, Cha.." pamit Rey seraya berjalan keluar menenteng tasnya.


"Eh, Rey! Bentar!" seru Papa Edwin menghentikan Rey yang baru melangkahkan kakinya.


"Iya, Om. Kenapa??" tanya Rey menghentikan langkahnya.


"Cha, kamu anter Rey keluar sana!" titah Papa Edwin, namun langsung dibantah oleh Acha.


"Nggak mau! Kak Rey kan udah besar, masa harus dianter segala sih, Pa?!" tolak Acha tegas.


"Rey itu tamu, Cha. Tadi kan datangnya nggak dijemput, masa pulangnya juga nggak dianter?!" balas Papa Edwin.


"Emang jailangkung.." gumam Acha mencibir.


"Nah, itu kamu tau.. Rey kan bukan jailangkung, makanya sekarang kamu anter, sana!" titah Papa Edwin kekeh.


"Enggak usah, Om, nggak papa kok!" tolak Rey halus.


"Tadi kan Rey udah nganterin kamu pulang, sampe hujan-hujanan lagi! Masa giliran kamu disuruh nganterin Rey ke depan doang nggak mau!?" cibir Papa Edwin terhadap Acha.


"Huftt!!" Acha menghela napasnya kasar. Terpaksa ia menuruti perintah papa nya itu. Ia pun langsung berjalan mengikuti Rey.

__ADS_1


"Pamit dulu, Om!" pamit Rey sekali lagi sembari melangkah keluar rumah Acha. Acha hanya mendengus kesal dibelakang Rey.


"Oke! Hati-hati!!" balas Papa Edwin terkekeh melihat ekspresi Acha.


Rey langsung menaiki motor ninjanya itu. Beruntung hujan sudah reda dari tadi, jadi Rey tidak perlu hujan-hujanan lagi.


"Pulang dulu, Cha," pamit Rey canggung. Acha tentu saja bingung harus bagaimana, ia pun hanya membalas Rey dengan anggukan kepala.


Rey segera melajukan motornya meninggalkan kediaman Raharja tersebut. Acha masih terpaku di depan pintu. Menatap Rey yang mulai menghilang dari pandangannya.


"Udah kali, ngeliatinnya! Tadi aja pas masih ada orang nya sok-sokan cuek. Sekarang, giliran orang nya udah pergi, diliatinnn terus.." goda Papa Edwin yang tiba-tiba sudah ada di belakang Acha.


Sontak Acha langsung menoleh, dan memukul lengan papa nya yang super jail plus nyebelin itu.


"Ih, Papa! Apaan sih! Tau ah! Acha capek, mau tidur!!" ujar Acha merajuk. Ia pun langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


"Cie,, marah niee!!" ledek Papa Edwin sebelum Acha memasuki kamarnya.


Acha membanting pintu kamarnya kuat. Tentu karena kesal dengan tingkah papa nya yang menurutnya nyebelin itu.


Ia pun langsung membaringkan tubuhnya di atas kasurnya itu. Tangannya meraba nakas yang ada di samping kasurnya, mencari HP nya yang tadi ia letakkan di sana.


Acha menekan tombol power, mencoba menghidupkan HP nya. Setelah beberapa detik, HP itu pun menyala, menampilkan logo merek HP tersebut.


Ia pun membuka HP nya. Betapa terkejutnya ia saat membuka whatsapp. Ada 15 pesan dan 5 panggilan suara tak terjawab dari Darren.


Ia pun segera membaca pesan-pesan dari Darren tersebut. Acha yang semula masih kesal dengan papa nya, seketika lupa dengan rasa kesalnya. Tanpa ia sadari senyuman terbit di wajahnya kala membaca pesan-pesan dari Darren yang menurutnya lucu. Tak henti-hentinya Acha tertawa sendiri. Ia pun memutuskan untuk menelpon balik Darren.


Baru saja panggilan itu terhubung, Acha langsung dikejutkan oleh ocehan dari Darren.


"Lo, kemana aja, sih, Cha?! Dari tadi susah banget dihubungin?! Di chat nggak di read, apalagi dibales! Ditelpon juga nggak aktif! Gue tanya ke Karin, Zain, tapi mereka juga nggak bisa ngehubungin lo!" oceh Darren panjang kali lebar kali tinggi dalam panggilan tersebut.


Baru saja Acha mau menjawab ocehan Darren, tiba-tiba saja panggilan tersebut terputus, layar HP nya pun sudah mati.


"Yah.. kok malah mati, sih!" kesal Acha menatap layar HP nya. "Apa lowbatt kali yah??" Acha pun langsung beranjak dari kasurnya, mengambil charger dan men-charging HP nya.


Tak lama, akhirnya HP nya kembali menyala. "Fyuhh.. untung cuma lowbatt, kalo sampe rusak..hadeuh!" ujar Acha merasa lega.


Tak lama, HP nya kembali berbunyi. Acha langsung menggeser tombol hijau tersebut. Baru saja ia mendekatkan HP nya ke telinga, cepat-cepat ia langsung menjauhkannya dari telinga. Telinga nya langsung sakit kala mendengar ocehan si penelpon. Siapa lagi kalau bukan Darren.


"Kok tadi malah dimatiin sih, Cha?! Ditanya bukannya dijawab malah dimatiin!! Lo gimana sih, Cha? Sama sahabat sendiri kayak gitu! Gue dari tadi nggak tenang, kepikiran lo terus!!" oceh Darren tanpa jeda.

__ADS_1


"Iya, iya.. maaf. Tadi itu bukan maksud Acha matiin teleponnya, tadi itu HP Acha lowbatt.." jelas Acha.


"Oo.. gitu. Btw tadi lo pulangnya gimana? Terus lo pulangnya jam berapa? Naik apa? Kehujanan nggak?" rentetan pertanyaan langsung Darren lontarkan pada Acha. "Sorry ya, tadi gue nggak nganterin lo pulang. Lo tadi tau sendiri, kan, Dila itu orangnya gimana?.." sambung Darren dengan nada menyesal.


"Tanya nya satu-satu dong! Bingung nih Acha mau jawabnya. Kalo tadi Darren tanya kehujanan apa enggak, jelas kehujanan lah! Tau sendiri tadi hujannya lebat banget.." balas Acha agak ketus.


"Jangan marah, lah, Cha.. Kan gue cuma nanya. Oh ya.. terus tadi lo pulangnya naik apa? Ojol?" tanya Darren lagi.


"Bukanlah! Tau nggak, Darren.. Tadi itu kan.. Acha..pulangnya.. naik.." Acha sengaja menjeda ucapannya.


"Naik apa, Cha??" kepo Darren.


"Acha naik.. Ciee nungguin ya??" tawa Acha tertahan.


"Lo mah gitu, Cha..sukanya nggantung orang!" kesal Darren dalam panggilan tersebut.


"Kok nggantung orang sih? Acha nggak pernah nggantung orang ya!" protes Acha tak terima dengan tuduhan Darren.


"Pernah. Ini yang lagi telponan sama lo! Haha,, canda!!" gelak tawa Darren terdengar jelas di telinga Acha.


Seketika Acha diam, tak membalas ucapan Darren. "Udah ah, Acha mau tidur! Capek!" ketus Acha hendak mematikan sambungan teleponnya.


"Eh! Bentar, Cha! Lo kan belum jawab pertanyaan gue yang tadi!" cegah Darren.


"Udah males!!" Acha langsung mematikan sambungan telepon tersebut.


Ia pun kembali membaringkan tubuhnya di atas kasur miliknya. Ia memejamkan kedua matanya. Ingatan saat Darren mengutarakan perasaanya kembali hadir di pikirannya.


"Kok Acha malah mikirin itu, sih!" Acha menggelengkan kepalanya cepat. "Tapi kalau dipikir-pikir Darren emang baik sih, sama Acha..".


Mata Acha teralihkan, menangkap sebuah jaket yang tergantung. "Oh iya, jaket Kak Rey! Kenapa tadi nggak sekalian Acha balikin aja sih!" Acha memukul dahinya, merasa bodoh.


"Jaket Kak Rey kan masih disini, kalo di jalan Kak Rey kedinginan gimana??" gumam Acha kembali memikirkan Rey.


Acha kembali menggelengkan kepalanya. "Enggak-enggak! Kenapa Acha jadi kepikiran Kak Rey?! Tadi Acha kepikiran Darren, sekarang Kak Rey.. kamu kok plin-plan banget sih Cha!!" oceh Acha pada dirinya sendiri.


'Tapi sekarang, hati Acha kok rasanya jadi bimbang banget yah..''


...…***…...


Halo readerss! Welcome back.. Maaf yah kalau masih kurang memuaskan.. silahkan kalian komen aja kalo mau kasih masukan/saran,, aku bakal makasih bangettt.. Jangan lupa like, komen, dan klik favorit biar tau up nya kisah Acha 🤗

__ADS_1


Thank you and See You..


Salam Hangat🥰🥰


__ADS_2