
"Kriingggg!!" bunyi alarm sebuah jam weker di suatu kamar. Jam menunjukkan pukul 5 pagi. Tak lama kemudian Acha pun terbangun.
"Hoaamm.." Acha menguap sambil mengusap kedua matanya. Ia segera mematikan alarm dan bergegas mandi. Ia sengaja bangun pagi karena tak ingin terlambat di hari pertama kegiatan pembelajaran dimulai.
**Ruang makan**
Kini Acha sudah di ruang makan dengan seragamnya. Acha datang paling dahulu karena saat ini masih pukul setengah 6. 'Mungkin mereka masih siap-siap.' pikir Acha ketika tak mendapati siapa pun di ruang makan.
Karena belum ada yang datang, ia pun berinisiatif menyiapkan sarapan untuk yang lainnya. Biasanya, ia dan keluarganya sarapan hanya dengan roti karena semenjak mama mereka meninggal tidak ada lagi memasak sarapan untuk mereka.
Pembantu mereka hanya datang saat siang dan sore hari untuk menyiapkan makan bagi mereka dan juga bersih-bersih. Sedangkan jika harus memesan makanan online, takutnya tidak keburu.
Jadi disinilah Acha sekarang. Untuk pertama kalinya ia akan memasak. Untung saja dulu ia sering melihat mamanya memasak. Jadi ia tahu sedikit-sedikit lah tentang memasak. Ditambah lagi beberapa waktu ini ia sering menonton video memasak dari youtube.
Dibukanya pintu kulkas. Tampak didalamnya hanya ada beberapa butir telur, daun selada, dan tomat. Sejenak ia berpikir apa yang hendak ia masak. "Aha!! Masak nasi goreng aja! Kan buatnya simpel.. Oke kalau gitu ayo kita masak nasi goreng!!" gumam Acha menyemangati diri sendiri.
Pertama-tama, ia memasak nasi terlebih dahulu. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk nasinya matang. Lalu Acha mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat nasi goreng. Mulai dari memotong bawang merah, putih, dan bombai, serta memotong cabai. Gerakannya terlihat sangat cekatan untuk seorang pemula.
Disamping itu, kini nasinya telah matang. Acha pun segera menumis bumbu-bumbunya. Setelah harum, ia memasukkan nasi dan mencampurnya. Tak lupa ia menambahkan kecap dan mencampurnya lagi. Tak lama, nasi goreng pun jadi.
Acha segera membagi nasi goreng itu menjadi lima piring. Selain itu ia juga memasak telur mata sapi sebagai lauknya. Ia pun meletakkan telur, daun selada, dan irisan tomat pada masing-masing porsi nasi goreng.
"Oke, akhirnya jadi juga.. Nasi goreng ala Chef Acha!!" seru Acha bangga dengan masakannya. Ia pun segera meletakkan masakannya di atas meja makan beserta menyiapkan minumannya.
"Wihh.. tumben udah bangun Cha!" seru Rega menuruni tangga, bersama Alvin dan Vina. "Biasanya jam segini masih ngebo!" sambung Rega mengejek Acha.
"Pagi kak Acha." sapa Alvin dan Vina.
"Pagi juga adik-adik kakak yang palling imutt." balas Acha.
Acha tak menanggapi ejekan Rega. Wajah Acha sudah terlihat sangat geram, namun ia masih menahan emosinya.
__ADS_1
"Waww nasi goreng.. kayaknya enak nih!" seru Rega saat melihat nasi goreng di atas meja makan. Ia pun segera duduk hendak menyantap nasi goreng tersebut.
"Tunggu Papa dulu!" seru Acha menatap Rega tajam.
"Wahh tumben Acha udah bangun!" seru Papanya menuruni tangga.
"Ihh Papa kok gitu juga, sih! Emangnya Acha semalas itu apa?!" sungut Acha sebal.
"Kan emang biasanya kamu jam segini masih ngebo!" sambar Rega.
"Udah udah.. kalian ini kebiasaan deh, ribut terus!" ucap Papa menyudahi. "Wahh, ada nasi goreng! Ini yang masak siapa Cha?" tanya Papanya ketika melihat menu sarapan mereka.
"Ya Acha lah, Pa, siapa lagi kalo bukan?!" jawab Acha tersenyum bangga.
"Waduh, Pa, kalo Acha yang masak pasti-" belum selesai Rega komen, tapi langsung dipotong Acha.
"Pasti apa?! Ancur?? Kalo gitu Kakak nggak usah makan! Biar nanti Acha kasih ke pak satpam!!" potong Acha yang kini sudah meledak.
Akhirnya acha pun mengalah dan mengembalikan nasi goreng itu pada Rega. Mereka pun segera makan dengan tenang. Setelah selesai makan mereka pun pergi ke tempat tujuan mereka masing-masing.
***Sekolah IHS***
Pukul 07.00. Kini semua siswa dan siswi sudah memasuki kelas mereka masing-masing. Termasuk Acha yang masuk ke kelas 10 IPA 1, kelas IPA terbaik tentunya. Ia satu kelas dengan Karin, Darren, dan Zain. Dengan Karin duduk di sebelah Acha, sedangkan Darren dan Zain memilih duduk di belakang Acha dan Karin.
Pelajaran pertama adalah kimia. Dan guru yang mengajar bernama Pak Bambang. Guru yang terkenal paling killer. Ketika Pak Bambang masuk kelas, semua murid langsung diam. Tentunya karena mereka sudah kenal dengan Pak Bambang.
Entah mengapa waktu berjalan sangat lambat bagi semua murid 10 IPA 1. Hingga akhirnya hal yang ditunggu semua murid pun tiba. Yaitu bel tanda istirahat. Pak Bambang pun mengakhiri pembelajarannya dan segera keluar.
Betapa leganya semua murid melihat kepergian Pak Bambang. Mereka pun segera keluar kelas dengan bahagia.
"Cha, kantin yukk!" ajak Karin diikuti Darren dan Zain.
__ADS_1
"Ayoklah.. Acha juga lagi pengen siomay nih." balas Acha.
Mereka berempat pun segera menuju ke kantin.
**Kantin**
Acha dan ketiga temannya kini sudah sampai di kantin.
"Kalian mau pesan apa, biar gue sama Zain yang beli?" tanya Darren.
"Acha mau siomay sama es teh aja," jawab Acha.
"Kalo lo Kar?" tanya Zain pada Karina.
"Gue bakso, minumnya es jeruk." jawab Karina.
"Oke" balas Darren dan Zain dan langsung membelinya.
Acha dan Karin pun langsung duduk di bangku kantin.
Tak lama, Darren dan Zain pun kembali dengan membawa pesanan mereka. Mata Acha menangkap suatu pemandangan yang membuatnya langsung merasa emosi.
"Acha balik dulu ya." ucap Acha langsung berdiri dari duduknya.
"Mau kemana Cha?!" seru Karin menghentikan Acha.
"Siomay kamu gimana nih Chaa?!" tanya Darren.
"Kalian makan aja." ucap Acha dan langsung berjalan keluar kantin.
Hayo hayo...yang dilihat Acha apa hayo.. Penasaran nggak?? Kalo gitu lanjut di chapter selanjutnya yaa... Sayonara😊😉
__ADS_1