
Mentari mulai terbit. Seperti biasa, Acha kini telah siap dengan seragam sekolahnya. Setelah menjalani rutinitas paginya bersama keluarga tersayangnya, ia pun bergegas berangkat ke sekolahnya.
Mobil Rega sudah melaju, meninggalkan kediaman Raharja. Saat sudah setengah perjalanan, tiba-tiba saja Acha menyuruh Rega untuk menghentikan mobilnya.
"Ehh.. stopp, Kakk!!" seru Acha mengejutkan Rega.
Cittt.!
Sontak Rega langsung menginjak rem. "Kenapa, Cha?!" kaget Rega menoleh pada Acha.
"Ada yang ketinggalan!! Putar balik, dong, Kak! Please.." mohon Acha.
"Astaga! Kakak kira ada apa! Emang yang ketinggalan penting banget, ya? Kalo nggak penting, mending nggak usah balik, deh, Cha.." ujar Rega. Jujur, ia malas jika harus balik lagi, buang-buang waktu!
"Tapi, masalahnya ini itu pentinggg bangett, Kak! Kalau sampe nggak dibawa, bisa gawat!" balas Acha dengan nada dan wajah seriusnya.
"Huh! Ya udah, deh! Mau gimana lagi?!" keluh Rega. Ia pun segera memutar balik, menuju ke rumahnya kembali.
.
.
Mobil Rega memasuki halaman rumah. Setelah mobil berhenti, Acha pun langsung berlari masuk rumah. Ia bergegas menaiki anak tangga menuju ke balkon.
"Fyuhh! Untung udah kering!" ujar Acha lega sambil melepas jaket yang ia pegang dari hanger nya. Ia tadi baru ingat kalau jaket milik Rey yang kemarin ia pakai ketinggalan. Beruntung kemarin ia sempat mencucinya dan menjemurnya.
Ia pun segera melipat jaket tersebut dan cepat-celat memasukkannya ke dalam tas ranselnya. Setelah beres, ia bergegas untuk berangkat sekolah.
"Udah?? Emang yang ketinggalan apaan??" tanya Rega ketika Acha memasuki mobilnya.
"Ada deh! Yuk ah berangkat! Entar keburu telat!!" perintah Acha mengalihkan pembicaraan.
"Hilih!" Rega mengerucutkan bibirnya. Dengan wajah cemberutnya, ia pun segera melajukan mobilnya menuju ke sekolah Acha.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih lima belas menit, mobil Rega kini telah berhenti di depan gerbang IHS.
Seperti biasa, Acha salim dulu sama Rega, karena kalau enggak, Rega pasti bakalan mengoceh tanpa ada habisnya.
"Belajar yang benar! Jangan sekali-sekali kamu mikirin cowok pas lagi pelajaran! Kalau sampe nilai kamu jelek, apalagi gara-gara cowok,, kakak bakal aduin ke Papa! Biar kamu dipindahin ke sekolah khusus cewek!!" ancam Rega tak main-main dengan ucapannya.
"Hmm.. Udah sana!" usir Acha pada Rega. Ia tak mau membantah ancaman kakaknya itu, bisa panjang nanti! Begitulah pikir Acha.
__ADS_1
Rega langsung melajukan mobilnya. Sedangkan Acha, ia langsung melangkahkan kakinya memasuki sekolahnya.
'Eh, iya.. terus Acha balikin jaketnya gimana, coba? Masa iya Acha harus nyamperin ke kelasnya Kak Rey?? Mau ditaruh mana muka Acha?! Gengsi lah!' Acha melamun dalam langkahnya. Hingga akhirnya ia pun menabrak seseorang, dan menyebabkan keduanya terjatuh.
"Aduhh!!" teriak keduanya bersamaan. Acha pun langsung melihat siapa orang tersebut.
"Eh, elo, Cha!?" ujar orang tersebut terkejut, yang ternyata dia adalah Safa. Ia pun segera bangun, dan mengulurkan tangannya untuk membantu Acha berdiri.
Acha menatap tangan tersebut. Ia pun langsung menerima uluran tangan tersebut dan segera berdiri.
"Maaf ya, tadi Acha nggak liat kalo ada orang, hehe!" ujar Acha meminta maaf dengan sedikit rasa canggung tersirat dalam tawanya.
"Iya, lagian gue juga salah, jalan nggak liat ke depan. Maaf juga yah!" balas Safa meminta maaf.
'Kebetulan banget ada Safa! Apa jaketnya Acha titipin ke Safa aja?? Kan mereka dekat-kayaknya!' batin Acha memikirkan rencananya.
"Oh iya.. Safa! Kamu kenal sama Kak Rey kan?!" ucap Acha basa-basi.
"Maksud kamu Kak Reyhan? Iya, emangnya kenapa??" tanya balik Safa.
"Kebetulan bangett! Ini punya Kak Rey, kan? Tolong kamu kembaliin ya!" pinta Acha mengeluarkan jaket Rey dari dalam tasnya.
"Eh, iya! Ini punya Kak Rey! Kok bisa ada di lo!?" Safa menerima jaket tersebut, ia pun membolak-balikkan jaket tersebut untuk mengecek kembali ini milik Rey atau bukan.
Safa menelisik wajah Acha, memeriksa kejujuran Acha. Dan anehnya, Safa percaya dengan kebohongan Acha.
"Oke. Nanti gue balikin! Kalo gitu gue duluan yaa!!" pamit Safa meninggalkan Acha yang masih berdiri di tempatnya.
"Huftt.. masalah clear!! Yeayy!!" seru Acha tanpa sadar, membuat dia menjadi pusat perhatian siswa siswi yang ada di sekitar sana.
Ia pun langsung menunduk minta maaf pada mereka. Malu? Tentunya malu! Maka dari itu Acha langsung melangkahkan kakinya lebar, agar cepat sampai ke kelasnya.
Baru mau melangkahkan kakinya lagi, tiba-tiba tasnya serasa ada yang menarik. Acha langsung menoleh ke belakang.
"Darren!!" sungut Acha saat tahu Darren yang menjahilinya.
"Bwahahaha!!" tawa Darren menggelegar saat melihat Acha. Ia mengusap ujung matanya yang agak berair itu.
"Kamu kok suka banget sih, jahilin Acha?!!" geram Acha.
"Hehe,, maaf Cha.. Kebiasaan. Abis kamu lucu, sih! Apalagi kalo lagi ngambek! He he!" ujar Darren cengengesan.
__ADS_1
Acha semakin kesal, ia mengerucutkan bibirnya dan meninggalkan Darren yang masih cengengesan.
"Eh, Cha! Tungguin!!" seru Darren menyusul langkah Acha. Langkahnya yang lebar, membuatnya kini sudah berjalan disamping Acha.
"Oh ya, Cha. Tadi gue lihat lo ngobrol sama Safa,, kalian ngomongin apa??" tanya Darren, karena tadi dari jauh ia melihat Acha sedang mengobrol dengan Safa sebentar.
"Ih! Kamu nguping, ya!! Sejak kapan seorang Darren jadi tukang nguping?!!" cibir Acha tak percaya.
"Mana ada gue nguping!! Gue tadi liat lo lagi sama Safa!" balas Darren sombong.
"Terserah kamu, deh! Karepmuu!!" sinis Acha dengan campuran bahasa Jawa. Ia pun segera melangkah menuju ke kelas nya, diikuti oleh Darren di belakangnya.
Sesampainya mereka di kelas, kelas belum begitu ramai. Namun tentunya Karin dan Zain sudah siaga di tempat duduk mereka.
"Wih.. wihh.. Darren..udah ganti lagi aja lo.. si Dila kemana? tumben kagak ngintil?!!" ledek Zain tertawa ngakak.
"Bener kata lo. Kemana tuh anak? Udah ilang aja, haha!" timpal Karin.
"Mana gue tahu lah! Kalian pikir gue emaknya!!" balas Darren nge-gas.
"Udah ah, Acha nggak mau ikut-ikutan. Kucingnya udah jadi singa, entar kalau dia nya ngap! Habis Acha!" ujar Acha memilih duduk di bangkunya, di sebelah Karin.
"Oh iya, Cha! Tumben jam segini kamu baru sampe. Dari mana aja kamu?!" interogasi Karin dimulai. "Kalo ada apa-apa cerita dong, Cha! Berbagi itu indah, lho.." bujuk Karin mempengaruhi.
"Emm,, cerita nggak ya.." goda Acha membuat geram ketiga sahabatnya.
"Buruan!!" teriak ketiga sahabatnya bersamaan.
"Iya iya.. Jadi-"
Teng tengg tenggg.. Bel tanda pelajaran akan dimulai berbunyi.
"Yah.. udah bel!! Kapan-kapan aja deh ceritanya!" ujar Acha terkekeh.
Seketika wajah ketiga sahabatnya itu langsung murung. Merasa geram dengan tingkah Acha yang menurut mereka agak berbeda hari ini.
...…***…...
Hello,, apa kabar readerss! Smoga kalian sehat slalu yahh.. Makasih buat kalian yang masih stay dan ngasih dukungan🤗 Maaf yah, kalo masih ada kurang" nya.. Jangan lupa untuk like, komen n saran, dan klik favorit yahh...
Salam dari author dan Acha🥰
__ADS_1
Sayonara.. Muahh😘