Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Satu Setengah Tahun Lalu#Part 1


__ADS_3

Kini Acha dan dan Darren telah sampai di depan gerbang rumah Acha.


"Makasih ya," ucap Acha turun dari motor sembari melepas helm. Acha tampak kesulitan untuk melepaskan helm nya.


Darren yang melihat itu pun langsung membantu Acha melepaskan helm nya. "Gini aja nggak bisa!" ucap Darren tersenyum setelah melepaskan helm dari kepala Acha.


"Susah tau!!" sungut Acha kesal.


"Iya iya.. nggak usah ngambek juga kali.. Ya udah gue balik dulu," ucap Darren, menyalakan motornya.


"Eh nggak mau mampir dulu?" cegah Acha menghentikan Darren.


"Emm.." Darren tampak berpikir sejenak. "Enggak ah, kapan-kapan aja." sambungnya sambil tersenyum manis.


"Kenapa? Lagi sibuk ya?" tanya Acha yang tampak kecewa.


"Enggak, cuma sekarang kan udah sore. Eh kok muka lo jadi ditekuk gitu sih? Jangan-jangan lo pengennya gue mampir ya.." balas Darren menggoda Acha.


"Ihh.. ya enggaklah!! Apaan sih!" seru Acha menoleh ke sembarang arah.


"Cha, kok muka lo jadi merah sih?! OMG Cha!! Jangan bilang lo naksir lagi sama gue!!" ucap Darren berusaha untuk melihat wajah Acha, namun Acha terus menghindarinya.


"Apaan sih Darren!! Udah sana pulang!!" seru Acha kesal. "Pulang nggak?!" sambungnya dan langsung mencubit lengan Darren dengan keras.


"Auw auw auw!! Sakit Cha!!" teriak Darren kesakitan.


"Makanya buruan pulang!" seru Acha melepaskan cubitannya.


"Iya.. iya, bye cantikk!!" ucap Darren melambaikan tangannya dan langsung melajukan motornya sebelum nanti kena tabok Acha.


"Hihh Darren!!" teriak Acha. Tanpa ia sadari kedua sudut bibirnya terangkat, menerbitkan senyuman yang tampak begitu indah.


Acha pun segera masuk ke dalam rumahnya.


"Acha pulangg!!" seru Acha memasuki rumahnya. "Kayaknya pada belum pulang deh, ya udah ke kamar aja ah," gumam Acha karena melihat keadaan rumah yang masih sepi.


Sesampainya di kamar, Acha pun segera membersihkan tubuhnya karena jam sudah menunjukkan pukul 4 sore.


Sekitar 20 menit, Acha pun sudah memakai pakaian santainya. Ia pun memutuskan untuk membaca novel kesukaannya.


'Kruukkk' Acha memegang perutnya yang berbunyi. Ia pun melirik jam yang ada di atas nakasnya.

__ADS_1


"Udah jam 5 kok belum pada pulang sih?!" gumam Acha. "Laper lagi," sambungnya memegangi perutnya.


Ia pun memutuskan untuk turun ke dapur. Dan segera membuka kulkas. "Kosong?!" seru Acha. "Emangnya tadi siang Bi Marni nggak ke sini?" batin Acha bertanya-tanya.


Acha pun segera naik ke kamarnya, mengambil HP nya dan ternyata Papa Edwin menelpon.


"Halo, Nak, maafin Papa, ya. Papa tadi lupa ngabarin kamu kalo Papa nanti pulangnya jam 8 malam. Soalnya tadi Papa ada rapat dadakan sama klien dari luar negri, Nak." suara Papa Edwin di ujung sana.


"Oo, ya udah nggak papa kok, Pa. Terus Alvin sama Vina gimana, kok belum ada di rumah?" tanya Acha.


"Kalo mereka tadi siang udah Papa anter ke rumah nenek. Soalnya kan kamu pulangnya agak sore, takutnya kalo mereka ke rumah nanti nggak ada yang jagain." jawab Papa Edwin.


"Oo gitu.. terus Kak Rega kok juga belum pulang?" tanya Acha lagi.


"Kalo Kak Rega tadi udah nelpon Papa, katanya pulang jam 6 atau 7, soalnya mau ngerjain tugas kelompok dulu di kampus. Kamu nggak papa kan di rumah sendiri?" ucap Papa Edwin.


"Ya nggak papa lah. Lagian Acha juga udah besar, masa di rumah sendiri nggak berani." balas Acha berani.


"Iya iya.. Anak Papa emang udah besar. Ya udah kalo gitu Papa tutup ya teleponnya, soalnya Papa masih banyak kerjaan, Dahh~" ucap Papa nya.


"Dahh juga Papa," balas Acha dan memutuskan telpon tersebut.


"Hmm.. enaknya makan apa ya??" gumam Acha terlihat berpikir. "Ke kafe aja kali ya.. Sekalian ajakin Karin," seru Acha gembira.


"Iya, Cha. Kenapa?" tanya Karin di dalam telpon.


"Kamu lagi sibuk nggak? Ke kafe yuk, Acha laper nih, belum makan dari tadi," balas Acha manja.


"Emangnya di rumah kamu nggak ada makanan, Cha?" tanya Karin lagi.


"Enggak. Ayolah temenin Acha, hem??" bujuk Acha memohon.


"Emm.. oke lah. Kalo gitu ke kafe yang di depan sekolah kita aja, ya. Soalnya sekalian aku juga mau ke sana," ucap Karin.


"Oke!! Kalo gitu Acha siap-siap dulu ya.." Acha langsung menutup telponnya dan segera memakai jaket jinsnya dan memakai celana jins.


Ia pun segera memesan taxi online. Selang beberapa menit, taxi yang dipesannya pun datang. Ia pun segera menuju ke kafe depan sekolahnya.


Sepanjang jalan Acha terus menatap keluar jendela. Ramainya lalu lintas serta suasana sore hari mengingatkan Acha pada kejadian satu setengah tahun lalu.


Flashback On

__ADS_1


Sekitar jam 3 sore, Acha tengah dalam perjalanan pulang dari rumah temannya dengan menaiki taxi. Namun baru setengah perjalanan, tiba-tiba taxi yang ia naiki oleng, dan langsung menepi ke tepi jalan.


Supir taxi pun segera turun, memeriksa keadaan taxi nya.


"Haduh.. maaf Dek, ban mobilnya bocor," ucap supir taxi yang sudah seumuran Papa nya itu.


Acha tampak terkejut sejenak. "Ya udah, Pak. Saya turun disini aja, nggak Papa kok. Lagian juga udah deket sama rumah saya." ucap Acha ramah sembari keluar dari dalam taxi. Tentu saja Acha bohong kalau rumahnya sudah dekat.


"Ini Pak ongkosnya," sambung Acha menyodorkan uangnya.


"Makasih ya, Dek. Maaf nggak bisa nganter sampai rumah," ujar supir itu menyesal.


"Iya, Pak. Nggak papa kok. Kalau gitu saya pamit ya, Pak," pamit Acha.


"Iya, hati-hati ya, Dek," ucap supir itu. Acha pun membalasnya dengan senyuman ramah.


Acha pun segera berjalan menuju halte, sekedar untuk duduk. Sesampainya di halte, ia segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon kakaknya.


"Kakak lagi dimana?" tanya Acha pada Rega ditelpon.


"Kakak lagi disekolah, lagi les. Emang kenapa?" balas Rega bertanya.


"Emm.. nggak papa cuma tanya aja, hehe.." bohong Acha. Padahal ia ingin meminta kakaknya agar menjemputnya, tapi karena sekarang kakaknya sedang sibuk, ia pun membatalkan niatnya.


"Ya udah, kakak tutup telponnya ya," ucap Rega langsung menutup telponnya.


"Terus Acha pulangnya naik apa dong? Ogah banget kalo naik ojol, nanti yang dateng ojol nyebelin itu lagi!" gumam Acha kesal.


"Coba nyari taxi atau angkot dulu aja deh, semoga aja masih ada yang kosong," gumamnya lagi.


Bermenit-menit Acha mencoba menghentikan taxi atau pun angkot, namun sayang semuanya sudah penuh. Waktu semakin sore, namun Acha masih belum dapat kendaraan umum.


"Duh.. gimana nih.." gumam Acha kebingungan.


Hingga tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan Acha yang masih berdiri di depan halte.


"Acha??" panggil sosok yang mengendarai motor itu.


Acha pun langsung menatap sosok itu lekat-lekat. Namun percuma saja karena sosok itu memakai helm, sehingga wajahnya tak dapat Acha kenali.


"Maaf, anda siapa ya?" tanya Acha sopan pada sosok itu.

__ADS_1


Halo readers!! Makasih ya karena masih ngikutin kisahnya Acha😁 dan maaf ya kalo masih ada typo ataupun kesalahan lain. Jangan lupa like n komen ya.. Sayonara😉


Salam hangat dari Acha🥰


__ADS_2