Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Hilangnya Acha


__ADS_3

Matahari telah tenggelam sedari tadi. Menandakan hari telah petang. Rega melirik jam. Sudah pukul enam sore, namun Acha belum juga pulang. Berkali-kali Rega menelpon Acha, namun HP Acha tidak aktif. Membuat gempar seisi rumah.


"Gimana, Ga?? Diangkat??" Papa Edwin tampak cemas.


"Nggak aktif, Pa.. Papa nggak usah khawatir, mungkin aja tugas Acha itu banyak banget, jadi belum selesai ngerjainnya. Kalo gitu biar Rega susul Acha dulu.." Rega lagsung bersiap-siap, mengambil kunci mobilnya.


"Emang kamu tau nama kafe nya??" Papa Edwin bertanya pada Rega.


Rega terdiam. Ya, dia tidak tau Acha pergi ke kafe mana. Ia langsung teringat Darren. Beruntung beberapa hari lalu ia sempat meminta nomer Darren kepada Acha.


Ia pun langsung menelpon Darren. Berharap jika Acha sedang bersama Darren dan teman mereka yang lainnya. Telpon tersambung. Namun setelah ditanya, ternyata Darren juga tak tau Acha dimana. Sedari tadi pun Darren juga menelpon Acha, namun Acha juga tak mengangkatnya.


Darren pun memutuskan untuk datang ke rumah Acha. Tak butuh waktu lama bagi Darren untuk sampai di rumah Acha. Sesampainya disana,


Rega bercerita kepada Darren, jika Acha pamit ijin belajar bersama teman perempuannya.


"Teman perempuan?? Apa mungkin sama Karin??" gumam Darren membuat Rega menoleh menatapnya.


Darren pun langsung menelpon Karin.


📞📞📞


Halo.. Suara Karin ditelpon tersebut.


Halo Kar, lo lagi bareng sama Acha nggak?? tanya Darren to the point.


Enggak tuh.. Emang kenapa?? balas Karin bertanya.


Jadi Acha itu sampai sekarang belum pulang, dan HP nya dari tadi juga nggak aktif..


Tadi sih bilangnya mau ngerjain PR bareng temen ceweknya.. ujar Darren menceritakan.


What?! Jadi Acha ilang??! seru Karin berteriak dari ujung sana.


Makanya itu, gue takutnya Acha kenapa-napa.. suara Darren terdengar cemas.


Oke,, kalo gitu nanti coba gue tanyain ke temen-temen, ada yang liat Acha apa enggak.. ujar Karin.


Oke.. thanks ya.. balas Darren.


Tutt..


Darren memutuskan telpon tersebut. Ia kembali menatap keluarga Acha. Raut wajah kecewa dan cemas jelas terukir di wajah mereka semua.


"Bang, sambil nunggu kabar, gimana kalo kita cari Acha aja..??" ajak Darren pada Rega.


"Emang lo tau Acha ke kafe mana??" suara Rega terdengar putus asa.


"Coba aja kita datangi kafe-kafe yang pernah Acha datangi,, mungkin aja Acha di salah satu kafe itu.." jelas Darren. Papa Edwin dan Rega langsung menatap Darren. Kenapa mereka tidak kepikiran sampai ke situ??


"Iya juga, ya.. Kenapa gue nggak kepikiran,, Ya udah ayo kita cari Acha sekarang.. Ada beberapa kafe yang jadi favorit Acha, semoga aja Acha ada di salah satunya.." Rega berharap, begitu pula Papa Edwin.


Saat Rega dan Darren hendak mencari Acha, Papa Edwin memaksa untuk ikut. Namun dengan segala bujukan, akhirnya ia pun mengalah.


"Kalo Papa ikut, yang jagain Alvin sama Vina di rumah siapa?! Jadi, Papa nggak usah ikut, yah.. Biar Rega sama Darren yang cari Acha, Rega janji kok bakal bawa Acha pulang.." bujuk Rega membuat Papa Edwin tak bisa menolak.


"Kalian hati-hati ya,, bawa Acha pulang dengan selamat.." pesan Papa Edwin.


Rega dan Darren segera berpamitan pada Papa Edwin, Alvin, dan Vina. Mereka berdua langsung masuk ke mobil Rega. Rega pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman Raharja.

__ADS_1


.


.


Satu-persatu kafe telah mereka datangi. Namun hasilnya nihil,, mereka berdua tak menemukan tanda-tanda keberadaan Acha.


Darren pun mengirim pesan chat pada Dila, barangkali Dila tau atau melihat Acha.


📲


^^^Dil, boleh tanya nggak??^^^


Tinggal tanya aja


kali,, biasanya juga gitu😒


^^^Serius gue Dill,^^^


^^^penting ini..^^^


Iya iya..


Mau tanya apa sih??


Serius amat dah🧐


Jangan bilang mau


nyontek PR lagi,,


Kalo PR mending


Jangan tanya ke gue,


Gue belum ngerjain!


.


Degg! Darren terdiam, tak membalas pesan dari Dila.


Ting..


Tingg..


Pesan-pesan Dila berhasil menyadarkan Darren dari lamunannya. Ia langsung menggelengkan kepalanya cepat. Ia pun membaca pesan dari Dila.


Darren! Woi!!


Jadi nanya nggak sih?!


^^^Eh.. Lo lagi dimana??^^^


Lagi di rumah,,


emang kenapa??


^^^Nggak papa..^^^


^^^Cuma nanya aja😅^^^

__ADS_1


Udah?? Itu doangg??


Dasar bambankk!!


Gue kira apaan😒


^^^Hehe😅🙏^^^


.


Dila tak lagi membalas. Saat Darren tengah berkutat dengan pemikirannya, tiba-tiba Rega menghentikan mobilnya secara mendadak. Membuat Darren hampir kejedot kepalanya.


"Kenapa, bang??" Darren menatap Rega penuh tanya. Namun Rega tak bergeming. Ia langsung menerima panggilan video dari nomer tak dikenal, yang ia sudah tau pasti siapa pemilik nomer tersebut.


"Mau apa lagi lo?! Gue nggak ada urusan sama lo!!" tegas Rega hendak mematikan panggilan video tersebut.


"Eits! Jangan dimatiin dulu dong!! Lo nggak mau lihat gue lagi sama siapa??" sinis seseorang yang tak lain adalah Andra, musuh bebuyutan Rega.


Seketika suara itu mengejutkan Darren. Suara seseorang yang sangat ia kenal dan rindukan. Diam-diam Darren melirik Rega. Ia mencoba mengintip dengan siapa Rega melakukan panggilan video. Kedua mata Darren langsung membola, tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Rega mengurungkan niatnya untuk mematikan panggilan tersebut. Tampak Andra berjalan ke suatu tempat. Beberapa saat kemudian, ia berjongkok di sebelah seorang gadis yang sudah tak sadarkan diri.


"A-cha??!" kedua mata Rega langsung membola. Melihat keadaan adiknya yang sangat menyedihkan itu. Terkulai di atas tanah tanpa alas, dengan kedua tangan dan kakinya terikat. Bahkan mulutnya pun tertutup rapat oleh lakban. Yang semakin membuat Rega marah yaitu tampak darah mengalir di dahi Acha.


"Sialan!! Lo apain adek gue, hah!! Beraninya lo nyulik adek gue!!" bentak Rega penuh emosi.


"Gue nggak bakal apa-apain adek lo kok,, asalkan lo dateng ke sini.." Andra tersenyum sinis. "Dateng ke alamat yang gue kirim, jam 7 nanti.. Inget! Lo harus dateng sendiri,, Jangan pernah berpikir buat lapor polisi! Dengan begitu adek lo bakalan aman.." papar Andra sinis. Ia pun langsung mematikan panggilan video tersebut.


"Sial!!" Rega memukul setir mobil berulang-ulang.


"Bang Andra??" gumam Darren dengan tatapan kosong.


Mendengar ucapan Darren, sontak Rega langsung menoleh, menatap Darren penuh tanya.


"Apa maksud lo?? Lo kenal sama breng*ek itu?!" tanya Rega menggebu.


"Bang Andra.. Dia.. abang saya.." tatapan Darren masih kosong. Menatap sembarang arah.


Kedua tangan Rega langsung menarik kerah Darren. "Apa maksud lo?? Jadi lo adik si bareng*ek itu, hah?! Jawabb!!" amarah Rega kian membeludak.


Darren tak bergeming. Membiarkan Rega menarik kerah bajunya dan memakinya.


"Lo liat, ulah abang lo?! Gara-gara abang lo.. Adek gue.." mulut Rega bergetar, ia tak melanjutkan kata-katanya.


"Maaf, bang.. Maafin abang saya-"


"Maaf?? Adek gue dalam bahaya gara-gara ulah abang lo yang gila itu..! Dan lo?? Cuma bilang maaf??!!" sinis Rega dengan wajah memerah.


Darren menunduk merasa bersalah. "Maaf bang,, Maafin abang saya.. Saya juga nggak nyangka abang saya bakal jadi begini. Abang saya mulai berubah semenjak kecelakaan maut itu. Dia bahkan tak mengingat keluarganya sendiri.." Darren terdiam, tak meneruskan ucapannya.


Mendengar cerita Darren, Rega langsung bungkam. Hatinya sedikit iba mendengar ucapan Darren.


'Kecelakaan maut??'


...…***…...


Halo.. haloo readers😃 Sebelumnya makasih ya,, buat kalian semua yang masih setia nunggu kelanjutan kisahnya Acha dkk🤗🤗 Maaf ya, kalo masih typo dan kesalahan lain🙏 Jangan lupa untuk selalu dukung author, dengan cara like, komen n saran,, dan klik fav bagi yang belum😃🤗


See You😘😘

__ADS_1


__ADS_2