Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Satu Setengah Tahun Lalu#Part 2


__ADS_3

"Acha??" panggil sosok yang mengendarai motor itu.


Acha pun langsung menatap sosok itu lekat-lekat. Namun percuma saja karena sosok itu memakai helm, sehingga wajahnya tak dapat Acha kenali.


"Maaf, anda siapa ya?" tanya Acha sopan pada sosok itu.


Sosok itu pun langsung melepaskan helm yang ia pakai. "Acha kan??" tanya sosok itu kembali memastikan. Kini wajahnya sudah tak tertutup helm.


"Kak Rey?!" seru Acha terkejut.


"Iya, ini gue. Lo dari mana? Udah jam segini kok masih belum pulang?" tanya Rey masih di atas motornya.


"Emm.. ini baru mau pulang. Lagi nyari taxi atau angkot. Tapi dari tadi belum dapet." balas Acha tampak lesu.


"Kalo gue anter aja gimana?" ujar Rey menawari.


"Eh enggak usah!! Nanti malah ngerepotin Kak Rey lagi," tolak Acha cepat.


"Kata siapa ngerepotin, gue mau kok nganterin lo. Ayo naik!" ajak Rey.


"Beneran nggak ngerepotin?" tanya Acha memastikan.


"Engga.. Eh, tapi gue cuma bawa helm satu. Gimana kalau nanti kita lewat jalan kampung aja, jadi kan nggak bakal kena tilang walau nggak pakai helm." usul Rey. "Tapi mungkin nanti sampe di rumah kamunya agak lama," sambungnya.


"Iya, nggak Papa kok, yang penting Acha pulang," balas Acha tersenyum manis.


"Ya udah, yuk naik!" ucap Rey bersemangat.


Acha pun segera naik, dan motor Rey pun segera melaju membelah jalanan. Jalan yang mereka lewati bukan jalan yang biasanya Acha lewati untuk pulang. Tentu saja memberikan kesan baru bagi Acha.


"Cha, makan dulu yuk!!" ajak Rey.


"Apa kak?! Acha nggak dengar!!" balas Acha yang memang tak mendengar jelas ucapan Rey.


Rey pun menepikan motornya dan berhenti. "Makan dulu yuk! Gue belum makan siang nih!" ucap Rey menengok ke belakang. Saat ini wajah mereka hanya berjarak 15 cm saja.


Seketika Acha langsung terkejut. Matanya melotot dan mulutnya menganga. Keduanya langsung terdiam. Suasana diantara mereka seketika menjadi canggung.


Rey pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ehemm!!" Rey berdehem dan menatap ke sembarang arah. "Makan dulu yuk, Cha!" ajak Rey memecah kecanggungan.


"Em... emangnya Kak Rey pengen makan apa?" balas Acha, mencoba menghapus rasa gugupnya.


"Gimana kalo makan nasi goreng aja? Gue tau tempat yang enak dimana. Mau yah?? Gue traktir deh," ujar Rey dengan tatapan puppy eyes nya. Kedua telapak tangannya menyatu memohon.

__ADS_1


'Ya ampun.. kenapa Acha jadi deg-degan ya..' batin Acha merasa gugup melihat tingkah Rey yang sangat imut itu.


"Ya udah terserah Kak Rey aja. Acha mah ngikut aja," balas Acha dengan senyuman manisnya.


'Ya ampun Cha.. jangan senyum gitu napa.. nih jantung serasa mau copot tau,' batin Rey. Ia tentu saja terpesona dengan senyuman manis Acha.


"Bisa-bisa gue diabetes nih kalo kelamaan liat senyum lo," ujar Rey tanpa sadar. Membuat Acha terkejut mendengarnya. Satu detik kemudian Rey baru menyadari ucapannya.


"Eh..enggak gitu.. maksud aku- eh maksud gue- Haishh! Ngomong apa sih gue!!" seru Rey tergagap, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Acha yang melihat tingkah Rey pun dibuat tertawa hingga menangis. Ia pun mengusap air mata di ujung matanya.


"Kok kamu- eh lo kok ketawa sih, emang ada yang lucu ya?" tanya Rey masih tergagap.


"Lagian Kak Rey lucu banget sih.. Aku- eh gue.. Kamu- eh lo, hahahaha!!!" ucap Acha menirukan Rey, membuatnya kembali tertawa.


"Dan, terserah Kak Rey mau manggil Acha apa. Senyamannya Kak Rey aja. Acha nggak masalah kok dipanggil apa, yang penting panggilannya nggak aneh-aneh, hehe," sambung Acha kembali menerbitkan senyuman manisnya.


"Ya udah.. kalo gitu yuk kita berangkat!! Nih cacing udah pada demo tau!!" ucap Rey dan kembali membuat Acha tertawa.


'Cantik' batin Rey tersenyum menatap Acha.


Seketika tawa Acha terhenti ketika kedua tangannya ditarik Rey. "Pegangan," ucap Rey meletakkan tangan Acha di pinggangnya.


Motor milik Rey pun kembali melaju. Setelah beberapa menit perjalanan, mereka pun berhenti di pinggir jalan. Sebuah warung tenda yang lumayan besar berdiri di sana. Terdapat tulisan 'Nasi Goreng Bu Nem' di tenda tersebut.


Mereka berdua pun segera turun dari motor. "Yuk masuk!" ajak Rey, menarik tangan Acha.


"Buk.. nasi gorengnya dua ya!!" seru Rey pada seorang wanita paruh baya yang kini tengah memasak. "Oke.. kayak biasanya, Den?" tanya wanita itu. Rey pun membalasanya dengan anggukan kepala.


"Yuk duduk," ucap Rey sambil menarik sebuah kursi untuk Acha.


"Makasih," balas Acha dan segera duduk di kursi tersebut.


Begitupun dengan Rey. Mereka saat ini duduk saling berhadapan. Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang.


"Monggo dimakan," ucap Bu Nem sembari meletakkan dua piring nasi goreng beserta dua gelas es teh di meja mereka.


"Makasih buk," balas Rey. Acha pun mengangguk sambil tersenyum ramah pada Bu Nem.


"Cobain Cha, ini itu enak banget lho!" ujar Rey sembari memakan nasi gorengnya.


Acha menatap nasi gorengnya. Ada keraguan di wajah cantiknya itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kamu nggak suka?" tanya Rey saat melihat keraguan Acha.


"Bukan gitu, Kak!" jawab Acha cepat. "Acha suka nasi goreng, cuman Acha alergi sama udang." sambung Acha jujur.


Memang nasi goreng yang dipesan oleh Rey adalah nasi goreng seafood. Karena itu adalah makanan kesukaan Rey.


"Eh, maaf.. aku nggak tau kalo kamu itu alergi udang.. terus gimana, apa kamu mau pesen lagi aja?" tanya Rey agak menyesal.


"Eh nggak usah Kak. Acha masih kenyang kok!" tolak Acha.


"Kalo gitu gini aja," ucap Rey sembari mengambil semua udang yang ada di nasi goreng milik Acha menggunakan sendoknya. "Sekarang udah nggak papa kan??" tanya Rey lagi.


Acha yang melihat tingkah Rey pun tersenyum. Ia tak menyangka Rey akan sangat perhatian dengannya. "Iya nggak papa," jawab Acha tersenyum, dan langsung melahap nasi gorengnya.


"Enak?" tanya Rey saat Acha tengah mengunyah makanannya. Acha pun menjawabnya dengan anggukan kepala dan juga senyumannya.


Tiba-tiba tangan Rey mengusap sudut bibir Acha. Membuat Acha mematung tak berkedip. "Ada nasinya," ucap Rey menyadarkan Acha.


Mereka berdua pun melanjutkan melahap makanan mereka hingga habis. Setelah itu mereka pun beranjak berdiri hendak membayar.


"Totalnya berapa, Bu?" tanya Rey pada Bu Nem.


"36 ribu, Den," jawab Bu Nem ramah.


Rey pun menyodorkan uangnya. "Makasih, Den. Oh iya itu siapa Den? Pacar ya.." goda Bu Nem menatap Acha.


"Bukan!" "Belum," ucap Acha dan Rey bersamaan.


"Kenalin, Bu. Namanya Acha. Cantik kan?!" ujar Rey dan langsung mendapat tatapan tak percaya dari Acha.


Acha pun tersenyum ramah pada Bu Nem. "Iya, cantik, Den," balas Bu Nem tersenyum juga.


"Ya udah, kalo gitu kita pulang dulu ya, Bu. Udah sore soalnya." pamit Rey sembari menyalami Bu Nem. Begitupun dengan Acha.


"Ya, hati-hati di jalan. Calonnya dijagain!" ucap Bu Nem kembali menggoda mereka berdua.


"Asyiapp!!" balas Rey hormat ala tentara.


Acha yang melihatnya pun hanya tersenyum kikuk, tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Hola readers!! Makasih karna masih ngikutin kisahnya Acha. Maaf kalo masih ada typo atau kesalahan lain🙏 Mohon dimaklumi karna ini karya pertama author.. Jangan lupa like, komen, n saran nya ya.. 🤗🤗


Salam hangat dari Acha n Rey😚

__ADS_1


Sayonara👋👋


__ADS_2