Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Perasaan Aneh


__ADS_3

"Kok berhenti sih, Darren?" tanya Acha ketika Darren menghentikan motornya ke tepian jalan raya. "Kan rumah Acha masih jauh," sambung Acha.


"Turun." perintah Darren. Acha pun menurut dan segera turun dari motor.


juga.


"Darren nggak ikhlas ya, nganterin Acha? Kalo nggak niat nganterin Acha sampe rumah, terus ngapain tadi ngajakin pulang bareng, sih! Kalo Acha turun disini, terus Acha ke rumah naik apa?" komen Acha panjang lebar karena merasa kesal dengan Darren.


Darren tidak menjawab Acha. Ia pun segera memarkirkan motornya ke tepian jalan raya. Setelah ia melepas helm yang ia pakai, ia juga melepaskan helm yang Acha pakai.


"Siapa yang nggak niat anterin lo? Tadi pas di jalan lo minta apa??" ucap Darren menyentil pelan dahi Acha. Acha pun nampak berpikir sambil mengelus dahinya yang tadi disentil oleh Darren.


Flashback On


Ketika Acha dan Darren masih di jalan menuju ke rumah Acha.


"Darren, beli es krim dulu yuk!!" ajak Acha dengan agak berteriak karena mereka sedang di jalan dan memakai helm.


Namun Darren diam tak merespon ucapan Acha karena ia sedang fokus melajukan motornya.


Acha pun kembali diam karena tak mendapat respon dari Darren. Ia mengira bahwa Darren tak mendengar permintaannya lantaran bisingnya suara kendaraan yang tengah berlalu lalang.


Namun siapa sangka kalau Darren mendengar permintaan Acha. Bagaimana Darren tidak dengar kalau Acha saja berteriak tepat di telinganya. Meskipun ia memakai helm tetap saja suara Acha terdengar nyaring di telinganya.


Flashback Off


Dan disinilah mereka sekarang. Di depan sebuah kafe kecil namun tampak mewah.


"Ngapain kita kesini??" tanya Acha kebingungan.


"Haduh.. Acha.. Lo itu belum tua, tapi kok udah nyicil pikun aja sih!" ucap Darren mulai habis kesabarannya.


"Tadi lo sendiri kan yang minta beli es krim. Masak sekarang udah lupa!!" sambungnya merasa gemas.


"Eh kirain Acha tadi Darren nggak dengar pas Acha minta es krim. Ya maaf, hehe.." ucap Acha sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Terus sekarang mau pulang aja??" tanya Darren sengaja menjahili Acha.


"Ya janganlahh!! Udah sampe sini masa pulang!" cegah Acha karena ia memang sangat menyukai es krim.


"Ya udah, ayo!" ajak Darren menarik tangan Acha dan mereka pun masuk ke toko es krim tersebut. Lalu mereka pun segera duduk di kursi yang masih kosong.


"Lo mau yang rasa apa?" tanya Darren sambil melihat-lihat daftar menu nya.


"Emm.. Acha mau yang stroberi aja, es krim stroberi spesial tapi yang jumbo." jawab Acha bersemangat.


"Oke. Mba!!" panggil Darren pada sangat waiters.


"Iya, mau pesan apa?" tanya waiters dengan ramah.


"Es krim stroberi spesial yang jumbo satu." jawab Darren.

__ADS_1


"Itu saja?" tanya waiters itu lagi.


"Iya." jawab Darren.


"Baik tunggu sebentar kalau begitu." ujar waiters ramah. Lalu ia pun segera meninggalkan mereka berdua untuk menyiapkan pesanan mereka.


"Darren kok nggak pesan?" tanya Acha. "Kalo Darren nggak punya uang, bilang, biar Acha yang beliin." sambung Acha dengan imutnya.


Membuat Darren merasa gemas melihatnya. "Engga.. lagi males aja." jawab Darren mengacak rambut Acha. Melihat ekspresi Acha yang tampak terkejut, Darren pun segera menarik kembali tangannya.


Beberapa menit kemudian, sang waiters pun datang dengan membawa pesanan Acha. Mata Acha langsung berbinar ketika melihat es krim yang tampak sangat lezat itu.


"Terima kasih, Mba!" ucap Acha antusias.


Sang waiters pun menjawab dengan anggukan dan meninggalkan mereka.


"Hemm enak bangettt!!" seru Acha setelah mencicipi es krim itu. Ia pun kembali menyendok es krim nya. Saking enaknya, ia sampai menghentak-hentakkan kedua kakinya lantaran merasa senang.


Darren yang melihat Acha senang pun ikut tersenyum.


"Darren nggak mau nyoba? Enak banget lhoo!" ucap Acha menawari.


"Engga ah" jawab Darren singkat.


"Ayolah cobain..sesuap aja.. kan Darren yang ajak Acha ke sini.. Aaaa.." bujuk Acha hendak menyuapi Darren.


Darren menghela napas panjang. Dan akhirnya ia pun membuka mulutnya.


"Gimana? Enak kan?" tanya Acha antusias setelah menyuapi Darren.


"Ya udah, kalo gitu biar Acha yang abisin!" ucap Acha kesal dan langsung memakan es krim nya dengan cepat.


"Makannya pelan-pelan, Cha," ucap Darren sembari mengelap sisa es krim yang ada di sudut bibir Acha dengan jarinya.


Lagi-lagi Acha dibuat terkejut dengan perlakuan Darren padanya. Ia pun segera mengelap bibirnya sendiri. Jujur, perlakuan Darren membuat Acha merasa deg-degan.


Darren hanya tersenyum melihat tingkah Acha yang menurutnya sangat lucu. Ia pun terus memandangi Acha yang tengah memakan es krim nya.


"Darren bisa nggak sih nggak usah liatin Acha kayak gitu!" ujar Acha karena merasa kurang nyaman.


"Emang kenapa?" tanya Darren.


"Ya.. soalnya Acha jadi deg-degan terus! Nggak nyaman tau!!" balas Acha cemberut.


Tentu saja jawaban Acha membuat Darren langsung tertawa, membuat Acha semakin kesal.


"Nggak lucu tauu!!" sungut Acha kesal.


"Iya iya maaf. Cepetan habisin, keburu sore," balas Darren sembari melirik jam tangannya.


"Mba, minta bil nya!" seru Darren memanggil waiters yang tadi setelah Acha menghabiskan es krim nya.

__ADS_1


"Semuanya 50 ribu mas," ucap waiters itu.


"Ini mba," ujar Acha menyodorkan uang 100 ribu.


"Eh lo ngapain sih Cha?!" seru Darren menghentikan Acha. "Biar gue yang bayar, kan gue yang ajak lo kesini," sambungnya.


"Enggak! Tadi kan Acha yang makan, Darren aja cuma makan sesendok, jadi Acha yang bayar." bantah Acha.


"Nggak, pokoknya gue yang bayar! Ini mba, 50 kan?" ucap Darren menyodorkan uang 50 ribu.


"Jangan mba, ini aja," ucap Acha menyodorkan uang nya lagi.


Membuat sangat waiters bingung harus menerima uang siapa. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menerima uang Darren.


"Ihh.. mba kok gitu sih?!" protes Acha pada waiters itu.


"Gini mba, uang masnya kan uang pas sedangkan punya mba uang lebih. Selain itu kalo lagi jalan, biarin cowoknya aja yang bayarin. Masa cewek yang harus bayar?!" balas sang waiters sambil tersenyum.


Darren yang mendengar jawaban sang waiters pun tersenyum menang dan langsung mengacungkan jempol pada waiters itu.


"Ih mba, bilangnya kok gitu sih! Lagian dia itu bukan cowoknya Acha, tapi TEMEN!" protes Acha lagi.


"Ya udah sih, Cha. Biarin aja. Kalo lo protes terus, kita mau pulang kapan??" ucap Darren menghentikan Acha yang hendak protes lagi.


"Makasih ya mba, Permisi!" sambungnya dan segera keluar meninggalkan Acha.


"Ihh Darren!! Tungguin!!" teriak Acha dan langsung berlari menyusul Darren.


Sang waiters hanya tersenyum geleng-geleng kepala melihat tingkah merek berdua. "Dasar anak zaman sekarang.. Ngakunya temen tapi kadang romantisnya sampe OD," gumam sang waiters (OD : overdosis).


"Yuk, naik!" ajak Darren yang sudah di atas motornya.


"Helm nya mana?" ucap Acha mengulurkan tangannya.


"Oh iya. Lupa," balas Darren dan langsung memakaikan helm ke kepala Acha.


Deg deg deg..


Lagi-lagi Acha merasa deg-degan. Seketika Acha diam membeku.


"Cha!! Ayo naik!" seru Darren mengagetkan Acha.


"Eh iya iya," balas Acha gugup dan segera menaiki motor.


"Pegangan" perintah Darren menarik tangan Acha ke pinggangnya.


Deg deg deg deg....


"Duh, Acha kenapa ya?? Apa jangan-jangan Acha sakit jantung??" batin Acha merasa aneh dengan dirinya.


Halo guyss.. makasih udah ngikutin kisahnya Acha..maaf ya kalo masih ada kesalahan. Jang lupa like, komen, n saran buat author supaya lebih baik lagi dalam menulis.. Arigato

__ADS_1


Salam hangat dari Acha😘


Sayonara..


__ADS_2