Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Toilet Angker


__ADS_3

'Teng tengg tengg' bel istirahat telah berbunyi. Para siswa segera berhamburan keluar kelas. Ada yang pergi ke kantin, ke perpus, ataupun hanya tinggal di kelas untuk sekedar ngerumpi.


"Cha, kamu nggak lupa kan?" tanya Karin masih fokus pada buku yang dibacanya, namun tak dijawab lantaran Acha tengah melamun.


"Woi!! Cha!! Kamu mah kebiasaan banget deh suka ngelamun!" teriak Karin sambil menggebrak meja Acha menggunakan buku yang tadi ia baca. Sontak membuat Acha terkejut.


"Hihh Karin aku itu belum budeg tau!! Kamu nggak teriak aja aku udah denger!!" teriak Acha gantian.


"Lagian kamu gue ajak bicara malah ngelamun terus! Kamu mikirin apa sih?!" sewot Karin.


"Acha yang ngelamun kok Karin yang yang sewot sihh?!" seru Acha tak mau kalah.


Entah setan mana yang merasuki mereka berdua sampai membuat mereka ribut. Padahal sebelumnya mereka belum pernah ribut.


"Bran.. pisahin noh.. lo kan ketua kelas!" bisik Neta dan diangguki dua teman lainnya. Mereka saat ini juga sedang di kelas, mencatat materi pelajaran tadi.


"Oke bentar..Masalah gini mah kecill!" ujar Gibran enteng. Ia pun segera berjalan mendekati Acha dan Karin. Baru berjalan 5 langkah, tiba-tiba sebuah buku melayang ke arah Gibran. 'Teplak!!' buku itu tepat mengenai kepala Gibran.


"Sans, nggak papa..masih aman kok!" ucap Gibran menenangkan Neta dan kawan-kawannya.


Tak hanya buku, bahkan kotak pensil, tipe-x, juga semuanya melayang karena ulah Acha dan Karin.


"Owhh astaga!! Nyaris aja wajah ganteng gue kena lagi.." ujar Gibran deg-degan.


Baru saja ia bernapas lega, namun tiba-tiba datang sebuah sepatu terbang ke arahnya. Dan 'Blowkk!!' tepat terkena wajahnya.


"OMG!! Wajah ganteng guee!!" teriak Gibran heboh, membuat semua murid menoleh ke arahnya, termasuk Acha dan Karin. Mereka bahkan baru menyadari kalau ada Gibran di dekat mereka.


"Gibran hidung lo!!" teriak Neta histeris.


Seketika Gibran langsung mengusap hidungnya. Dilihatnya darah yang kini sudah menempel di tangannya. "Aaaa.. Darah!!!" teriak Gibran dan langsung pingsan. 'Brukk!' tubuh Gibran ambruk di lantai.


Para murid yang ada di dalam kelas pun langsung berlari mendekati Gibran.


"Bran.. Gibran! Bangunn!!" seru Neta menggoyangkan tubuh Gibran, mencoba membangunkannya. Namun usahanya sia-sia karena Gibran tak kunjung bangun.


"Kenapa ini?!" seru Darren bertanya di ambang pintu. Ia dan Zain tidak tau kalau tadi Acha dan Karin cek-cok, karena mereka baru saja dari kantin.


"Gibran, Ren! Gib-Gibran pingsan!!" jawab Acha tergagap.


"Whatt?!" Darren dan Zain terkejut. Mereka langsung berlari ke kerumunan teman-temannya. Dilihatnya Gibran yang terbaring di lantai.


"Cepet ambil tandu, bawa dia ke UKS!!" titah Darren.

__ADS_1


Dengan segera Zain dan Rio (teman satu kelas mereka) berlari mengambil tandu. Dan langsung mengangkat Gibran menggunakan tandu tersebut menuju ke UKS, diikuti oleh Darren, Acha, Karin, Neta, dan teman-temannya.


Di sepanjang jalan menuju UKS, banyak pasang mata memperhatikan mereka. Para siswa yang tidak tau kejadiannya pun bertanya-tanya apa yang terjadi.


"Kenapa ini?!" tanya Bu Rina yang juga penjaga UKS ketika mereka sampai di UKS.


"Pingsan Bu," jawab Darren dan langsung membantu membaringkan Gibran ke atas brankar.


"Terus dia kok bisa mimisan?" tanya Bu Rina sembari memeriksa Gibran.


"Emm.. jadi gini Bu..tadi dia itu mukanya nggak sengaja kena lemparan sepatu.." jelas Neta tergugup.


"Hahh?!!" teriak Bu Rina, Darren, dan Zain bersamaan. "Kok bisa??" sambung Bu Rina bertanya. Neta dan teman-temannya diam tak berani menceritakan kejadian tadi.


"Loh, Cha, sepatu lo kok cuma sebelah??" tanya Darren melihat kaki Acha yang hanya menggunakan sepatu di kaki kanannya.


"Ehh.. anu..tadi sepatu Acha di tarik Karin terus dilempar.. eh malah kena Gibran.." jelas Acha gugup, melirik ke Karin. "Karin yang udah bikin Gibran pingsan!" seru Acha menunjuk Karin.


"Kok gue sih!! Kamu dulu ya yang mulai.. suruh siapa ngelempar buku gue sembarangan!" elak Karin menunjuk balik Acha.


"Udah udah!! Kalian kenapa malah ribut sih?!" sela Darren menengahi mereka.


"Kalian berdua ke ruang BK sekarang!!" titah mutlak Bu Rina . "Dan yang lainnya kembali ke kelas!" sambungnya. Mereka semua pun langsung menuruti perintah Bu Rina tanpa ada yang membantah.


'Tok tok tok' bunyi pintu yang diketuk oleh Acha.


"Masuk!" suara seorang wanita yang kini tengah membuka buka dokumen. "Siapa?" tanya Bu BK ketus.


"Saya Farasya Rena Raharja, Bu." jawab Acha menunduk.


"Saya Agatha Karina Mahesa, Bu." jawab Karin juga menunduk.


"Ibu dengar kalian berdua membuat salah satu teman kalian pingsan, apa benar?!" tanya Bu BK to the point dengan nada mengintimidasi.


"Iy iya, Bu. Kami tidak sengaja.." jawab Acha dan Karin bersamaan.


"Bagaimana bisa melemparkan sepatu dan buku ke orang yang sama itu kalian sebut tidak sengaja?!" gertak Bu BK.


Seketika suasana di dalam ruangan menjadi sangat mencekam akibat aura yang dimiliki Bu BK. Semua siswa di IHS tau seberapa galaknya Bu BK.


"Karena kalian sudah melanggar tata tertib sekolah, maka kalian akan di hukum! Kalian harus membersihkan toilet perempuan bagian belakang sampai bersih, sekarang!!" ujar Bu BK dengan keras.


Toilet perempuan bagian belakang adalah toilet yang kini sudah jarang digunakan. Banyak rumor yang beredar tentang toilet itu, salah satunya yaitu bahwa disana angker.

__ADS_1


Semua siswa tentu saja sudah tau tentang rumor itu. Bahkan sudah banyak siswa yang mengaku melihat penampakan perempuan rambut panjang disana.


"Ba baik Bu. Permisi." balas Acha dan Karin dan mereka pun segera keluar dari ruangan horor itu. Mereka segera mengambil perlengkapan untuk membersihkan toilet.


Selama perjalanan menuju ke toilet Acha dan Karin hanya diam, tak ada yang membuka suara.


"Dasar guru galak!! Cepet tua baru tau rasa!!" gumam Karin jengkel. Acha yang mendengar ocehan Karin pun tertawa cekikikan.


"Ngapain kamu ketawa? Emang ada yang lucu?!" ucap Karin mulai nge-gas.


"Mana ada.. Acha nggak ketawa kok!" elak Acha. Padahal tadi sangat jelas kalau ia menertawakan Karin yang sedang mengoceh.


Sesampainya mereka di toilet, mereka segera bersiap membersihkan toilet tersebut. Di dalam toilet itu terdapat 6 bilik. Dan mereka pun memutuskan untuk membaginya, jadi masing-masing membersihkan 3 bilik.


"Gue sebelah sini, kamu yang sebelah sana!" ujar Karin pada Acha dan dianggukinya.


Setelah beberapa menit, tersisalah 1 bilik yang belum dibersihkan.


"Yang ini dikunci!" seru Acha pada Karin. Karin pun segera menghampiri Acha, mencoba untuk membuka pintu bilik itu.


"Eh iya.. kok dikunci sih?!" ucap Karin, menggedor-gedor pintu itu. "Mana Acha tauu! Ada orangnya kalii," balas Acha tersenyum jail.


Acha pun iseng mengetok pintu itu. "Helloo.. siapa didalem? Bukain pintunya dong!!" seru Acha bercanda.


"Kamu gila ya?! Mana mungkin di dalem ada orangnya!" ujar Karin nge-gas.


'Tok' suara ketokan dari dalam. "Cha, nggak usah becanda bisa nggak sih!" seru Karin. "Acha nggak ngapa-ngapain!! Suerr!!" balas Acha serius.


'Tok tok..Prangg!!' suara ketokan disusul suara benda jatuh mengagetkan mereka berdua.


"Kalo bukan kamu.. terus itu apaan Chaa??" gagap Karin mulai ketakutan. Begitupun Acha, wajahnya terlihat lebih ketakutan.


Tiba-tiba leher mereka berdua serasa seperti ditiup. Keduanya langsung saling pandang. Merinding!! Itulah yang dirasakan mereka.


"Huaa!!!" teriak Acha langsung berlari keluar meninggalkan Karin.


"Tungguin gue Chaa!!" teriak Karin menyusul Acha berlari keluar dari toilet angker itu.


*Lalu suara apakah yang berasal dari dalam toilet itu?? Entahlah karena hingga saat ini author juga belum tahu:)*


Halo readers🤗 Maaf kalo masih ada salah kata n typo🙏 Jang lupa tinggalkan jejak kalian yaa👍 Thankss😁


Salam hangat dari Acha n Karin😘

__ADS_1


Sayonara😉


__ADS_2