Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Penyiksaan X Penyelamatan


__ADS_3

"Dil-la??"


Seketika pemukul kayu itu terlepas dari tangan Darren. "Tapi.. kenapa Dil??! Salah Acha apa sama lo? Sampai lo tega nyakitin Acha gini??" tanya Darren tak percaya.


Dila tak bergeming. Dirinya lantas menatap Acha yang sudah babak belur. Senyuman sinis terbit di wajah Dila.


"Jawab gue, Dil!!" bentak Darren dengan mengguncang pundak Dila.


"Karena dia udah ngerubah lo!! Sikap lo berubah semenjak kenal sama dia!!" teriak Dila tak kalah membentak. Dila menatap kedua mata Darren. Tatapan yang belum pernah Darren lihat selama mereka berteman.


"Dari dulu, lo nggak pernah bilang 'enggak' ke gue,, tapi semenjak lo kenal sama cewek murahan itu, sikap lo ke gue berubah! Lo lebih pentingin dia yang baru lo kenal, dibanding gue, temen lo dari kecil!" seru Dila emosi, membuat Darren terkejut mendengarnya.


Dila menunjuk Acha dengan penuh penekanan. "Gara-gara cewek murahan itu-"


Plaakk!!


Seketika sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Dila. Membuat Dila langsung terdiam. Memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Darren.


"Cukup, Dila!! Acha bukan cewek murahan!! Dan, gue berubah juga nggak ada hubungannya sama Acha..! Lo nggak bisa salahin Acha!" Darren kembali membentak Dila.


Dila kembali menatap Darren dengan tangan yang masih memegang pipi kirinya. "Lo liat?? Demi belain cewek itu,, lo sampe tega nampar gue.." sinis Dila dengan bibir gemetar. Bahkan air mata kini sudah menggenang di pelupuk matanya.


"DEMI CEWEK ITU, LO TEGA NAMPAR GUE!!" teriak Dila sekencang-kencangnya. Sedetik kemudian air yang sedari tadi menggenang di pelupuk mata, langsung mengalir di pipinya.


Andra yang baru saja kembali dari buang air kecil, terkejut mendengar teriakan Dila. Saat ia datang, ternyata air mata sudah membasahi wajah Dila. Membuat Andra langsung terbawa emosi.


Bughh!!


"Beraninya lo bikin Dila nangiss!!" Andra langsung menonjok wajah Darren. Membuat Darren langsung jatuh tersungkur.


"Darren!!" teriak Dila langsung membantu Darren berdiri. "Lo nggak papa??" Dila bertanya pada Darren.


Darren hanya menjawabnya dengan anggukan, sambil mengusap darah yang ada di sudut bibirnya.


"Bang, sadar!! Darren itu adek lo!!" seru Dila pada Andra, namun hal itu malah membuat Andra semakin marah.


"Dia itu udah nyakitin kamu,, tapi kenapa kamu masih belaiin dia?? Kurang aku apa, sampe kamu lebih milih dia??!" balas Andra sambil menunjuk Darren penuh amarah.


"Atau.. kamu suka sama dia??" sambung Andra bertanya.


Hal itu berhasil membuat Dila terdiam. Sedangkan Darren, ia tentunya terkejut mendengarnya. Ia langsung menatap Dila yang terdiam, tak mampu menjawab pertanyaan Andra.


"Cih! Ternyata benar! Selama ini kamu suka sama dia.. Dan gue? Cuma kamu jadiin alat untuk memenuhi keinginanmu!!" bibir Andra bergetar saat mengucapkan hal tersebut. Kedua telapak tangannya langsung mengepal kuat.


Bughh!!


Tanpa ba-bi-bu lagi, Andra langsung memukul perut Darren. Darren langsung tersungkur.


"Bang sadar!! Gue Darren, adek lo!!" teriak Darren meringis, memegangi perutnya.

__ADS_1


"Cih! Gue nggak punya adek! Sekali pun punya, gue sudi punya adek kayak lo! Adek macam apa yang tega ngerebut apa yang disukai abangnya?!" cibir Andra, membuat Darren terdiam.


Sedangkan disaat mereka bertiga tengah ribut, Acha yang kini terduduk bersandar pada di dinding.


"Dar-Darren... mm.." Acha memanggil Darren, merasa pusing dan perih di kepalanya.


Mendengar suara Acha, mereka bertiga sontak langsung menatap Acha. Darren pun langsung menghampiri Acha, dan langsung berjongkok di depannya.


Dila terdiam di tempatnya. Merasa bersalah dengan apa yang telah ia perbuat kepada Acha. Ingin rasanya meminta maaf, namun gengsi Dila terlalu tinggi.


Disaat Dila tengah sibuk dengan pemikirannya, dan Darren tengah sibuk mengurus Acha. Tanpa mereka sadari, Andre melangkahkan kakinya menuju Darren yang membelakangi nya.


Bugghh!!


Sebuah pemukul kayu tepat mengenai kepala Darren. Darah segar langsung muncrat ke tubuh Acha.


"Darren!!" teriak Acha dan Dila bersamaan. Dila hendak menolong Darren. Namun belum sampai ia menolong Darren, mulutnya langsung dibekap oleh Andre. Ia pun langsung mengikat tangan dan kaki Dila di sebelah Acha yang sudah tak berdaya.


"Kalo gue nggak bisa dapetin kamu.. maka siapapun juga nggak akan bisa dapetin kamu..!" bisik Andre tepat di telinga Dila, membuat Dila langsung merinding dibuat olehnya.


Darren yang tadi di pukul kepalanya, ternyata masih bisa bangun. Dengan wajah dan baju yang penuh akan darah. Ia berjalan menuju ke Andra yang ada di depan Karin.


Andra tentu saja terkejut saat tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang. Ia pun langsung menoleh. Siapa lagi kalau buka Darren.


"Bang.. Gue mohon inget gue.. Inget bunda bang,, bunda nungguin abang pulng.." lirih Darren memberi tahu Andra. Mencoba membuat Andra mengingat mereka.


"LEPAS!!" Andra langsung menyingkirkan tangan Darren dari tubuh nya.


Meskipun diperlakukan sangat buruk oleh Andra, Darren tak melawan sedikit pun. Ia bahkan tak membalas perbuatan abang nya itu.


"Inget bunda, bang.. Kasian bunda.." lirih Darren dengan suara bergetar.


Hal ini semakin membuat Andra hilang kendali. Ia semakin memukuli Darren dengan membabi buta.


"Inget gue, bang.. Gue adek lo.." lirih Darren lagi meskipun ia terus dipukuli oleh abang nya itu. "Gue mohon, inget gue bang.." suara Darren semakin lirih.


Mendengar ucapan Darren, membuat kepala Andra tiba-tiba terasa sangat sakit. "Arghh!!" ia berteriak sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat sakit.


"Bang, gue mohon.. Kasian bunda.." lirih Darren dengan pandangan yang semakin buram.


"Berisiikk!!!" teriak Andra. Ia lantas kembali memukuli Darren.


Bugh..


Bughh..


Bughh!!


"Darren!!!" teriak Dila dan Acha. Menatap Darren yang sudah terkapar penuh akan darah.

__ADS_1


Belum puas, Andra mengambil pemukul kayu milik Dila. Ia kembali memukuli Darren. Darren yang sudah tak berdaya, hanya bisa menatap Acha dan Dila walaupun hanya samar-samar.


"Bang.. Gue.. adek.. lo.." pandangan Darren langsung menggelap. Ia kini sudah tak sadarkan diri.


"Darren!!" teriak Acha lemah.


"Bangun Darren!! Gue mohonn!!!" teriak Dila.


Isak tangis keduanya memenuhi ruangan tersebut.


"Bang Andra, STOPP!! Gue mohon berhenti bang!!" pinta Dila masih dengan isak tangisnya.


Hal itu berhasil membuat Andra menghentikan aksi gilanya. Ia berjalan menghampiri Dila dan Acha. Berjongkok di hadapan keduanya.


"Kenapa?? Kamu sayang sama dia??" tanya Andra pada Dila. Tatapannya tampak sangat menakutkan. Membuat Dila dan Acha ketakutan.


"Kurang gue apa, sampai kamu lebih milih dia??" Andra kembali bertanya pada Dila sambil menunjuk Darren yang sudah tak sadarkan diri.


Dila tak bergeming. Rasa takut melanda dirinya. Bahkan tubuhnya kini sudah gemetar. Baru kali ini ia melihat sisi menakutkan Andra.


"Oohh.. Atau karena gue belum penuhi permintaan kamu untuk menghabisi dia??" kini Andra menyeringai menatap Acha.


Acha yang tau maksud Andra tentu langsung gemetar ketakutan. Ia menatap Dila, memohon agar menyelamatkan nya.


Dila sudah sadar akan perbuatan buruknya karena ucapan Darren tadi. Ia tak mau lebih menyakiti Acha lagi. Ia pun memohon pada Andra agar tidak melukai Acha.


"Enggak bang,, jangan sakiti dia! Gue mohon jangan bang..!" mohon Dila berkaca-kaca.


Andra tak mendengarkan permintaan Dila. Ia kini berjongkok di depan Acha. Kedua tangannya sudah terulur maju, menuju leher Acha.


Acha gemetar. Air mata sudah membasahi wajah lebamnya. Ia menangis dalam diam. Berusaha menghindari tangan Andra yang hendak mencekik nya.


Acha hendak menggeser tubuhnya. Namun secepat kilat, tangan Andra langsung menarik rambutnya dengan kuat. Membuat Acha meringis kesakitan.


Kedua tangan Andra sudah berada di leher Acha. Mencekik Acha dengan senyum menakutkan terukir di wajahnya. "Mati lo..!" sinis Andra terus mencekik Acha.


"Tol-long.." ucap Acha terbata lantaran dicekik.


"STOP bang! Stop!!" teriak Dila memohon. Takut. Itu yang ia rasakan saat ini.


Andra terus mencekik Acha. Bahkan ia melakukannya dengan tawa yang menggelegar.


Bughh!


Seseorang berhasil membuat Andra tersungkur akibat tendangannya.


...…***…...


Halo readerss.. OTW tamat nih,, Maaf ya karena baru up😅 Maaf juga kalo masih ada typo dan kesalahan lainnya🙏 Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara like, komen n saran,, dan klik fav bagi yang belum..

__ADS_1


Jangan lupa untuk mampir dan dukung cerpen-cerpenku yahh😄🥰


Love You.. and See You..😘😘


__ADS_2