Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) DIA lagi??


__ADS_3

--Parkiran Motor--


Kini Acha, Karin, Darren, dan Zain telah sampai di parkiran. Parkiran tersebut terbilang sangat luas, luasnya saja melebihi luas lapangan utama. Kini di parkiran itu tampak sangat kosong karena di tempat yang sangat luas itu hanya terdapat 5 motor ninja.


"Darren, motor kamu yang mana?" tanya Acha sambil memperhatikan kelima motor ninja yang berbeda warna itu.


"Itu..yang hijau!" jawab Darren sambil menunjuk ninja warna hijau di pojok belakang. Darren pun segera berjalan menuju motornya, begitu pun Zain.


"Kita ke depan aja yuk, Cha.. biar mereka yang ambil motornya." ajak Karin dan diangguki oleh Acha. Mereka berdua pun menunggu di depan parkiran.


Tiba-tiba datang 3 orang laki-laki tinggi menuju ke arah parkiran. Mereka tak lain adalah Rey, Vano, dan Dion.


"Eh.. Cha, itu kakak gue udah dateng!" seru Karin kepada Acha sambil menunjuk laki-laki yang berjalan di tengah.


"Mana?" Acha pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Karin, ia pun melihat ketiga laki-laki tersebut. Sejenak ia mengamati ketiga laki-laki tersebut. Tiba-tiba ia diam seribu bahasa. Namun bukan laki-laki yang ditunjuk Karin yang membuatnya diam. Melainkan laki-laki yang berjalan di sebelah kiri kakak Karin. Ya.. dia adalah laki-laki yang pernah ada di hatinya.

__ADS_1


Kini ketiga laki-laki itu sudah di hadapan Karin dan Acha.


"Dek, udah lama ya nungguin kakak?" tanya Vano pada Karin.


"Enggak" jawab Karin singkat sambil menggelengkan kepalanya pelan. Ia pun melirik sekilas ke arah Rey, karena ia belum mengenal siapa Rey.


Vano yang melihat tingkah adiknya pun paham dengan maksud dari adiknya itu. Ia pun mengenalkan Karin dengan Rey.


"Rey, kenalin ini adik gue, Karin. Dan Karin, ini temen kakak, namanya Reyhan." ucap Vano pada Rey dan Karin bergantian. Rey dan Karin pun saling berjabat tangan.


"Oh iya, sampe lupa! Dan cewek imut-imut disebelah adik gue, namanya Acha, temennya Karin." sambung Vano pada Rey.


Seketika suasana menjadi canggung. Tak ada diantara mereka yang membuka suara. Tiba-tiba terdengar suara motor yang melaju ke arah mereka. Memecahkan kecanggungan di antara mereka. Suara motor itu adalah milik motor Darren dan Zain, yang kemudian berhenti di depan mereka.


"Sorry, Cha, lama ya, nungguinnya. Soalnya tadi ada burung laknaatt yang berak di motor gue." jelas Darren dengan wajah emosinya. Ia pun segera turun dari motornya dan menghampiri Acha.

__ADS_1


Seketika Darren pun menyadari keberadaan Rey. Ia menatap Rey cukup lama, sampai yang ditatap menatapnya balik, membuat Darren tersadar. 'Dia lagi??' batin Darren. 'Sebenarnya dia itu siapanya Acha??' sambung Darren dalam hati bertanya-tanya.


Lalu Darren menengok ke arah Acha. Dilihatnya ekspresi Acha yang saat ini sangat dingin. Ia juga melihat Acha yang saat ini tengah mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.


"Ya udah yuk, Cha, kita pulang." ajak Darren dan segera menarik tangan Acha menuju motornya. Kebetulan Darren membawa helm 2, jadi ia memakaikan 1 helm nya ke Acha. Acha pun hanya diam menerima perlakuan Darren. Setelah itu Darren juga memakai helm nya.


Kini Darren dan Acha sudah duduk di atas motor. Begitupun dengan Zain di motornya sendiri.


"Kita balik duluan yah!!" seru Darren dan Zain pada Karin dan yang lainnya.


Sesaat kemudian motor Darren dan Zain pun melaju meninggalkan area parkiran.


Tampak Rey yang terus melamun memperhatikan kepergian Acha, Darren, dan juga Zain.


"Ayo Rey!" ucap Dion sambil memukul bahu Rey. Membuat Rey tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


Mereka berempat pun segera menaiki motor nya masing-masing, dengan Karin yang dibonceng oleh Vano. Kemudian mereka pun melajukan motornya untuk pulang ke rumah masing-masing.


Halo lagi para readers😃 makasih ya masih lanjutin baca cerita ini.. semoga kalian enggak bosen ma ceritanya dan jangan lupa dukungannya buat author yaa..😁 Sayonara😘


__ADS_2