Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) BOHONG


__ADS_3

--Lapangan--


Kini para siswa dan siswi baru, termasuk Hana, Dion, dan Vano telah berkumpul di lapangan, kecuali Darren dan Zain.


"Darren sama Zain mana sih, kok lama banget," bisik Karin pada Acha. "Cha!! Kok kamu malah bengong sih?!" sambung Karin, tetapi Acha masih saja melamun.


"Achaa!!" seru Karin sambil menggoyangkan tubuh Acha. Sontak membuat Acha terkejut.


"Ehh.. iya kenapa??" tanya Acha gelagapan. "Darren sama Zain kok belum balik sih, cuma kelompok kita yang belum ngumpulin tugasnya.." kini Karin terlihat panik, sudah pasti kelompok mereka akan dapat hukuman, pikirnya.


"Iya.. kok mereka lama banget yah?" wajah Acha juga terlihat panik.


"Oke, kakak udah cek tugas kalian. Tapi ternyata masih ada 1 kelompok yang belum ngumpulin tugasnya. Jadi silahkan bagi kalian yang merasa belum mengumpulkan tugas, kakak minta maju ke depan!" titah Hana, dengan ekspresi galaknya.


"Kamu duluan Chaa.." bisik Karin sambil mendorong-dorong tubuh Acha. "Kamu aja, lahh.." balas Acha. Kini mereka berdua saling dorong.


"Kalian berdua maju!!" teriak Hana memanggil Acha dan Karin. Membuat siswa dan siswi yang lain terkejut dan menengok ke arah mereka berdua.

__ADS_1


Acha dan Karin pun ikut terkejut. Mereka pun segera berlari maju ke depan.


"Kalian yang belum ngumpulin tugas??" tanya Hana dengan tatapan tajamnya.


"I.. iya kak" jawab Acha dan Karin terbatas-bata. Kalo boleh jujur, entah mengapa saat ini mereka berdua merasa sangat gugup.


"Kenapa?!" tanya Hana lagi dengan aura yang mengintimidasi. Kini wajahnya terlihat sangat dingin, bahkan tatapan matanya terlihat begitu mengerikan.


Suasana di lapangan terasa sangat mencekam karena aura yang dikeluarkan oleh Hana. Para siswa maupun siswi baru merasa merinding melihat Hana, bahkan Vano dan Dion yang juga ada di sana hanya bisa bergidik ngeri.


"Eemm..soalnya..itu kak.." Karin terlihat sedang berpikir, bingung harus mengatakan apa pada Hana.


Hana pun menoleh ke arah yang ditunjuk Acha. Dilihatnya dua laki-laki yang sudah ada di belakangnya. Mereka berdua tampak ngos-ngosan dengan keringat membasahi wajah dan baju mereka.


"Maaf Kak, kita telat.." ucap Darren yang masih ngos-ngosan sambil mengusap keringat yang mengalir di wajahnya.


"Kenapa kalian telat?!" tanya Hana yang lagi-lagi dengan aura yang mengintimidasi.

__ADS_1


"Eemm.. soalnya anu kak.." Darren terlihat berpikir, ia memikirkan sesuatu untuk dijadikan alasan.


"Soalnya itu kak, tadi ada guru yang minta tolong sama kita buat bantuin mindahin buku ke perpustakaan. Masa kita nggak bantu?!" jelas Zain.


"Benar begitu??" tanya Hana pada Darren dengan penuh curiga.


"I.. iya kak." jawab Darren gugup.


Tentu saja yang diucapkan Zain dan Darren itu bohong. Tapi mau bagaimana lagi, masa mereka harus bilang gara-gara tadi Acha nangis. Nggak mungkin kan?


"Kalo begitu, siapa nama guru yang kalian tolong??" tanya Hana lagi. Kini ia bertanya pada Zain. Hana masih belum percaya dengan alasan Zain tadi.


"Kalo itu kita nggak tau kak. Soalnya tadi bu gurunya nggak pake name tag. Masa kita mau nolong harus tanya namanya dulu, takutnya nanti nggak sopan kak," lagi-lagi Zain bohong, mencoba meyakinkan Hana.


"Oke, kali ini kakak percaya." ucap Hana.


Acha, Karin, Zain dan Darren pun membuang napas lega. "Tapi kalian tetap kena hukum, begitu pun dengan 9 kelompok yang terakhir mengumpulkan tugas!" sambung Hana.

__ADS_1


*Hai-hai**☺buat kalian yang masih lanjut baca ceritanya author, author mau bilang makasihh banget yaa.. dan jangan lupa terus dukung author supaya author tambah semangat😃😃*


__ADS_2