Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Kesialan Karin#Part 2


__ADS_3

Bukkk!!...


"Aduh,, sorry sorry.. gue nggak se-" Karin tak menyelesaikan ucapannya, menatap tajam pada sosok yang ditabraknya. "Owh, SIAL!" umpatnya menghindari tatapan sosok yang ditabraknya itu.


Karin langsung berdiri, hendak melangkah pergi dari sana. Namun seketika langkahnya terhenti saat mendengar perkataan cowok tadi.


"Cih! Dasar cewek plin-plan!! Nggak sadar diri!!" cibir cowok itu berdecih. Ia pun segera berdiri dan menepuk-nepuk baju seragamnya yang basah. Beruntung cuma air mineral, jadi tidak akan lengket di tubuhnya.


"Apa lo bilang?!" seru Karin tidak terima dengan perkataan cowok itu. Ia langsung berbalik, berdiri menatap cowok itu tajam.


"Kenapa? Nggak terima?? Emang bener kan? Nyuruh-nyuruh orang lain minta maaf, tapi diri sendiri nggak tau minta maaf yang bener! Dasar!" cibir cowok itu, membuat Karin semakin tersulut emosi.


"Helloo!! Kuping lo budeg ya!! Jelas-jelas tadi gue udah bilang sorry, lo bilang apa? Gue nggak tau minta maaf yang bener?! Sadar diri dong! Lo aja masih hutang minta maaf sama sahabat gue!!" balas Karin nge-gas.


"Gue? Hutang?? Terus mau lo apa?!" tanya cowok itu menyeringai, melangkah mendekati Karin.


"Ya.. lo minta maaf lah!!" jawab Karin gugup.


Karin yang melihat cowok itu semakin mendekat pun melangkah mundur. Namun cowok itu tak berhenti, malah semakin mendekat ke arahnya.


Karin terus melangkah mundur, begitu pun dengan cowok itu yang terus melangkah maju. Dan..


Dukk..


Karin tersudut di dinding. Sedangkan cowok itu kini sudah tepat di hadapannya, dengan senyum menyeringai di wajahnya.


"Mau apa lo!? Jangan kurang ajar lo!!" seru Karin mendongakkan kepalanya, menatap tajam cowok yang lebih tinggi darinya itu.


"Yakin, lo nyuruh gue minta maaf??" tanya cowok itu masih dengan seringaiannya.


"Ya-iyalah!!" jawab Karin semakin gugup karena wajah mereka berdua yang sangat dekat.


"Oke.." cowok itu semakin menyeringai.


Cup..


"Oops.. SOR-RY.." ucap cowok itu santai.


Seketika wajah Karin memerah. Kedua matanya membulat sempurna. "Dasar breng*ek!!!" seru Karin melayangkan tangan kanannya.


Belum sampai tangannya mendarat di tempat tujuannya, cowok itu langsung mencekal pergelangan tangan nya.


"Puas?? Gue udah minta maaf kan?? Jadi hutang gue lu-nas!" ujar cowok itu santai. Ia pun langsung pergi meninggalkan Karin yang sudah dipenuhi emosi.


"Dasar setan sialann!!! Breng*ek!!" teriak Karin mengumpati cowok itu.


Beruntung di sana sedang sepi, jadi tidak ada seorang pun yang melihat kejadian tadi.


Flashback Off

__ADS_1


"Arghh!! Sialan!! Najis! Najis! Najis!!" teriak Karin terus menggosok pipinya yang telah ternoda itu.


"Dasar cowok sialan! Gue sumpahin lo kena karma!!" teriak Karin meluapkan emosinya.


Saat dirinya masih sibuk meluapkan emosinya, tiba-tiba terdengar sebuah suara dari arah belakangnya.


"Berisiikk!!"


Sontak Karin menoleh karena terkejut. Mencari-cari asal suara tersebut. Namun ia tak melihat ada siapa pun di sana selain dirinya.


"Siapa?!!" seru Karin merasa agak takut.


Kedua matanya kembali membola saat melihat sosok yang muncul dari tumpukan kursi yang sudah tak terpakai.


"Ngapain lo disini hah?! Jangan bilang lo ngikutin gue! Dasar cowok breng*ek!!" umpat Karin semakin emosi melihat orang tersebut.


Sosok yang tak lain adalah cowok yang sedari tadi di umpat oleh Karin. Ia pun melangkah ke arah Karin.


"Gue? Ngikutin lo?? Siang-siang nggak usah halu deh! Gue udah di sini sebelum lo dateng.. Lo aja yang enggak liat!" ujar cowok itu semakin mendekati Karin.


Kini cowok itu sudah ada tepat di hadapan Karin. Karin tentu saja langsung menjaga jarak dengan cowok itu. Karin mencoba mencari tau siapa nama cowok itu. Tapi ternyata mustahil, karena cowok itu tidak memakai nametag.


Cowok itu kembali melangkahkan kakinya ke arah Karin.


"Stop!! Nggak usah deket-deket!!" seru Karin tampak agak panik.


Dukk..


Lagi-lagi Karin tersudut di dinding. 'Sial!! Siapa sih yang naruh dinding di sini!!' umpatnya dalam hati. Sedangkan cowok tadi semakin melangkahkan kakinya ke arahnya. Sebelum cowok itu benar-benar ada di hadapannya, dengan langkah seribu Karin langsung melarikan diri.


Melihat tingkah Karin, senyuman tipis terlukis di wajah cowok itu.


...----------------...


Karin memilih untuk pergi ke toilet. 'Dia nggak bakal ngikutin gue ke sini, kan??' batinnya mengintip keadaan di luar di balik pintu.


"Fyuhh.. Aman.." gumamnya bernapas lega.


"Karin?!" suara cewek yang dikenal oleh Karin.


Sontak Karin langsung menoleh, "Eh, Cha! Kok kamu disini?? Nggak ikut pelajaran??" ujar Karin saat melihat Acha yang juga ada di sana.


"Tadi Acha kebelet, makanya ke sini. Kamu kenapa? Kok kayak abis dikejar-kejar gitu?? Jangan-jangan kamu abis ngintipin orang lagi! Makanya sekarang dikejar-kejar!!" ledek Acha dengan wajah terkejutnya.


"Heyy!! Kalo ngomong!! Suka bener, hehe!!" Karin terkekeh. Sedangkan Acha langsung terkejut tentunya. Niat hati hanya ingin mengerjai Karin, tapi betapa terkejutnya ia saat mendengar jawaban Karin.


Karin yang melihat Acha ternganga pun kembali terkekeh.


"Hahaha!! Becanda, Cha!!" ujarnya terkekeh.

__ADS_1


"Ya ampun!! Acha kira beneran!!" ucap Acha merasa lega.


"Emang kamu pikir gue cewek apaan,, ngintipin orang?! Ogah amat!!" kesal Karin merasa dirinya di anggap suka ngintip.


"Iya iya.. Terus kamu kenapa kok ngos-ngosan gitu??" tanya Acha penasaran melihat Karin tampak ngos-ngosan.


Karin pun memilih untuk menceritakan semua kekesalannya. Dia tentunya butuh tempat untuk mengutarakan semua rasa kesalnya. Sedangkan Acha, ia mencoba untuk menjadi pendengar yang baik bagi sahabatnya itu.


.


.


"Jadi gitu, Cha.. Nyebelin banget kan?! Gue sumpahin tuh orang kena karma! Kalo perlu di azab sekalian!!" ucapnya penuh emosi.


"Karin! Nggak boleh gitu! Nanti kalo malah balik ke kamu gimana??" tegur Acha mengingatkan.


"Hehe,, iya iya.. Namanya juga lagi emosi, hehe!!" Karin menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.


Acha menghela napasnya menyikapi tingkah sahabatnya itu. "Jadi dia itu kakak kelas yang waktu itu nabrak Acha??" tanya Acha memastikan.


Karin mengangguk. "Sumpah tuh orang, tingkat nyebelinnya udah over! Bikin orang naik darah!!" sungut Karin.


Teng.. teng.. tengg...


Saking seriusnya mereka berdua bercerita, jam kini sudah menunjukkan waktu istirahat. Mereka berdua pun memutuskan untuk langsung ke kantin.


Baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah dari toilet, langkah Karin tiba-tiba terhenti.


"Kenapa??" tanya Acha melihat Karin yang berhenti.


"Kamu liat.." tunjuk Karin pada dua orang siswa yang sedang berjalan berlawanan arah dengan mereka berdua.


"Betapa sialnya gue hari ini, Cha.." ujar Karin kesal.


Acha mengikuti arah yang ditunjuk Karin. Ia pun terkekeh. "Mungkin aja kalian jodoh, Hahaha!!" tawanya meledek Karin.


"Amit amitt!! Jangan sampe!!" oceh Karin. "Abaikan aja! Pura-pura nggak liat! Oke Acha?!" Karin pun langsung menarik tangan Acha.


Acha hanya mengikuti tarikan Karin. Saat mereka berdua berpapasan dengan dua siswa tersebut, tanpa disangka Acha malah menyapa mereka berdua.


"Misi kak.." sapa Acha tersenyum ramah. Sontak Karin langsung melotot pada Acha. Cepat-cepat ia langsung menyeret tangan Acha, agar lekas pergi dari sana.


Sedangkan yang di sapa, yang tak lain adalah Dimas dan sahabatnya atau yang disebut setan oleh Karin hanya tersenyum tipis.


...…***…...


Halo guyss... Makasih yah buat kalian yang masih baca kisahnya Acha dkk🤗 Maaf yah kalo masih ada kurang"nya.. Jangan lupa buat like, komen n saran,, dan klik favorit bagi yang belum.. Kalo kalian berkenan, mau vote juga boleh, hehe😃🤓..


Thank you and see you again🥰

__ADS_1


__ADS_2