Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Flashback#Part 2


__ADS_3

Hola readers!! Sebelumnya makasih ya karena masih mau menyimak kisahnya Acha😁Jangan lupa beri dukungan buat author agar lebih semangat dalam menulis, Happy reading😉


"Sini, biar gue obati." ucap laki-laki itu.


"Ehh.. nggak usah kak, nanti biar-" ucap Acha namun segera dipotong oleh laki-laki itu.


"Udah, ayo nanti takutnya jadi infeksi," potong laki-laki itu. Ia pun segera menuntun Acha ke bangku taman yang ada di dekat sana.


"Ayo duduk," seru laki-laki itu. Acha pun hanya menurut dan segera duduk. Begitupun dengan laki-laki itu. Ia segera mengeluarkan tisu, alkohol, obat merah, dan perban dari kantong plastik yang tadi dibawanya.


"Nggak usah kak! Acha bisa sendiri kok," ucap Acha ketika ia melihat laki-laki itu hendak mengobatinya.


"Nggak papa, kalo lo yang ngobatin nanti nggak selesai-selesai," kata laki-laki itu. Ia pun segera meraih tisu dan menuangkan alkohol pada tisu tersebut.


"Auuww!" jerit Acha ketika luka di sikunya sedang dibersihkan oleh laki-laki itu.


"Sorry sorry.. sakit ya?" tanya laki-laki itu berhenti membersihkan luka Acha.


"Eng.. enggak kok kak, hehe.." jawab Acha, ia memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya karena menahan perihnya itu.


"Tahan bentar ya.." ucap laki-laki itu. Ia pun segera mengoleskan obat merah dan membalut siku Acha dengan perban.


"Oke, selesai!" seru laki-laki itu sambil tersenyum. Ia pun segera berjongkok di depan Acha, hendak mengobati lutut Acha yang juga terluka.


"Nggak us-" lagi-lagi ucapan Acha dipotong oleh laki-laki itu.

__ADS_1


"Shutt!" potong laki-laki itu dengan menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.


Akhirnya Acha pun menurut. Ia lebih memilih mengalah, karena menurutnya laki-laki yang ada didepannya ini adalah tipe yang tidak mau mengalah. Acha hanya bisa meringis ketika laki-laki itu mengobati lukanya.


'Walau dia nggak mau dibantah, tapi ternyata hatinya baik. Ganteng pula🤭' pikir Acha sembari memperhatikan laki-laki itu yang dengan telaten mengobatinya. 'Mikir apa sih kamu Cha!!' seru Acha dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.


"Kepala lo sakit?" tanya laki-laki itu ketika melihat Acha menggeleng-gelengkan kepalanya. Kini ia telah selesai mengobati lutut Acha. Ia pun kembali duduk di samping Acha.


"Eng..enggak kok!" jawab Acha terbata-bata. Entah mengapa saat ini rasanya ia sangat gugup.


"Makasih ya kak..?" Acha bingung harus memanggil laki-laki itu siapa karena ia belum mengetahui namanya.


"Reyhan, panggil aja Rey," ucap Rey cepat sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Dan lo...Acha?" sambung Rey bertanya.


Selama beberapa detik mereka berdua saling menatap dan tersenyum. Hingga Acha pun tersadar karena HP nya berbunyi. Di layar HP nya tampak Papanya menelpon. Acha pun segera mengangkatnya.


"Eh iya Kak Rey, kalau gitu Acha pulang dulu ya..soalnya Acha udah dicariin." ucap Acha setelah memutuskan sambungan telepon dari Papanya dan mencoba bangkit dari duduknya.


Tentu saja Rey langsung membantu Acha untuk berdiri.


"Gimana kalo gue anter lo pulang?" ajak Rey.


"Nggak usah, Kak, nanti Acha malah ngerepotin Kak Rey." tolak Acha.

__ADS_1


"Enggaklah, lagian kan kaki kamu lagi sakit. Terus ini juga udah sore, angkotnya udah jarang tauu.." ucap Rey mencoba meyakinkan Acha. "Ayolahh.. anggap aja sebagai permintaan maaf gue karena udah bikin lo celaka🥺" sambung Rey memohon. Kedua telapak tangannya menyatu memohon🙏🥺.


Acha tampak sedang berpikir. 'Sekarang udah jam 4 sore, pasti nyari angkot susah banget' pikir Acha.


"Chaa.." mohon Rey lagi.


"Iya dehh.." jawab Acha pasrah. Entah mengapa ia sudah merasa sangat akrab dengan Rey, padahalkan ini baru pertemuan pertama mereka. Namun Acha sudah merasa nyaman dengan Rey.


Begitu pun dengan Rey. Meskipun ini merupakan pertemuan pertamanya dengan Acha namun ia sudah merasa akrab.


"Bentar gue ambil motornya dulu ya, lo disini aja, jangan kemana-mana!" oceh Rey membuat Acha tertawa geli.


"Iya iya." balas Acha menahan tawanya.


Rey pun segera mengambil motornya yang ada di tepi jalan. Untungnya motor Rey tidak rusak karena kecelakaan tadi. Hanya saja terdapat beberapa lecet di body motor ninjanya tersebut.


Selang beberapa menit Acha menunggu, Rey pun datang dengan motor ninjanya.


"Ayo naik Cha," titah Rey. Dengan hati-hati Acha pun naik ke motor Rey. Tak lupa Rey pun memakaikan helm cadangannya kepada Acha.


"Udah?" tanya Rey.


"Udah!" jawab Acha.


Rey pun segera melajukan motornya, membelah jalanan kota di sore hari yang sangat ramai tersebut.

__ADS_1


Oke udah dulu ya.. Sayonara👋😘


__ADS_2