Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Kesialan Karin#Part 1


__ADS_3

"Darren!" panggil seorang cewek dari arah belakang.


Seketika Darren, Zain, dan Gibran berhenti, dan menoleh ke sumber suara.


Tampak cewek itu yang tak lain adalah Dila, berlari ke arah mereka. "Mau ke kantin? Gue bareng ya..!" ucap Dila menggusur Zain dan Gibran yang semula berdiri disebelah Darren.


"Kenapa lo tadi nggak bareng Acha sama Karin??" tanya Darren pada sahabat nya itu.


"Tadinya mau bareng, tapi tadi kan gue ke toilet dulu, eh pas gue balik dari toilet mereka malah udah ninggalin gue.." jawab Dila dengan wajah polosnya.


"Ya udah yuk!" sambungnya langsung menarik tangan Darren, meninggalkan Zain dan Gibran yang masih berdiri di sana.


Zain menatap Dila dengan tatapan yang sulit diartikan.


Plukk!!


Sebuah pukulan mendarat di kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Gibran pelakunya.


"Auww.. Sakit bambankk!!" seru Zain mengaduh.


"Lagian lo, ngapain ngeliatin si Dila sampe nggak kedip gitu.. Jangan-jangan lo naksir ya...!" goda Gibran jail.


"Mana ada! Gue naksir sama mak lampir? Ogah amat!!" sinis Zain nge-gas.


"Mak lampir??" bingung Gibran.


"Lo ngerasa ada yang aneh nggak sih, sama sikapnya si Dila??" tanya Zain menatap punggung Dila dan Darren yang mulai tak terlihat.


"Aneh gimana?? Kayaknya biasa aja tuh!" jawab Gibran.


"Ah! Udahlah! Lupain!" ucap Zain berlalu meninggalkan Gibran yang masih kebingungan.


"Eh!! Tungguin!!" Gibran langsung berlari menyusul Zain.


**Kantin**


"Woii!!" seru Karin melambaikan tangannya pada Darren yang tampak celingukan mencari tempat duduk.


Darren pun menoleh, dan langsung mengajak Dila untuk bergabung dengan Acha dan Karin.


"Tumben nggak bareng sama sohib lo! Kemana orangnya??" tanya Karin pada Darren yang tak bersama dengan Zain.


Baru saja Darren mau menjawab, tiba-tiba yang dicari sudah ada disebelah nya.


"Aciee.. nyariin gue..!! Kenapa? Rindu nggak liat gue?? Atau khawatir karena tadi gue dihukum?!" goda Zain mengejutkan Karin.

__ADS_1


Karin yang semula sedang minum jus pun langsung tersedak karena mendengar ucapan Zain. Ia pun langsung menyemburkan jus yang sudah di mulutnya ke arah Zain.


Byurr..


"Uhuk uhuk uhuk!!"


"Haishh!! Nggak perlu disembur juga kalii!! Lo pikir gue kesurupan apa!" sungut Zain menatap seragamnya yang agak basah karena jus tadi.


"Sorry.. sorry! Lagian lo sih! Tiba-tiba nongol kek setan!" ujar Karin langsung mengambil tisu yang tersedia di atas meja dan membersihkan baju seragam Zain.


Zain terus memperhatikan Karin yang tampak sangat serius, membiarkan Karin mengelap bajunya. Tangannya pun bergerak menarik tangan Karin yang masih sibuk itu.


"Sekalian sebelah sini.. Capek tau abis dihukum.. Panas lagi!" ujar Zain mengarahkan tangan Karin ke dahinya, agar mengelap keringatnya.


"Apaan sih, lo!!" seru Karin langsung melemparkan tisunya ke wajah Zain saking kesalnya.


Ia langsung memalingkan wajahnya, menghindari bertatapan dengan Zain.


Acha yang melihat wajah Karin bersemu merah pun tersenyum sendiri dan membisikkan sesuatu pada Karin.


Seketika wajah Karin tambah merah, ia pun langsung bangkit dari duduknya.


"Mau kemana lo?!" cegah Zain memegang pergelangan tangan Karin.


"Lepas nggak!!" ujar Karin langsung menarik paksa tangannya. Ia pun langsung berlari keluar dari kantin.


"Mau ke toilet.." ucap Acha paham dengan tatapan mereka bertiga.


Mereka bertiga pun mengangguk paham dan memilih untuk memesan makanan. Beberapa menit kemudian, Karin pun kembali dengan wajah yang tampak sedang kesal. Mulutnya sedari tadi tak berhenti berkomat-kamit, seperti sedang mengumpat seseorang. Ia langsung mendudukkan tubuhnya disebelah Acha yang sedang makan.


"Kenapa lagi??" tanya Acha pada sahabatnya itu.


Karin tampak semakin cemberut, mengingat kejadian tadi saat dari toilet. "Entar aja gue cerita," balasnya dan segera menghabiskan makanan yang tadi belum ia habiskan.


.


.


Teng.. teng.. teng..


Pelajaran sedang berlangsung. Namun sepanjang pelajaran, Karin terus melamun, tak memperhatikan penjelasan dari guru. Wajah Karin pun tampak masih kesal.


Pak Bambang, yang merasa diacuhkan oleh salah satu muridnya pun langsung menghentikan penjelasannya. Kedua matanya menatap tajam pada Karin yang senantiasa melamun.


Acha yang menyadari sahabatnya sedang dalam bahaya, langsung menyenggol tubuh Karin, menyadarkan sahabatnya itu dari lamunannya.

__ADS_1


Karin langsung menoleh ke arah Acha. Menatap Acha yang sedang mengode agar menyimak pembelajaran dari Pak Bambang.


Baru saja Karin mengalihkan perhatiannya ke Pak Bambang, matanya langsung menatap ke sebuah spidol yang sedang melayang ke arahnya. Secepat kilat ia memiringkan kepalanya, menghindari lemparan spidol tersebut, dan..


"Auww!! Sakit Pak..!!" rengek Zain mengusap-usap dahinya yang memerah.


Karena tadi Karin menghindar, spidol yang semula ditujukan kepadanya kini malah mengenai Zain yang duduk di belakang Karin.


Karin langsung menoleh ke belakang, menatap Zain yang masih mengelus-elus dahinya itu.


"Jangan salahkan saya,, salahkan saja temanmu itu yang tak mau memperhatikan pelajaran saya!!" tegas Pak Bambang kepada Zain.


Mendengar itu, Karin langsung menatap Pak Bambang. Sorot matanya tampak sedang marah. Karin tentunya merasa marah, karena gurunya itu berani kasar pada muridnya. Melihat itu, Acha langsung menepuk pelan punggung Karin agar tidak emosi.


"Apa?! Kalau kamu memang tidak mau mengikuti pelajaran saya, silahkan keluar! Jangan mengganggu kegiatan mengajar saya!" seru Pak Bambang pada Karin.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Karin langsung bangkit. Ia lebih memilih keluar dari kelas daripada harus menghadapi guru killer nya itu.


Acha hanya bisa membiarkan Karin keluar, ia tak berniat untuk mencegah nya. Acha pikir, sepertinya Karin sedang membutuhkan waktu untuk sendiri.


"Dasar!! Murid jaman sekarang!! Jangan harap nilai kalian akan bagus jika sikap kalian seperti itu!!" cibir Pak Bambang sebelum akhirnya ia melanjutkan pembelajarannya.


Sementara di luar kelas, Karin berjalan tanpa tujuan, ia merasa bingung harus pergi kemana. Tiba-tiba ia teringat kejadian beberapa menit lalu, saat ia baru dari toilet tadi. Hatinya kini bertambah kesal. Ia terus berjalan tanpa arah. Sepanjang jalan, mulutnya tak berhenti mengumpat seseorang.


"Arghhh!!!" teriaknya sambil mengacak-ngacak rambutnya yang tergerai itu. Tanpa ia sadari, kini ia sudah berada di rooftop sekolah.


"Kenapa hari ini gue sial banget sih!! Argghh!!" teriaknya meluapkan emosinya. "Udah ketemu sama setann,, eh sekarang malah dapet masalah sama guru killer!! Sial! Sial! Siaalll!!!" teriaknya terus mengumpat.


Flashback On


Karin langsung berlari ke toilet. Ia pun berdiri di depan cermin yang ada di dalam toilet, memandangi wajahnya yang memerah itu.


"Owh sial! Ni muka ngapain merah segala sih!! Huft.. tenang Karin! Lo harus tenang! Ya kali gue baper sama tuh cowok! Nggak! Never and ever!!" ucapnya sembari mengipas-ngipas wajahnya dengan kedua tangannya.


Ia pun segera menyalakan keran dan membasuh wajahnya. Setelah merasa lebih baik, ia pun mengeringkan wajahnya menggunakan tisu. "Owh, oke Karin, calm down..!" ucapnya pada dirinya sendiri.


"Loh, udah jam segini aja sih! Mana makanan gue tadi belom abis lagi!" ucapnya melihat jam tangan. Ia pun segera berlari keluar, hendak kembali ke kantin. Namun baru saja ia keluar dari toilet, karena ia kurang memperhatikan jalan, tanpa sengaja ia malah menabrak seseorang.


Bukkk!!...


"Aduh,, sorry sorry.. gue nggak se-" Karin tak menyelesaikan ucapannya, menatap tajam pada sosok yang ditabraknya. "Owh, SIAL!" umpatnya menghindari tatapan sosok yang ditabraknya.


...…***…...


Hola readers tersayang!!! Makasih buat kalian yang masih setia baca kisahnya Acha dkk☺.. Maaf yah kalo masih ada kurang" nya🙏 Jangan lupa buat like, komen n saran, dan juga klik favorit bagi yang belum, biar kalian tau update nya kisah Acha dkk🤗🤗

__ADS_1


Thank you and see you.. 🥰🥰


__ADS_2