Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) 'Jadi namanya Darren?'


__ADS_3

Teng tengg tenggg....


Bel tanda pembelajaran telah berakhir pun berbunyi.


"Beri salam kepada Bu guru!" seru Gibran memimpin salam. Untung tak lama setelah di UKS, dia mulai sadar dari pingsannya.


"Selamat siang, Bu!!" seru semua murid kelas 10 IPA 1.


Setelah guru meninggalkan kelas, para murid pun segera keluar dari kelas untuk pulang.


"Gimana?? Enakkan dihukum??" ejek Darren pada Acha dan Karin. "Makanya nggak usah sok-sokan berantem kalian!" sambung Darren menyoraki.


"Enak pala lo!! Yang ada horor iya!" seru Karin menjitak kepala Darren.


"Auww!! Sakit ijahh!!" teriak Darren mengelus-elus kepalanya.


"Horor gimana maksudnya??" tanya Zain penasaran.


"Jadi gini ceritanya..." ucap Acha berhenti berjalan. Ketiga temannya pun ikut berhenti. Acha dan Karin langsung menceritakan kejadian horor yang mereka alami di toilet angker tadi.


"Busett!! Serius lo pada??" komen Zain setelah Acha dan Karin selesai bercerita.


"Ya iyalah.. masa Acha bo'ong" "Buat apa gue bo'ong!" ucap Acha dan Karin serius.


"Kalo gitu kalian harus hati-hati!" ucap Darren dengan wajah serius.


"Kenapa emang?" ucap Acha dan Karin.


"Bisa aja setannya ngikutin kalian, hihihiii!!" ujar Darren menakut-nakuti.


"Cih kalo itu mah gue nggak takut! Gue kan balik bareng kakak gue," ucap Karin bangga.


"Acha gimana? Acha pulangnya kan naik angkot. Entar nungguin angkotnya sendiri lagi.." ujar Acha lesu.


"Mending ya Cha, demi keselamatan, lo baliknya sama gue aja, gimana?" ajak Darren.


"Itu mah mau lo! Biar bisa deketin Acha!!" teriak Karin.


"Halah modus lo!" teriak Zain menyoraki Darren. "Eh tapi iya juga sih Cha, kalo tuh setan beneran ngebuntutin lo gimana? sambung Zain, membuat Acha semakin ketakutan.


"Ihh jangan gitu lahh.. Kalian mah malah nakut-nakutin Acha.." rengek Acha.


"Bukannya nakut-nakutin, Cha..kan cuma ngasih tau." jelas Darren. "Makanya mending bareng gue lagi aja," sambungnya.


"Hmm.. kali ini gue setuju deh sama Darren, Cha. Daripada nanti dibarengin mbak Kunti, mending bareng si genderuwo aja, kan bisa jadi pawang tuh! Hahaha!!" ejek Karin dengan tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Hey heyy! Tuh mulut lemes amat sih! Ganteng gini dibilang genderuwo!!" seru Darren tak terima.


"Udah udah, kalian kok malah ribut, sih!" sela Acha. "Kalo gitu Acha bareng Darren aja deh, itung-itung hemat ongkos angkot." sambung Acha.


"Nah gitu dong Cha!" seru Darren gembira.


Meraka berempat pun segera menuju ke parkiran.


Parkiran sudah tampak sepi, hanya ada beberapa siswa yang masih disana.


"Cha lo mau ikut masuk ke parkiran apa nunggu disini sama Karin?" tanya Darren saat sudah di depan parkiran.


"Kita ikut masuk aja yuk, Acha takut kalo cuma berdua sama Karin." ujar Acha, diangguki Karin.


"Ya udah terserah kalian aja." balas Darren.


Ketika mereka berempat memasuki parkiran, tampak Vano, Rey, dan Dion sedang mengobrol. Mereka bertiga belum pulang tentu karena sedang menunggu Vano yang menunggu Karin datang.


"Tuan putri Karin yang kalian tunggu telah datang!!" seru Karin menghampiri kakaknya.


"Putri dari comberan!! Lama amat sih!" oceh Vano pada Karin.


"Yah maklumlah Tuan putri itukan jalannya harus pelan-pelan, biar nggak jatohh!" sindir Dion nyinyir.


"Nah.. itu tau," balas Karin tersenyum puas.


"Ya udah kita balik duluan ya!!" seru Darren melambaikan tangannya pada Karin dan Zain.


"Yoi.. hati-hati di jalan!! Lo bawa anak orang lho!!" balas Zain, melambaikan tangannya.


"Jagain Acha!! Kalo sampe kenapa-napa gue abisin lo!!" ancam Karin, menunjukkan tinjunya.


"Pasti dijaga lah.. Cewek cantik kan harus dilindungin.." seru Darren tertawa.


Darren segera memakai helmnya dan menaiki motor, lalu ia pun memakaikan helm kepada Acha.


"Makasih," ucap Acha tersenyum, naik ke motor.


Darren pun langsung menarik tangan Acha agar memeluk pinggangnya. Seketika Acha melotot kaget. "Pegangan biar nggak jatuh. Kalo lo kenapa-napa, gue yang bakalan abis." ucap Darren beralasan.


Tentu saja Acha sangat terkejut dengan tingkah Darren. Begitu pula dengan Vano dan Rey.


Namun tidak dengan Karin dan Zain yang sudah hafal dengan sifat Darren. Mereka berdua malah tampak jijik.


"Mulai modus kann!!" nyinyir Karin memutar bola matanya jengah.

__ADS_1


"Woii modus lo! Huu!!" sambung Zain menyoraki Darren.


"Haha.. iri? Bilang boss!!" gelak tawa Darren. "Lo kalo iri, tuh ada dia. Ambil aja, gue ikhlas!!" sambung Darren pada Karin, dengan menunjuk Zain.


"Ogah!!" teriak Karin dan Zain bersamaan.


"Tuhkan.. kompak niee!!" ejek Darren menggoda Karin dan Zain.


Acha dan yang lainnya pun hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah mereka bertiga yang tampak lucu.


Seketika tawa Acha berhenti, ketika matanya bertemu dengan mata Rey. Wajah Acha langsung berubah dingin. "Ayo Darren" ajak Acha.


Darren pun mengangguk. Ia tau bahwa Acha ingin segera pulang karena Acha sedang berusaha untuk menghindari Rey.


"Bye!!" seru Acha dan Darren melambaikan tangan. Mereka pun segera melaju meninggalkan parkiran.


"Kalo gitu gue juga balik dulu," ucap Zain, menaiki motornya. "Hem." balas Karin ketus.


Zain pun segera melajukan motornya menuju ke rumahnya.


"Dek, yang tadi bareng Acha itu pacarnya ya?" tanya Vano menatap Karin.


"Oh,Darren? Emang kenapa? Jangan-jangan kakak naksir ya sama Acha??" balas Karin menggoda Vano. Seketika Rey langsung menatap Vano tajam.


"Ehh, ya nggak lah!! Kepo aja, kayaknya dari kemarin mereka bareng terus, deket banget lagi!" ujar Vano penasaran.


'Jadi namanya Darren?' batin Rey berpikir.


"Oh ya, Dek. Kalo cowok yang baru aja pulang itu siapa? Boleh juga. Kayaknya tuh anak baik.." ucap Vano sambil berpikir-pikir.


"Terus kalo baik kenapa?!" ujar Karin malas.


"Yahh.. sebagai kakak yang baik, kalian bakal kakak restuin lah.. Kurang baik apa coba??" balas Vano sok baik.


"Cih, sama dia?? Ogah amat!!" seru Karin nge-gas. "Pulang yuk, ah!" sambung Karin dan langsung naik ke motor ninja milik Vano. "Buruan!!" teriak Karin.


"Gue balik dulu, ya. Tuh singa dah marah," bisik Vano pada Rey dan Dion. "Bye!" sambungnya menepuk pundak Rey.


Vano pun segera melajukan motornya bersama Karin.


"Ya udah, balik yuk!" ajak Dion pada Rey.


"Hem" balas Rey. Mereka berdua segera menaiki motor masing-masing dan pulang.


Makasih buat kalian semua yang udah dukung Acha LOVE Story😁 Maaf kalo masih banyak salahnya atau kisahnya kurang greget. Jang lupa terus dukung author yaa

__ADS_1


Sayonara..


__ADS_2