Acha LOVE Story

Acha LOVE Story
(ALS) Best Friend Forever


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 3 sore. Saat ini semua siswa dan siswi baru tengah melaksanakan upacara penutupan MOS. Upacara tersebut juga diikuti oleh bapak ibu guru dan dipimpin oleh Kepala Sekolah. Setelah Kepala Sekolah menyampaikan beberapa patah kata, beliau pun undur diri diikuti bapak serta ibu guru. Upacara pun diambil alih oleh Hana, selaku Ketua OSIS.


"Baik, upacara telah selesai. Adik-adik semua boleh pulang. Dan untuk 10 kelompok yang tadi, diharapkan tetap di tempat masing-masing untuk melaksanakan hukuman." tegas Hana di atas mimbar.


Semua siswa dan siswi baru pun segera bubar, terkecuali kesepuluh kelompok yang mendapat hukuman. Kini tersisa 43 anak di lapangan. Diantaranya yaitu 40 anak murid baru dan 3 anggota OSIS yang bertugas, yaitu Hana, Vano, dan Dion.


Hana, Vano, dan Dion berkumpul tampak sedang merundingkan sesuatu.


"Oke adik-adik berhubung yang dihukum terlalu banyak, maka berdasarkan rundingan kakak bersama kak Hana dan juga Kak Dion bahwa yang akan menerima hukuman adalah 3 kelompok yang terakhir mengumpulkan tugas. Bagi kelompok yang lain boleh pulang." jelas Vano.


Keputusan tersebut tentunya disambut gembira oleh tujuh kelompok yang tidak jadi mendapat hukuman. Mereka pun segera berpamitan kepada Hana dkk untuk pulang.


Tersisalah 3 kelompok, termasuk kelompok Acha dkk. Mereka tentu mendapat hukuman karena mengumpulkan tugas terakhir.


"Dan untuk kalian, silahkan kalian ambil satu untuk masing-masing kelompok!" ucap Dion sembari membawa 3 gulungan kertas kecil.


Ketiga kelompok tersebut pun mengambil kertas tersebut sesuai arahan dari Dion lalu membukanya.


"Oke..jadi itu adalah tugas yang harus kalian laksanakan sebagai hukuman dari kakak bertiga. Nggak susah-susah banget kok, kalian cukup mendokumentasikan kegiatan ekskul tersebut, yah.. minimal durasi videonya 10 menit lah." jelas Hana.


"Jadi siapa diantara kalian yang mendapatkan ekskul paduan suara??" tanya Hana karena ia juga anggota padus.


"Kita kak, kelompok 7!" jawab salah satu siswa kelompok tersebut.


"Oke, ekskul padus dilaksanakan tiap hari Selasa dan Kamis, jadi kalian bisa mulai ngerjain tugasnya besok." jelas Hana.

__ADS_1


"Kalo yang dapet ekskul basket siapa?" tanya Vano selaku anggota tim basket.


"Kita kak, kelompok 12!" jawab Karin mewakili ketiga temannya.


"Ekskul basket itu tiap hari Senin sama Kamis. Karena sekarang hari Senin maka kalian ngerjainnya besok Kamis." jelas Vano.


"Yang dapet ekskul voli bisa ngerjain mulai besok Rabu atau Jumat." jelas Dion yang merupakan anggota tim voli kepada kelompok 18.


"Siap kak!!" jawab ketiga kelompok sambil mengangguk mengerti.


"Oke.. kalo gitu kalian boleh pulang. Oh iya deadline pengumpulan tugasnya Kamis minggu depan jam 3 sore. Dikumpulkan ke kakak, atau Kak Vano,atau Kak Dion. Yang telat ngumpulin, bakal dapet hukuman yang lebih berat lagi, PAHAMM?!" ucap Hana tegas.


"Paham Kak!" balas ketiga kelompok.


Mereka pun pamit kepada Hana dkk, dan segera bubar.


"Santai aja kali Cha..lagian juga bukan gara-gara lo kok," sela Darren dengan senyumannya.


"Iya Cha.. lagian kalo cuma hukuman kek gitu mah kecill..lagian kita kan Best Friend Forever!!" ucap Karin mantap.


"BFF yang slalu ada disaat suka maupun duka," sambung Zain.


"Makasih ya temen-temen," ucap Acha terharu lalu memeluk Karin.


"Tuhkan pelukan nggak ajak-ajak.." cibir Darren dan hendak memeluk mereka berdua. Namun belum sampai memeluk mereka, sebuah pukulan mendarat tepat di kepala Darren. Siapa lagi kalo bukan Karin pelakunya.

__ADS_1


"Plaakk.. mau apa lo?!" gertak Karin sambil melotot.


"Ihh.. sakit bwambangg!!" teriak Darren.


Tingkah mereka tentu mengundang tawa Acha dan juga Zain.


"Kalian mah jahaatt!!" sungut Darren dengan tampang merajuk. Lagi-lagi tingkah Darren berhasil membuat mereka semua tertawa lepas.


"Oh iya Cha, kamu pulang naik apa? Kalo gue bareng sama kakak gue naik motor," tanya Karin.


"Nggak tau nih, soalnya kakak Acha nggak bisa jemput. Jam segini angkot masih ada nggak ya?" tanya Acha gelisah.


Saat ini sudah pukul 4.25 sore. Di area ini memang ramai taxi maupun angkot, tapi di jam segini biasanya jarang ada taxi yang kosong, sedangkan angkot entah masih lewat atau tidak.


"Kalo gitu bareng gue aja Cha. Gue bawa motor kok." ajak Darren dengan tersenyum manis.


"Alahh..modus lo!!" teriak Karin dan Zain bersamaan.


"Ihh... iri? bilang boss!!" balas Darren cekikikan. "Gimana Cha, mau nggak? Daripada nungguin angkot yang nggak pasti, mending sama gue yang udah pasti bakal ngelindungin lo," gombal Darren dengan tampang playboy nya.


"Halah.. dasar tukang gombal!!" sarkas Karin.


"Biarin lahh.. wieekk.." balas Darren sambil menjulurkan lidahnya. "Ayo dong Chaa.." sambungnya memohon.


"Yaudah deh, daripada nunggu angkot," jawab Acha.

__ADS_1


Mereka pun segera menuju ke tempat parkir, termasuk Zain karena ia juga naik motor.


Hai Hai Hai...maaf ya kalo masih ada kesalahan dan ceritanya masih datar" aja, maka dari itu kasih sarannya dong biar ceritanya bisa sesuai sama ekspektasi kalian🙏jangan lupa terus dukung author yaa😁thanks..🙃


__ADS_2