
Hari demi hari telah berlalu. Lebih tepatnya hari ini adalah hari Kamis. Langit tampak sangat cerah pagi ini. Mentari pun mulai memancarkan jingganya.
...----------------...
Kringgggg... sebuah jam weker berdering cukup lama. Namun gadis itu masih saja asik berada di alam mimpinya.
"Cha.. bangun oey!! Dah siang ini!!" seru Rega membangunkan Acha.
Namun tak ada jawaban dari gadis itu. Gadis itu masih saja tak berkutik di dalam selimutnya.
"Woyy!! Acha!! Bangun nggak?!" teriak Rega sekali lagi.
"5 menitt.." lirih Acha di dalam selimutnya.
"Nggak ada!! Cepetan bangunn!!" teriak Rega langsung menarik selimut Acha dengan kasar.
"Iya..." gumam Acha namun masih enggan membuka matanya.
Tiba-tiba terbesit ide luar biasa dalam otak Rega. Tampak kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. Namun tentu saja itu bukan senyuman manis, melainkan senyuman khas devil nya.
"Oo.. beneran masih nggak mau bangun juga?!" ucap Rega tersenyum smirk. Tak ada jawaban dari Acha. Rega pun segera pergi meninggalkan Acha yang masih asik dengan mimpinya.
1 detik..
.
3 detik..
.
7 detik..
.
Byuuurrrrrr.....
"Aaaaa!!!! Kak Regaaa!!!!" teriak Acha kala tubuhnya disiram menggunakan air dingin.
Seketika seluruh tubuh dan kasurnya basah kuyup akibat ulah Rega.
"Hahaha!! Ini akibatnya kalo kamu susah dibangunin!!" gelak tawa Rega menggelegar di seluruh rumah dengan masih membawa ember.
"Buruan siap-siap atau kakak tinggal kamu!!" ancam Rega keluar kamar Acha.
"Dasar kakak nggak ada akhlak!!" oceh Acha tidak terima. Ia pun melirik ke arah jam wekernya.
"Baru jam 6.25 juga!!" ucapnya tanpa sadar. "Apa 6.25 ?! Acha telatt!!"
__ADS_1
Acha langsung berlari ke kamar mandinya. Entah dia mandi atau tidak, sekitar 10 menit ia sudah siap dengan seragamnya.
"Kak!! Ayo buruan!!" Acha berlari menuruni tangga menuju ke meja makan, namun tak ada siapapun disana.
"Haduhh.. pada kemana sih?! Jangan-jangan Acha ditinggal lagi?!" Acha segera berlari keluar rumah. Dilihatnya Rega yang sudah didalam mobil, melajukan mobilnya.
"Kak! Tungguinn!!" teriak Acha berlari mengejar Rega. "Kak Regaa!!" teriak Acha masih mengejar.
Rega yang didalam mobil pun tersenyum menang, melihat Acha dari kaca spion nya. Lalu ia pun menghentikan mobilnya.
"Hosh..hosh.. Ka-kak.. jahat bet sih.." ucap Acha ngos-ngosan akibat berlari. Ia pun segera masuk ke dalam mobil.
"Makanya,, kalo dibangunin itu bangun! Bukannya malah ngebo!!" sindir Rega. Acha yang disindir pun manyun-manyun mengoceh tidak jelas.
Dengan segera Rega melajukan kembali mobilnya.
.
.
Ditengah perjalanan, tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras.
Duuarrr!!
Rega langsung menepikan mobilnya. Ia pun segera keluar mengecek keadaan mobilnya. Begitupun dengan Acha.
"Haa?!! Terus Acha berangkatnya gimana?? Mana udah jam segini lagi!!" Acha menatap jam tangannya yang menunjukkan pukul 6.45.
"Mana sepi,, nggak ada taxi atau angkot lagi!! Aaa.. gimana ini, Kak?!" rengek Acha takut terlambat.
"Ya mana kakak tau lahh.. kalo bannya bakal meletus!" teriak Rega.
Sementara dari kejauhan tampak seseorang melaju dengan motor ninjanya. Rega yang melihatnya pun berinisiatif mencegat orang itu.
"Ehh stopp!!!" teriak Rega berdiri di tengah jalan menghentikan laju motor itu. Rega menatap si pengendara motor yang ternyata laki-laki. Seragam sekolah yang sama dengan Acha, namun tertutup oleh jaket nya.
"Sorry.. lo anak IHS kan?" tanya Rega pada laki-laki itu.
"Kalo iya kenapa emang?" balas laki-laki itu tanpa melepas helm nya.
"Nah pas banget nih. Gue nitip adek gue boleh nggak? Ban mobil gue meletus jadi nggak bisa anter dia," mohon Rega.
"Ihh.. Apa-apaan sih kak! Main titip aja!! Acha aja nggak kenal ama dia!! Kalo Acha diculik gimana?!" beo Acha tak setuju dengan Rega.
"Hish! Diem aja bisa nggak sih?! Mau berangkat apa enggak?! Atau kamu mau telat ke sekolah?!" omel Rega membuat Acha terdiam.
"Toloongg banget bro,," ucap Rega pada orang itu.
__ADS_1
Laki-laki itu pun melirik Acha. "Oke,, dia boleh nebeng gue," ucap orang itu.
"Wihh,, thanks bro.." Rega menepuk pelan pundak orang itu. "Udah sana.. buruan naik!!" perintah Rega pada Acha.
Namun bukannya naik, Acha malah membeo lagi, "Pokoknya Acha nggak mau nebeng sama dia!" ucapnya membuang muka.
"Buruann!!" Rega medorong Acha agar naik ke motor itu. "Oh ya,, bentar!" Rega langsung membuka bagasi mobilnya. Ia pun mengambil sebuah helm yang memang selalu ia bawa.
"Nih pake, biar aman!" Rega langsung memakaikan helm itu di kepala Acha dan mendorong Acha agar mau naik ke motor.
"Oh ya bro.. boleh gue foto plat motor lo?? Biar gue bisa tenang aja," ujar Rega meminta izin.
Laki-laki itu menghela napas panjang. "Hmm" jawabnya.
"Oke,, thanks bro," Rega memotret plat motor itu. "Titip ya,," ucapnya.
Laki-laki itu hanya diam dan langsung melajukan motornya meninggalkan Rega.
......……......
Selama perjalanan tak ada percakapan antara Acha dengan laki-laki itu. Laki-laki itu melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, membuat Acha hampir saja terjatuh.
Sontak Acha langsung memeluk laki-laki itu. Seketika Acha tersadar dan langsung melepaskan pelukannya.
.
.
Sekitar pukul 6.55, mereka telah sampai di IHS. 'Untung aja nggak telat' batin Acha lega saat mereka telah memasuki parkiran sekolah.
Motor itu berhenti, dan Acha segera turun. "Makasih" ucap Acha.
"Sama-sama" balas laki-laki itu sembari melepas helm nya.
Jedeeerrr
Bagai disambar petir di siang bolong, Acha terkejut setengah mati saat melihat wajah laki-laki itu.
"Ka-ka" gagap Acha melangkah mundur.
Ia pun langsung berlari meninggalkan laki-laki itu.
Laki-laki itu hanya menatap kepergian Acha dengan tatapan sendunya.
...***...
Holaa... Acha balik lagi😁 Maaf ya kalo ceritanya kurang greget ataupun kalo ada typo.. Jangan lupa like, komen, n dukungannya buat author.. Makasihh😇
__ADS_1
Sampai jumpa di next episode,,,lope you all😘