
Alira berjalan sembari menggerutu bisa-bisanya ia bisa salah masuk kelas, padahal seperti nya sudah benar. mungkin tadi Alira mengikuti jalannya ustadz Barra yang ia kira ustadz abu guru bahasa Arab.
Langkah kakinya begitu cepat menuju kelasnya, masih beruntung ustadz abu belum masuk ke dalam kelas. Semua sudah duduk rapi masih ada bangku kosong di depan sendiri, tak ada Amel rasanya males alira kali ini ke kelas.
Beberapa menit ustadz abu pun datang, semua mengeluarkan bukunya dan mereka mulai belajar bahasa Arab yang konon katanya sulit bagi orang awam seperti penulis.
--
Di sekolah alira dan teman-temannya duduk di bawah pohon dimana ada satu kursi dan beberapa kayu yang bisa dipakai mereka untuk duduk, lelah sehabis olahraga mereka beristirahat di tempat yang rindang. Alira membawa sobekan kardus dari kantin ia pakai untuk kipas-kipas.
" sebentar lagi kita akan lulus Lo, kalian mau lanjutin ke mana." tanya Ratih ia meluruskan kakinya.
" bapak menyuruhku untuk kuliah tapi bingung aku mau ambil jurusan apa". ucap Kennu sembari berfikir.
" aku sih males pengen kerja aja cari duit yang banyak, kuliah ujung-ujungnya juga cari duit kan". kata Ratih ia melirik ke arah alira yang hanya diam saja.
" kalau kamu lir".
" ngga tau emak bapakku tak mungkin bisa membiayai aku, lulus SMA saja sudah alhamdulilah. kalau kerja aku juga bingung mau kerja apa, jika kursus jahit kayak emak aku orangnya tak bisa telaten. Belum ada pandangan aku tih".
" mau aku kasih tau ngga lir". ucap Kennu".
" apa". ..
" menikah aja, malah ada yang nyariin duit." alira mendelik.
" ya kalau nikahnya bisa dapet orang kaya, kalau cuma kayak kamu bukannya di cariin duit malah kita ikut nyari duit. ngga ah aku belum kepikiran sampai ke situ kennu".
" dari pada kamu bingung lir itu solusi terbaik".
" bukan solusi itu mah kennu, tapi masalah baru,"
" udah yuk masuk makin panas ini". ajak Ratih.
" gitu aja panas Ratih katanya kamu pingin kurus panas dikit udah kayak ulet keket".
Ratih hanya nyengir saja ia berlalu masuk ke kelasnya.
" langsung pulang lir tak nongkrong ".
" iya emak tak izinin aku, lagian aku juga mau tengok Amel kasihan dia".
" ikut dong lir" kata kennu.
" ya ayok kamu duluan aja ngga apa-apa, aku kan pakai sepeda nympek nya lama"
__ADS_1
" ngebut dong lir "
" ogah nanti masuk Empang mang jali". teman-temannya tertawa ngakak.
Alira menggowes sepeda nya dengan santai ia pulang dulu ganti baju lalu ke rumah Amel. kennu, Nita dan yang lainnya sudah sampai ke rumah Amel.
" lama amat kamu lir kita udah nunggu dari tadi ". kata Nita ia duduk di dekat Amel.
" aku ganti baju dulu, aku kan akan lama di sini. kalian silahkan pulang duluan tak apa".
" kamu ngusir kita nih lir, emang rumahnya siapa "
" bukan ngusir tadi kalian bilangnya gitu aku mau lama-lama di sini ".
" gimana keadaan mu Amel, sudah baikan." tanya alira mendekat.
" Alhamdulillah demam nya sudah turun tapi aku masih pusing, hidung tersumbat, mual-mual " ucap Amel.
" ya ampun Mel banyak amat kamu borong sendiri ".
" katanya kalau borongan dapet diskon bisa murah." temannya semua tergelak tertawa.
" kamu tuh Mel bisa aja, cepat sembuh yak sepi tak ada kamu Mel".
" iya aku juga maunya gitu siapa juga yang mau sakit lir".
" tumben lir kamu encer, pantes banget jadi jodohnya ustadz Barra ".
" apa hubungannya, aku cuma denger dari ustadz Abdul Somad begitu kalau sore Abah setel radio yang ada ceramah nya."
" ustadz barra itu kok ganteng nya ya Allah kelewatan ".
" lewat apa,"..
" kalian semua lewat." ucap Nita menunjuk temannya laki-laki.
" kirain lewat rel kereta api atau jalur laut".
" ustadz barra mah semua bisa dilewati, senyumnya beuh....".
" masih gantengan aku kan ya, " ucap Kennu semua mendorong kennu.
" apanya yang ganteng Amel aja ngga mau sama kamu".
" Amel itu bukan ngga mau tapi menunda dulu pan kita masih sekolah, iya kan Mel. kata ustadz ngga boleh pacaran lebih baik kita langsung khitbah".
__ADS_1
" Semenjak ustadz Barra ngajar di sekolah kita jadi berkurang ya yang berdalih pacaran, apalagi yang bilang pacaran syar'i ada-ada aja pacaran kok syar'i ". Reno geleng-geleng kepala dengan anak zaman sekarang.
" beruntung kita hidupnya jauh dari perkotaan masih sedikit aman"
" bukan itu kennu, tapi masih bersyukur kita memiliki orang tua yang ngerti sama kita. kita sekolah di tempat yang beragama jadi setidaknya sedikit mengerti jika pacaran itu hukumnya haram selalu di ingatkan saat di sekolah".
" kok kamu bilang haram sih kan ada yang ngga haram, pacaran setelah menikah".
" ye itu mah beda Reno namanya sudah halal ".
" ya kan sama juga di sebut pacaran dengan yang halal akan terasa nikmatnya."
" kebanyakan nonton sinetron inih si Reno." Reno tertawa ia emang seneng duduk sama emaknya nonton di Chanel ikan terbang itu.
" Kita harus ngerti emang ilmu agama seperti itu, kita masih semangat-semangatnya apalagi di umur kita ini di selimuti emosi. fix ya kita ngga ada yang boleh pacar-pacaran inget no debat".
" okey jika kamu suka sama Amel kennu langsung khitbah ke bapaknya aja."
" siapa yang suka sama anak bapak." bapak keluar dari belakang, kennu tenggelam berlindung di belakang Reno. Amel meringis ada bapaknya.
" ini pak kennu". alira menunjuk kennu.
" oh kamu anaknya pak Harto pedagang buah ya, belajar yang pinter dulu cari sangu buat lamar Amel ya kalau sekarang kalian sekolah dulu ngga boleh pacar-pacaran".
" iya pak". ucap Kennu, temannya menahan tawa kennu begitu menciut. beruntung bapaknya Amel tak segalak bapaknya Nita.
" Kamu beneran suka sama Amel". kennu terbelalak bapaknya amel ngomong masalah itu lagi kennu garuk-garuk kepala.
" i iya pak,".
" baguslah bapak tak capek-capek cari jodoh buat Amel".
" Alhamdulillah". ucap Kennu lantang.
" bapak... Amel tak suka sama kennu".
" sekarang tak apa tak suka karena kennu masih sekolah masih kumel, nanti kalau dia sudah berduit udah bening kamu juga pasti suka. jangan menilai orang dari penampilan nya Amel".
' hiks kenapa di bilang kumel si pak jujur amat' batin kennu. teman-temannya menahan tawa.
" ya udah bapak mau ke depan nemuin ustadz barra mau benerin toa mushola". para wanita terutama Amel dan Ratih langsung menoleh nongol kebelakang mereka arah pintu.
" astaghfirullah kalian ini di sebut nama ustadz barra langsung waek noleh". para wanita langsung tertawa alira geleng-geleng cuma dia yang tak terpukau dengan ustadz barra.
___
__ADS_1
maaf tak sengaja pasti 11 ke hapus masih coba untuk pulihkan