
Alira dan Barra turun ia lalu alim kepada umi dan Abi, usapan kepala dari umi kepada Barra sudah terbiasa umi lakukan.
" Kenapa umi ke sini tak kasih kabar dulu ". tanya Barra.
" kalau umi kasih tau berarti bukan kejutan sayang, umi sengaja ke sini eh kamu sudah pindah rumah nya." ucap umi senang.
" bagaimana nak kandungan nya masih merasa mual mabuk."
" Alhamdulillah sehat umi, mual kalau pagi saja."
" yang penting jangan lupa ya asupan gizinya yang kuat jangan banyak lakukan aktivitas dulu".
" iya umi insyaAlloh".
" barra kapan kamu pindah ke sini kok tak bilang sama Abi."
" maaf Abi, barra belum sempat baru saja pindah nya".
" kamu ngontrak atau beli ini nak". tanya Abi.
" Alhamdulillah beli bi".
" nah gitu dong beli jadi nyaman kan kalau punya sendiri, ini bukan menghambur kan uang barra tapi sesuai kebutuhan apalagi istrimu sekarang hamil harus punya tempat yang nyaman dong. sebenarnya Abi tak senang kamu kemarin tinggal di sana Abi khawatir jika alira di rumah kamu tinggal pergi sendirian ". barra menoleh pada alira.
" jika di sini Abi lega ada security ada juga yang membantu Alira".
" iya bi, maaf maksud barra kemarin karena kita hanya berdua kontrakan itu masih cukup untuk kita".
" Jangan hanya kebutuhan saja yang di pikirkan tapi keamanan juga butuh, di sana jika pagi sepi kalau di sini kan setiap saat ramai".
" makan dulu yuk bi, tadi bibik dan alira masak sup ayam kampung". makanan yang juga abinya sukai.
" wah enak nih". umi melotot baru saja abinya makan waktu mau ke sini
" bi ..."
" tak apa tak meski tiap hari juga makan di rumah Barra, perut Abi masih cukup". umi menggeleng kan kepalanya alira dan Barra tertawa.
" nak umi kesini mau bilang, ruko yang ada di dekat supermarket kita punya Abi itu kosong satu plong nya. gimana jika kamu pakai untuk jualan pakaian muslim saja, alira bisa mencoba desain juga agar tak di rumah terus ia ada hiburan saat kamu tinggal ngajar dan ceramah ". barra langsung menoleh kepada alira.
" kalau barra sih oke saja bi, gimana Alira saja mau atau tidak ".
" tempat nya lumayan ramai dan di sana belum ada yang menjual khusus pakaian muslim lengkap." ucap umi menjelaskan.
__ADS_1
" bagaimana sayang mas tak memaksa jika tak mau juga tak apa".
" Alhamdulillah mas itu impian Alira sejak dulu." alira bersyukur.
" kamu mau".
" insyaallah mas".
" Alhamdulillah". sahut umi dan abinya.
Umi membawakan oleh-oleh kue lalu alira memberikan nya pada bibik minta bibik untuk di bagikan kepada security dan tukang kebun.
" Abi pamit ya sudah siang nanti Abi ada jadwal ceramah, pesan Abi nak untuk kalian berdua pupuklah kasih sayang setiap hari doakan pasangan kita. jangan pernah ada sedikitpun hal yang di tutupi jika ada masalah segera selesai kan jangan lari dari masalah ya." ucap Abi sebelum pamit, tak mau Abi rumah tangga anaknya porak poranda apalagi sekarang banyak berita selebriti yang adem ayem tiba-tiba di kabarkan bercerai.
" iya Abi insyaallah, ingatkan kami doakan kami Abi".
" orang tua pasti akan selalu mendoakan kalian nak". lalu Abi pamit keduanya Salim umi pun mencium pipi kanan dan kiri anak serta menantunya.
" sayang ingat kan pesan Abi jangan pernah ada yang di tutupi sedikit pun."
" tapi mas, mas tak menceritakan perihal mba Aisyah."
" sayang itu masa lalu untuk apa mas ceritakan, yang penting itu sekarang tentang kita sayang aku dan kamu. mas mencintai mu sayang". barra memeluk alira dari belakang.
" mas gimna kabar mba Aisyah".
" kemarin Fadil bilang Aisyah sudah mendapatkan donor nya."
" Alhamdulillah semoga mba Aisyah cepat sembuh ya".
" aamiin".
" sayang gimana dengan tawaran Abi tadi kamu mau."
" iya mas alira mau, jadi alira punya kesibukan setelah pulang kampus dan alira bisa mengasah ilmu yang di dapat dari kampus". barra mengusap kepala alira.
" masyaallah Istriku semangat nya, tapi ingat kamu sedang hamil jangan di forsir istirahat jika lelah mas ngga mau terjadi apa-apa lagi sama istri mas".
" iya ya mas sayang". alira membalik badan lalu memeluk barra erat.
___
Hari ini Aisyah akan operasi donor sumsum tulang belakang sudah di dapatkan, Fadil sendiri yang akan melakukan nya dengan tim dokter yang lain seperti Bilal dan dokter wanita lainnya. Fadil tak mau jika ada dokter laki-laki selain dirinya dan Bilal saudara Aisyah.
__ADS_1
" mas aku takut."
" sayang jangan takut mas akan selalu menemani mu di sana, mas sendiri yang akan melakukan operasi nya. kamu yang kuat ya pasti kamu sembuh aku tak sabar melihat mu sembuh. kita kan belum ibadah yang banyak pahalanya ". bisik Fadil di akhir kalimat.
" mas ." Aisyah tersipu malu, Fadil mengusap kepalanya lalu mencium keningnya. Fadil sendiri yang menggantikan pakaian Aisyah.
" bismillah berdoa ya sayang kami semua di sini menunggu mu kamu lihat ada Abi, umi, mama juga papa berharap kesembuhan mu". Fadil menunjuk kan keluarga nya di sana yang datang untuk mengiringi proses operasi Aisyah.
" Abi, umi, mama dan papa mas Fadil maafkan Aisyah ya".
" iya sayang kamu kuat ya". semua mencium kening Aisyah.
Lalu perawat mendorong aisyah ke ruangan operasi, Fadil mengajak Aisyah mengobrol agar saat bius di suntikkan sakitnya tak begitu terasa. tak lama Aisyah pun sudah tak sadarkan diri, Bilal yang memimpin operasi kaki ini sebelumnya tim berdoa dulu. Fadil berusaha kuat untuk istrinya ia maksimal mungkin mengerjakan operasi nya.
Fadil memang serius lebih serius dari yang lainnya hingga keningnya bercucuran keringat nampak tegang sekali. asisten sesekali mengusap tisu di kening Fadil sang dokter, meski Bilal juga tegang tapi berbeda denga. Fadil. Fadil juga begitu hati-hati agar operasi untuk istrinya berhasil.
" Alhamdulillah". ucap Bilal operasinya berhasil lalu Fadil langsung memeluk Bilal.
" terima kasih dok".
" sudah menjadi tugas kita menyelamatkan pasien".
" dia istri ku".
" aku tau". ucap Bilal membuat keduanya tertawa.
Bilal dan tim keluar hanya tertinggal Fadil di dalam, Aisyah belum bisa dikeluarkan masih menunggu respon pasca operasi jika semua stabil Aisyah bisa di pindahkan.
" bagaimana nak" tanya ustadz Zaky paman dokter Bilal.
" Alhamdulillah operasi nya berhasil tinggal menunggu keadaan nya stabil Fadil ada di dalam.
" Alhamdulillah ". ucap semuanya bersyukur.
" oh ya bagaimana kabar anak-anak ".
" Alhamdulillah sehat paman ketiganya ".
" syukurlah aku tak menyangka jika arsi akan melahirkan tiga anak sekaligus ". Bilal tersenyum.
__
bersambung
__ADS_1
untuk yang ingin tau kisah dokter Bilal dan arsi bisa baca ya novel fenitri A" Takdir cinta Arsi ".