
Kini ruangan tempat di mana Aisyah di rawatpun sudah di hias oleh wo yang di perintahkan oleh Fadil. Fadil ingin meskipun pernikahan nya dengan Aisyah tak seperti pernikahan semestinya dengan hiasan yang begitu indah. namun Fadil ingin membuat Aisyah juga bahagia, ia ingin pernikahan nya sakral. karena Aisyah adalah wanita impian nya.
Aisyah di hias ia di kenakan gaun begitu sangat cantik, karena Aisyah memang sejati nya wanita yang cantik. Gaun putih dengan manik-manik berwarna biru muda, hijab yang di kenakan nya pun warna yang senada lalu. tetap dengan balutan gaun yang syar'i tanpa terlihat ketat dan lekuk tubuhnya kelihatan.
Fadil sudah siap berangkat dari rumah, di sana keluarga saja dan beberapa tetangga yang akan menyaksikan pernikahan Fadil dan Aisyah. senyum ustadz Zaky dan ibunya terukir kala melihat Aisyah yang di dandan begitu cantik.
_
Barra menyiapkan gaun yang ia pesan untuk pernikahan Fadil dan Aisyah hari ini. barra tau jika alira tak punya gaun sama sekali, semalam Barra menelepon butik langganan uminya agar membuatkan untuk alira yang senada warna nya dengan baju barra.
" pakai bajunya yang ini ya sayang." kata barra ia memberikan gaunnya kalau barra mandi.
alira tersenyum kaget saja dari mana baju gamis secantik ini suaminya belikan, kapan sementara sejak kemarin barra hanya di rumah saja. tanpa berfikir panjang lagi alira lalu mengenakan baju yang cantik itu. alira terlihat sangat cantik, apalagi barra pintar sekali memilih warna yang cocok juga memadankan hijabnya dengan bajunya.
" masyaallah istri mas cantik sekali." ucap barra saat keluar dari kamar mandi.
" namanya perempuan ya cantik mas, kalau ganteng itu laki-laki".
" mas ngga bohong Ra , mas seperti melihat bidadari." alira terkekeh ia lalu memberikan satu persatu pakaian Barra.
"Rasanya mas tak ingin keluar dari kamar ini seharian, cantik sangat cantik ". ucap barra.
" jangan gombal terus mas, ayo keburu siang nanti pengantin nya keburu berangkat.". ucap Alira melerai pelukan Barra.
Rencana memang mereka akan berangkat sebagai rombongan pengantin laki-laki. barra dan alira akan langsung ke rumah Fadil, alira melihat gamisnya ia takut jika gamis itu nanti akan menyangkut di motornya.
" kenapa hmmm..."
" ngga apa-apa". alira takut mengecewakan barra yang sudah lelah-lelah mencarikan baju untuk nya. namun Barra tau kekhawatiran Alira.
" mas mobil siapa itu di halaman kita". ucap Alira kaget ada mobil di depan.
" mobil untuk mu sayang." alira mengerutkan keningnya, lalu tertawa. suaminya hanya seorang honor saat ini di madrasah mana bisa membeli mobil sekelas Innova reborn begitu.
" ayo masuk sayang." barra menggandeng tangan alira.
__ADS_1
" eh motor kita di sana mas, nanti di marah sama yang punya mobilnya". ucap Alira menarik kembali tangannya.
" ayo masuk keburu telat, ini mobilmu sayang. mas beli untuk mu khusus mengantar kemanapun kamu pergi."
" ah mas jangan bercanda". kata alira.
" Bukan bercanda ini beneran". barra menarik tangan alira , di bukakannya pintu mobil untuk Alira.
" mas ini beneran". kata alira menoleh lagi ke arah Barra.
" iya ayo masuk cepat nanti kita ketinggalan melihat acara sakral mereka." alira lalu masuk duduk diam ia melihat seluruh mobilnya, masih baru masih ada plastiknya.
" mas alira ngga mau kalau cuma kredit, alira mau hidup apa adanya jangan begini mas." ucap Alira ia takut tak ingin menumpuk hutang.
" tidak sayang mas pun sama seperti mu tak mau berhutang dan hidup apa adanya, tapi ini kebutuhan kita dan mas mampu membelinya untuk mu. bukan kredit sayang, mas tak mau".
" lalu mas, uang untuk membeli ini banyak sekali sekali mas. dapet dari mana uangnya mas ini." alira mulai menyelidiki
" nanti mas akan jelaskan jika kamu tak percaya sama mas nanti biar Abi yang jelaskan, sekarang jangan pikirkan ini lagi ya. yang jelas mas beli dengan uang halal tidak ada kata kredit. coba kamu dengar bunyi mobilnya halus kan cash...cash.. cash... bukan dit...dit...dit..." kata barra, alira lalu tertawa.
__
Orang-orang udah kumpul di rumah Fadil tak banyak hanya keluarga dekat Fadil dan beberapa tetangga. Barra dan alira datang lalu ikut berkumpul sejenak bersama mereka sebelum berangkat ke rumah sakit.
" ayo semua kita berangkat nanti keburu siang". ucap tokoh masyarakat di sana yang di ajak juga sebagai saksi.
" perutku mules pa" ucap Fadil lalu masuk lagi ke belakang
" ya Allah Fadil ini sudah ketiga kalinya Lo, semalam kamu memang makan apa sih". umpat mama kesal.
Semua tertawa mendengar nya, lalu Fadil keluar ia sudah benar-benar siap.
" belum juga udah begitu keringat nya Fadil". ucap Barra meledek.
" jangan gugup begitu, masa kalah sama pasien". Fadil tak menghiraukan ejekan barra sejak tadi mengejeknya, ia benar-benar gugup.
__ADS_1
__
Di rumah sakit dengan ruangan VIP yang hanya beberapa saja pasien ada di sana, orang-orang sudah menunggu Fadil. saat ini bukan sebagai seorang dokter namun sebagai pengantin. dalam sejarah rumah sakit itu baru kali ini dokter menikahi pasiennya dan di lakukan di rumah sakit pernikahan sakral itu.
Gugup saat tangan Fadil di jabat oleh ustadz Zaky, Fadil melakukan pernikahan di luar sedangkan Aisyah menunggu di dalam ruangan. Fadil belum tau bagaimana keadaan Aisyah setelah sudah di sulap dengan dandanan yang begitu cantik.
" bismillahirrahmanirrahim". ucap Fadil pelan dengan keringat yang sudah menggenang di dahinya.
" sah..." ucap penghulu.
" sah ." semua berteriak dan dua saksi kepala kampung juga Abi Ilyas.
Fadil meneteskan air mata akhirnya pernikahan nya dengan Aisyah terjadi tidak hanya sekedar mimpi. begitu juga Aisyah di dalam akhirnya ia menikah juga, meski cinta itu belum ada namun ia berjanji akan memberikan seluruh cintanya untuk Fadil suaminya.
Fadil lalu di Mita untuk masuk menemui Aisyah, lebih gugup dari sebelumnya Fadil tak ingin masuk ia berhenti di depan pintu kamar.
" kenapa ayo masuk istrimu sudah menunggu untuk mencium tangan mu". ucap barra.
" sumpah aku tak berani barra". semua orang tertawa mendengar nya, Fadil sudha tak peduli ia sangat gugup sekali.
" ayo masuk". barra mendorong Fadil dari belakangnya.
Aisyah tersenyum kala melihat Fadil yang sudah masuk ke dalam. jantung oadil makin berdegup kencang. ia takut menatap Aisyah yang cantik nya sudah paripurna.
" kenapa berbalik". Fadil balik arah ingin kembali ke luar.
" aku malu barra "
" eh sudah halal Aisyah untuk mu Fadil, cepet kasihan tuh menunggu mu sejak tadi". Fadil lalu perlahan masuk di tatapnya Aisyah kembali.
" masyaallah, cantik sangat cantik bidadari ku". ucap Fadil tak sadar membuat semua orang tertawa Aisyah pun tersenyum tanpa jeda.
__
bersambung
__ADS_1
maaf kemarin othor berlibur baru sempet up sekarang.