
Semua sahabat alira mengobrol bercanda alira selesai makan ingin membereskan semuanya tapi tidak jadi di larang oleh Barra. Di letakkan nya piring yang sudah alira pegang lalu barra menggenggam tangan alira agar ikut ngobrol bersama teman-temannya.
" mas alira bersihkan dulu".
" tak usah, ada bibik yang membereskan semuanya sayang kita duduk saja ikut ngobrol sama mereka".
" bibik siapa lagi mas".
" iya yang nanti akan bantuin kita pekerjaan rumah tangga dan memasak, di luar juga ada security yang akan menjaga rumah ini. mas ingin kamu tak khawatir lagi saat mas tinggal pergi sendirian, mas harus tetap mengajar juga ceramah sayang. ilmu mas harus tetap di salurkan agar terus mengalir ". alira tersenyum ia makin bahagia hidup dengan suami nya.
" duh lir mesranya nanti aja kalau kami sudah pulang." lagi temannya sangat iri dengan alira.
" maaf aku lupa ada kalian".
" terus gitu sih". semuanya tertawa.
" bagaimana kuliah kalian ". tanya barra.
" Alhamdulillah lancar ustadz, pengen cepet lulus ".
" ngga sabar amat sih kamu kennu, ". kata Amel.
" ya kan aku pengen cepet halalin kamu biar seperti alira dan ustadz ".
" ye,,, itu aja yang kamu pikirkan jika sudah tak tahan sekarang aja lagian kuliah sembari menikah boleh kok".
" Menikah lah jika belum sanggup berpuasalah kalian". kata Barra.
" iya ustadz kennu janji jika sudah siap lahir dan batin akan cepat nikahin Amel, tapi untuk saat ini kennu ingin lulus kuliah dulu dan punya pekerjaan ".
" nah itu bagus, jadi punya bekal karena perjalanan pernikahan nanti lebih panjang kalian harus punya bekal". alira cemberut rasanya ia ingin kembali ke masa ia bisa bersama teman-teman nya.
" alira tak punya bekal". ucapan manjanya.
" kan mas udah yang membekali." teman-teman nya terkekeh.
" sudahlah lir semua sudah digariskan beruntung kamu nikahnya sama ustadz Barra kan yang sudah terbekali".
" jangan menyesali keadaan yang telah terjadi semua kejadian dalam hidup kita itu ada hikmahnya". obrolan berlangsung hingga siang karena alira masih di sarankan untuk banyak istirahat mereka pamit pulang.
" kami pulang ya lir, kamu cepet sembuh". ucap Amel sahabatnya sejak kecil.
" makasih ya kalian sudah ke sini menghibur aku".
" sampai kapanpun kita sahabat, satu sedih ikut sedih juga lira". mereka pamit pulang ke rumahnya masing-masing.
__ADS_1
" makasih ya mas untuk semuanya".
" semuanya, apa sayang".
" mas Barra berlebihan banget untuk alira".
" karena kamu pantas untuk mendapatkan itu sayang". barra menoel ujung hidung Alira.
" naik ke atas yuk kita lihat kamar kita istirahat dulu". ucap barra menggandeng alira untuk naik ke atas.
" meja makannya biar di beresin bibik".
" mas yang alira tau mas itu seorang guru dan ustadz apalagi yang alira tidak tau saat ini mas, banyak sekali misteri dalam hidup mas." barra terkekeh mendengar ucapan alira istrinya itu begitu khawatir.
" tidak ada sayang, mas ngga merahasiakan mas memang seorang guru dan penceramah saja. harta ini semua adalah titipan jadi untuk apa mas beritahu kan padamu. apa kamu memang ingin tau banget ".
" ngga si mas tapi kadang alira terkejut saja tiba-tiba tinggal di rumah sebagus ini. alira tak ingin berlebihan mas".
" ya mas ngerti maksud mu, alhamdulilah bersyukur Allah titipkan harta sebanyak ini kita sama-sama pergunakan dengan baik ya dan ingatkan mas jika lalai". barra menarik Alira ke dalam pelukannya dari belakang dan mengusap perut istrinya yang masih rata itu.
" kemarin tak tau apa jadinya alira jika harus kehilangan janin ini mas".
" jangan khawatir itu artinya kita belum pantas di amanahi momongan, kan kita bisa bikin lagi sayang." barra mengusap-usap kepala alira ia ingin menghabiskan waktunya bersama istrinya sebelum rentetan kegiatan nya padat.
Abi dan umi sengaja ingin menjenguk anak dan menantunya sampai di kontrakan sepi, memang umi tak mengabari nya terlebih dahulu ingin bikin kejutan.
" kok sepi ya bi." ucap umi menengok ke sana ke mari memang sangat sepi.
" pada ke mana mereka". tanya umi.
" mungkin lagi keluar".
" kita telepon aja mi dari pada kelamaan nunggu gini." akhirnya Abi mengeluarkan handphone nya untuk menghubungi barra. barra sedang menyiram tanaman.
" mas ada telepon dari Abi ". alira keluar memberikan handphone nya pada barra takut jika itu penting.
" assalamu'alaikum Abi ."
" wa'alaikumsalam nak, kamu di mana."
" ada di rumah bi," jawab Barra.
" umi ada di depan rumah tapi rumahmu kosong dan nampak kotor nak".
" maaf Abi barra tidak bilang, barra sudah pindah bi nanti Barra sharelok ya bi ngga jauh kok dari situ bi lebih dekat madrasah ".
__ADS_1
" oh pantas saja rumahnya kosong ".
" maaf Abi, barra belum sempat bilang ke Abi". lalu barra memberi alamatnya.
" ada apa mas" tanya alira.
" Abi sama umi kemari ia sudah sampai tapi di kontrakan ".
" kan mas ngga ngasih kabar lebih dulu kalau kita pindah kasihan Abi nyari-nyari ". barra terkekeh ia lupa.
" ayo gi kita ganti baju lebih rapi dikit ". barra menarik Alira untuk naik ke atas.
Tak sampai sepuluh menit Abi sudha sampai di depan rumah, security membuka pagar ia tau siapa-siapa yang boleh langsung masuk barra sudah memberi tahu siapa saja dengan memberikan foto-foto plat mobil saudara terdekat.
" ini rumah barra Abi, besar sekali ya bi". kata umi melihat-lihat rumah Barra yang sekarang cukup besar.
" Alhamdulillah umi, ia selalu menggunakan uang sesuai yang ia butuhkan. mungkin karena istrinya hamil dan biar nyaman Barra memindahkan ke sini." ucap Abi berjalan menuju pintu rumah Barra.
" bara beli atau ngontrak lagi ya bi". tanya umi terkadang memang barra begitu tak ingin memperlihatkan kekayaan nya.
" kurang tau juga mi, kita tanya saja nanti ke dalam".
" aduh umi ngga enak bi, apalagi menantu kita itu perasa banget. ia tak mau hidup bermewah-mewahan Abi tau sendiri kan kemarin alira menolak semuanya. Masyaallah menantu kita ya bi, ia ngga tau juga kalau suaminya sebenarnya banyak uangnya".
" bersyukur umi Allah berikan kita anak yang Soleh dengan istri saliha insyaallah ".
" aamiin semoga cucu-cucu kita juga terlahir menjadi penerus kekek dan abinya nanti".
" aamiin, semoga keinginan Abah untuk bangun pesantren lekas terkabul ya mi".
" aamiin ya rabbal alamin ". lalu Abi mengucapkan salam tak lama bibik yang membukakan karena alira dan Barra masih berganti pakaian.
" siapa ini". tanya umi.
" saya yang bekerja di sini Bu, mari silahkan masuk. ustadz masih di dalam."
" oh yang kerja jadi barra Carikan buat yang bantu-bantu Abi".
" rumah Segede ini mi juga alira sedang hamil Barra tak tegalah mi". umi nyengir bener memang kata Abi, alira masih hamil muda masih rentan.
_$
bersambung
jangan lupa hari Senin vote nya ya
__ADS_1