
Matahari tampak cerah hari ini bersinar, para siswa sudah banyak berdatangan ke sekolah. Anak-anak kelas satu dan dua persiapan untuk ujian akhir semester yang akan di laksanakan Senin depan.
Barra dan alira datang bersamaan dengan motor Nita dan Amel, Barra langsung terus ke parkiran motor para guru. Sungguh alira merasa malu melihat semua mata tertuju padanya. Barra memarkirkan motor, hal yang sepele tapi mesra jika di lakukan oleh pasangan. Barra melepaskan pelindung kepala di kepala alira, sebenarnya Alira bisa melakukan sendiri tapi barra sengaja jika itu adalah bentuk perhatian dan kasih sayang mengingat mereka adalah pengantin baru.
" wah pengantin baru mesra aja." barra hanya tersenyum alira diam saja menahan malu.
Alira akan langsung menghampiri teman-teman nya yang sudah berkumpul di bawah pohon yang cukup rindang. Namun barra mencegah nya.
" Ra Salim dulu." alira garuk-garuk kepala teman satu geng nya melihat ke arah alira. Mau tak mau alira menyambut tangan suaminya kemudian Salim.
" ya Allah Mel, bisa darting aku tiap hari liat alira dan ustadz Barra". ucap Ratih melongok kagum.
" Pengantin baru makin seger aja, udah keramas belum". celetuk kennu. alira hanya tersenyum, Amel, Nita juga Ratih menarik Alira untuk menjauh dari para lelaki.
" kenapa sih..." alira bingung temannya akan memberondong berbagai banyak pertanyaan.
" gimana Ra, kalian sudah ehem-ehem". tanya Amel makin penasaran.
" apa sih Mel".
" itu lo gimana".
" oh... rahasia..." alira melengos lalu berjalan menghindari mereka.
" alira...". Nita menarik lagi Alira. alira terkekeh ia senang mengerjai teman-temannya.
" Ceritakan alira gimana malam pertama kalian".
" emmmm... ih masa seperti itu harus di ceritain".
" gitu aja kamu kemarin nangis di nikahi ustadz Barra". Ratih kesal.
__ADS_1
" Gimana aku ngga nangis, harusnya aku masih asyik nongkrong dengan kalian tapi ketika aku sudah punya suami kerjaan ku ngurus suami.".
" Tapi benar lir kalian sudah ehem-ehem"...
" Rahasia dong nanti kalian pengen lagi, nikah dulu baru tau". Amel, Nita dan Ratih geram. alira memang sengaja membuat teman-teman nya penasaran.
" Dikit aja lir kepo aku". alira justru malah tertawa ia di berondong pertanyaan sama teman-teman nya.
Hal di ranjang memang seharusnya tak boleh di beritahu oleh siapapun. Itu privasi, hal itu sudah barra jelaskan kepada alira sebelumnya apapun yang terjadi di kamar mereka tak boleh siapapun tau. Meskipun yang terjadi sebenarnya belum ada hal intim oleh mereka berdua.
Barra berjalan untuk masuk ke kelas satu, ia sedikit melirik istrinya yang sedang bergerumul dengan teman-temannya. Topik kali ini di kantor teman-teman mengajar pun sudah menggoda barra sejak tadi.
" lir itu ustadz barra suamimu, ih makin tampan aja." ucap Ratih kagum.
" Ratih kamu tu ini ada istrinya di sini tak boleh lagi kamu begitu".
" aku kan cuma kagum saja, boleh kan lir tak ada niat kok buat merebutnya dari dirimu lir. aku sadar di bukan jodohku". teman-temannya tertawa terbahak melihat wajah Ratih yang memelas.
" Ya Allah alira semua orang menginginkan mempunyai imam seperti ustadz barra tapi kamu aneh malah tak mau, tapi justru kamu pemenangnya ".
" pemenang aku tak ikut kompetisi ".
" bukan itu maksud ku, maksud ku kamu yang Allah pilih untuk menjadi istri dari ustadz barra."
" Yang baik dapat yang baik, aku juga bingung padahal aku jauh dari kata Soleha kenapa Allah menjodohkan aku dengan ustad Barra ". heran alira, temannya juga ikut heran.
" Tak semua yang Soleh menikah dengan yang Solehah, ustadz barra Allah beri tugas untuk membuat mu menjadi Solehah itulah tujuannya kenapa kamu di jodohkan dengan ustadz barra". ketiganya menoleh ternyata ada ustadzah Zhafira yang mendengar obrolan mereka.
" begitu ya ustadzah".
" kalian tau Asiah salah satu wanita yang Allah jamin masuk surga, dia itu istri dari Fir'aun. Asiah wanita saliha tapi ia di hadapkan dengan suami yang kejam. Nah masalah jodoh itu siapa dan siapa Allah sudah tuliskan di lauhul Mahfudz, terima saja kelebihan ataupun kekurangan pasangan kalian.". lanjut ustadzah Zhafira.
__ADS_1
" tapi ustadzah aku dan ustadz barra..." kata-kata nya berhenti ia lupa, hampir saja ia membongkar rahasia rumah tangganya. untung saja ustadzah Zhafira tanggap jadi alira tak jadi mengatakan nya.
" istri adalah pakaian bagi suaminya jadi jangan pernah membongkar aib suami mu. Belajar lah lebih banyak lagi alira, ustadzah yakin Allah menyatukan kalian ada hikmah di balik semuanya ustadz Barra akan membimbing mu". ustadzah Zhafira tersenyum kemudian ia pamit. Ustadzah Zhafira tau apa kekhawatiran alira, karena ustadzah Zhafira pun suaminya bukan ustadz justru seorang tentara. Simak kisahnya ustadzah Zhafira dan Fatih di novel Taat Tanpa Tapi yang masih juga on goin di noveltoon.
" tuh kan Ra kamu harus bersyukur ya, apalagi suamimu itu ustadz Barra ". alira hanya diam meresapi perkataan ustadzah Zhafira dan teman-teman nya.
" yuk ke kantor itu udah pada ke sana tuh".
_
" duh ganjen amat guru juga dilahap, hati-hati na cowok Lo bisa-bisa dia goda juga." celetuk Amira teman satu kelasnya menyindir alira.
" oh iya betul, jangan dekat-dekat bisa-bisa bapak kamu juga di godain ". tawa itu terdengar.
Amel,Nita dan Ratih geram sebenarnya ingin menampar orang-orang yang sejak tadi mengatai alira namun alira mencegah nya tak ada untungnya juga.
" Bilang sama teman kamu itu, sok tak mengenal laki-laki padahal ustadz juga ia godain sampai di nikahin belum aja dapat ijazah malah ijabsah ". lagi-lagi celetuk salah satu temannya.
" Iya betul, ustadz Barra melihat alira dari apanya sih. Soleha ngga, cantik masih cantikan aku. Pasti dia itu pakai ilmu pelet".
Tes
air mata alira akhirnya luruh, ia lalu mengusap tanpa temannya tau kemudian alira pergi ke belakang. Amel dan teman lainnya menyusul melihat alira pergi.
" Ra sabar ya, mereka kan memang ngga tau yang sebenarnya". ucap Amel mengusap pundak alira.
" iya Ra nanti biar aku tampar ya aku geram nih." kata Ratih ia kesal juga alira dikatai semena-mena.
alira masih menutup mukanya, ia sudah diam sejak tadi namun ucapan-ucapan temannya membuat dirinya sakit hati. Bagaimana pun juga ada titik di mana hati itu akan rapuh juga.
___
__ADS_1
bersambung...