
Melewati kota yang penuh dengan kebisingan, polusi udara pun tercemar saking banyaknya kendaraan lewat. Barra ingin lebih cepat sampai karena cuaca lumayan panas ia tak ingin alira kepanasan. Memang benar kata abinya sebaiknya mereka membeli mobil, kasihan alira jika cuaca panas ataupun hujan.
Barra dan alira pun sampai di rumah, alira sedikit geloyoran merasa kepalanya sangat pusing. Barra lalu menuntun nya masuk, di lepaskan nya kaos kaki milik alira kemudian barra masuk mengambil air putih untuk alira.
" makanya jangan berpikir yang kita pun tak kuasa untuk memikirkan nya ra, tangismu itu bikin kepala mu jadi pusing begitu kan. Habiskan air putih nya lalu istirahat, jangan berpikiran yang macem-macem lagi". kata barra ia memapah alira.
" apa besok mas barra ke rumah sakit lagi, alira ikut ya mas besok kan kita libur."
" tadi dokter Fadil begitu meminta mas datang lagi, tapi mas juga mau tunggu kabar dari dia." kata Barra mulai melepas kan jilbab Alira supaya tak kepanasan saat di kamar ia meminta alira untuk istirahat dulu.
" iya mas sebaiknya mas datang kasihan mba Aisyah,". Barra kembali mendesah memang begitu alira tak tegaan lihat orang.
Di pijitnya kakak alira ia tau alira seperti tak enak badan kelihatan sekali jika ia kelelahan yang jelas lelah pikiran. Pikiran antara hati dan kenyataan yang ia hadapi, perlahan alira menghembus kan nafas halusnya ia tertidur. Dikecupnya kepala alira oleh barra kemudian barra ikut istirahat ia pun juga lelah.
__
Ada jadwal mengisi pengajian ibu-ibu di rumah pak Mukhlis, Barra di minta untuk mengisinya. Sudah siap dengan motor serta tas yang biasa Barra bawa berisi buku serta Al Qur'an nya.
" Ra mas berangkat dulu ya, jika badannya tak enak istirahat lagi saja jangan di paksakan. " alira mengangguk ia Salim dulu sebelum Barra pergi.
Selain mengajar di madrasah tugas barra yaitu mengisi pengajian, ia ceramah seperti abinya Ilyas. Di daerah itu sangat senang sekali kedatangan ustadz barra selain tampan emak-emak juga senang karena ustadz barra mudah dalam penyampaian materi. emak-emak bisa langsung mengerti yang disampaikan ustadz Barra dengan bahasa emak-emak.
" emak..." barra langsung Salim ia tak tau jika emak mertuanya juga datang di kajian itu.
" Anak emak, alira tak ikut nak".
" ngga Mak di rumah, tadi habis dari kampus jadi kelelahan alira nya. emak sendirian ke sini".
" sama ibu-ibu girang itu yang pengen liat kamu". ucap emak.
" mau ngaji Mak, luruskan niatnya yak". emak tertawa.
" emak mah udah milikin kamu, kamu teh mantu emak doa emak terkabul ". ibu-ibu yang melihat emak sama barra langsung mendekat minta foto. Emak jadi terhempas kan oleh ibu-ibu girang.
__ADS_1
" dasar ibu-ibu tau yang bening nyosor waek". gerutu emak.
" masyaallah ibu-ibu sebentar lagi kita memasuki hari raya idul adha y, Alhamdulillah ibu-ibu ada yang berkurban di hari raya ".
" iya ustadz ". ucap ibu-ibu.
" Alhamdulillah Bu jika kita di beri kelebihan rezeki sisihkan dan niatkan untuk berkurban. Ada yang sudah daftar haji dan belum berangkat tidak di sini."
" ada ustadz saya, sebenarnya saya nyesel daftar haji berangkat nya lama duitnya ngendep lama pisan ustadz. mending kemarin daftar umroh duluan jadi bisa ke sana dulu udah bisa liat Kakbah". ucap Bu Rina istri dari kepala dusun di sana.
" masyaallah Alhamdulillah ibu sudah mendaftar wajib nya haji. ibu tau kan haji itu rukun Islam kita yang keberapa." tanya Barra.
" kelima..." jawab ibu-ibu serentak.
" wah ibu-ibu ini pandai sekali iya benar salah satu rukun Islam yang kelima itu haji di wajibkan bagi yang mampu. Bu, ketika kita mampu dalam menunaikan haji daftar dulu bu tak perlu pikirin kapan berangkat nya. Karena jika Allah sudah berkehendak besok pun ibu bisa berangkat. Tak perlu juga kita pikirkan sampai atau tidak umur kita itu semua urusan Allah Bu. Setelah kita sudah bisa daftar haji baru Bu kita umroh jika memiliki rezeki yang lebih jangan ke balik ya Bu. Karena wajibnya kita itu haji bukan umroh ya Bu." ibu-ibu manggut-manggut.
" lalu kalau umur kita tak sampai gimana ustadz."
" insyaallah Allah sudah catat pahala wajib haji kita Bu, insyaallah kewajiban kita sudah di gugur. kita serahkan sama Allah ya Bu yang penting daftar dulu, jangan hanya niat saja tapi tidak mendaftar ya Bu ". ibu-ibu riuh dengan tawa.
" tidak salah Bu, saya yakin ibu-ibu di sini semua punya niat untuk naik haji".
" iya...".
" Alhamdulillah, semangat ya Bu semoga rezeki nya berlimpah ruah semua yang ada di sini bisa daftar haji."
" aamiin ". suara ibu-ibu serempak menjawab setiap pertanyaan barra.
Ceramah berlangsung hingga sore, dan di tutup karena memang tak lama hanya di beri waktu satu jam.
" keren emak mah punya mantu kayak ustadz Barra".
" Alhamdulillah, jangan lupa berdoa. doa ibu itu terkabul di ijabah insyaallah, doakan yang baik-baik untuk anaknya". ucap emak.
__ADS_1
" kalau begitu Wati mau doa ah, biar dapet mantu nak barra Nina jadi yang kedua tak apa ah."
" kamu ngomong apa wati, emak pegang sendal ini." Wati mendelik ketika emak mengangkat sandalnya.
" ampun Mak engga Mak, ustadz barra teh menantu emak satu-satunya tak ada saingan."
" nah gitu, awas ya berhadapan sama emak dulu kalau mau macam-macam sama mantu emak." Wati berlari kecil ia kabur takut di timpuk sama emak.
" kenapa Mak". tanya Barra mendekat.
" itu Wati lagi sinting". barra mengerut kan keningnya tak mengerti.
" emak mau pulang , barra antar ya." ajak barra.
" tak usah emak naik mobil bareng ibu-ibu pengajian saja, kamu cepat pulang kasihan alira di rumah sendirian. ini emak bawakan klepon kesukaan Alira." emak menyodorkan satu bungkus berisi klepon.
" barra bisa antar emak dulu, wah pasti senang nih alira sama klepon nya emak".
" tak usah kamu pulang saja emak mau naik mobil jadi kenet."
" apa Mak, jangan Mak". emak tertawa.
" emak udah tak kuat barra ngegantung begono, kamu pulang udah mau Maghrib kasihan alira sendirian di rumah ".
" ya udah emak hati-hati ya barra pamit pulang, emak juga langsung pulang dan jangan jadi kenet barra khawatir ". emak tertawa.
" iya nak emak langsung pulang abahmu juga sendirian di rumah ". barra lalu Salim di kecupnya tangan emak, tak lupa emak mengusap kepala barra sembari mendoakan kebaikan rumah tangga untuk anaknya. Barra langsung melajukan motornya dengan kecepatan sedang, sekitar lima belas menit juga sampai di rumah kontrakan mereka
__
bersambung
jangan lupa kasih vote, komen dan hadiah.
__ADS_1
makasih.