Ajari Aku Ustadz

Ajari Aku Ustadz
Part 69


__ADS_3

Dengan hati-hati Barra memegang alira saat turun, perut alira yang besar membuat dia sedikit sulit untuk berjalan. sebenarnya bukan itu hanya saja barra begitu khawatir sama istri tercintanya itu. Abah dan emak di ajaknya masuk ke butik, butik itu memang tak pernah libur. Namun karyawan bekerja sift karena memang barra dan alira memperkerjakan mahasiswa.


" emak..." teriak Amel yang ikut bekerja menjadi pengawas dan bagian administrasi di butik.


" Amel kamu di sini jga, eleh ngeborong apa". tanya emak, Amel pun Salim.


" kagak ngeborong emak, Amel mah kerja di sini bantu alira."


" kerja, kan kamu masih kuliah".


" kerja part time Mak sembari kuliah."


" apa itu ."


" maksudnya kerja paruh waktu mak bantuin alira jaga butik." ucap Alira mulai melihat pembukuan Amel. hari libur butik lumayan ramai dari pagi.


" oh gitu gede ya lir butik kamu."


" Alhamdulillah Mak ". ucap Alira.


Barra mengajak Abah jalan-jalan di bagian pakaian laki-laki, Abah di minta memilih namun Abah malah bingung.


" abah bingung Barra tak usahlah baju Abah masih ada."


" ngga papa Abah ini barra ambilkan, nah ini cocok buat Abah jadi tambah macho." Abah melihat di layar kaca di tempelkan nya baju itu ke tubuh Abah.


" jangan barra ini mahal." Abah melihat het harga yang tertera di baju.


" ngga papa Abah ini gratis untuk Abah, ini butik alira bah".


"ya tapi kan ini mahal nanti kalian bisa rugi." Abah letakkan kembali baju itu.


" tak akan rugi abah ". barra lalu mengambil nya meminta kepada pegawai nya untuk membungkus.


" aduh nak Abah jadi tak enak."


" kayak sama siapa sih bah, Barra ini anak Abah kan." Abah nyengir.


Sedangkan emak masih milih-milih gamis yang akan ia ambil, tapi nampak emak makin pusing. sudah beberapa kali ia pegang letakkan begitu terus.


" memang tak ada yang harganya lebih murah , ini terlalu mahal buat emak."

__ADS_1


" untuk orang sekelas Bu alira tak mahal Bu". ucap salah satu pegawai sedangkan alira masih berdiskusi dengan Amel tentang stok kondisi butik.


" aduh emak pusing, nanti uang alira habis lagi kalau emak ambil yang ini." ucap emak.


" uang Bu alira tak akan habis Bu apalagi Bu alira sangat baik sekali, ini desain Bu alira sendiri " ucap Fani pegawai butik lainnya.


" kenapa Mak" alira mendekat.


" Bu emak mau suka yang ini tapi takut uang Bu alira habis." Fani terkekeh.


" tak akan Mak kalau habis tinggal cari lagi, ambil yang emak mau tiga pasang sekalian sama jilbabnya ".


" kebanyakan lir, ngga ah ."


" ngga papa Mak ini hadiah dari alira, kalau emak sendiri yang pilih kan jadi puas Mak".


" beneran nih emak boleh pilih tiga".


" iya Mak kapan sih alira bohong."


" Alhamdulillah, emak doakan rezekimu lancar banyak dan berkah."


" aamiin "


" Sudah selesai sayang, gimana pembukuan nya". tanya Barra mendekat.


" udah mas Alhamdulillah pendapatan bertambah, dan dari butik lain juga meminta kita mengirimkan barang lagi juga dengan desain baru alira."


" masyaallah Istriku memang pandai, Alhamdulillah ya tapi ingat mas ngga mau kamu terlalu lelah kalau tak sanggup bilang saja tidak sanggup jangan di paksakan hanya demi keuntungan semata ". kata Barra.


" iya mas, alira tau batasannya ". Barra mengusap kepala alira lalu ia kembali menemui pembeli yang lain beramah tamah dengan pembeli.


" ya ampun lir kamu tuh ah bikin aku baper terus, ustadz Barra sayang banget sih sama kamu mesra terus." kesal Amel selalu melihat mereka romantis.


" jangan di lihat kalau tak kuat, nikah saja cepat Mel jika sudah kepengen." alira terkekeh.


" aduh nanti ah aku masih takut, takut di kekang di suruh-suruh."


" insyaallah tak akan jika pasangan Kita mencintai kita dengan tulus. aku yakin kennu pasti tulus sudah lama Lo dia memendam rasa sama kamu, aku lihat dia juga berjuang tuh demi kami".


" doakan aku ya semoga bisa sampai di titik bahagia...". aamiin.

__ADS_1


__


Fadil pulang dari rumah sakit selepas ashar, Aisyah menyambut nya dengan senyuman. Salim tak lupa kecupan hangat mendarat di kening Aisyah. pernikahan mereka juga bahagia, ujian yang mereka hadapi berangsur terlewati.


" mau langsung mandi atau istirahat mas". tanya Aisyah.


" mandi dulu sayang, mas bau obat."


" airnya sudah Aisyah siapkan mas". Fadil mengusap kepala Aisyah.


" terima kasih ya jauzati". Aisyah tersenyum.


Beriring waktu cinta di hati Aisyah pun tumbuh untuk Fadil. kesabaran Fadil untuk merawat Aisyah membuat Aisyah makin jatuh cinta dengan suaminya itu. takdir memang elok ya ketika semesta sudah berbicara tak akan ada yang bisa menolak nya . Allah pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hambanya. seperti Fadil yang di hadirkan untuk Aisyah karena Aisyah sangat membutuhkan Fadil.


Keadaan Aisyah berangsur membaik setelah enam bulan pasca operasi. Fadil memilih tinggal di rumahnya yang baru ia beli, tak jauh dari rumah sakit. Fadil bisa leluasa mengontrol Aisyah.


" Sayang terima kasih ya." Aisyah mengerutkan alisnya.


" untuk apa mas seharusnya yang berterima kasih itu kan Aisyah". Fadil menarik Aisyah ke dalam pangkuannya.


" terima kasih sudah menerima ku, kamu tau aku lebih bahagia hidupku lebih berwarna. sebelumnya mas hanya bingung tak punya tujuan ke mana hati ini punya tempat untuk pulang". Aisyah tersenyum tersipu malu.


" Alhamdulillah mas, Allah itu memberi yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan karena keinginan kita belum tentu baik menurut Allah. Aisyah butuh seseorang yang merawat Aisyah dengan sabar dan ikhlas, mas butuh tempat di mana hati berpulang di tempatnya yang nyaman".


" aku mencintaimu sayang."


" Aisyah juga mencintai mas".


" sungguh mas bahagia ".


" andai saja kebahagiaan itu bisa sempurna mas dengan kehadiran seorang anak." Fadil letakkan telunjuknya tepat di bibir Aisyah.


" insyaallah jika kita pantas pasti kita akan menerimanya sayang, ada atau tidaknya anak tak masalah buat mas. kita bisa adopsi sayang". Fadil tersenyum mengusap kepala Aisyah.


" tapi mas akan beda rasanya ".


" insyaallah tak akan kamu Taukan bahwa anak itu titipan ". Aisyah mengangguk.


" karena titipan itu suatu saat akan di ambil jangan pikirkan macam-macam sembuh dulu ya. jika memang Allah berkenan menitipkan anak untuk kita Alhamdulillah mas juga bersyukur jika belum atau tidak untuk mas tidak masalah. mas mencintaimu bukan untuk mencari kesempurnaan karena kesempurnaan adalah milik Allah sayang. kamu sudah sempurna dengan segala hal yang kamu miliki kasih sayang dan cinta untuk mas."


" makasih banyak mas." air mata Aisyah luruh Fadil lalu mengusap nya dan mencium tangan Aisyah dengan lembut.

__ADS_1


__


bersambung


__ADS_2