Ajari Aku Ustadz

Ajari Aku Ustadz
Part 46


__ADS_3

Rumah sudah bersih sengaja saat akan pulang barra menelepon seseorang yang bisa membersihkan rumah, jadi alira tak akan lelah bersih-bersih setelah pulang. Di bukanya pintu rumah, mereka telah sampai karena memang tak begitu jauh.


" mas rumahnya bersih wangi juga". heran alira saat sampai.


" iya mas minta bik Siti membersihkan nya, supaya kamu tak capek sampai rumah bisa langsung istirahat ".


" makasih ya mas, tapi mas harus bayar keluar uang lagi".


" tak apa kita bagi rezeki dengan orang lain dengan memberi pekerjaan untuk mereka, mereka senang kok". barra lalu melepaskan kaos kaki yang di pakai alira, alira mencegahnya namun barra tetap melakukan nya.


" istirahat sayang biar pulih nya beneran, sudah ada makanan tak perlu masak lagi".


" mas kenapa harus repot alira bisa ngelakuin ".


" ngga apa-apa sayang biar kamu sembuh dulu ya, pulih sedia kala".


" makasih ya mas".


" hmmm...yok tidur istirahat dulu". barra lalu berganti pakaian ia kemudian merebahkan tubuhnya di samping alira. di pandangnya wajah alira lekat-lekat.


" mas kok gitu liatin nya , alira malu".


" Memandang istri berpahala sayang, biar makin cinta". alira tersenyum ia malu wajahnya merona.


" alira ngga mau tidur mas".


" kenapa, ".


"karena memandang suami itu berpahala ". barra terkekeh lalu memeluk alira erat.


" istirahat dulu sayang, nanti memandangnya lagi." Mereka beristirahat sebelum adzan Zuhur berkumandang.


___


Suasana di desa Abah memang sangat sejuk, pepohonan masih banyak yang rindang. angin yang berhembus terasa segar bahkan ingin berkali-kali menghirupnya dalam-dalam.


" Abah sudah dapat uangnya belum, Amira minta kirimin uang buat bayar sekolah nya ". ucap emak.


" Abah belum panen mak, sabar ya semoga gurunya bisa ngertiin". emak mengangguk.


mereka tak tau ternyata Alira dan Barra ada di depan mereka akan masuk mendengar percakapan emak dan Abah. motor barra memang suaranya halus karena Abah tadi mendengarkan radio jadi tak dengar ada suara motor.


" maaf ya mas". alira malu hal keluarga nya di dengar oleh Barra. namun barra tersenyum lalu mengusap kepala Alira.


" assalamu'alaikum". Salam terucap oleh alira agar pembicaraan orang tua nya tak terdengar.

__ADS_1


" wa'alaikumsalam". jawab Abah dan emak.


" kayak suara nya alira itu bah". ucap emak girang.


" sepertinya iya Mak, yuk keluar kita lihat".


" walah bener bah anak kita pulang". barra Alira lalu Salim.


" emak dan Abah sehat" tanya barra kemudian.


" Alhamdulillah sehat, kalian bagaimana".


" sehat juga Mak". sambung Alira.


" anak kita makin dewasa ya bah". emak senang tersenyum.


" Mak ini ada oleh-oleh dari umi". di bukanya sama emak selain makanan umi juga memberi hadiah gamis dan baju Koko.


" masyaallah bilang sama umi ya, emak dan Abah sangat berterima kasih tak bisa balas apapun ".


" iya Mak, biasa aja kenapa. jangan sok sedih gitu ". ucap alira.emak nyengir, alira mulai absurd lagi persis emak nya.


" makan yok emak udah masak sayur daun singkong".


" wah pasti enak mak, barra mau". Barra langsung berdiri emak dan Abah senang menantu nya tak sungkan di ajak makan.


" enak Mak, barra mau nambah ". emak senang di ambilnya lagi nasi dan sayur di lengkapi ikan asin makanan favorit Abah.


Mereka berbincang sebelum sore datang, barra emang tak menginap karena malam hari ada anak-anak remaja mengaji.


" bah jangan bilang alira ya, ini ada uang bisa untuk bantu buat bayar uang sekolah Amira. Abah terima ya".


" tapi nak jangan. kamu jga butuh uang ini, nak barra pakai saja." Abah mengembalikan uangnya.


" jika Abah menganggap Barra anak Abah tolong terima ya, ". barra memberikan uang tiga juta untuk Abah. Abah jadi bingung jika menolak barra pasti marah.


" Amira hanya butuh satu juta delapan ratus nak, Abah ambil sebesar itu saja jangan semua". Lalu barra mengambil yang satu juta ia juga tak ingin abahnya tersinggung.


" ya sudah sisa dua ratus kirimkan ke Amira, biar untuk jajan dia".


" makasih banyak ya nak, semoga Allah memberi kebahagiaan untuk mu. nanti jika Abah ada uang Abah kembalikan".


" jangan Abah, Abah simpan uang Abah untuk kebutuhan Abah dan emak." Abah akhirnya mengangguk di masukkan nya uang itu ke dalam saku celananya.


alira dan emak masih berbincang di dalam, sedangkan Abah dan barra di belakang melihat ayam serta peliharaan Abah lainnya.

__ADS_1


karena waktu sore barra dan alira pamit pulang, di bawa nya oleh-oleh sayuran dari emak. lumayan banyak akan alira bagikan nanti ke tetangga.


___


Aisyah mengigau ia memanggil nama Barra, umi dan abinya langsung bertatap muka heran.


" maafin Aisyah mas barra." berkali-kali kata-kata itu yang Aisyah ucapkan.


" Aisyah bangun nak, kamu mengigau."ucap umi. lalu Aisyah matanya mengerjap untuk bangun.


" astaghfirullah maaf umi". Aisyah pun terbangun.


" ada apa kamu mengigau memanggil nama barra".


" maafin Aisyah umi, ". Aisyah terisak.


" kenapa nak, ".


" Aisyah memutuskan satu belah pihak dengan menolak mas barra".


" semua sudah terjadi nak, mungkin memang bukanlah jodohmu nak". Aisyah lalu mengangguk.


" mas barra mungkin sangat marah dengan Aisyah." uminya mengusap kepala Aisyah.


" tidak sayang barra anak yang baik ia tak akan pernah menyimpan amarah".


" kamu masih mencintainya ". tanya Abi Zaky. Aisyah mengangguk.


" lupakan nak, barra sudah bahagia dengan istrinya. takdir memang tak selalu seperti yang kamu harapkan. terkadang ada batu terjal yang harus kita lalui ".


" insyaallah umi, Aisyah akan berusaha melupakan mas Barra. Namun perlahan, terasa sakit hati ini jika melihatnya apalagi bersama istrinya ".


" sudah ta lupakan Barra, kamu harus bisa membuka hatimu untuk orang lain".


" tidak Mak, Aisyah akan pergi Aisyah tak ingin membuat orang yang menyayangi Aisyah sedih".


" nak kita tak boleh menyerah, kita tidak tau akal kapan datang. kamu memang sakit tapi kita tidak tau skenario Allah, kamu akan sembuh bisa melewati semuanya. Tak ada yang bisa menghalangi Kun fayakun nya Allah ". ucap Abi Zaky memberi ketenangan kepada Aisyah.


" insyaallah Abi, Aisyak akan ikhtiar untuk kesembuhan Aisyah ".


" nah itu baru putri Abi yang kuat, istirahat lagi berdoa dulu sebelum tidur ya agar setan tak mengganggu mu." Aisyah tersenyum ia lalu istirahat sebelum dokter memeriksa untuk terakhir kalinya sore ini ia bisa pulang.


Fadil datang ia tidak tugas sengaja untuk menjemput Aisyah, sebelumnya Fadil memeriksa Aisyah terlebih dahulu. sebenarnya ini adalah jam praktek Bilal, karena Fadil sudah izin untuk menjadi dokter pribadi Aisyah maka Bilal mempersilahkan. Tetap berada dalam pengawasan Bilal, karena Aisyah adalah keponakan nya


__

__ADS_1


bersambung


__ADS_2