Ajari Aku Ustadz

Ajari Aku Ustadz
part 26


__ADS_3

Ustadz Barra baru saja selesai mengajar ia melihat kerumunan Amel juga Nita, dilihatnya alira yang sedang menunduk karena penasaran Barra mendekat. Temannya semua menyingkir ketika ustadz Barra datang, alira tidak tau karena wajahnya ia sembunyikan di antara lututnya. Alira masih menangis dengan gunjingan teman-temannya yang mengatai jika ia menggoda ustadz Barra. Barra memegang pundak alira.


" Biarkan aku sendiri Mel, kalau kamu sudah selesai kita pulang ya. aku tak mau masuk tak tahan aku di Katai menggoda ustadz Barra". tangisan itu masih terdengar, alira lalu mendongak.


" kenapa siapa yang bilang begitu hmmm..."


" ngga ustadz maaf, ngga apa-apa ". alira mengusap air matanya, tangannya lalu di pegang oleh barra ia yang mengusap nya. adegan so sweet itu membuat temannya menutup mata dengan lima jari tapi mengintip.


" Biarin orang mau bilang apa Ra, jangan nangis lagi ya. mas antar pulang ya Ra." ucap ustadz Barra.


" ngga ustadz, alira pulang sama Amel saja". Barra menarik Alira agar berdiri.


" Udah jangan nangis tapi ya kamu janji, jangan dengerin kata orang. kenyataan nya kan kamu tidak melakukan itu". Barra lalu menarik Alira ke dalam pelukannya, ia lupa di sana masih ada teman-teman alira membuat tiga siswa itu melongok.


Pelukan pertama bagi mereka yang begitu indah di rasakan, meski hanya sebentar karena alira melerainya ia ingat masih ada temannya di situ.


" Alira nanti pulang sama Amel ustadz". ucap alira dengan kikuk.


" ya hati-hati jangan nongkrong di mana-mana atau mampir-mampir. boleh nongkrong tapi di rumah Abah aja". ucap Barra dengan melihat ketiga teman alira, ketiganya mengangguk dengan masih melongo melihat ketampanan ustadz Barra yang ruarrrr biasah. jika bisa di gambarkan liur mereka ikut meleleh wkwkwk.


Barra lalu pamit ia masuk ke kantor lagi dengan meninggalkan alira bersama teman-temannya. Ratih langsung lemas ia pura-pura terduduk mengekspresikan diri nya jika dekat dengan ustadz Barra.


" ya Allah lir bisa-bisa aku jantungan setiap hari di gituin sama ustadz, apalagi kamu di rumah lir bagaimana". Amel memijat pelipisnya.


" hus sudah jangan ngomongin ustadz barra lagi, sekarang itu ustadz barra sudah jadi suaminya alira. nanti alira cemburu lagi". kata Nita .


" baguslah jika cemburu itu tandanya alira sudah jatuh cinta sama ustadz Barra, aku juga berharap begitu berharap alira sahabat kita ini yang dulu anti cowok bahagia".


" iya ya kita enjoy aja lupa ustadz Barra sudah menikah". mereka terkekeh alira malu sebenarnya ia lalu berjalan ke depan di ikuti temannya.


Setelah urusan sidik jari dan ijazah selesai mereka pulang ke rumah, Amel dan teman-teman nya ke rumah alira. Karena Barra hanya mengizinkan alira nongkrong di rumah abahnya.


" eh anak-anak cantik gimana kalian lulus semua kan." tanya emak.


" iya Mak Alhamdulillah, bikin apa nih Mak". tanya Amel.


" bikin onde-onde kesukaan menantu emak".


" wah mau dong Mak, Amel juga suka." kata Amel menyomot satu.


" iya boleh, ini kamu bawa ke depan buat teman-teman kamu juga".

__ADS_1


" Iyah Mak".


" Kebiasaan nyerobot aja ke dapur".


" hehe... emak kan memang selalu bikin makanan."


" mau aku bawa sini Mel". teriak kennu.


" ambil satu saja". kata Amel.


" iya calon istri".


" eh aku jadi ingat siapa kemarin yang janji mau nerima kennu jika alira menikah sama ustadz barra."


" oh iya aku ingat kamu kan Mel".


Amel meringis pasalnya teman-teman nya ingat hal itu. Amel jadi kikuk, kennu tersenyum lebar lampu hijau sudah berkedip.


" MasyaAlloh Alhamdulillah, terima kasih lir karena dirimu jalanku jadi mudah."


" eh boleh tak aku cabut sumpah nya".


" ngga boleh lah Mel enak aja, janji tetaplah janji Mel".


" oke tapi tunggu lulus kuliah dulu". ..


" tenang Amel sayang aku juga mau kuliah dulu, yang penting kita punya komitmen tetap menjaga hubungan kita ini".


" kelamaan, nikah aja Lo sekarang". Amel begidik.


" aku belum siap". kata Amel.


" aku juga belum siap". ucap Kennu kemudian.


Mereka mengobrol makan onde-onde, bernyanyi kennu memetik gitar seperti biasa. Hingga ustadz Barra pulang mereka lalu pamit, mereka memang sudah lama ada di rumah alira.


" Kita pulang ya lir, ingat kamu harus bahagia. aku akan kuliah nanti tak tau kapan kita ketemu lagi ". Nita menangis memeluk alira.


" pintu ku selalu terbuka untuk kalian semua". ucap alira ia juga mengusap air matanya.


" jangan lupa ya lir cepat bikinkan kami keponakan". alira meringis ucapan Ratih membuatnya geli.

__ADS_1


" doakan saja". karena Barra melihat ke arahnya hanya itu yang bisa alira ucapkan.


" ustadz kami titip alira ya".


" Jangan kuatir soal itu, alira istriku aku janji akan membahagiakan alira". ucap ustadz Barra.


Barra dan alira lalu melepas kepergian teman-temannya, Barra menggenggam tangan alira untuk menguatkan Alira. Berpisah dengan sahabat yang sudah bertahun-tahun bersama itu memang berat, mereka semua akan menjalani hidupnya masing-masing.


" sudah makan Ra".


" iya sudah, ustadz bagaimana".


" sudah juga tadi di kantin, aku tak tahan. laper sekali jadi langsung makan. istirahat yuk". barra menarik Alira masuk ke kamar. emak yang melihat nya tertawa geli ingat saat dia dan Abah pengantin baru.


" aduh duh... jadi baper emak tuh". emak terkekeh.


___


" lir besok kita pindah ya, mas sudah menyuruh orang untuk bersihin kontrakan". ucap barra.


" secepat ini ustadz." tanya alira ia masih enggan meninggalkan rumah orang tuanya.


" iya aku ingin kita lebih mandiri, mau ya." barra lalu miring menatap alira.


" insyaallah iya, tapi maaf alira tak pandai mengurus rumah alira juga tak pandai memasak".


" menikahi mu bukan aku ingin kamu menjadikan kamu pembantu ku, kita belajar bareng-bareng ya. Kita mulai semuanya dari awal, kita bisa belajar memasak dan mengurus rumah. Mas ambil kontrakan lebih dekat dengan sekolah supaya mas bisa pulang saat jam makan siang. apa kamu keberatan tinggal di rumah kontrakan." ucap barra pelan ia mulai membuka jilbab alira, alira pun diam saja ketika Barra melakukan hal itu.


' cantik' batin Barra.


" tidak ustadz, alira tidak keberatan ". ucapnya, jilbab alira pun sudah terbuka sepenuhnya alira diam saja saat Barra menyentuh wajah Alira.


Barra mendekat lebih dekat, alira ingin menolak namun tubuhnya ingin terus mendekat.


" Ra berapa kali kamu keramas dalam seminggu, rambutmu halus lembut Ra". kode-kode.


" hampir tiap hari ustadz". ustadz mencium rambut alira, aromanya membuat hasratnya terkoyak. Bibir s**si milik alira membuat barra menelan ludahnya, barra mengusap bibir itu dan semakin dekat. alira pun memejamkan mata mengikuti nalurinya. Sedikit lagi akan sampai mendarat namun....


Preng... meong...meong...


Gagal....

__ADS_1


___


bersambung


__ADS_2