Ajari Aku Ustadz

Ajari Aku Ustadz
Part 78


__ADS_3

Emak dan Abah sudah sampai di rumah sakit, emak langsung menghampiri alira ia mencium wajah sang anak bahagia. Lalu menghampiri bayi kecil yang ada di box bayi, Alhamdulillah bayi sehat sehingga bisa di samping kan dengan ibunya.


" tuh kan Abah cantik mirip Nini nya". emak senang melihat bayi yang sedang tertidur pulas.


" iyain aja". ucap Abah. semua terkekeh.


" Sebentar ya Bu saya periksa dulu sebentar". ucap dokter Almira.


" Alhamdulillah bayi sehat ibunya juga sehat". ucap dokter Almira saat memeriksa alira.


" boleh langsung pulang dok." tanya barra langsung.


" bisa nanti sore sudha boleh pulang kalau sekarang belum Ustadz, biar kondisi ibu Alira sehat dulu kami memastikan tidak akan adanya pendarahan".


" baik dok terima kasih banyak ". Almira mengangguk ia lalu pamit keluar.


Almira akhirnya pulang bersama Mr Jack, ia juga mengantuk dan akan datang nanti siang untuk memeriksa alira kembali. Ada dokter azzam juga yang bersiap untuk pulang, ia melewati kamar alira dan tersenyum ketika melihat kehangatan keluarga yang agamis itu.


" mau pulang juga zam". tanya Mr Jack.


" iya tugasku sudah selesai ".


mereka lalu saling sapa pamit dan berlalu dengan mobilnya masing-masing.


" sudah punya nama belum untuk cucu nenek ini". tanya emak.


" sudah Mak tadi sudah barra cari dan alira setuju". ucap Barra.


" siapa ". .


" Khansa Aurelia Al Rasyid".ucap barra.


"ya nama yang bagus insyaallah akan jadi anak saliha yang kuat".


" aamiin ". semua mengaminkan.


Asi alira tidak langsung keluar dan bayi Khansa harus di beri susu dengan susu formula dulu. Barra selalu ada di samping alira, tak henti nya ia mengusap kepala alira.


" Abi bisa gantikan jadwal barra siang ini ". ucap Barra.


" bukan Abi tak mau nak tapi ngga etis jika Abi yang menggantikan ".


" terus siapa bi ngga mungkin juga barra batalkan ".


" ada Azril nanti Abi minta tolong padanya kemarin ia datang berlibur sama istri dan anaknya ".


" Azril sudah punya anak bi".


" iya baru berumur dua bulan mereka sengaja berlibur ke sini mumpung anak pesantren nya juga libur, nanti Abi coba hubungi ".

__ADS_1


" makasih ya bi".


__


Dokter azzam pulang setelah dinas malam, langsung saja kedua bocah menyambut dengan senang siapa lagi kalau bukan Ammar dan Ameer kedua bocah itu nampak bahagia ketika saat pagi di rumahnya lengkap.


" sudah siap mau berangkat". tanya Azzam melihat kedua anaknya sudah siap dengan seragam sekolah nya.


" iya ayah".


" anak Soleh belajar yang pintar ya " keduanya mengangguk.


Oma hari ini yang bertugas mengantar kedua anak Azzam bersama sopir. Aisha lalu mengambil tas kerja milik suaminya lalu ia menyiapkan air terlebih dahulu.


" mau mandi dulu mas ' tanya Aisha.


" iya mandi dulu saja". Aisha tersenyum Azzam masuk ke kamar mandi sedangkan Aisha menyiapkan pakaian suaminya.


__


tiga tahun kemudian


Alira akan wisuda kebahagiaan terpancar oleh alira dan barra bahkan keluarga tak di sangka akhirnya alira bisa sampai lulus. Khansa masih sangat lucu-lucu nya setiap hari ia di ajak oleh alira untuk ke butik. Di sana akan ada anaknya Ratih yang berumur dua tahun


ya Amel pun akan segera menikah dengan kennu, Nita sudah menikah dengan Marvin, Ratih menikah dengan Fauzan. Sudah mempunyai pasangan masing-masing namun persahabatan mereka masih tetap berjalan hingga kini.


" terima kasih sayang untuk cintamu dan kesabaran mu". ucap barra.


" alira juga mas sangat berterima kasih sudah menemani alira hingga akhirnya alira bisa lulus begini". namun saat di akhir kalimat perut alira mulai mual. ia menutup mulutnya, rasanya ingin muntah saja.


" kenapa sayang " tanya Barra khawatir dengan istrinya.


" alira mual mas rasanya mau muntah".


" huueekkk." langsung alira berlari ke kamar mandi.


" kamu sakit." barra mengikuti alira ke kamar mandi.


" ngga mas cuma dari bangun tidur tadi perut alira mual sekali". barra tersenyum semoga apa yang di pikirkan nya benar, ia lalu keluar kamar mengambil benda yang ada di lemari barra masih menyimpan nya.


" apa ini mas." ketika barra memberi tespek untuk alira.


" coba dulu sayang".


" alira tak ingin berharap lebih mas takut keliru "


" mas minta coba dulu kalau memang belum ya ngga apa-apa, lagian Khansa sudah besar sudah pantas juga punya adik".


" Khansa baru tiga tahun mas."

__ADS_1


akhirnya alira menurut apa kata barra ia masuk ke kamar mandi untuk mencoba. Di luar perasaan Barra deg degan, entahlah selalu saja begitu berharap alira membawa kabar baik.


Alira keluar langsung berhamburan memeluk suami nya, ia menangis namun tangis bahagia.


" kok nangis sih coba mas lihat". barra melerai pelukan Alira.


" Alhamdulillah terima kasih sayang". barra menciumi wajah alira rasa bahagia hadir kembali alira hamil.


" setelah pulang kita ke dokter dulu sayang meminta obat agar mual mu berkurang". Alira mengangguk mereka bersiap berangkat.


di depan sudah ada Abi dan umi, emak dan Abah yang juga akan ikut mengantar alira untuk wisuda tak lupa gadis kecil Khansa yang saat ini ada di gendongan abi Ilyas


Barra memberikan kabar bahagia kepada keluarga jika alira kini hamil, semua mengucap Alhamdulillah. Ratih datang bersama Fauzan ia yang akan mengantar ke kampus, kini Ratih juga membawa anaknya yang sudah berumur dua tahun.


_


Hari terus berganti perut alira yang semakin membesar dan akan melahirkan buah hatinya. Mereka pun bahagia karena saat USG dokter mengatakan jika anak alira adalah laki-laki. sudah lengkap kebahagiaan nya memiliki dua anak laki-laki dan perempuan.


" sayang terima kasih ya kamu memberi hadiah terindah dalam hidup ku anak-anak adalah bukti cinta kita berdua".


" alira juga terima kasih mas, sudah mengajari alira menjadi pribadi yang lebih baik lagi. alira sungguh bahagia". barra mengusap perut Alira yang membuncit itu.


" aduh mas".


" kenapa sayang".


" perut alira mulas".


" mas cuma pegang saja kenapa mules".


" mas sakit, ".


" kita ke rumah sakit". barra membopong Akira, untung saja mereka tadi sedang ada di luar ruang televisi jadi lebih mudah barra untuk mengangkat tubuh alira di masukkan dalam mobil.


ooeeekkkk...


Lahirlah anak kedua mereka dan barra beri nama Khalid Fatih Al Rasyid. Lengkap lah kebahagiaan mereka memiliki dua anak yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.


" mas alira bahagia".


" mas juga bahagia sekali sayang dua anak yang sehat dan lucu-lucu, terima kasih ya". barra mengecup kening alira lembut.


Emak dan Abah, Abi dan umi semua nampak bahagia tak lupa dengan pasangan yang juga bahagia sahabat-sahabat alira. Amel dan kennu, Fauzan dan Ratih serta Nita dan Marvin.


___________________Tamat__________________


Cerita akan berlanjut ke novel " Cinta Untuk Khansa". menceritakan kisah Khansa. Simak ya sudah up dua bab.


Terimakasih untuk reader yang sudah setia bersama Fenitri Azzukhruf, Ajari Aku Ustadz sekian sampai di sini dulu.

__ADS_1


__ADS_2