
Barra sengaja untuk lebih lama lagi tinggal di rumah orang tuanya, sekolah libur setelah ujian. Ia ingin alira lebih dekat dengan uminya.
Sebenarnya masa mengabdi Barra di sekolahan itu sudah selesai tapi sekolah masih membutuhkan Barra untuk jadi guru di sana. Karena Barra senang mengajar di sana dan kebetulan masih dekat alira dengan emak juga makanya Barra masih mengajar di sana. Barra tak ingin alira merasa jauh dengan emak dan abahnya jika mereka rindu bisa cepat menemui.
" umi mau masak apa". tanya alira ia mendekat ikut ke dapur melihat uminya sibuk.
" ada ikan nila kita bakar ya lalu bikin sambal dan buat sup bayam." ucap umi tersenyum.
" alira bantu ya mi".
" kamu potong-potong sayurannya ya nak, biar umi yang bikin sambal dan ikannya di bakar mbok Inah". ucap umi lembut ini pertama kalinya alira di dapur bersama mertuanya.
Barra dan abinya sedang minum kopi di samping, rumah ustadz Ilyas ada teras di samping rumahnya. Mereka menikmati kopi juga cemilan pisang goreng sembari mengobrol.
" Bagaimana kamu bisa secepat itu menikahi alira, Abi ingin tau setelah Abi pendam tak tahan juga ingin dengar cerita darimu". ucap abinya sembari meminum kopi.
" Memang singkat Abi, dan itu terjadi begitu saja."
" kamu mencintai alira nak sehingga kamu cepat sekali mengambil keputusan sedangkan baru kemarin Aisyah memutuskan khitbahmu".
" Tidak Abi, alira adalah muridku tak pantas jika aku mencintai anak didik ku sendiri dan umur alira pun masih sangat muda". kata barra, abinya mengerutkan keningnya semakin ingin tau cerita dari barra.
" lalu pernikahan kalian bagaimana, kamu menjalani nya tanpa cinta pasti akan berat Barra". sebagai orang tua dirinya khawatir jika anaknya tak bahagia.
" Dulu iya Abi, barra dan alira sama sekali tak saling mencintai. Dengan berjalannya waktu cinta itu tumbuh, makanya Barra langsung ingin menyendiri. itu salah satu alasan barra, sebenarnya masih bisa tinggal di rumah emak. tapi barra harus mencuri star agar kita bisa lebih dekat dan bisa menerima satu sama lain, jika dirumah sendiri kan bebas bi mau ngapa-ngapain". celetuk Barra ia terkekeh. abinya geleng-geleng kepala.
" Alira langsung mau kamu ajak nikah waktu itu".
" jelas menolak lah Abi jika tak ada insiden, alira bukan tipe orang yang memanfaatkan keadaan".
__ADS_1
" apa maksudmu..." tanya Abi makin penasaran. Lalu barra menceritakan semua yang terjadi hingga ia memutuskan menikahi Alira, tak ada lagi yang ia sembunyikan dengan abinya. Karena Abi akan terus meminta agar Barra mau bercerita.
" masyaallah skenario yang di buat Allah untuk menemukan jodohmu Barra, apapun itu meski berawal kalian saling tak mencintai akan Allah pertemukan juga. jaga dia baik-baik ya alira wanita yang baik, ia jodoh yang terbaik untuk mu langsung Allah yang memilihkannya ".
" iya Abi insyaallah ". barra pun tersenyum kembali ia menikmati kopinya.
" oh ya bi kenapa ustadz Fahri kok bisa memiliki istri dua bi, kan ia tau jika lelaki yang Soleh itu hanya memiliki satu istri saja." abinya tersenyum mendengar pertanyaan barra yang sebenarnya ia tau jawabannya. namun dalam prakteknya berumah tangga baru kali ini barra mulai menjalani nya.
" Islam memang memperbolehkan kita memiliki istri lebih dari satu, tapi ada syaratnya yang lebih logis bukan di karenakan nafsu. Ustadz Fahri memang ia menikah lagi tapi Abi tau ada alasan yang kuat hingga ia harus menikahi Zahra istrinya muda kini. Adiknya ustadz Fauzan kamu ingat tidak, ". Abi memotong pembicaraan nya sembari agar barra mengingat nya. Barra mengangguk ia ingat ustadz Fauzan yang meninggal karena sakit kanker.
" Nah ustadz Fauzan menitipkan istrinya beserta anak-anaknya kepada ustadzah Fahri, ustadz Fauzan meminta agar ustadz Fahri menikahi istri nya ketika nanti ia tiada agar tidak terjadi fitnah juga anaknya memiliki wali langsung. itupun atas izin dari istri pertama nya. tak semudah itu nak untuk memiliki istri lebih dari satu". jelas abinya.
" jadi tak semata ustadz Fahri menikah lagi ya bi". abinya tersenyum barra memang sangat lugu di depan abinya.
" iya kenapa tanya begitu tak ada niat kan untuk menduakan alira, ". sorot abinya.
" tidak Abi, tak mungkin barra melakukan nya. alira gadis yang polos ia sangat baik, tak mungkin barra menyakiti nya".
di catat ya pembaca triknya Abi Ilyas. wkwkkw...
" iya Abi, barra akan terus juga buat berdoa seperti Abi. barra ingin selamanya hanya alira yang menemani Barra hingga akhir waktu barra di dunia ini ".
" nah itu baru anak Abi yang Soleh, nak apa ada rencana untuk menunda keturunan. Alira memang masih sangat muda jika harus hamil". tanya Abi ia ingin tau rencana anaknya itu.
" tidak Abi, insyaallah jika di kasih barra sangat senang. tak apa alira sembari kuliah hamil, barra nanti bisa bantu semampu Barra ".
" alira kuliah nak".
" Alhamdulillah kemarin barra daftarkan di universitas ". abinya tersenyum ia menepuk bahu barra.
__ADS_1
" Baguslah Abi senang dengan keputusan mu, alira tak tertekan dengan kehidupan nya yang sekarang tiba-tiba harus menjadi ibu rumah tangga. Pakai uang dari kakekmu untuk meringankan pekerjaan istri mu".
" iya Abi, barra juga memakai nya. namun sekarang barra ingin menjalani manisnya pernikahan juga perjuangan berumah tangga ". Abinya tersenyum ia bangga kepada Barra anaknya, meskipun uang barra cukup untuk membeli rumah besar kendaraan yang bagus tapi ia tidak melakukan nya mungkin nanti jika memang sudah butuh untuk saat ini belum begitu urgent.
" mas, Abi sarapannya sudah siap di panggil umi".
" iya sebentar ya sayang". ucap barra tak lama barra dan Abi masuk mengikuti alira.
Makanan sudah tersaji, alira mengambilkan nasi untuk semuanya. Tak lupa ia berikan lauknya juga sayur mayur.
" Ra nanti jalan-jalan ya biar tak bosan kita keliling desa sini".
" iya mas boleh alira mau, antar Alira ke supermarket ya mas ada yang alira mau beli".
" beli apa". tanya barra.
" softek ". alira lupa ia keceplosan dan langsung menutup mulutnya. Sikap absurd alira kini muncul lagi. Abi dan uminya tertawa, alira menunduk malu barra pun garuk-garuk kepala juga malu.
" Kok udah di softekin sih Ra". alira mencubit pinggang Barra ia malu di depan mertuanya.
" tak apa nanti setelah haid biasanya akan ada masa subur, nah kalian bisa gempur biar cepat jadi". kata Abi
" insyaallah Abi doakan Barra ya".
" aamiin". doa uminya.
Mereka melanjutkan sarapan hingga selesai dengan sangat lahap. Alira senang berasa di tengah-tengah orang yang menyayangi nya bahkan menghargainya.
__
__ADS_1
bersambung