
Karena waktu sudah malam umi menyuruh Alira untuk cepat masuk ke kamar beristirahat ia tak boleh terlihat pucat besok. Umi lalu memanggil Abi minta di pijat kakinya pegel juga bahunya.
" Biar Barra saja umi". ucap Barra mulai memijat kaki uminya.
" sudah biar di lanjut kan sama Abi, kamu belum lihai memijat. latihan dulu sama alira biar enak pijatannya ".
" memang butuh belajar ya mi, kan tinggal pijit aja". ucap barra masih memijat kaki uminya.
" ada triknya memijat itu barra, kamu praktek sama alira sering-seringlah pijat kaki alira".
" iya udah sana ". usir Abi ia tau maksud umi agar barra cepat menemani alira.
Alira sedang ada di kamar mandi ia mengambil wudhu terlebih dahulu, ajaran bara sudah alira praktekkan terus. Barra masuk ia merapikan tempat tidur nya, di kibaskan nya agar bersih supaya tak ada hama juga. Barra menyiapkan pakaian tidur alira, daster longgar barra sangat menyukai alira memakai pakaian itu saat tidur.
Terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, barra tersenyum melihat alira sudah segar. Cantiknya alira alami sehingga membuat orang tak bosan memandangnya. Tetesan air wudhu yang membasahi wajah alira lebih menyiratkan kemurnian wajah alira. Tak pernah ada make up, alira sangat polos.
" Ini baju ganti nya sayang". barra menyodorkan baju milik alira.
" mas kata umi kita harus cepat tidur agar besok saat acara tak pucat."
" iya emang kita harus cepat tidur lelah juga kan. memang mau ngapain Ra, kalau kamu yang minta mas siap kok". goda Barra. alira langsung mendorong barra agar ia masuk ke kamar mandi, tak kuat rasanya barra selalu berucap manis. ia geleng-geleng kepala sembari terkekeh.
Alira sudah menyiapkan baju ganti milik Barra, alira lalu berbaring ia berdoa sebelum tidur. Barra keluar dari kamar mandi yang masih mengenakan handuk langsung saja ia ganti dan berbaring di dekat alira. Barra mendekat meremas jemari alira, alira menahan nafas sekujur tubuh nya merinding sentuhan Barra membuatnya jadi panas dingin.
" terima kasih ya kamu sudah berusaha untuk belajar, bersi keras menerima pernikahan ini." ucap Barra lembut ia menciumi ce**k leher milik Alira.
__ADS_1
" sama-sama mas, maafin alira ". Barra lalu membalikkan tubuh alira agar menghadap nya. Alira selalu merasa bersalah pernikahan nya terjadi karena alira, bara menikah dengan nya karena terpaksa bukan cinta.
" mas mencintaimu Ra".
" alira juga cinta sama mas barra". barra tersenyum ia senang kini alira sudah mau mengucapkan perasaan cintanya.
Barra lalu memeluk alira, di letakkan nya kepala alira di dadanya sesekali barra menciumi kepala alira. Alira membalas pelukan Barra, ia memposisikan rasa nyaman tidur di pelukan suaminya.
___
Siapa sangka alira terlihat sangat cantik bagaikan bidadari. dengan gaun yang menjuntai, bajunya adalah pilihan umi dengan aksen yang masih syar'i tertutup semuanya. Barra pun tak bosan-bosannya memandang alira, barra menggandeng tangan alira kemudian mereka naik panggung yang sudah di sediakan.
Senyum terukir dari wajah barra dan alira, terlihat sangat cocok bahkan semua orang mengagumi Keduanya. Kerabat dan saudara Abi semuanya datang tanpa terkecuali bahkan Aisyah pun datang bersama kedua orang tuanya. Salma yang merupakan sahabat Aisyah datang untuk menemani Aisyah ia tau jika Aisyah tak akan sanggup melihat Barra duduk di pelaminan bersama alira.
Ustadz Zaki merasa sedih seharusnya dirinya dan Aisyah yang berada di panggung itu. Tapi emak dan Abah datang bersama ustadz Yusuf pagi itu. Pengajian yang di isi oleh kiyai Umar dan serba serbi acara yang berlangsung.
" ayo kita pulang saja Aisyah jika kamu tak kuat".
" aku tidak apa-apa salma, dengan begini aku akan bisa melupakan mas Barra selamanya ia bukan jodohku. keegoisan ku saja jika aku harus menerima menikah dengan nya, ia berhak bahagia. Kamu lihat kan dia sangat bahagia bersama pasangannya ". Aisyah tersenyum.
" jika kamu tidak kuat lagi tolong beri tahu aku ya kita langsung pulang ".
" iya". Aisyah berusaha tersenyum, senyum yang begitu memaksa.
Acara para pemuda berlangsung untuk iseng saja, yaitu lempar bunga. Barra dan alira memegang satu bunga yang akan ia lemparkan ke para hadirin, barra dan alira saling pandang begitu mesranya. dengan hitungan ketiga yang di pandu oleh presenter barra dan alira langsung membalik tubuh ke belakang ia lalu melempar bunga.
__ADS_1
Bunga itu jatuh tepat di depan Aisyah sontak saja Aisyah memegang nya. Padahal saat itu Aisyah tak ikut nimbrung bersama yang lain, ia hanya berdiri saja di samping bersama uminya justru Salma yang ikut. tepuk tangan meriah Aisyah hanya tersenyum saja, tak ada yang tau jika dulu Aisyah pernah di khitbah oleh Barra. Bunga itu langsung di raih oleh Salma ia tau bagaimana perasaan Aisyah justru semakin sakit.
Barra dan alira berbalik mereka ingin tau siapa yang mendapat kan bunga itu, deg... meskipun sudah melepaskan mungkin sedikit perasaan itu masih ada barra melihat Aisyah yang memegang bunganya. Alira hanya senyum saja ia ikut tertawa bersama yang lain, alira pun reflek menautkan tangannya di tangan Barra menjadi pemandangan semua hadirin jadi baper.
' Aisyah '. batin Barra.
Tak lama karena Aisyah tau jika barra memandang nya ia berbalik lalu mengajak Salma untuk beranjak ke belakang mencari minum. Tatapan barra mengingatkan nya saat pertama kali mereka bertemu di sebuah kajian di desanya.
" Aisyah serius kamu tak apa-apa".
" iya Salma tenang saja, aku mau minum haus."
" kenapa kamu terus menyakiti dirimu sendiri Aisyah, lebih baik kita pulang saja yuk".
" aku tak enak sama Abi dan umi, nanti saja bareng mereka acaranya kan sebentar lagi".
Wajah barra berubah pikirannya melayang mengingat pertemuan pertamanya dengan Aisyah wanita yang sempat ada di hatinya.
" mas, alira mau makan klepon". makanan kesukaan Alira, emak tadi membawanya untuk alira. Suara itu mengagetkan Barra ia lalu tersenyum dan mengajak alira turun untuk ikut makan bersama yang lain.
Kembali fokus ke acara pernikahan nya, namun barra tak bisa wajah aisyah masih melintas di benaknya. Ia merasa Aisyah semakin kurus, terakhir bertemu saat Aisyah menolak khitbah nya.
' astaghfirullah hilangkan ia dari benakku, hapus hingga tak tersisa ya Allah dan jadikan alira istriku sebagai pemilik hati ini selamanya. Hamba tau inilah yang terbaik untuk diri juga Aisyah '. monolog Barra dalam hati.
__
__ADS_1
bersambung
Titipkan hadiah jangan lupa like.