Akademi Militer Metal

Akademi Militer Metal
Chapter 53 : Efek Negatif Jurus


__ADS_3

Semua penonton dibuat tegang dengan pertarungan ini, bahkan jumlah penonton yang ada di tribun tampak bertambah ketika mengetahui ada pertarungan epik di Bilik Arena ini.


Kepulan asap menebal akibat ledakan dari tebasan bayangan milik Shujin, sosok Ardan sama sekali tak tampak di posisinya, tertutup oleh asap.


Setelah melancarkan serangan tadi, Shujin mendarat, berdiri waspada sambil melihat ke arah kepulan asap itu, mencoba mencari-cari sosok Ardan.


Apakah sang senior berhasil ia tumbangkan atau malah menghindar?


Beberapa saat suasana sunyi, tak ada tanda-tanda adanya serangan dari Ardan. Shujin pun tak bisa semerta-merta mencoba menyerang jika posisi obyeknya belum diperkirakan.


Suasana jadi semakin tegang kala asap itu perlahan mulai menipis. Dan saat itulah, sebuah tombak melesat cepat dari balik kepulan asap ke arah Shujin.


Refleks Shujin menepisnya menggunakan belati hingga berdenting nyaring, tapi tombak itu malah berputar di udara menuju Ardan yang kini sudah melompat tinggi di atas Shujin.


“Heargh...!”


Ardan menerjang Shujin dengan posisi tombak siap menusuk. Shujin berusaha menahan dengan menyilangkan kedua belati di depan, tapi tusukan tombak Ardan terasa sangat keras, sehingga Shujin tak sanggup menahannya lagi.


Mata tombak pun berhasil menggores sedikit telinga Shujin dan membuat tubuhnya hampir jatuh. Buru-buru Shujin menghindar, tapi Ardan kembali memberi serangan bertubi-tubi.


Semua serangan yang dilancarkan Ardan ini lebih cepat dari sebelumnya, membuat Shujin mulai kewalahan menghindar dan menangkis semua serangan.


“Enyah kau, Bocah!”


Ardan kembali menombak Shujin dengan begitu keras. Shujin berhasil melindungi diri dari tombakan menggunakan permukaan datar belati, tapi tubuhnya terdorong jauh akibat tombakan Ardan yang begitu kuat.


Shujin sempat mengelus sebelah telinganya yang tersayat dan mengeluarkan darah. Ia murka, tak terima jika sang senior berhasil melukainya, sedangkan dia sendiri belum memberi luka apa pun pada Ardan.


Sungguh, pemuda jingga itu benar-benar menjengkelkan.


“Akan kuberi kau pelajaran, Ardan!”


Kedua belati Shujin disilangkan hingga mengeluarkan aura hitam keunguan, pertanda ia akan melancarkan kembali serangan yang lebih berat.


“Makam Kematian!”


Shujin melesatkan tebasan bayang ke lantai, menciptakan area beraura suram kehitaman bagai kuburan. Beberapa jenis batu nisan berjatuhan secara berkala mendekati Ardan dan puluhan burung gagak beterbangan menerjangnya.


“Tu-tunggu dulu. Itu....” Krisan sempat tercengang menyadari sesuatu yang aneh pada jurus Shujin.


“Ada apa, Kris?” tanya Nadia menoleh ke Krisan, begitu pula Rafa yang tampak penasaran dengan respon Krisan.

__ADS_1


“Gagak-gagak itu... mirip jurusku. Bukankah Shujin hanya menguasai unsur bayangan?” ucap Krisan heran.


Rafa kembali memperhatikan pertarungan dengan serius. Seperti dugaannya, memang ada yang aneh dengan beberapa jenis jurus yang dikeluarkan Shujin.


Di arena, Ardan pun mulai menghindari jatuhan batu-batu nisan yang diarahkan padanya. Sambil menghindar, Ardan berlari cepat ke arah Shujin, hendak menyerang kembali.


Tentu Shujin tidak tinggal diam. Dalam satu jentikan jari, muncul banyak tangan mayat hidup di area suram yang ia ciptakan dan yang dilewati Ardan, semua tangan berusaha menggapai kaki Ardan. Menyadari akan kemunculan tangan-tangan itu, Ardan pun berusaha menghindar.


“Ck, sialan,” decak Ardan.


Lagi-lagi Ardan kena apes. Sudah berusaha menghindari hujan batu nisan, sekarang malah berusaha menghindar dari tangkapan tangan mayat-mayat hidup di bawah lantai sambil berlari ke arah Shujin.


Sayangnya, seberapa lincah Ardan menghindar, kakinya tetap berhasil ditangkap beberapa tangan mayat.


“Ap—.”


Bukan hanya menangkap kakinya, tangan-tangan itu juga merambat ke atas, mengikat seluruh tubuh Ardan sampai ia tak bisa bergerak.


Sama sekali


Tidak


Bisa


Kawan-kawannya di tribun begitu kaget melihat Ardan yang dikenal tangguh dalam pertarungan mampu dipojokkan separah itu oleh juniornya sendiri hingga tampak tak berkutik lagi.


“Pengikat.”


Damar, Nadia, dan Krisan menoleh ke arah Rafa ketika ia berucap demikian dengan ekspresi serius.


“Shujin membuat pengikat pada Ardan, di mana Ardan akan kesulitan bergerak dan lepas dari efek tersebut. Efek pengikat yang ini terlihat sangat kuat, sehingga Ardan tampak tidak bisa bergerak sama sekali,” jelas Rafa.


“Apa Ardan benar-benar enggak bisa lepas dari pengikat ini, kayak efek beku yang mengenainya saat salah satu junior berelemen es membekukan kakinya?” tanya Damar berusaha berharap.


“Maaf, maaf aja, nih.” Rafa melanjutkan, “Selama aku berlatih bareng Ardan, efek beku itu masih terlalu mudah tuk dilepas kalau sifatnya cuma buat ngerangkap, bukan benar-benar membekukan target sampai ke dalam organ tubuh. Tapi, kalau pengikat ini pengecualian. Efeknya terlihat sangat erat mengikat Ardan, jadi susah buat lepas. Kecuali, Ardan punya kemampuan menghilangkan efek negatif.”


Rafa menggelengkan kepala. “Tapi, sayang.... Ardan hanya pengendali logam, tidak ada satu pun jurusnya yang bisa melenyapkan efek negatif. Itulah sebab mengapa dia sering melatih pertahanan tubuh.”


Kecuali jika Ardan menggunakan Kekuatan Pengendali dan Menciptakan Senjata, mungkin Ardan bisa menciptakan senjata yang bisa menghilangkan efek negatif dari kekuatan musuh pada dirinya agar bisa lepas.


Tapi, mustahil. Itu hanya akan membuat kekuatan asli Ardan diketahui banyak orang. Tentu Ardan tidak akan menggunakan kekuatan itu hanya di tes orientasi yang gilanya sudah jadi arena pertarungan sungguhan ini.

__ADS_1


“Tunggu, Bang. Kau bilang pengikat?”


Nadia beberapa kali mengerjapkan mata sambil memperhatikan arena. Dia baru sadar dan sempat terkejut akan sesuatu.


“Efek pengikat?! Efek pengikat yang menjebak Bang Ardan ini mirip sama jurus Sulur Penjebak-ku yang sempat kuarahkan pada Bang Ardan pas tes tadi. Cuma, Bang Ardan bisa menghindarinya, jadi enggak sampai kena,” histeris Nadia.


Damar tercengang mendengarnya, “Serius, Nad?”


Nadia mengangguk, “Jurusku itu kalau kena bakal mengikat target juga, tapi enggak sekuat milik Shujin ini, masih bisa lepas kalau dihancurin.”


Satu fakta lagi Rafa dapatkan. Hampir semua jurus yang digunakan Shujin mirip dengan beberapa jurus dari pengguna Kekuatan Kebangkitan lain.


Pertama, mirip seperti dua junior yang menyerang Ardan menggunakan elemen es dan tanah. Kedua, mirip jurus Krisan. Dan ketiga, mirip jurus Nadia disertai efeknya yang sedikit dimodifikasi.


Rafa sedikit bisa menyimpulkan bahwa beberapa jurus milik Shujin bukanlah jurus original dari unsur bayangan.


Ada sesuatu yang aneh di sini.


....


Ardan benar-benar tidak bisa bergerak di sini. Tombak yang ia pegang pun kini jatuh ke lantai di antara rombongan tangan yang terus mengikatnya.


Dia sungguh tidak bisa melakukan apa-apa.


“Ini balasan atas omong kosong yang kau lontarkan padaku.”


Shujin memutar-mutar kedua belati hingga kembali menciptakan aura hitam kelam disertai corak ungu mengkilat, bersiap kembali melancarkan serangan akhir agar benar-benar melumpuhkan Ardan sepenuhnya.


“Sok bijak bicara soal prajurit yang musti punya empati, peduli, dan cuma bertanggung jawab demi melindungi warga sipil. Kau kira alam semesta sesederhana itu?”


“Perang tidak mengenal empati. Hanya ada kehancuran dan kematian yang harus dihadapi oleh para prajurit. Dan menjadi yang terkuat adalah cara satu-satunya tuk melawan dunia.”


Dengan kecepatan maksimal, Shujin melesat pada posisi kedua belati beraura hitam siap menyayat Ardan.


“Akan kutunjukkan bahwa alam semesta itu kejam!!!”


Shujin melesat cepat, hanya seper-sekian detik sampai melewati Ardan yang terikat kuat oleh tangan-tangan para mayat hidup buatan. Dan ketika Shujin mendarat jauh membelakanginya, sekujur tubuh Ardan langsung dipenuhi banyak sayatan, kaos singletnya sobek hingga membuatnya bertelanjang dada, bahkan darah yang mengalir dari luka-luka itu seketika berubah menjadi hitam pekat.


Semua orang di tribun seketika panik, terutama para staf ketika mengecek kadar efek negatif yang diberikan jurus Shujin.


Shujin tak segan-segan memberi racun pada semua sayatan di tubuh Ardan.

__ADS_1


...~*~*~*~...


__ADS_2