Akademi Militer Metal

Akademi Militer Metal
Chapter 62 : Sistem?


__ADS_3

Sebenarnya, Ajhu masih belum kepikiran akan hal itu. Ia sendiri baru tahu tentang keberadaan Ardan sebagai putra Astan, dan Kekuatan Kebangkitan milik Ardan yang ia lihat lewat video pun membuatnya jadi sedikit ragu tuk menjadikan Ardan sebagai sasaran pengganti Astan.


“Entahlah. Ada beberapa poin yang membuatku masih mempertimbangkan keputusan tuk mengincar Ardan.”


Ajhu pun mulai menjelaskan poin-poin yang dimaksud.


“Pertama, aku baru mengetahui tentang keberadaan Ardan ini. Kedua, Kekuatan Kebangkitan yang ia miliki merupakan kekuatan Kategori B. Memang, ada kemungkinan Ardan memiliki turunan kekuatan dari sang ayah, tetapi kita tidak bisa sembarangan mengambil keputusan tuk mengincarnya sebagai pengganti Astan dalam proyek besar kita. Dan lagi....”


Ajhu mengambil sebuah tab, membaca data-data yang berada di sana serta menjelaskannya.


“Dari hasil data yang diberikan oleh para agent-ku serta kesimpulan dari Girdan, Ardan tinggal dan dirawat oleh Keluarga Novan. Itu berarti, dia berada dalam pengawasan mutlak Perwira Grim, sama halnya dengan kemungkinan keberadaan Bayang yang berada di pengawasan Grim pula.”


“Untuk saat ini, satuan kita memutuskan tuk menunda dulu proyek yang berhubungan dengan kekuatan Astan dan lebih fokus pada misi sekarang. Namun, jika memungkinkan, petinggi akan mengirimkan tim khusus dalam misi merampas apa yang selama ini dijaga Grim.”


Shujin diam mendengarkan segala penjelasan Ajhu. Ambisi pihak militer mereka yang terobsesi pada kekuatan Astan beserta apa saja yang berhubungan dengan pria itu sungguh membuatnya sedikit risih.


Memang apa yang spesial dari Astan? Kenapa bangsa mereka begitu menginginkan kekuatan Astan untuk mereka teliti dan diterapkan sebagai senjata tempur yang diklaim dapat meruntuhkan Serikat Galaksi?


“Maaf jika saya lancang bertanya akan hal ini. Saya hanya penasaran, kenapa kalian begitu terobsesi mempelajari kekuatan Astan beserta Bayang ataupun putranya nanti?”


Ajhu tetap tampak tenang, dia sudah menduga kalau bawahannya pasti akan mempertanyakan alasan ini.


Shujin sebenarnya hanya ditugaskan untuk mengawasi pergerakan Akademi Milderan selama masa goyah yang dialami Militer Antariksa Ribelo, tidak ada hubungannya dengan proyek yang melibatkan kekuatan Astan. Dia bertanya demikian karena penasaran, dan kebetulan sekali anak Astan menempuh pendidikan di akademi yang sudah mereka targetkan untuk diintai.


Mungkin sudah saatnya Ajhu menceritakan hal ini pada salah satu perwira kepercayaannya itu.


“Dulu, jauh sebelum Revolusi Kekuatan terjadi, sekitar ratusan tahun lebih, keseimbangan semesta kacau akibat adanya ulah dari anomali kosmik. Entah apa yang diperbuat oleh anomali raksasa itu, tetapi kejadian itu menyebabkan hubungan antar dimensi pecah dengan menciptakan banyak sekali portal di berbagai benda angkasa seperti planet, bulan-bulan, hingga bintang.”


“Portal-portal tersebut dikenal sebagai Portal Dungeon. Di sana diisi oleh banyak anomali monster dari berbagai planet, tata surya, galaksi, sampai dimensi yang berbeda. Monster-monster yang ada di berbagai planet dan luar angkasa yang kita ketahui sekarang merupakan hasil dari anomali kosmik tersebut.”


Shujin sempat beranggapan, “Terdengar seperti teori BigBang atau awal mula terbentuknya semesta.”

__ADS_1


“Hampir. Tapi ini lebih sederhana, namun mematikan.” Ajhu kembali bercerita, “Awalnya, semua bangsa dari berbagai planet dan peradaban kesulitan menangani monster-monster itu karena evolusi mereka yang sangat cepat serta dapat dengan mudah beradaptasi di lingkungan baru. Akan tetapi, semua bangsa tertolong dengan adanya bantuan artefak misterius yang menjabarkan program-program aneh. Rangkaian modul program itulah yang mereka sebut sebagai Sistem, atau lebih tepatnya mereka sebut sebagai Sistem AutoTerra.”


“Beberapa bangsa yang memiliki peradaban lebih maju mencoba menerjemahkan formula program itu ke bahasa yang lebih luas, menerapkannya ke dalam teknologi, hingga berhasil ditanamkan ke pikiran makhluk hidup. Dan pada akhirnya, mereka mendapat kekuatan dan bisa menjadi yang terkuat dengan bantuan Sistem ini.”


“Kinerja untuk mendapatkan kekuatan dari Sistem ialah dengan terus bertarung memburu monster, menaikkan level, dan mendapat berbagai item yang bisa digabungkan tuk menciptakan item-item yang lebih bagus.”


Shujin ingat, ia pernah mempelajari tentang sejarah Sistem AutoTerra yang dulu pernah menjadi sumber kekuatan seluruh umat di alam semesta sebelum beralih ke Kekuatan Kebangkitan pasca Masa Revolusi Kekuatan.


“Saya heran. Kok bisa orang-orang dari peradaban yang dimaksud malah menerjemahkan program-program artefak itu dengan membuatnya selayaknya sistem game RPG? Terlalu kekanak-kanakan,” komentar Shujin datar.


“Formula dari program artefak itu memang sejak awal menjabarkan kinerja sistemnya mirip game RPG. Cukup membingungkan karena beberapa tingkat peradaban di tata surya lain ada yang belum mengenal apa itu teknologi dan video game karena peradaban mereka masih primitif, tapi ikut berkembang pula dengan adanya AutoTerra.”


“Jadi, menurut Anda apakah video game di peradaban alam semesta kita yang terinspirasi dari cara kerja Sistem tersebut, atau malah ‘sesuatu’ yang menciptakan artefak itulah yang terinspirasi dari video game buatan peradaban kita? Bukankah kejadian itu sudah terjadi selama ratusan tahun lamanya?” tanya Shujin mulai bingung.


“Aku menjabarkan waktunya sesuai waktu Planet Ribelo. Kalau untuk waktu aslinya, sulit dijabarkan karena setiap lokasi di alam semesta memiliki relativitas waktu yang berbeda-beda.”


Shujin jadi dibuat pusing dengan logika kejadian anomali kosmik beserta terciptanya Sistem AutoTerra. Mungkin sebagian besar kejadian masih menjadi misteri, dan tidak seharusnya mereka yang cuma ahli di bidang militer malah membahas hal-hal seberat ini.


Ajhu bergeming beberapa saat, baru menyadari kalau pembahasan mereka mulai sedikit melenceng.


Sejak awal, Ajhu ingin memberitahu alasannya dengan menjelaskan asal-usulnya dulu agar bisa lebih paham. Tapi, karena rasa kepo Shujin yang kebingungan dengan logika Sistem, makanya topik pembicaraan mereka jadi agak lain.


“Oh, iya,” ucap Ajhu terkesan bodo amat.


Tuh, kan....


....


Setelah kebingungan mereka yang cukup singkat, Ajhu kembali menceritakan tentang kejadian yang berhubungan dengan Revolusi Kekuatan lebih dulu sebelum ke alasan mengapa mereka mengincar kekuatan Astan.


“Semua bangsa, ras, terbantu dengan adanya Sistem AutoTerra. Mereka yang menggunakannya bisa memperkuat diri dengan cara berburu sebanyak-banyaknya, dan mereka yang tidak menggunakannya juga diuntungkan karena merasa aman dan terjaga oleh keberadaan para pengguna sistem,” jelas Ajhu kembali.

__ADS_1


“Seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya suatu peradaban ke arah yang lebih maju lagi, beberapa pihak, termasuk yang berasal dari peradaban kita, berinovasi untuk memodifikasi sistem.”


“Dengan mempelajari dasar-dasar dari Sistem AutoTerra, banyak kelompok yang ahli dalam bidang ini berlomba-lomba menciptakan sistem-sistem versi mereka sendiri, ada yang terinspirasi dari game, bahkan ada pula yang terinspirasi dari novel-novel online.”


Shujin menyeringai geli ketika mendengarnya, “Konyol.”


“Tapi itulah kenyataan di masa lalu, Kapten Zeon,” balas Ajhu tenang. “Dari sekian banyak Sistem yang dimodifikasi, ada Sistem yang sangat berbahaya ketika digunakan oleh pikiran makhluk hidup. Aku tidak tahu sistem apa itu namanya, yang kutahu, efek samping dari sistem satu itu sangatlah fatal. Bisa membuat seseorang berhalusinasi sampai mati.”


“Berhalusinasi... sampai mati...?” tanya Shujin setengah tercengang.


Ajhu mengangguk. “Seingatku, yang menciptakan sistem agresif ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang farmasi dan kesehatan, disebut Perusahaan Feron dan satu organisasi kesehatan bernama BioEmerald. Mereka pun menjalankan eksperimen memodifikasi sistem ini secara ilegal menggunakan dana-dana hasil korup dari pendanaan untuk teraformasi planet.”


“Tujuannya tak lain dan tak bukan adalah—.”


Ajhu menarik dan menghembuskan nafas dulu sebelum melanjutkan.


“Menciptakan senjata biologis dengan memanfaatkan formula Sistem AutoTerra. Dengan Sistem buatan mereka, mereka bisa menciptakan sugesti pada pikiran para pengguna Sistem agar mau tunduk pada pihak yang mengatur Sistem buatan.”


“Kenapa harus menjadikan formula Sistem yang kerjanya cuma memberi tugas, hadiah kemampuan, dan menaikkan level pengguna sebagai metode senjata biologis?” tanya Shujin makin tertarik dengan pembahasan ini.


Kalau sudah masalah tentang perang dan persenjataan, Shujin pasti sangat tertarik mendengar dan mempelajarinya.


Satu mata Ajhu menyipit, ada jeda beberapa saat sebelum sang atasan humanoid itu menjawab.


“Karena sederhananya, makhluk hidup yang berakal terlalu percaya pada kinerja Sistem kehidupan atau leveling ini bagai percaya dengan agama dan ideologi mereka. Kau tahu sendiri, bukan?”


“Seseorang mudah ditipu dengan sesuatu yang sangat ia percaya dan membuatnya ketergantungan.”


“Jadi, Sistem sangat berpeluang tuk dijadikan senjata biologis yang dapat diatur oleh pengatur server utama, dapat mengendalikan dan mengubah mereka menjadi monster tukang bantai, dan dapat merusak mental mereka pula jika mereka berani melawan perintah Sistem.”


...~*~*~*~...

__ADS_1


__ADS_2