Akademi Militer Metal

Akademi Militer Metal
Chapter 64 : Menghapus Sistem dan Sejarah


__ADS_3

“Karena pikiran Astan sudah sangat keras menolak perintah Sistem Agresif, maka hal itu menyebabkan Sistem menciptakan sisi lain dari diri Astan yang berhasil tunduk pada Sistem, yaitu Bayang.”


“Slime hitam yang sempat kalian jadikan opsi kedua untuk proyek kalian?” tanya Shujin ketika mengingat kemarin Bayang sempat mereka singgung.


Ajhu mengangguk, kemudian kembali melanjutkan, “Mereka sempat terpisah, dan Bayang sempat pula diberi penawaran menggiurkan dari para ilmuan pencipta Sistem Agresif agar segera membunuh Astan dan mengambil alih tubuhnya. Tentu Bayang setuju dan mulai memburu Astan yang masih terjebak di kapal antariksa itu. Keduanya sempat bertarung di sana. Bayang yang ingin membunuh Astan dan mengambil alih tubuhnya, serta Astan yang berusaha bertahan hidup.”


“Beruntung, Astan berhasil kabur menggunakan kapsul darurat. Kapsul darurat itu melayang sampai tiba di Kapal Guild dimana ia kembali dipertemukan dengan dua saudara satu pantinya, yaitu Suda dan Arni.”


“Jadi, saudara ipar dan istri Perwira Grim merupakan saudara satu panti Astan?” gumam Shujin.


Shujin jadi ingat interaksi akrab Ardan dengan dua anak Grim, yaitu Nadia dan Rafa. Pantas saja mereka sangat akrab, rupanya keluarga mereka memiliki hubungan kekeluargaan yang sudah sangat erat sejak lama.


Secara lebih singkat, Ajhu menjelaskan kalau setelah kejadian di kapal itu, Astan mengalami amnesia, tapi pikirannya terus dihantui oleh Bayang yang masih memiliki hubungan batin dengan pikiran Astan, meminta Astan untuk kembali ke kapal itu dengan alasan mencari kebenaran tentang memorinya yang hilang.


Ajhu juga bercerita kalau Astan sempat kembali ke kapal itu, tubuhnya berhasil diambil Bayang, dan kembali mendapatkan tubuhnya lagi dengan bantuan sahabat Astan semasa di sekolah militer dulu, yaitu Perwira Mavin.


Tentu Astan tak semerta-merta bebas, setelah berhasil mendapatkan tubuhnya kembali, pikiran Astan malah sering ribut dengan pikiran Bayang yang ikut menyatu dengan tubuhnya.


Pada suatu ketika, Astan berhasil diculik oleh Organisasi BioEmerald. Pikirannya kembali dipasangi Sistem Agresif dengan versi lebih baru. Astan bersikeras menolak kembali perintah Sistem, membuat sebagian ingatan kelam masa lalu Astan terbaca oleh Bayang.


Bayang yang mulai merasa iba dengan Astan memutuskan tuk menggunakan kekuatan utamanya, ia berusaha meretas kinerja Sistem Agresif agar tidak menghapus data-data dari Sistem AutoTerra milik Astan. Astan pun berhasil selamat, dan karena kejadian yang hampir merenggut kesehatan mental serta nyawanya, Astan mendapatkan kekuatan baru hasil kerja sama dengan kekuatan Bayang.


....


“Pada akhirnya, Astan mendapatkan kekuatan baru. Selama ia berpetualang sebagai pemburu bersama Bayang, Astan mendapat banyak kekuatan. Kekuatan pertama yang ia dapat dari hasil membebaskan pikirannya dari Sistem Agresif adalah Kemampuan Menciptakan Unsur dan Obyek Kosmik.”


“Kemampuan Menciptakan Unsur dan Obyek Kosmik?” Shujin mengerjapkan mata. Mendengar julukannya saja sudah membuatnya merinding ngeri.


“Ya.” Ajhu menunduk, meraih tab kembali di atas meja sambil membaca beberapa data di sana. “Kekuatan itu dapat membuat Astan menciptakan berbagai macam senjata yang tak pernah bisa diciptakan oleh peradaban mana pun, dan mengendalikan elemen-elemen luar angkasa.”

__ADS_1


“Bukan hanya itu saja, Astan juga sempat menciptakan monster-monster kosmiknya sendiri. Di antaranya ada yang bisa membantunya menciptakan ilusi dan memanipulasi ingatan makhluk hidup, menganalisa program semesta, dan yang dapat menelan bintang. Tapi, semua kekuatan itu masih belum sempurna. Astan masih harus berburu lagi menggunakan Sistem AutoTerra dan juga bantuan Bayang untuk memperkuat kekuatannya tersebut.”


“Astan pun terpaksa memperkuat diri karena dia sudah membulatkan tekat tuk membalas perbuatan Organisasi BioEmerald padanya dan memburu para entitas yang telah menciptakan portal-portal Dungeon serta artefak sistem. Disebut terpaksa karena sebenarnya, Astan enggan menjadi kuat.”


“Kenapa...?!”


Ajhu mengangkat kepala dengan pandangan tajam mengarah ke panggilan video, dia mendengar dengan jelas ada nada setengah membentak dari mulut Shujin.


Ajhu kenal betul seperti apa Shujin atau yang bernama asli Zeon ini. Dia memiliki ambisi menjadi yang terkuat dari yang lain. Tentu dia merasa tersinggung ketika mengetahui ada seseorang yang bisa menjadi lebih kuat, tapi enggan menjadi kuat.


Ini sangat konyol....


“Kenapa Astan enggan menjadi kuat, sedangkan dia sendiri mendapat banyak peluang besar untuk memperkuat dirinya sendiri?” kata Shujin lagi dengan menggebu-gebu. “Padahal, dia bisa mendapatkan dan melakukan apa pun yang tidak bisa dilakukan orang lain, semua orang akan hormat padanya, dan dia mampu menghancurkan apa saja yang dapat menghalangi ambisinya. Kenapa Astan memiliki pola pikir sepicik itu?”


Ajhu menghela nafas sambil memejamkan matanya sesaat sebelum ia menjawab dengan mata setengah terbuka dan nada bicara yang terdengar lebih tenang.


“Karena menurut Astan, menjadi yang terkuat harus sanggup mengemban tanggung jawab yang lebih besar atas kekuatan yang didapat.”


Shujin melengos, kedua tangannya menggenggam erat ponsel hingga sedikit gemetar. Dia kesal, jengkel dengan seseorang yang punya pola pikir senaif itu.


Bagaimana bisa seseorang menolak menjadi yang terkuat hanya karena beban tanggung jawab?


Mau anak, mau bapak, sama aja bikin jengkel!


....


Tanpa diminta Shujin, Ajhu masih melanjutkan ceritanya tentang Astan sambil memperhatikan tab di tangan, menunggu laporan selanjutnya dari tim lain yang ia kirimkan untuk tugas yang berbeda.


“Setelah berhasil menyempurnakan kekuatan dengan sering-sering menaikkan level Sistem AutoTerra, Astan pun berhasil meruntuhkan Organisasi BioEmerald, bahkan berhasil mengalahkan entitas-entitas yang telah menciptakan anomali kekacauan dimensi portal serta menghapus Sistem sebagai sumber utama kekuatan makhluk hidup.”

__ADS_1


“Jadi itu awal mula terjadinya Revolusi Kekuatan?” tanya Shujin pada akhirnya setelah sempat kesal dibuat oleh pola pikir Astan.


Ajhu hanya melanjutkan, “Dengan mengalahkan entitas yang sering kali disebut sebagai Dewa oleh peradaban primitif, Astan berhasil menghapus sumber daya Sistem, dan menggantinya menjadi Kekuatan Kebangkitan menggunakan kemampuannya dalam menciptakan unsur kosmik. Kekuatan Sistem yang dimiliki Astan pun ia ubah sendiri menjadi Kekuatan Kebangkitan.”


“Setidaknya, Kekuatan Kebangkitan tidak seribet Sistem yang mengharuskan para penggunanya menaikkan level-level tertentu tuk menjadi kuat. Kekuatan Kebangkitan hanya bisa didapat dan diperkuat dengan sering-sering latihan serta menambah banyak pengalaman bertarung.”


“Seharusnya, Astan sudah bisa dikenal sebagai Dewa jika dia sendiri berhasil mengalahkan entitas penyebab anomali Sistem. Lalu, kenapa dalam sejarah ia hanya dianggap sebagai salah satu dari banyak orang berjasa yang telah berjuang dalam Masa Revolusi Kekuatan?” tanya Shujin lagi karena merasa ada yang janggal dari kejadian itu.


Sudah Ajhu duga, Shujin pasti akan menanyakan kejanggalan sejarah ini.


Dalam sejarah Revolusi Kekuatan, tidak ada makhluk hidup di alam semesta yang sadar kalau Astan ‘lah yang melenyapkan entitas dan melepaskan semua makhluk dari ketergantungan Sistem di seluruh alam semesta.


Namun, kenapa Astan hanya disejajarkan dengan para pejuang biasa?


Sejarah hanya tahu bahwa Revolusi Kekuatan terjadi karena adanya pergerakan seluruh makhluk hidup yang muak dengan pengaruh Sistem, terus membuat mereka ketergantungan hanya untuk menjadi kuat.


Sejarah menganggap orang-orang yang telah berjasa ini berhasil menciptakan teknologi mutakhir tuk melepas pengaruh Sistem dari pikiran semua orang, bukan karena kekuatan Astan.


“Itu karena Astan memanipulasi ingatan semua makhluk di seluruh alam semesta. Dia menghapus memori mereka tentang dirinya dan menggantinya dengan sejarah pergerakan masyarakat alam semesta yang memutuskan untuk lepas sendiri dari pengaruh Sistem. Kekuatan memanipulasi ingatan seluruh alam semesta itu hanya bisa digunakan sekali seumur hidup.”


“Padahal, kalau bukan karena Astan sendiri yang bertindak, tidak ada satu pun makhluk yang ingin lepas dari Sistem, karena Sistem sudah sangat mempermudah jalan mereka menjadi kuat walau harus membuat mereka ketergantungan dan tidak bisa bertindak lebih mandiri.”


Untuk hal ini, Shujin setuju. Dari formula dan kinerja Sistem sendiri, mau itu Sistem AutoTerra, Sistem Agresif, dan jenis sistem-sistem lainnya yang berhasil dikembangkan hanya akan membuat mereka ketergantungan dan sulit bertindak mandiri tanpa adanya Sistem.


Satu kejanggalan terjawab, tetapi muncul pula kejanggalan lain yang perlu Shujin pertanyakan kembali. “Lalu, jika ingatan tentang perjuangan Astan mengalahkan para entitas dihapus, kenapa orang-orang seperti kalian mengetahui jika Astan ‘lah yang menyebabkan Revolusi Kekuatan terjadi serta mengetahui detail kekuatan dan masa lalu Astan?”


Ajhu memperlihatkan beberapa data yang ada di tabnya pada Shujin. Data-data tersebut berisi rangkuman laporan proyek tentang menguak misteri janggal soal Revolusi Kekuatan.


“Kami menemukan banyak bukti tertinggal yang menunjukkan bahwa sejarah memang diubah oleh Astan. Ingatan kita memang berhasil dihapus, tapi tidak dengan bukti-buktinya.”

__ADS_1


...~*~*~*~...


__ADS_2