Akademi Militer Metal

Akademi Militer Metal
Chapter 65 : Eksekusi


__ADS_3

“Aku tidak bisa memberitahukan rincian bukti-bukti lengkapnya padamu, karena kau bertugas di bidang yang berbeda.” Ajhu kembali menaruh tab di atas meja. “Yang jelas, kami dapat menyimpulkan bahwa memang Astan ‘lah yang menggerakkan Revolusi Kekuatan, bukan orang-orang di seluruh alam semesta yang risih dengan Sistem.”


“Ada satu hal lagi yang membuat saya bertanya-tanya.”


Shujin menyenderkan tubuhnya di sandaran ranjang, menaikkan satu kaki sambil satu tangan masih memegang ponsel.


“Jika Astan sehebat itu, lantas kenapa dia memilih tuk bunuh diri ketimbang menghadapi kelompok-kelompok yang mengincar kekuatannya?”


Satu mata Ajhu menyipit, telunjuknya segera menunjuk diri Shujin sendiri sebagai jawaban dari pertanyaannya.


“Alasan jelasnya masih belum diketahui. Tapi, ada kemungkinan besar Astan memilih bunuh diri dengan mengubah dirinya menjadi pohon dan merekayasa semua struktur tubuh, komponen sel-sel, dan gennya karena dia tidak ingin pihak-pihak lain mempelajari serta menyalahgunakan formula kekuatannya.”


“Setiap kali Astan berusaha menggunakan kemampuannya, maka akan ada teknologi atau kemampuan lain yang dapat menganalisa kekuatannya. Sama seperti kinerja Kekuatan Kebangkitanmu.”


Shujin menoleh, melihat kedua tangannya yang sempat berubah menjadi warna gelap malam, bertabur gemerlap cahaya serta aura keunguan bagai awan nebula. Tangannya tampak seperti tempat yang menyimpan gemerlap langit luar angkasa.


Inilah sebagian dari wujud Shujin sebagai Zeon. Transformasi dari perubahan wujud kedua tangannya ini merupakan ciri dari Kekuatan Kebangkitan yang ia miliki.


Iseng-iseng, Shujin menciptakan burung gagak kecil dan daun di telapak tangannya.


“Jadi, Astan tidak ingin pihak tertentu dapat meniru kekuatannya menggunakan teknologi maupun kekuatan yang mirip seperti Kekuatan Kebangkitan saya?”


Dan dalam sekali jentikan, gagak dan daun itu menyatu menjadi replika batu nisan beraura suram dan ditumbuhi tangan-tangan mayat hidup.


Ajhu sempat terkekeh, “.... Kami sudah mengembangkan teknologi dan kemampuan mutakhir tuk bisa menganalisa kekuatan Astan. Dan kekuatan yang kau dapatkan itu berasal dari sebagian kecil sampel kekuatan Astan yang berhasil kami dapatkan saat bertarung melawannya dulu. Kalau untuk sampel yang terbaru, kami tidak bisa dapatkan karena mayat Astan sudah menjadi pohon.”


Shujin menoleh, terkejut dengan satu fakta yang baru ia ketahui dari atasannya ini.


Kekuatan yang ia miliki selama ini memang bukan murni berasal dari Kekuatan Kebangkitan yang ia dapatkan sendiri, semua kekuatannya berasal dari proyek senjata biologis dari pihak militer mereka.


Shujin tidak menyangka jika sebagian kekuatan Meniru dan Memanipulasi Unsur miliknya menggunakan salah satu kekuatan Astan yang berhasil mereka ciptakan ulang dan ditanamkan padanya.


...~*~*~*~...


Dalam diam, di ruangan kantornya sendiri, Ajhu masih menatap lurus ke arah layar monitor di depannya yang kini sudah beralih ke menu utama.


Sudah beberapa menit berlalu setelah panggilan video antara dia dan bawahannya terputus. Ajhu telah menceritakan apa yang ia tahu tentang sejarah dan Astan sesuai apa yang ingin diketahui Shujin.

__ADS_1


Sebenarnya, masih banyak misteri yang belum pihaknya dapatkan tentang pembuktian sejarah soal sumber kekuatan Sistem, alasan jelas Astan bunuh diri, dan kekuatan apa saja yang bisa mereka analisa dari sampel-sampel kekuatan milik Astan yang berhasil mereka kumpulkan walau sedikit.


Zeon atau Shujin merupakan satu dari beberapa obyek eksperimen senjata bio yang berhasil mereka kembangkan menjadi prajurit tangguh menggunakan sampel tubuh maupun Kekuatan Kebangkitan milik Astan yang mereka ambil saat bertarung melawannya dulu. Sisanya hanya menjadi mutan gagal seperti yang tertinggal di gurun goblin, Planet Ribelo.


Karena hanya sedikit obyek yang berhasil mereka kembangkan dan lebih banyak kegagalan yang mereka alami dalam proyek besar ini, mereka membutuhkan lebih banyak sampel dari tubuh Astan. Sayangnya, mayat Astan sudah sepenuhnya berubah menjadi pohon, sehingga tidak ada satu pun bagian dari tubuhnya yang bisa mereka analisa.


Tangan Ajhu merogoh sesuatu dari saku seragamnya, memperhatikan dua benda tersebut di telapak tangan yang mengerut berkulit pucat kehijauan itu.


Dua benda tersebut merupakan dua liontin yang terbuat dari logam asteroid berwarna metal keperakan. Keduanya memiliki bentuk yang berbeda, satunya berbentuk positif, dan satu lagi berbentuk negatif, sama-sama diberi motif abstrak menyerupai sulur tumbuhan di sisi-sisi liontin.


Ketika Ajhu membalik kedua liontin tersebut, terdapat kalimat yang ditulis dalam Bahasa Ribelo ;


‘Demi kedua hal bertentangan yang kusayang.’


Kedua liontin itu Ajhu dapat ketika Astan bunuh diri menjadi pohon. Entah apa maksud dari kalimat di balik kedua liontin itu. Kemungkinan, ada hal yang lebih besar lagi yang berusaha Astan sembunyikan dari pihak-pihak seperti dirinya.


Apakah ini berhubungan dengan anak Astan, atau hal yang lebih besar lagi?


“Aku... tidak akan pernah membiarkan kutukan ini jatuh ke tangan kalian!”


Ajhu sedikit mengerti. Sejak awal, Astan memperkuat dirinya menggunakan Sistem AutoTerra disertai bantuan Bayang karena ingin mengubah sumber kekuatan alam semesta yang berasal dari artefak dan anomali yang menciptakan Sistem. Mungkin karena terlalu depresi memiliki kekuatan sebesar itu, Astan menganggapnya sebagai kutukan.


[Lapor, Panggilan Masuk!]


[Mayor Zaky Menghubungi Anda lewat Saluran Komunikasi yang telah Diamankan]


[Kode Komunikasi : ETNA079-(3337BBT90093AP)]


[Kode Koordinasi : RBLO4A-(Rincian Disamarkan)]


“Rupanya, Mayor Zaky menyamarkan posisinya sekarang,” gumam Ajhu tenang.


Dalam sekali klik pada tombol ketik, panggilan video pun aktif, memperlihatkan gambaran visual seorang pria memakai zirah modern lengkap dengan helm hingga menutupi seluruh wajah.


“Hormat saya, Mayor Zaky Mershan, pada Yang Terhormat Tuan Ajhu.”


“Langsung saja, berikan laporan terkini timmu,” perintah Ajhu.

__ADS_1


“Kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik dan sangat matang. Rinciannya ada pada laporan ini.”


Di samping jendela panggilan video, muncul beberapa lembar dokumen yang memperlihatkan berbagai macam kode menggunakan bahasa planet asal mereka.


Ajhu sempat membaca singkat kode-kode itu. Kode-kode seperti ini memang sering mereka gunakan untuk komunikasi alternatif ke sesama prajurit militer, menunjukkan rincian data-data penting yang berkaitan dengan misi rahasia militer. Jadi, pihak di luar militer mereka akan sulit mengerti, kecuali jika ada yang ahli dalam menerjemahkan kode-kode tersebut.


“Sekarang, kami hanya tinggal menunggu perintah Anda, Tuan,” lanjut Zaky.


Setelah selesai membacanya, Ajhu mengangguk, mulai mengerti dengan situasi yang telah dilaporkan lewat kode-kode rahasia tadi.


“Eksekusi sekarang.”


“Siap, laksanakan!”


Panggilan pun terputus. Ajhu sendiri segera beranjak dari kursi kebesarannya, berjalan keluar dari ruangan dengan terburu-buru sambil membawa tab.


Setelah selesai memberi perintah pada tim bawahannya itu, ia akan segera mengadakan rapat para petinggi militer untuk membahas pergerakan selanjutnya.


...~*~*~*~...


Gelapnya ruang hampa luar angkasa tak membuat pemandangan di luar Planet Ribelo tampak membosankan. Planet yang dihuni oleh lebih banyak makhluk hidup, didominasi warna biru dan hijau, menunjukkan betapa segarnya komposisi dalam planet tersebut. Sangat ramah akan berbagai macam kehidupan dan peradaban.


Di sekitar Planet Ribelo, bukan cuma dua bulannya yang mengorbit planet tersebut, tetapi beberapa benda raksasa buatan makhluk-makhluk penghuninya juga.


Salah satu benda raksasa yang dimaksud merupakan bangunan luar angkasa sebesar pulau yang tengah melayang sangat pelan di bagian barat Planet Ribelo. Bangunan itu menampung lebih dari jutaan jiwa yang bekerja di sana, menjaga planet dari berbagai ancaman luar angkasa.


Akan tetapi, dalam kesunyian di sekitar Planet Ribelo, terjadi ledakan cukup besar, meledakkan bagian sayap kanan bangunan luar angkasa itu.


Suatu bencana yang terjadi secara tiba-tiba.


Sulit dihindari.


Memakan banyak jiwa.


Dan menjadi awal dari melemahnya sistem keamanan luar angkasa Planet Ribelo.


...~*~*~*~...

__ADS_1


__ADS_2