Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Rencana Membunuh Rizki Nasir


__ADS_3

Club Malam. Kota Guangxi.


Musro Huge Club lebih pas untuk lelaki, Classic Club dengan koleksi cocktail-nya yang enak nan manis pas untuk wanita yang ingin merasakan gemerlapnya kehidupan malam. Nuansanya tampak chic walau malam hari, serta dominasi pencahayaannya juga didominasi warna ungu dan merah muda. Pesona ini lebih mengakomodasi keperluan golongan wanita. Meski jumlahnya sedikit, sebagian lelaki juga mengincar club malam ini, terutama untuk bermain biliar atau minum-minum.


Di salah satu ruangan Club malam itu, tampak seorang pria gendut tengah asyik dengan minuman keras yang di temani oleh dua wanita muda nan cantik.


Di samping kiri pria gendut tersebut tampak dua laki laki usia di atas Pria gendut, tak berbeda jauh dengan dirinya yang tengah asyik minum sambil di temani wanita wanita penghibur.


"Tuan Muda Budiman. Kau ini sangat jahat sekali suka menggoda kami.." Kata wanita yang duduk di atas paha pria gendut itu dengan manja.


"Tuan Muda Budiman Cahya, Ihk.. Suka pegang pegang bagian bawah aku.." Wanita yang duduk di paha satu nya juga ikut menggoda dengan kata kata mesum.


"Hei.... Wanita kau sangat beruntung, kalau tubuh mu bisa di sentuh oleh Tuan Muda Budiman. Ada banyak sekali wanita yang ingin mendapatkan kesempatan itu.." Kata lelaki yang duduk di kursi sopa samping pria gendut itu.


"Bener sekali itu apa yang di katakan oleh Jahid. Kalau Tuan Muda Budiman Cahya, menyukai kalian itu adalah suatu berkah, kalian harus bersyukur.." Timpal temannya yang duduk sedikit jauh dari Budiman Cahya dan berhadapan.


"Jahid.. Tikno, Apa kalian berdua berbicara seperti itu untuk menjilat ku hah? DASAR TIDAK BERPENDIDIKAN.." Sergah pria gendut kepada dua bawahan nya itu.


"Mohon Maaf kan kamu berdua Tuan Muda Budiman Cahya.. Kamu berdua akan belajar lebih giat lagi dari anda.." Jawab Tikno dengan senyuman yang di paksakan.


"Sial anak yang mengandalkan kekayaan dari orang tua dan belajar di universitas bobrok berkata padaku tidak berpendidikan?" DASAR TIDAK TAHU DIRI.." Tikno membatin penuh amarah.


Di saat sedang asyik-asyiknya meminum minuman keras sambil sesekali memuji majikannya yang berpostur tubuh gendut, tiba tiba suara ponsel berdering pun terdengar.


"Kriiiiing........!


"Kriiiiing..........!


"Kriiiiing...........!

__ADS_1


"Siapa ini?" Kau tidak tahu ini adalah waktu ku bersenang-senang! Cepat katakan ada perlu apa.?" Tanya pria gendut yang menjawab telepon masuk nya itu.


"Brow gue kasih tahu ya pada mu! Rizki Nasir masih hidup. Ada seseorang yang melihatnya dan kini posisi nya berada di kota Guangxi.." Kata Si penelepon dari sebrang telepon.


"Kalau memang masih hidup apa peduli nya dengan ku......"


"Apa kata mu! Dia masih hidup.." Kaget pria gendut sehingga tampak di wajahnya bercucuran keringat mulai menyusuri kedua pipinya itu.


Sedangkan kedua anak buahnya yang mendengarkan suara dari majikannya bahwa orang yang menjadi duri selama ini masih hidup, langsung menyuruh pergi beberapa wanita penghibur yang menemani nya untuk keluar dari ruangan tersebut.


Kini di ruangan itu hanya ada dua lelaki dewasa yang sedang memperhatikan dan mendengarkan obrolan majikan nya yang masih tampak ketakutan di wajahnya.


"Di..... Dimana terakhir kali melihatnya..?" Tanya Budiman Cahya terbata bata dalam sambungan telepon seluler itu.


"Aku melihat nya di pinggiran kota Guangxi, turun dari mobil bersama dengan seorang wanita. Kalau kau menemukan nya, kau harus segera membunuh nya. Kalau tidak kau yang akan mati.." Kata si penelepon mengingatkan nya.


"Tut.... Tut.... Tut......."


"Tuan Muda Budiman, ada masalah apa.?" Tanya kedua anak buah nya secara bersamaan.


Budiman Cahya lelaki gemuk itu terdiam membungkuk duduk di kursi seraya memikirkan apa yang akan terjadi seandainya informasi dari kawan nya yang mengatakan bahwa Rizki Nasir masih hidup.


"Kalian yakin bahwa Rizki Nasir sudah mati?" Tanya Budiman Cahya seraya bangkit dari duduknya dan menatap tajam dua anak buah nya itu.


"Tentu saja kami lah yang membunuh nya dengan tangan kami sendiri." Jawab mereka berdua serempak.


"Tapi dia sekarang masih hidup.." Sangkal pria gemuk itu.


"Apa? Masih hidup! Ba... Bagaimana mungkin, kami jelas jelas sudah menguburnya. Bagaimana mungkin dia hidup kembali.." Teriak Jahid seolah olah ucapan dari majikannya itu bercanda.

__ADS_1


"Kenyataan nya berkata memang dia masih hidup dan melihat nya dengan mata kepala sendiri. Aku tidak peduli dengan cara apa pun, kalian harus segera melenyapkan nya.." Titah pria gemuk itu terdiam sejenak lalu melanjutkan lagi perkataan nya.


"Kalau tidak kalian tidak akan bisa hidup tenang.." Ancam pria gemuk itu.


"Ba... Baik." Mereka serempak berkata dengan terbata bata.


"Tuan Muda Budiman. Lalu bagaimana dengan Alicia? Rizki Nasir si brengsek itu pasti akan segera mencari tunangannya dan yang sudah kita lakukan terhadap Alicia....." Ucap Jahid.


"Kita temukan dia dulu, baru selanjutnya memikirkan hal itu.." Jawab Budiman Cahya.


"Siap Tuan Muda kalau begitu, saya akan berangkat malam ini juga dan langsung mencari keberadaan Rizki Nasir.." Ucap Jahid..!


######


Sementara di salah satu pinggiran kota Guangxi tepat nya di salah satu rumah yang tak terlalu megah namun rumah tersebut bisa di katakan cukup modern dan anggun terlihat dari kejauhan.


Di dalam rumah tersebut sepasang suami istri sedang mengobrol serius dengan anak gadis nya yang terbilang cukup dewasa, untuk tidak di atur dalam kehidupan sehari-hari nya.


"Alicia kau ini mengerti tidak perkataan ibu.?" Tanya wanita setengah tua yang tak lain ibu kandung nya itu.


Gadis yang di panggil Alicia itu hanya terdiam menatap dengan kedua tangan nya ia simpan dalam dadanya, sudah berulang kali ibu maupun ayahnya terus menerus mendesak untuk membatalkan pernikahan dengan lelaki yang tak berguna itu, yang tak lain adalah Rizki Nasir.


"Batalkan saja pernikahan ini. Tidak perlu memikirkan perusahaan itu. Kau membuang hari harimu percuma, hanya demi orang yang tidak berguna itu. Sudah cukup.." Kata sang Ibu.


"Bu ini belum waktunya. Aku akan menunggu sampai menemukan nya. Kemudian aku akan memikirkan langkah selanjutnya.." Jawaban yang di berikan oleh Alicia tidak bisa memberikan kepuasan kepada Kedua Orang Tua nya itu.


"Turuti perkataan ibu mu. Tidak perlu mencari nya lagi. Aku besok akan pergi mengajukan pembatalan pernikahan kepada keluarga Ki. Bagus kalau si brengsek itu sudah mati.." Tegas Ayah Alicia sangat murka dengan jawaban dari anak sulung nya itu.


"Kau bisa bisa nya berkata seperti itu. Kalau bukan karena kau yang ingin mengikat hubungan dengan keluarga Ki, putri kita tidak akan mengalami kesulitan seperti ini.." Keluh sang Istri menyalahkan asal muasal datang nya permasalahan ini.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2