Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Berapa Lama Aku Tertidur


__ADS_3

Hampir tiga jam lamanya, Rizki dengan setia menemani Alicia tidur, sesekali dia pergi ke dapur untuk masak, sambil menunggu mantan tunangan itu bangun dari tidurnya.


Terasa sudah selesai dengan aktivitas, Rizki pun kembali duduk di samping ranjang yang tengah berbaring seorang wanita muda tidur sangat lelap dengan tangan sebelah kirinya memegang erat ujung baju yang di pakai oleh Rizki Nasir.


Perlahan kedua matanya terbuka, Ia tersenyum manis ke arah orang yang dulu ia benci kini mulai sedikit demi sedikit mencintai nya berada di samping nya. Namun detik berikutnya kesadaran nya mulai pulih, Ia pun langsung duduk sambil bertanya.


"Berapa lama aku tidur..?"


"Tiga jam.." Rizki menjawab nya.


"Apa kau lapar? Aku sudah membuatkan makanan.! Ayo kita makan.." Ajak Rizki senyuman manis di berikan pada Alicia.


"Dia tahu bagaimana memasak? Dia terbiasa di suapi oleh para wanita cantik. Dan hampir lupa bagaimana menggunakan sumpit. Sekarang dia bisa memasak.." Ucap hati Alicia melihat punggung Rizki Nasir yang keluar dari kamarnya.


Alicia pun langsung turun dari ranjang beranjak menuju meja makan, dia bener bener terkejut dengan apa yang ada di atas meja, hidangan yang cukup mewah telah tersaji dan siap untuk di santap.


Pemuda itu lagi dan lagi sangat telaten membuat Alicia kagum dengan sosoknya, Rizki memberikan mangkuk dan sumpit untuk segera di cicipi oleh Alicia.


"Bagaimana enak..?" Rizki bertanya setelah dua masakan nya di cicipi oleh Alicia.


Lidah tak bertulang milik Alicia, merasakan rasa yang begitu sedap saat masakan buatan Rizki masuk kedalam mulutnya.." Mengejutkan ini sangat luar biasa dan enak."


Sumpit di simpan di atas mangkuk nasi, ini waktu yang tepat untuk menjelaskan apa yang terjadi tentang surat perjanjian waktu itu. "Ada sesuatu yang aku ingin katakan sejak lama.


Rizki terdiam, mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Alicia, namun pikiran dan hatinya sudah bisa menebak apa yang akan di katakan nya, namun Ia membiarkan agar Alicia untuk mengatakan nya.


"Sebenarnya perjanjian pernikahan itu bukan di tandatangani oleh ku. Ibu ku yang melakukan nya secara diam diam. Aku tidak berpikir untuk menandatangi nya.." Terang Alicia.


"Itu semua sudah berakhir. Teruskan saja makan malam mu.." Rizki membalikkan badannya membelakangi Alicia.. Pikiran dan hatinya gamang, exfresi yang di tunjukkan oleh Rizki Nasir membuatnya berpikiran yang tidak tidak.

__ADS_1


Air matanya keluar tak bisa di tahan, entah mengapa los begitu saja.. Hiks... Hiks.... Aku tidak menandatangani nya... Tidak bisakah kau memberiku kesempatan untuk menjelaskan nya.."


Rizki memijit kening nya, jelas tangisan yang di lakukan oleh Alicia membuatnya berdenyut kepalanya, namun itu semua sudah terjadi.." Siapa pun yang menandatangani itu. Persetujuan itu sudah berlaku untuk apa berpikir banyak.." Kata Rizki kukuh dengan pendiriannya.


Tersinggung dengan perkataan dari Rizki Nasir, Alicia pun bangkit dari duduknya menghentikan makan malam nya tujuan nya keluar dari apartemen Rizki Nasir.


"Maaf merepotkan mu." Ia berjalan terhuyung-huyung, Rizki menatap nya iba.


"Bughhhhh............!


Alicia langsung terjatuh bersamaan dengan tak sadarkan dirinya.. Rizki pun langsung melompat dan memangku nya.


"Apa apaan. Kondisi nya begitu lemah.." Rizki memeriksa denyut nadinya.


"APA INI SEPADAN UNTUK KU.."


Rizki langsung memangku Alicia kembali ke kamarnya. Dan itu hanya pura pura saja dia pingsan. Lalu menyuruhnya untuk telungkup, dengan keahlian nya Rizki pun mulai memijat nya.


"Wanita memang sulit di mengerti.." Gumam Rizki pelan namun itu terdengar oleh Alicia. Hingga menoleh nya dengan wajah yang cemberut, Rizki pun tersentak kaget di buatnya.


"Kau sedang tidak sehat.." Rizki mengalihkan keterkejutan nya. Alicia pun langsung telungkup lagi wajahnya, dia bener bener tak mau menjawab nya.


"Ehk....... " Kaget Rizki ketika Alicia tak menjawab atau pun mengangguk pertanyaan olehnya. Namun jangan sebut Tabib Dewa kalau tidak bisa menaklukkan wanita yang sedang mood buruk.


Tangannya langsung menyelusup ke bawah tubuh Alicia, tampak empuk tangan kiri Rizki Nasir tak sengaja menyentuh bukit kenyal milik Alicia. Alicia langsung berontak, namun tenaga Tabib Dewa lebih kuat darinya di tambah Ia masih lemas tak bertenaga sama sekali karna asupan makanan yang belum sepenuhnya masuk kedalam perutnya.


"Aaaaaaaaaa. Apa yang kau lakukan.." Teriak Alicia, namun langsung terdiam ketika melihat mimik mata nya tajam.


Rizki langsung membawa Alicia berjalan keluar dari kamarnya dan setelah sampai di ruangan tengah, Ia menurunkan untuk duduk dan makan yang sudah di siapkan oleh nya.

__ADS_1


"Kau sedang tidak sehat. Makanlah lebih banyak. Kalau tidak makan bagaimana kau bisa menjalankan perusahaan mu.." Titah Rizki seraya menyiapkan mangkuk dan dua sumpit di hadapan nya.


Rizki melangkah duduk di hadapannya, Alicia tertunduk tak berkata sepatah kata pun. " Kau tidak suka makanan ini..?" Tanya Rizki Nasir, melihat Alicia yang hanya diam tertunduk.


"Kau siapa?" Alicia mendongkrak wajahnya menatap kearah Rizki.


"Apa maksudmu..?" Tanya Rizki keheranan.


"Tidak tahu. Aku merasa kau sudah berubah dan berbeda dengan Rizki Nasir yang dulu.."


"Katakan apa nya yang berbeda.." Pinta Rizki, iya penasaran dengan pertanyaan dari Alicia bahwa berbeda, kalau untuk masalah berubah jelas karena Ia bukanlah Lelaki Tak berguna yang di cap oleh semua orang.


"Apakah dia menyadari sesuatu yang berbeda dengan ku, atau kah dia tidak peka dengan ku.." Hati Alicia bergejolak.


"Sulit untuk mengatakan nya. Hanya saja rasa nya sangat berbeda.." Ujar Alicia.


"Lupakan saja. Aku sama sekali tidak pernah berubah atau pun berbeda kau terlalu banyak berpikir.." Ucap Rizki menghentikan perkataan dari Alicia yang mungkin akan terus menerus menyelidiki nya.


"Cepat makan. Lalu aku akan mengantarmu pulang.." Sambung Rizki, namun perkataan nya, membuat Alicia kembali tertunduk wajahnya, mungkin dia tersinggung kembali dengan ucapan nya.


"Apa kau begitu membenci ku..?" Alicia kembali mendongkrak wajahnya kembali meminta penjelasan nya.


"Tentu saja tidak! Bukan itu maksudku.." Rizki terbata bata dengan pertanyaan dari Alicia, kening berkeringat.


"Tapi mengapa kau terus mengusir ku..?" Tanya Alicia hingga Rizki tak berkutik tak bisa menjawab nya.


"Aku penasaran mengapa kau setuju membatalkan pertunangan kita..?" Tanya Alicia lagi mengganti topik pembicaraan dan ingin tahu alasan nya kenapa bisa melepaskan dirinya begitu saja sampai perusahaan dan uang di serahkan begitu saja.


"Apa kau membenciku?" Kini Rizki yang bertanya menyelidiki isi hati mantan tunangannya itu. Tujuan Rizki bertanya begitu, karna Ia tidak ingin dirinya di anggap mengejar Alicia. Karna ada satu lelaki dari Keluarga Besar yang menyukai nya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2