
"Ehk Paman bener juga aku hampir lupa. Aku juga khawatir kalau kau tidak akan bisa mempertahankan calon menantu mu.." Kata Diki dengan exfresi wajah di buat sedih.
Fikri tersentak menatap serius ke arah keponakan nya itu."
"Ku dengar Rizki Nasir, juga berniat membatalkan pernikahan nya dengan Alicia.." Terang Diki.
Serigala berbulu domba, ucapan itu sangat pantas di tunjukkan pada Diki Permana, apa yang di lakukan oleh mulut nya, mampu membuat Kisri pemegang kuasa Keluarga Besar Ki, marah pada Rizki Nasir, begitu juga ayah kandung nya saat ini.
"Anak sialan, apa dia pikir mencari seorang istri yang baik untuk nya itu mudah! Tidak kusangka dia berniat membatalkan pernikahan nya.." Amarah nya meluap luap pada anak yang tak berguna itu.. Sang istri langsung meredakan emosi nya mencari muka di hadapan suami maupun sang mertua.
"Redakan amarah mu sayang.." Kata Istri dari Fikri namun pandangan tak beralih ke mana pun, Ia menatap kosong ke depan.
"Ayah Kakak Rizki, pasti memiliki alasan nya sendiri, kenapa Ia melakukan ini semua, ayah jangan marah lagi pada Kakak Rizki.." Kata bijak dari anak bungsu Fikri untuk meluluhkan emosi sang ayah terhadap Rizki Nasir.
Perlahan pasti, Fikri mulai reda amarah nya, namun Kiki berkedip mata nya pada Diki untuk membakar hati Fikri kembali agar amarahnya pada Rizki Nasir semakin menjadi.
"Kakek aku juga telah bertemu dengan Sandi Hao. Dari Keluarga Hao. Dan dia seperti nya menyukai Alicia. Kalau kita bisa menjalin hubungan baik dengan Sandi Hao.." Diki tersenyum dan mengedipkan mata kepada ibunya yang duduk di samping mertuanya itu.
Sang Ibu mengerti arti kode dari anaknya itu. Ia tersenyum licik ke arah mertuanya.
"Walaupun keluarga kita di kota Guanxi ini termasuk keluarga yang terpandang, tapi kalau di bandingkan dengan keluarga Hao, keluarga ini tidak ada apa apa nya! Diki kita tentu saja harus membantu nya.." Ujar Kisri menerima baik saran dari Cucu keduanya itu.
"Dengan senang hati Kakek.." Seringai licik di bibirnya di perlihatkan pada ayah Rizki Nasir.
"Ayah, ku dengar Alicia itu bener bener serius mengurus perusahaan yang di tinggalkan oleh Rizki Nasir. Dia telah membuat perusahaan itu berkembang pesat. Untuk menghadapi pebisnis seperti nya, aku mempunyai banyak cara agar dia mau mengikuti arahan dari kita.." Ibu dari Diki itu langsung memberikan ide pada mertua nya, membuat Fikri kembali memuncak amarah nya itu.
__ADS_1
"Cukup! Dia adalah calon menantu ku! Apa maksud kalian semua hah.." Bentak Fikri mengepal erat tangannya seraya bangkit dari duduknya.
"Brakkkkkkkkkk........" Apa yang mau kau lakukan! Membuat nya menjadi penguasa di keluarga ini hah.. Ku beritahu kau Fikri selama aku masih hidup, jangan harap kau bisa berbuat semau mu.." Ancaman yang di berikan oleh Kisri pada anak pertamanya itu bukan isapan jempol.
Perdebatan di Keluarga Ki tak habis habisnya untuk menyingkirkan Rizki Nasir dari keluarga itu, pertahanan yang di lakukan oleh sang ayah, tak bisa mengalahkan serangan dari Kakak pertama nya yang ingin menguasai pikiran dari Ayah nya yaitu Kakek Kisri.
Sedangkan waktu yang sama, tepatnya di pusat kota Guanxi, Rizki yang telah selesai di wawancara oleh Riani, hampir satu jam lebih tak kunjung ada pasien yang datang pada nya, namun Rizki masih sabar dan setia pada profesi yang kini di geluti nya.
"Waktu hampir menunjukkan pukul sembilan malam, tapi masih belum ada pasien yang datang kepada mu. Apa dengan cara kau yakin akan berhasil.." Riani duduk di samping kursi yang di duduki oleh Rizki Nasir mengeluh dengan apa yang di lihatnya.
Dengan laga nya yang angkuh dan terbilang cuek, Rizki Nasir membalas ucapan dari Riani tanpa mau menoleh ke arah wajah nya." Setiap hal pasti akan terasa sulit di permulaan. Tapi aku yakin pasti akan ada orang yang datang kesini sebentar lagi."
Riani tersentak kaget, bukan dari perkataan Rizki Nasir, Ia tersentak kaget hatinya, setelah mendengar suara yang begitu tak asing oleh nya.
"Permisi........!
"Permisi........!
"Dokter Zink.....! Dokter Zink datang..."
Para pengunjung ikut terkejut ketika lelaki tua memakai pakaian kebanggaan berwarna putih itu datang dan langsung berjalan kearah pemuda yang mengaku Dokter Dewa itu.
"Anak Muda Ki. Kau membuat ku mudah untuk mencari mu.." Direktur RS itu tersenyum manis.
Rizki bangkit dari duduknya, begitu juga dengan reporter wanita cantik yang tadi hanya berjongkok menunggu pasien yang datang ke tempat yang telah di sediakan.
__ADS_1
"Hehehehe.... Saat ini aku memiliki seorang pasien, apa kau tertarik untuk memeriksa nya..?" Tanya Direktur Zink berjalan dua langkah dan kini di hadapan Rizki Nasir.
"Kalau ada uang tentu saja aku tertarik! Setelah uang sampai ke tangan ku, aku pasti akan menyembuhkan penyakit apa pun.." Kata Rizki.
Pertemuan pertama nya dengan Rizki Nasir tak jauh berbeda dengan waktu itu ketika wabah yang terjadi di desa nelayan, Ia masih angkuh dan sombong dalam bertutur kata nya.
"Pak Tua apa kau bisa memberitahu ku kondisi nya sekarang.." Sambung Rizki Nasir.
"Wah! Anjir, gue gak nyangka hubungan Direktur Zink dengan orang itu sangat baik. Kalau dia bisa berhubungan baik dengan Dokter Zink. Dia pasti memang orang yang sangat hebat.." Kaget para pengunjung di buat nya.
"Otot tidak dapat di gerakkan, tangan dan kaki lumpuh total dan perkataan nya jelas ketika belum koma tidak jelas, saat ini dia terbaring di rumah sakit sudah dua hari.." Terang Direktur Zink memberi penjelasan tentang pasien yang sangat susah untuk di tangani nya.
"APAKAH STROKE.."
Direktur Zink tak bisa menjawab nya. Dia hanya menggelengkan kepalanya saja."
"Tapi syukurlah kondisinya masih belum terlalu parah, kalau baru dua hari mah.." Rizki Nasir yakin bisa menyembuhkan nya.
Di saat obrolan antara Rizki dan Direktur rumah sakit bernama Zink itu dan di dengarkan oleh para pengunjung yang sempat kaget di buatnya, tiba tiba satu suara berteriak teriak mencari Dokter.
"Minggir! Minggir! Aku sedang mencari Dokter.."
Rizki langsung menatap kearah teriakan itu, bibirnya tersenyum, pikiran nya melanglang buana, hati nya penuh dengan kata kata yang membuat saku miliknya tebal.
"WAJAH YANG LEBAR DAN GEMPAL. KALUNG RANTAI EMAS YANG BESAR. ARLOJI YANG MAHAL. JAS BRAND TERNAMA.
__ADS_1
"Di dahi nya tertulis seperti orang kaya. Aku sangat suka dengan orang seperti ini.." Kata Rizki dalam hati seraya memegang dagu dan kedua matanya menatap kearah Pria gendut yang kini sudah berada di hadapannya itu
Bersambung.