Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
BOKONG YANG INDAH


__ADS_3

"Gingseng... Atractylodes.... Rhizoma Zingiberis... Liquorice.... Masing masing 10 gram...


"Kemudian rebus dengan air sebanyak 1500 ml water dan tunggu sampai menjadi 500 ml, lalu minum ini tiga kali sehari selama satu Minggu." Terang Rizki seraya memberikan resep pada Alicia yang tertegun diam diikuti oleh ibu nya sama hal nya diam melongo tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh pemuda di hadapannya itu.


"HAH! Apa ada yang salah dengan ku.?" Lihat dan baca resepnya bukan nya melihat ku........." Angkuh nya Rizki seraya kedua tangannya di masukan kedalam saku celana nya.


Rizki langsung membalikkan badannya dan selangkah menuju pintu keluar, namun tiba tiba suara dari belakang membuat Ia berhenti sejenak."


"Rizki Nasir, apa kah kau ini seorang Dokter? Sejak kapan kau memperlajari ilmu kedokteran..?" Wanita tua itu bertanya karna rasa penasaran nya.


"Aku sering membaca buku mengenai ilmu kedokteran dan memperlajari nya sendiri. Ah... Permisi aku mempunyai urusan yang mendesak, aku mohon pamit.." Langkah kaki nya berjalan kembali meninggalkan ruangan keluarga, yang membuat Keluarga Besar Alicia tertegun diam dan tak percaya, kalau tidak membuktikan nya pada mereka.


"Apa selama ini dia berpura pura bodoh di depan kita.." Ucap Fongsi dan anggukan dari istri nya.


Sedangkan Alicia langsung mengambil maf yang di berikan oleh Rizki Nasir untuk di tandatangani, maf itu di buka dan di baca oleh Alicia dengan senyuman penuh arti.


"Menarik aku akan menunggu dan melihat apa yang akan kau lakukan selanjutnya. Kau ingin aku menandatangani nya, justru aku tidak akan melakukan nya.." Alicia langsung menaruh kembali maf itu pada meja dan mata nya menatap keluar melihat kepergian Rizki Nasir yang menggunakan sepeda ontel.


########


Hari hari telah berlalu, di sebuah apartemen di kota Guanxi, seorang pemuda sedang duduk di atas kamar dengan beberapa lembaran kertas berisi biodata Keluarga Besar Ki.


Hampir sekitar 30 menit pemuda itu terus menerus membaca dan memahami situasi dalam keluarga itu, tampak di wajahnya sesekali berkerut tentang biodata keluarga besar tempat pemilik tubuh ini di lahir kan di alam dunya.


"Keluarga Ki di kota Guanxi ini termasuk keluarga yang terpandang." Ucap Rizki pada diri sendiri.


Rizki pun langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur dan berpikir keras dalam hati apa yang harus dilakukan selanjutnya.

__ADS_1


"Pemilik asli tubuh ini, walaupun terlihat seperti anak yang suka berlagak dan tidak beraturan... Tapi sebenarnya dia selalu di remehkan dan tidak pernah di anggap di keluarga ini.." Rizki bangkit dari tidurnya, mata nya tak bisa terpejam karena beban pikiran yang melanda di otak nya.


"Karena sekarang aku sedang menggunakan tubuhnya. Aku akan memberi nya keadilan.." Rizki kembali menghempaskan tubuhnya dan berbaring.


"Walaupun aku tidak melakukan apa pun, seseorang dari keluarga Ki pasti akan mencari masalah dengan ku. Karena mungkin ada hubungan nya dengan hak waris keluarga Besar Ki. Dan saat ini aku telah kehilangan baik perusahaan maupun calon istri ku.


"Kalau aku tidak punya uang, aku tidak akan bisa menghadapi mereka. Jadi tujuan utama ku saat ini adalah mendapatkan uang yang lebih banyak.." Rizki Nasir lalu bangkit dari tidur nya dan langsung ke kamar mandi.


####


Di salah satu pusat kota bagian tengah, tepat nya di salah satu gedung tinggi, tampak beberapa orang sangat terkejut dengan kedatangan seorang pemuda yang memakai jas berwarna biru menambah ketampanan serta kegagahan dalam berjalan menyusuri ruangan kantor itu.


Dari pertama masuk ke dalam kantor itu, semua orang di buat nya rasa terkejut, dari satpam, staff, dan sampai OB perusahaan saling bisik membisik di antara mereka, malahan ada yang sampai berterus terang secara normal dalam perkataan nya, namun bagi pemuda itu sudah biasa karna sebelumnya pemilik tubuh ini memang lelaki tak berguna, maka hal wajar para pegawai dan staf lain membicarakan hal jelek pada nya.


"Wah Direktur Ki sudah kembali."


"Biasanya dia hanya tahu pergi ke klub malam dan bersenang-senang. Tapi kali ini dia bisa kembali lagi ke perusahaan ini.."


Rizki terus melangkah pergi menuju ruangan Manager, mengacuhkan beberapa kata kata atau mungkin lebih tepatnya cemoohan dan hinaan dari para pegawai nya.


"Ceklek.."


Pintu ruangan Manager di buka, Rizki langsung masuk dan tampak dua wanita yang satu nya sedang duduk langsung terkejut kearah pintu.


"Apa kau sudah menandatangani dokumen nya?" Aku kemari untuk mengambil sesuatu..?" Rizki bertanya lima langkah masuk ke ruangan itu.


Manager itu langsung bangkit dengan perasaan yang sulit di artikan oleh Rizki maupun sekertaris nya, Ia melangkah cepat kearah Rizki Nasir.

__ADS_1


"Aku tidak memiliki dokumen yang Tuan Ki maksudkan itu.." Alicia menarik paksa tangan Rizki Nasir.


"Aku harus bertemu tamu seseorang yang sangat penting. Mari ikut dengan ku, kau harus menemaniku.." Ajak paksa Alicia, dengan senyuman licik di arahkan pada Rizki Nasir.


"EHK...... EHK........" Kenapa ending nya jadi begini, bukan kah aku datang kesini untuk mengambil dokumen penyerahan perusahaan kenapa wanita ini mengajak ku untuk bertemu seseorang.


"Ayo ikut aku jangan banyak berpikir yang nggak nggak.." Alicia menarik paksa untuk berjalan ke pintu keluar.


"Wanita ini gila atau bodoh? Mana mungkin dia menolak perusahaan yang telah ku berikan cuma cuma ini.." Ucap hati Rizki sambil berjalan mengikuti Alicia.


Sedangkan sekertaris yang tadi memperhatikan majikan nya dengan Pria tak berguna itu, bertambah kembali keterkejutan nya setelah melihat Alicia menarik paksa dan bahkan menstabilkan tubuhnya agar bisa terlihat mesra dengan Rizki Nasir.


"Tidak mungkin bukan kah dia selalu membenci pria yang tidak berguna itu? Lalu kenapa dia sekarang mengajak nya untuk menemui tamu penting dan itu akan membuatnya kacau bila mengajak lelaki brengsek itu." Ucap hati sekertaris.


Tiga puluh menit kemudian mereka bertiga sampai di salah satu hotel berbintang yang tak jauh dari kantor perusahaan.


Alicia dan sekretaris berjalan di depan di ikuti oleh Rizki Nasir dari arah belakang, tatapan mata nya menuju kearah bokong indah milik tunangan nya itu.


"Wah. Aku baru menyadari nya kalau tunangan ku, memiliki postur tubuh yang sangat indah.." Gumam hati Rizki Nasir seraya menatap kearah tubuh Alicia yang berjalan di depan Rizki Nasir.


"BOKONG YANG INDAH...... JENJANG KAKI YANG INDAH.."


"Hahahaha aku sedikit menyesal karena telah membatalkan pernikahan dengan calon istri semolek ini..." Gumam hati Rizki lagi Ia bener bener terpesona akan tubuh yang di miliki oleh Alicia.


"Hey................" Alicia membalikkan badannya, tersenyum kearah Rizki yang tak berkedip sama sekali menatap seluruh tubuhnya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2