Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Gadis kecil Ketemu Rizki


__ADS_3

"Puih...." Nafasnya kasar Ia hentakan, namun senyuman manis di berikan pada gadis kecil yang sudah berada di hadapannya dengan gaya sedikit membungkuk memperlihatkan keindahan Gunung Kembar nya pada Rizki Nasir.


"Hai berandalan kau mau apa..?" Tanya Gadis Kecil itu.


Jujur dalam hati nya, Kesya gadis kecil itu sangat senang pemuda di hadapannya itu datang mengunjungi nya, rasa sayang yang datang ketika Rizki Nasir tinggal di rumah kakek nya, walaupun prilakunya sedikit mesum, namun itu tak jadi masalah buat dirinya, karna berkat Rizki Nasir segala permasalahan yang ada di keluarga Kakek selesai berkat bantuan seorang pemuda yang di juluki Tabib Dewa di desa nelayan.


"Jangan panggil aku begitu! Panggil aku Kakak.." Protes Rizki Nasir dengan suara tinggi.


"Eyy........ Mau memanfaatkan ku ya... Aku tidak mau.." Ledek Kesya seraya menjulur kan lidah nya, jelas Gunung kembar nya bergoyang indah di hadapan Rizki Nasir.


"Seorang gadis berubah cepat dalam penampilan mulai dari anak anak hingga dewasa. Gadis ini terlihat berbeda sebelum nya, pertama kali aku melihat nya, dada nya rata namun sekarang tampak di lihat oleh mata ku sendiri buah dada nya sangat begitu besar dan menggairahkan.


"Dia terlihat dewasa, tak heran di kampus nya menjadi seorang gadis yang paling cantik.." Gumam Rizki dalam hati tatapan tak berkedip sedetik pun kearah buah dada yang terbungkus pakaiannya.


"Berandal kau datang kesini dengan sepeda! Kau seharusnya kesini memakai atau membawa motor CBR 150R...?" Tanya Kesya mencoba menggoda pemuda yang di sukai nya.


"Ya.. Aku sekarang tidak mempunyai tempat tinggal. Bagaimana kalau aku menginap di asrama mu malam ini saja.." Rizki memasang wajah sedih untuk mengelabui Kesya, tujuan nya satu ingin merasakan pengalaman yang waktu itu merema*s bokong indah Kesya.


"Oh! Pria malang. Yah.... Istrahat saja di asrama ku.." Wajah nya memerah, Ia tahu maksud dari pemuda yang di juluki Tabib Dewa di kampung tempat Kesya tinggal.


Itu yang di inginkan oleh Rizki Nasir, seringai licik di bibirnya terpampang jelas, namun Kesya tidak melihatnya.. Rizki langsung menarik Kesya untuk membawanya ke asrama tempat gadis kecil itu tinggal saat berada dalam kampus.


Setelah sampai di dalam asrama. Tampak bergelantungan segitiga bermuda dan bikini bikini yang membuat darah Rizki Nasir berdesir pori pori gairah langsung menuju pusaka warisan nya berdenyut tak karuan.


"Wow.. Jadi ini asrama perempuan. Kelihatan nya bagus.." Takjub Rizki melihat apa yang ada di asrama perempuan itu.

__ADS_1


"Gadis ini sangat naif. Sehingga dia membiarkan ku masuk dengan mudah.." Licik hati Rizki.


"Berhenti melihat lihat. Dan jaga sikapmu.." Sergah Kesya, setelah apa yang di lihat oleh kedua mata Rizki Nasir keseluruh asrama.


Rizki langsung menoleh kearah Kesya, dan merunduk mencium baju yang di pakai oleh Kesya seraya berkata.." Bocah kau pakai parfum. Sebenarnya tubuhmu, bau nya lebih baik daripada parfum.."


"Diam jangan berbicara mesum.." Kesya langsung mendorong Rizki ke tempat tidur.


"Hehehehe.. Ya mari langsung ke inti nya saja.." Kekeh Rizki kini posisi nya sudah berada di atas kasur dan terbaring menatap kearah Kesya.


"Sebenarnya aku datang kesini untuk memeriksa mu tentang racun kobra. Aku serius fase laten racun kobra memang agak lama.." Sambung Rizki tersenyum penuh kepalsuan.


"Apa kau bercanda? Kau suka mengambil keuntungan dariku.." Kata Kesya jelas Ia sekarang tidak dapat di bohongi oleh pemuda mesum itu.


"Cepat lah, aku akan mengurus mu dengan baik, sementara tidak ada orang di sini. Kalau tidak segera kita akan ketahuan oleh teman sekamar mu."


"Benarkah.............." Tapi aku sudah mencari di internet. Fase laten nya tidak selama itu. Kenapa aku perlu di periksa lagi oleh mu... Kau ini bener bener mencari keuntungan dari ku ya..? Tandas Kesya tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Rizki Nasir.


"Sial jadi lebih pintar sekarang.." Pikir Rizki Nasir tak bisa di kelabui gadis kecil ini.


"Selain bokong ku yang besar. Di sini bagian ini menjadi lebih besar.." Polos Kesya seraya memegang Kedua Gunung Kembar nya itu.


"Hahaha...... Hahahaha......"


Hati Rizki bersorak gembira, pikir gadis kecil di hadapan nya itu sudah pintar, sesaat tak bisa di rayu, namun Ia membukakan pintu kesempatan untuk berbuat cabul pada nya.."

__ADS_1


Exfresi di wajah Rizki di perlihatkan dengan kening yang berkerut menunjukkan keseriusan pada gadis kecil itu, padahal otak nya traveling mencari sesuatu kenikmatan yang akan di dapatkan hari ini.


"Kamu tahu nggak? Orang orang di jalan suka menatap ku. Beberapa orang bahkan berkata kalau aku pergi ke negara tetangga dan katanya dadaku itu besar karna operasi.." Terang Kesya semakin bersemangat nya Rizki Nasir di hatinya.


Wajah nya tersenyum penuh kelicikan.. Rizki langsung bersuara.." Obat saja tidak cukup! Kau perlu teknik pijatan khusus agar Kedua Gunung Kembar mu itu kencang dan besarnya stabil.."


"Bagiku pijat tidak masalah namun, sebentar............." Kesya pergi ke pojok asrama dan membawa gunting lalu di simpan di sampingnya setelah itu, Ia naik ke ranjang dan berhadapan dengan Rizki Nasir.


"Apa ini?" Rizki bertanya seraya kedua tangannya bersidakap di atas perutnya.


"Ohk ini.... Hehehe untuk perlindungan. Gunting ini bisa memotong pusaka milik mu, bila berontak.." Kata Kesya dengan berterus terang jawabannya.


"Benarkah, kau mau setega itu pada ku.." Rizki memasang wajah ketakutan, hingga Kesya pun terkekeh dan berkata.


"Aku hanya bercanda.." Hehehehe.." Kekeh Kesya.."


"Uhhhh............ Rizki garuk garuk kepalanya, Ayo kita mulai.." Ucap Rizki lalu menggeser kan badannya, Ia memeluk dari belakang, terapi pijatan khusus akan di mulai pada payudara milik Kesya, gadis kecil polos cucu dari Kakek Kes.


Gadis polos itu mulai mengangkat baju nya, Rizki membantu membuka pengait bh dari belakang, tangan mulai merayap kesetiap inci kulit putih yang ada di sekitaran Gunung Kembar, keringat bercucuran, sang pusaka bergeliat bangun dari tidurnya berdiri tegak dan itu terasa pada bokong Kesya, namun Gadis itu mengacuhkan nya, tujuan nya satu Gunung Kembar nya normal dan stabil menurut pandangan orang orang.


"Ahhkkkkkkkkkkkkkkkkkk....................." Erang Kesya ketika kedua telapak tangan Rizki Nasir mulai menyentuh dua Gunung Kembar yang begitu kenyal hingga rasa geli bercampur geli dan rasa nikmat menjulur keseluruh tubuh nya sulit untuk di bayangkan.


"Apakah sakit? Tahan, aku akan pelan pelan.." Kata Rizki, melihat gadis kecil itu sedikit memberontak.


Sebenarnya pertanyaan itu tak berarti bagi Kesya, karna bukan sakit yang Ia terima, namun kenikmatan yang di dapatkan oleh Kesya yang baru pertama kalinya.."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2