Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
Temannya Setan


__ADS_3

"Tidakkkkkkkkkkkkkkkkk..................."


Teriak Kesya, apa yang di utarakan oleh Sacila pada Rizki Nasir tentang ide yang di kemukakan, walaupun sesaat Kesya sendiri memuji gagasan yang di ucapkan oleh teman sekuliah nya, namun ketakutan yang ada di dalam otak dan hati Kesya, dengan mudahnya Rizki Nasir memanfaatkan untuk mengelabuhi para wanita yang ingin memperbesar payudara nya.


Ketiga teman Kesya tersentak kaget dengan penolakan keras dari gadis yang mempunyai hubungan khusus dengan Rizki Nasir, apa lagi setelah melihat apa yang terjadi sebelumnya.. Kesya pun mengerti tatapan dari Sacila, Riani dan Fitri, lalu berkata dengan tawa yang sulit untuk di artikan.


"Haha...... Hmmmm... Kita sebagai murid harus pokus belajar. Kurang baik membicarakan bisnis sekarang.." Kesya menggerakkan kedua telapak tangan nya, wajahnya penuh rasa panik.


"Cemburu ya.." Tekan Sacila aura nya menusuk sekujur tubuh Kesya.


"Pasti cemburu dia.." Timpal Fitri.."


"Tentu saja dia cemburu Hahahaha..." Tawa lepas di berikan oleh Riani pada Kesya, hingga bisa menggelengkan kepalanya.


Melihat gadis kecil nya itu terus menerus di tekan oleh ke-tiga teman kuliah nya, Rizki pun angkat bicara.." Terima Kasih atas kebaikan mu! Aku belum kepikiran tentang hal yang baru saja kau katakan.."


Sacila melangkah, menempelkan Kedua Bukit Gunung Kembar di punggung Rizki Nasir, kedua tangannya memeluk perut dari arah belakang seraya berkata manja.


"Kak...... Kenapa kau tidak memikirkannya? Aku akan mengurus operasional nya, asal kau setuju. Tiap malam akan ku traktir dan kau juga bisa menikmati keindahan tiap malam di atas ranjang.."


"Wah bisa turun dong harga diri ku, bila kau tiap malam mentraktirku... Sebaiknya kita makan dulu hari ini dan aku yang akan mentraktir kalian..." Rizki melepaskan kedua tangan gadis itu dari pelukan nya, walau bagaimana pun bila terus terus di goda seperti itu, dia tak akan kuat untuk menahannya.


"Gadis ini sepertinya tidak akan menyerah, sebelum aku mengiyakan saja, masa bodoh mending sekarang bawa saja untuk makan di restoran yang tak jauh dari tempat kuliah Kesya.." Gumam Rizki.


Tak ada penolakan dari mereka bertiga, atau pun Kesya, Rizki Nasir pun langsung keluar dari asrama perempuan keluar dari gerbang bersama empat gadis kuliahan.

__ADS_1


"Ehk....... Gak salah itu kan restoran ekslusif, apakah dia bener bener akan membawa kita ke restoran itu.." Fitri menunjuk kearah restoran mewah.


"Itu lumayan mahal.." Timpal Riani..."


"Aku tidak menyangka Kak Ki Orang kaya.." Sacila mengedipkan mata sebelah kiri, pada Rizki Nasir, hanya di balas senyuman manis oleh Rizki Nasir.


Di depan jalan yang mereka lalui, tepatnya di salah satu Kafe yang tidak jauh dari restoran mewah yang akan di tuju oleh Rizki Nasir bersama Kesya dan ketiga temannya. Seorang gadis cantik memandang kearah jalan melalui jendela kaca nya, keningnya berkerut melihat pemuda yang berjalan seraya mendorong sepeda ontel nya bersama empat gadis seumuran dia.


"Uhhh............" Apa yang dia lakukan di sini." Dengus nafas kasar terdengar di telinga nya sendiri.."


Gadis dengan memakai pakaian sederhana itu, tersenyum sumbing, secercah harapan indah di hati nya kepada pemuda yang mulai masuk kedalam restoran mewah tersebut.


Ia bangkit dari duduk dan berjalan keluar Kafe, jelas tujuan dalam hatinya itu, menghampiri pemuda yang tak di anggap di Keluarga Ki.


Sementara Ki atau menyebutnya dengan Rizki Nasir pemuda sombong dengan kemampuan nya, di cap lelaki tak berguna oleh setiap orang yang mengenal dirinya, kini sudah berada di ruangan khusus bersama Kesya, Riani, Pitri dan Sacila dengan hidangan yang membuat perut berbunyi serta lidah menjulur.


"Iya Kak... Tidak seharusnya kau memesan banyak makanan. Itu mubazir namanya nya.. Kalau tak habis makanan ini, nanti di cap TEMAN NYA SETAN.." Timpal Sacila ludahnya di telan dalam dalam.


"Oh. My good... Aku teman nya setan, apakah kau tak salah dalam berucap..?" Tanya Rizki kaget sesaat.


"Gak lah kak.. Itu kata guru ngaji aku, kata nya kalau suka membuang buang makanan itu temannya setan.." Jawab Sacila..


" Ya... Ya.... Gini aja, aku kan gak mau jadi teman nya setan, jadi kamu, kamu, kamu, dan kamu, cepet makan lalu habiskan makanan ini semuanya.." Kata Rizki seraya menunjuk satu persatu keempat gadis.


Mungkin itu hanya sebuah alasan, atau menghilangkan rasa malu, pada diri mereka masing masing, sehingga salah satu dari mereka, berceramah terlebih dahulu pada Rizki Nasir untuk tidak membuang-buang makanan nya, pikir mereka mungkin takut bila makanan yang ada di hadapannya itu akan habis oleh nya, sehingga Rizki Nasir beranggapan bahwa keempat gadis itu tak beretika.

__ADS_1


"*Paling tidak ini habis sepuluh jutaan lebih, apakah dia bener bener sanggup membayar nya.." Gumam hati Ariani tak percaya dengan lelaki teman Kesya.


"Ini cukup untuk membeli selusin sepeda yang dia pakai.. Bener bener membuang uang dengan cuma cuma.." Hati gadis yang memakai pakaian LEKBONG bergumam*.


Sambil menyantap makanan di ruangan khusus restoran exlesusif itu, mereka asyik dengan candaan candaan nya, Rizki sendiri bertanya pada Kesya tentang Kakek nya, yang telah memberikan tumpangan hidup saat berada di desa nelayan waktu itu.


"Hei..... Bocah .. Bagaimana keaadaan Kakek mu..?" Rizki menatap tajam kearah Kesya sambil menyantap makanan di hadapannya.


"Dia baik! Tapi aku tidak mau dia pergi melaut lagi, dia terlalu tua untuk menarik jaring ikan.." Kesya jelas menghawatirkan Kakek nya, hanya satu anggota keluarganya yang tersisa.


"Ohk begitu.. Ya sudah nanti aku akan berbicara bersama kakek mu. Aku akan cari waktu agar bisa pulang bersama mu. Kakek akan bisa membudidayakan ikan ikan di laut.." Terang Rizki, memberi pengertian pada Kesya untuk tidak menghawatirkan Kakek nya dan mempercayakan semua nya pada dirinya.


"Membudidayakan ikan! Bagaimana caranya..?" Kesya berhenti menyuap makanan lalu menoleh kearah Rizki Nasir.


"Tak usah banyak pikiran kau. Biar aku yang mengurus nya! Kau lanjut saja makan nya.." Rizki tersenyum manis kepada Kesya, hingga wajahnya bersemu merah.


Mendengar apa yang di katakan oleh Rizki Nasir pada Kesya, ketiga teman asramanya itu langsung bertanya tentang obrolan yang tadi di kamar asrama.


Gadis yang memakai pakaian LEKBONG itu langsung bangkit dari duduk nya dan bertanya.."


"Kak.. Rizki........."


Kedipan manja gadis itu, membuat Rizki mendongkrak dan langsung menoleh kearahnya."


"Kak bagaimana dengan kami? Apa kau bisa memikirkan nya? Kami bisa menghasilkan banyak uang dan kami juga ahli dalam membuat Kakak tak bisa bergerak di dalam ranjang.."

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2