
"Sudah cukup melihat nya? Aku beritahu kau ya! Tamu kita ini sangat jago minum.." Alicia seringai licik di bibirnya namun muka nya memerah karna Rizki tak berkedip melihat keseluruh tubuhnya.
"Hari ini kau harus menolong ku! Kau pasti bisa minum kan? Karena dulu kau sangat ahli dan suka minum minuman keras terlebih lagi gemar bermain wanita.." Alicia berkata lagi memancing sipat Rizki yang dahulu apakah dia masih lelaki tak berguna atau bener bener telah berubah.
"Ayo.." Ajak Alicia, tak ada respon sedikit pun dari Rizki Nasir yang Ia coba mengingat hal buruk masa lalu nya.
"Baiklah... Baiklah..." Rizki pasrah dengan permintaan dari Alicia, walaupun arah pembicaraannya mengarah pada perubahan sikap yang di tunjukkan akhir akhir ini.
Alicia tersenyum, jawaban yang di terima oleh Rizki membuat Ia puas, lalu melangkah membuka pintu ruangan yang sudah di tunggu oleh salah satu kolega yang sebelumnya sudah ada janji.
"Ceklek.!
Pintu terbuka Alicia langsung berkata dengan di iringi senyuman manis." Direktur Elih. Maaf telah membuat anda menunggu.."
"Akhir nya datang juga. Nona Alicia memang selalu mempesona. Mari silahkan duduk.." Lelaki setengah tua berpostur tubuh gendut tersenyum kearah Alicia.
Alicia melangkah di ikuti oleh sekertaris nya, hal serupa di lakukan oleh Rizki, namun pikiran dan hati Rizki bertanya tanya setelah tampak 8 botol minuman keras beralkohol tinggi tertera di atas meja dan pikiran nya menerawang tentang apa yang akan terjadi.
"Gila delapan botol minuman keras! Apa yang sedang di rencanakan oleh si gendut ini.." Ucap hati Rizki lalu duduk di kursi bersama Alicia dan sekertaris nya.
"Sepertinya Nona Alicia sudah mempersiapkan diri, kalau begitu, saya juga akan langsung mengatakan nya.." Kata lelaki yang mempunyai jabatan Manager di sebuah perusahaan internasional.
Lelaki gemuk itu tersenyum lalu mengambil gelas kecil yang telah terisi minuman dan langsung mengangkat nya.." Kalau kau memang berniat untuk berbisnis dengan ku. Aku ingin melihat kemampuan minum mu.." Sambung Direktur Elih itu.
Alicia mengangguk, senyuman manis di berikan pada Direktur Elih, lalu beberapa detik kemudian pandangan menoleh ke arah Rizki Nasir seraya berkata.
"Ayo tunjukkan kemampuan minum arak mu, kalau tidak kita tidak akan bisa berbisnis dengan nya.."
"EHK! Rizki tersentak kaget lamunannya buyar sesaat Alicia meminta untuk menunjukkan keahlian minum arak nya."
__ADS_1
"Aduh bagaimana ini kemampuan minum arak ku biasa aja.." Keluh Rizki.
Melihat Alicia dan kedua orang yang di bawa nya belum menjawab permintaan dari Direktur Elih, Ia pun insiatif langsung memberikan keringanan kepada mereka bertiga.
"Begini saja Nona Alicia, aku akan membuat sebuah pengecualian hari ini. Kalau kalian bertiga dapat mengalahkan ku, aku akan mengakui kemenangan kalian dan kontrak kerjasama ini akan langsung saya tanda tangani hari ini juga.." Terang Direktur Elih memberi pilihan pada Alicia, hingga membuat Alicia tersenyum bahagia.
"SUNGGUH KAH DIREKTUR ELIH.." Alicia tampak begitu senang mendengarnya!
"Ya, aku pantang untuk menarik kembali ucapan yang telah di keluarkan dari mulut ku.." Jawab Direktur itu, namun raut muka Rizki belum sepenuhnya percaya pada Direktur itu.
"Hei... Alicia tunggu dulu aku ingin bertanya pada mu." Rizki memotong pembicaraan mereka berdua, Alicia pun mengangguk.
"Silahkan. Apa yang ingin kau tanyakan.?"
"Apa bisnis ini begitu penting sampai-sampai kau mati matian seperti ini.." Rizki bertanya dengan mata yang begitu tajam.
"Rupanya begitu..." Baiklah aku akan membantumu.." Jawab Rizki lalu kini tatapannya beralih pada pria gemuk itu.
"Direktur Elih, kalau begitu, bagaimana kalau kita bertaruh dengan jumlah yang lebih besar..?" Tantang Rizki Nasir membuat pria gemuk itu berkerut kening nya.
"Sepuluh miliar itu hanya sedikit bagi ku, bagaimana kalau kita bertaruh 30 miliar.." Angkuh Rizki dalam memberikan tantangan pada pria gemuk itu.
Alicia langsung tersentak kaget mendengar perkataan dari Rizki Nasir, hati nya sangat menyesal membawa ke pertemuan penting ini."
30 miliar ? Apa dia gila! Kalau tahu begini aku tidak akan membawa nya kesini..'' Kini Alicia hati nya gundah gulana akibat tantangan dari Rizki pada koleganya.
"Hahaha...... Menarik! Direktur Elih tertawa lepas, Ia sangat menyukai pemuda yang duduk di samping Nona Alicia.
"Asalkan kau bisa minum dua botol arak ini sekaligus dan tidak mabuk. Lalu kau bisa meminumnya lagi botol yang tersisa aku akan menambahkan lima miliar untuk sisa botol yang ada di meja ini."
__ADS_1
"BAGAIMANA..?" Tanya Direktur Elih memberikan tantangan pada Rizki Nasir yang sudah merasa dirinya begitu hebat.
"Direktur Elih dia ini hanya bercanda! Anda tidak perlu menganggap nya serius.." Kata Alicia seraya tersenyum di paksakan.
"Gawat, kalau sampai Rizki Nasir mabuk, dia pasti akan mengajak nya bermain wanita bersama, aku tak mau si Rizki Nasir kembali lagi sipat dan kelakuan kembali lagi seperti dulu.." Ucap Hati Alicia, sesaat menghawatirkan pemuda yang duduk di samping nya itu.
"Nona Alicia apa kau meragukan kesungguhan ku.?" Mata nya tajam menatap kearah Alicia.
"Tentu saja tidak! Aku sangat paham Direktur Elih. Tetapi dia ini tidak begitu bisa minum, jangan kan dua botol arak , satu botol saja mungkin dia tidak akan tahan.." Terang Alicia refleks menggelengkan kepalanya."
"Apa aku seburuk itu di mata mu Alicia.." Gumam hati Rizki.
Merasa tertantang akibat di remehkan oleh tunangannya yang mungkin setelah pertemuan ini dia sudah bukan siapa siapa Rizki Nasir. Ia pun langsung menarik Alicia untuk merapatkan tubuhnya dan berkata."
"Biarkan aku mencoba nya! Setiap orang terkadang g
harus berani melakukan sesuatu yang menantang.." Betul tidak Direktur Elih..?" Tanya Rizki Nasir.
"Betul sekali Tuan.." Ehk Nona Alicia, Tuan ini adalah......" Direktur Elih menunjuk pada Rizki Nasir."
"Nama ku Rizki Nasir, aku adalah tunangan nya. Tapi sebentar lagi kami bukanlah siapa siapa nya lagi, karena aku telah membatalkan rencana pernikahan kami.." Terang Rizki membuat sekertaris nya kaget bukan main.
"Membatalkan pernikahan! Rizki Nasir yang berinisiatif melakukannya, apa telinga ku ini bermasalah, ada apa sebenarnya yang terjadi.." Desi sekretaris yang telah lama mengikuti Alicia bener bener di buat tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.
Gejolak hati yang di rasakan oleh sekertaris nya itu, hal yang sama di rasakan oleh Alicia, pikiran pikiran yang di selimuti prasangka buruk terhadap Rizki Nasir terpampang jelas di otak dan hati nya itu.
"Apa aku ini seburuk itu di mata nya! Kenapa dia begitu tidak sabar untuk membatalkan ini,? Atau dia sudah mempunyai selingkuhan di luar sana.." Hati Alicia terus bertanya tanya.
Bersambung.
__ADS_1