Aku Bukan Dokter

Aku Bukan Dokter
LELAKI TAK BERGUNA


__ADS_3

Di salah satu ruangan keluarga Besar Ki, tepat nya di dalam kamar yang begitu luas dengan dekorasi yang begitu cantik tampak seorang lelaki setengah tua sedang duduk di sebuah kursi bergoyang dengan tangan memegang satu botol minuman keras.


Tak lama kemudian muncul lah wanita yang tak jauh usia nya dengan lelaki yang terlihat prustasi di wajahnya karna penolakan dari sang ayah untuk menjemput anak satu satunya yang di cap di keluarga besarnya itu LELAKI TAK BERGUNA.


Wanita anggun dan terlihat glamor di mata para pria yang menatapnya, berjalan kearah lelaki yang duduk di kursi goyang itu, berlenggak lenggok dalam irama langkah kaki yang gemulai.


"Minum arak tidak akan dapat menyelesaikan masalah! Apa ayah menolaknya..?" Wanita itu menahan tangan pria itu untuk tidak minum lagi.


Sesaat terhenti tangannya, botol yang masih berisi minuman keras itu Ia hentakan dengan pelan kearah meja lalu menoleh kearah wanita yang tak lain istri kedua nya itu.


"Ini semua salah ku. Aku tidak bisa memberikan keturunan untuk mu.." Sang istri langsung melingkarkan kedua tangannya ke leher pria itu dari belakang.


"Aku sama sekali tidak menyalahkan mu! Aku hanya merasa kasihan pada anak itu. Dan aku juga merasa kasihan pada ibu nya..................."


Ucapan lelaki itu terhenti sesaat, ketika reaksi sang istri dengan kasar melepaskan lingkaran kedua tangan manja nya dari leher nya, Ia mengetahui bahwa sang istri pasti marah atau pun kecewa bahwa suami nya masih memikirkan wanita yang berputra kan Rizki Nasir.


"Sialan lelaki busuk ini masih memikirkan wanita iblis itu.. Brengsek bener brengsek.." Batin Sang istri bergejolak.!


"Masalah itu semua sudah berlalu.. Aku tidak mempermasalahkan kau merasa kasihan pada ibu kandung Rizki Nasir."


"Aku datang kesini karna ada sesuatu yang sangat penting untuk di beritahu kan pada mu.." Ucap Sang Istri mencoba untuk tersenyum.


"Hal penting apakah yang akan kau berikan informasi pada ku..?" Tanya Sang suami anak pertama dari keluarga besar Ki.


"Perusahaan anak itu sepertinya sedang mengalami kesulitan, sebaiknya kau coba pergi kesana untuk melihatnya.." Titah Sang istri pada suaminya.

__ADS_1


"Berani membuat masalah dengan putra ku, apa mereka sudah bosan hidup.." Geram Vikri yang masih tampak terlihat muka nya memerah akibat minuman yang Ia minum.


"Pasti mereka lagi yang melakukan nya bukan." Sambung Vikri, tatapan matanya menatap tajam kearah istri nya.!


Sang Istri gemetaran, ketika suaminya mengatakan apa yang terjadi di perusahaan nya itu dan menebak pelaku nya yang membuat perusahaan anak nya sedang berada dalam masalah.


"Kalau tidak ada bukti yang jelas. Sebaiknya kau jangan asal menuduh hah.." Bentak sang Istri jelas itu membuat sang suami curiga dengan exfresi dan nada bicaranya.


"Braakkk....."


"UHH......" Dengus suaminya seraya memukul meja di hadapan nya."


"Baiklah.. Esok hari saya akan mengunjungi nya dan secara langsung akan menyelidiki orang itu, apakah dia terlibat dengan perlakuan nya selama ini terhadap perusahaan anakku itu atau tidak.." Sang suami bangkit meninggalkan istri nya yang masih tampak mematung dengan keringat dingin yang saat ini di rasakan oleh nya.


"Bangsat kau Vikri, kau mencurigai ku hah... Baiklah akan ku hancurkan kehidupan tunangan anak mu itu malam ini juga.." Batin hati Istri dari Vikri bergejolak, lalu ia pun mengeluarkan ponselnya untuk menelepon seseorang yang akan memuluskan rencana nya itu.


"Direktur Nanak..... Enek saya mendengar basa basi mu.." Kata wanita yang di sebut Risda itu.


"Hahahahah.. Hahahahaha...." Baiklah, apa yang membuat Nyonya Risda istri dari Tuan Vikri menelepon ku saat ini.." Tawa lepas terdengar nyaring di telinga Risda.


"Aku ingin malam ini, rencana untuk menjebak Alicia tunangan dari LELAKI TAK BERGUNA itu untuk di jalankan dan tak ada kata gagal yang terdengar oleh ku.." Kata Risda memberi perintah.


"Dengan senang hati hahahahahahahahaah..." Saya akan melakukan nya, dan malam ini Nona Alicia yang begitu cantik dan body mirip gitar spanyol akan menemui ku untuk meminta pertolongan dari saya dan sahabat saya, Direktur Dadam.." Terang lelaki itu dari sambungan telepon nya.


"Bagus! Bagus! Saya tunggu kabar terbaru nya. Saya harap kabar dari Direktur Nanak dan sahabat mu tidak mengecewakan ku.." Nyonya Risda langsung mematikan obrolan telepon nya.

__ADS_1


###############


Langit tampak sudah berubah dengan seiring jarum jam yang berputar dari detik menjadi menit dan berubah jadi jam.


Gemerlap kota Guangxi di malam itu mulai menampakkan sinarnya dari lampu lampu yang telah menyala di sepanjang jalan perkantoran itu.


Di salah bangunan yang menjulang tinggi keatas, tepatnya di lantai 25 seorang wanita berusia 24 tahun duduk di kursi kebanggaan dengan seorang sekretaris kepercayaan yang sedang memeluk sebuah buku catatan keseharian sang Direktur perusahaan yang baru dua tahun itu berjalan.


"Apa tempat nya sudah di putuskan..?" Tanya Alicia kepada sekretaris yang baru tiba di ruangan Direktur.


"Sudah Nona Muda. Apakah aku harus mencari seorang Pria untuk menemani mu kesana.." Tegas sang sekretaris jelas Ia menghawatirkan majikan nya itu karna dua Direktur itu tercap sebagai pemangsa wanita.


"Seorang pria huh! Aku ini seorang wanita yang sudah memiliki tunangan. Untuk apa mencari seorang pria yang menemani ku.." Jawab Alicia santai.


"Tapi saat ini keberadaan nya juga tidak jelas dan juga......" Ucapan nya terhenti ketika Alicia menoleh kearah sekertaris nya itu, namun melihat exfresi sekertaris nya itu berkeringat Alicia pun langsung memalingkan kembali wajah nya.


"Nona Muda Alicia, kau juga tahu kan Direktur Nanak itu memiliki kepribadian buruk, seorang pria berperut buncit dan hidung belang.." Terang sekretaris itu mengingatkan nya.


Wanita cantik dengan body mirip gitar spanyol itu bangkit dari duduknya seraya membawa satu map berwarna coklat untuk di bawa kedalam pertemuan dengan salah satu perusahaan yang akan memberi jalan untuk perusahaan milik LELAKI TAK BERGUNA itu terlepas dari permasalahan nya itu.


"Tidak perlu membicarakan masalah ini lagi. Karena aku adalah tunangan dari pria brengsek itu. Aku tidak membutuhkan bantuan dari pria lain."


"Ayo kita jalan.." Ajak Alicia pada sekretaris nya."


"*Rizki Nasir kau keparat. Sebenarnya kau ini ada di mana sih.." Marah hati sang sekretaris itu dalam hati."

__ADS_1


"Nona Muda Alicia juga duh bener bener keras kepala. Lagi pula ini perusahaan bukan milik nya. Kenapa harus melakukan pengorbanan ini demi pria brengsek yang hanya bisa bisa nya mempermainkan wanita wanita malam.." Ucap lagi hati sekretaris lalu berjalan mengikuti majikan nya keluar dari ruangan Direktur*.


Bersambung.


__ADS_2